
Setelah ini aku usahain, yah minimal dua hari sekali up. maaf dan makasih bgt buat yg mau nunggu. sekali lg maaf bgt. 🙏
Cassey menatap handphonenya dengan kesal, dia baru saja turun dari pesawat. Dia malah sudah mendapat kabar buruk jika Wendy tidak bisa menjemputnya, dan akan di gantikan di jemput bosnya.
Bukannya apa, hanya saja Cassey menjadi benci pada sosok bosnya Wendy. Dengan seenaknya dia mengancam dirinya lewat orang terdekatnya, walaupun dia merasa cukup senang karena menandatangani kontrak dengan perusahaan entertaiment terbesar di Amerika. Bahkan terbilang entertaiment terbaik dari seluruh entertaiment yang ada, Max Entertaiment.
Namun tetap saja dia tidak suka cara bosnya Wendy meminta kerja sama, jika dia menawari baik-baik tentu saja Cassey akan menerima dengan senang hati.
Dulu Cassey memang menolak banyak tawaran entertaiment yang ingin mengontraknya, karena Cassey belum ingin kembali ke Amerika.
Sebelumnya dia belum ada alasan kuat yang membuatnya harus kembali ke Amerika, tapi karena Wendy, dia memiliki alasan untuk kembali.
Dia memang tidak pernah kembali ke New York setelah dia melanjutkan studynya di Paris. Tapi dia masih menghubungi Wendy.
Bahkan rumahnya di New York selalu di bersihkan Wendy dua minggu sekali. Tidak sering, karena setelah Cassey pergi ke Paris, Wendy juga pindah ke Las Vegas.
Makadari itu, Cassey juga merasa bersalah. Jika karena dirinya, Wendy tidak bisa bekerja dimanapun. Jadi disinilah Cassey saat ini. Ini juga pertama kalinya juga dia menginjakkan kaki di Las Vegas,
__ADS_1
Cassey mencari-cari orang yang memegang kertas bertuliskan namanya, dia mendengus menatap orang yang menjemputnya. Dia itu niat menjemputnya atau tidak?
Pasalnya orang itu malah terus menunduk dan sibuk mengotak-atik ponselnya, Cassey menghentakkan kakinya kesal. Jika dia tau Las Vegas, dia pasti akan memilih pergi sendiri dan mengabaikan orang tersebut.
Cassey akan memarahi orang tersebut, namun langkahnya terhenti karena ada sebuah pesan masuk pada handphonenya.
'Casy, yang menjemputmu CEOku. Jadi bisa sedikit tahan kekesalanmu?'
Cassey menatap pesan tersebut dengan pandangan tidak percaya. Seorang CEO yang langsung menjemputnya?
Namun itu malah membuat mood Cassey semakin anjlok, artinya dia akan bertemu langsung dengan orang yang mengancamnya.
Dengan kesal dia melangkah mendekati orang itu, Cassey menatap CEO itu tidak percaya. Cassey sudah berdiri di depannya tapi orang itu belum menyadarinya? Cassey berdecih, dengan kesal dia membuka tas jinjingnya. Berniat mencari permen coklatnya,
Cassey merasa makin kesal karena dia tidak segera menemukan permen coklatnya, dia berdecih.
"Kau orang yang disuruh menjemputku, bisa bantu aku membawa tas ini." Cassey mengucapkannya dengan nada kesal, dia masih sibuk menunduk untuk menari permen coklatnya.
__ADS_1
Bahkan dia tidak sadar jika dia salah berucap. Dia mengatakan tas, tapi dia malah menggeser sedikit kopernya ke depan menggunakan kakinya.
"Cassey?" Cassey hendak menatap tajam, enak saja baru kenal sudah memanggil namanya dengan seenaknya.
Namun bukannya tatapan kejam, malah raut wajah terkejut yang terpancar dari wajah Cassey.
Zack? Cassey amat terkejut. Bagaimana bisa?
Namun dengan segera Cassey menormalkan raut wajahnya. Dia mengangkat dagunya dengan angkuh.
"Bisa tolong bawakan koperku? Aku kesulitan membawa," dengan angkuh Cassey mendorong menyodorkan kopernya, Zack masih terdiam.
"Mr. Maxwell? Bisakah kau mengantarku sekarang? Aku sungguh kelelahan setelah berjam-jam terbang."
22 Mei 2020
TBC
__ADS_1
Bosen sebenernya dirumah mulu, Stay save and healthy guys