My Lovely Bastard

My Lovely Bastard
Marry Me?


__ADS_3

Zack terus melirik Cassey masih terdiam di kursinya masih dengan raut wajah cueknya, tapi Zack yakin. Cassey pasti terus merutuki dirinya sendiri, ingin rasanya Zack tertawa sekeras-kerasnya. Menertawakan semua prasangka buruk yang telah Cassey timpakan padanya, tapi karena Zack masih punya hati. Dan yang paling penting, Zack tidak ingin membuat Cassey ngambek. Maka Zack hanya terus diam, menganggap tidak ada kejadian apa-apa. Lagipula meluluhkan Cassey yang dalam mode ngambek itu tidaklah mudah,


Tapi tentu saja diam-diam Zack merasa amat bahagia, bukankah itu tandanya Cassey cemburu padaya?


Ah, Zack benar-benar gemas ketika mengingat wajah Cassey yang memucat karena syok tadi malam.


"Kau lapar?" Cassey menggeleng, pandangannya tetap lurus kedepan. Sungguh, Cassey dalam mode malu seperti ini amat sangat menggemaskan. Hanya diam duduk manis, ketika di tanya akan menjawab dengan pelan tanpa kata-kata setajam pisau yang biasanya dia keluarkan.


Jika Cassey biasanya, tentu saja dia akan marah-marah. Karena jelas mereka tadi baru makan siang di rumah. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, ketika Zack mengajak Cassey keluar. Cassey hanya menganguk mengiyakan, tanpa ada penolakan ataupun keluhan panjang seperti biasanya.


Cassey langsung masuk ke kamarnya, ganti baju lalu turun menemui Zack yang sudah menunggu di bawah. Cassey bahkan tidak bertanya mereka akan kemana.


"Kita akan ke New York kapan?" tanya Cassey setelah sekian lama diam,


"Malam nanti mungkin, pesawatnya masih di siapkan daddy." Cassey mengangguk mengiyakan, setelah itu tetap hening.


Zack yang terus fokus ke jalanan yang mulai gelap, dan Cassey yang masih dalam mode diamnya. Cassey hanya bersandar kaca mobil sambil melihat jalanan yang mulai padat karena memang waktunya orang-orang pulang setelah seharian penuh bekerja.


Cassey mengerutkan dahinya, menatap jalanan yang mungkin jika benar dia pernah melewati jalan tersebut. Namun Cassey tetap hanya diam sambil terus mengamati jalanan, dia masih enggan untuk banyak berbicara. Sambil terus mengamati, sembari Cassey memutar ingatannya. Mencari tau jika dia memang pernah melalui jalan ini,


Perasaan Cassey benar, dari jarak yang tak jauh Cassey dapat melihat tulisan besar. Kedua bola matanya Cassey membelalak heran,


"Disneyland?" gumam Cassey terkejut membaca papan besar bertuliskan Disneyland dari jauh, Cassey menoleh. Mentap Zack meminta penjelasan,


Namun Zack hanya menoleh pada Cassey dan menyunggingkan senyumannya secara sekilas, tidak menjelaskan atau menjawab kebingungan Cassey walaupun Zack tau. Zack malah kembali menatap ke depan, malah semakin mempercepat laju mobilnya mendekati gerbang masuk Disneyland.


Cassey yang masih malas berbicara hanya diam, tidak bertanya kembali. Walaupun begitu, otaknya terus memfikirkan berbagai jawaban, berbagai dugaan akan hal yang akan terjadi.


Apa Zack ingin berlibur?


Atau Zack ingin mengingatkannya tentang masa lalu?


Atau, atau, dan segala atau terus berputar di kepalanya Cassey.

__ADS_1


Kebingungan Cassey semakin menjadi ketika mobilnya Zack terus berjalan dan berhenti di tanah yang cukup lapang, bukannya masuk ke tempat parkir mobil.


"Kau membeli tempat ini?" pertanyaan konyolnya Cassey tersebut langsung membuat Zack terbahak, Cassey menatap aneh pada Zack.


"Ada yang lucu?" ujar Cassey setelah merasa jengah terhadap Zack yang menertawakannya dengan jelas. Zack berdeham, menghentikan tawanya. Mengeringkan sudut matanya yang berair karena tawa puasnya,


"Aku memang kaya, tapi untuk membeli ini tentu harus fikir-fikir. Perlu sedikit tambahan dari daddy mungkin," Zack melepas seatbeltnya,


"Ayo turun," Cassey hendak protes, namun urung ketika melihat Zack turun. Tanpa menunggu di bukakan pintu oleh Zack seperti biasanya, Cassey langsung membukanya sendiri terlebih dahulu. Membuka pintu itu dengan kesal, Zack bahkan hampir terbentur pintu tersebut saking kerasnya Cassey mendorong. Tak ayal dengan menutup, Cassey langsung menutupnya keras-keras.


Seakan-akan memberi tau pada Zack jika dirinya kesal. Zack yang melihat Cassey sudah kembali ke mode temperamennya hanya bisa menggelengkan kepala, mau heran tapi memang itu bahkan sudah kebiasaan Cassey.


Zack hanya menatap Cassey yang berjalan lebih dahulu meninggalkan dirinya yang masih berdiri di samping mobil. Zack masih diam di tempatnya dengan sengaja, ingin mengerjai Cassey tepatnya.


Tak lama nanti, Zack tebak Cassey akan kembali berbalik menghadapnya. Dan benar, baru saja Zack selesai memikirkan hal tersebut. Cassey langsung berhenti di tempat, berbalik menatap Zack yang tidak bergeming dari tempatnya. Zack hampir saja menyemburkan tawa puasnya melihat raut wajah Cassey yang semakin bertekuk karena kesal.


Namun tentu saja Zack harus sekuat tenaga untuk menahannya jika tidak ingin membuat Cassey semakin marah. Zack mengapitkan kedua bibirnya hingga berbentuk lurus karena menahan tawanya,


"Apa yang kau lakukan di sana?! Mau jadi juru parkir!" sembur Cassey pedas seperti biasanya, kini giliran Zack yang wajahnya menjadi bertekuk karena kesal. Dalam hati Zack terus mendumal tidak terima di katakan juru parkir, Zack mencebikkan bibirnya. Berjalan mendekati Cassey yang masih menatap dirinya dengan garang,


"Kau saja yang lambat, aku saja sudah berjalan duluan." Zack menggedikkan bahunya, dia sedang tidak ingin beradu argumen dengan Cassey.


"Kau ingin naik wahana apa terlebih dahulu?" Cassey mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Disneyland.


"Kau ke sini bukan untuk hubungan kerja?" Cassey berbalik, menatap Zack dengan heran. Zack menggedikkan bahunya, menatap ujung tertinggi bianglala di depannya.


"Ingin liburan, sebelum kepadatan kita nanti di New York." Cassey mensedekapkan kedua tangannya di depan dada, menatap Zack dengan wajah tengilnya.


"Hanya kau yang sibuk, aku tidak mau ikut-ikutan," Zack menoleh, menghadapkan tubuhnya ke arah Cassey.


"Tentu saja kau akan sibuk, kau ikut ke New York, kan juga menggantikan tugas Becca. Mengikutiku kemana-mana." Zack menyunggingkan smirknya, yang membuat kekesalan Cassey semakin bertambah. Cassey menatap tajam pada Zack, tanpa berkata-kata. Cassey berbalik, meninggalkan Zack yang memanggil-manggil namanya bertanya akan kemana.


Tapi Cassey mana peduli, Cassey sudah terlanjur di buat kesal oleh Zack. Padahal ketika tau jika dia akan ke Disneyland lagi, dia sangat semangat. Tapi entah kenapa malam ini Zack amat sangat menyebalkan bagi Cassey, jadi sudah Cassey putuskan. Cassey akan menikmati semua wahana sendirian,

__ADS_1


***


Cassey merenggangkan tubuhnya, hampir setengah wahana sudah dia naiki semua. Mulai dari yang ekstreme hingga yang hanya permainan ringan. Dan itu tanpa Zack, awalnya setelah selesai menaiki dua wahana. Cassey merasa heran, Zack tidak menyusulnya? Atau malah tidak menemukannya?


Namun Cassey menggedikkan bahunya tidak peduli, Cassey juga bawa tasnya yang berisi ponsel. Jadi walaupun seumpamanya Zack meninggalkannya pulang Cassey juga tidak peduli. Cassey ingin melepas penatnya setelah tiga bulan penuh terus bekerja keras tanpa adanya liburan, jadi Cassey memanfaatkannya sebisa mungkin.


Tapi Cassey semakin di buat heran setelah turun dari wahana bianglala, sudah hampir tiga jam dan Zack tidak menemukannya.


"Apa dia benar-benar meninggalkan aku sendiri di sini?" monolog Cassey menatap sekitarnya, barang kali dapat menemukan Zack. Namun nihil, Zack tidak terlihat sama sekali.


Dan kebingungan Cassey semakin menjadi, Cassey baru sadar jika Disneyland sudah sepi. Bukan hanya tinggal beberapa orangb namun tidak ada orang sama sekali. Cassey mengeluarkan ponselnya, menatap jam pada ponselnya.


"Masih jam 10, bukannya tutupnya jam 12 malam?" gumam Cassey, Cassey menggaruk kepalanya. Jujur Cassey sangat bingung, kan tidak lucu jika Cassey terkunci di dalam Disneyland semalaman. Sendiri pula,


Cassey berbalik, menuju wahana bianglala yang dia naiki tadi. Tepatnya menuju tempat petugas yang mengoperasikan biangalala tadi. Namun harapannya harus pupus, petugas penjaga bianglala tersebut sudah tidak ada di tempatnya.


Cassey menatap sekitarnya, Cassey benar-benar bingung sekarang. Masalahnya tidak ada orang sama sekali. Jika akan di tutup lebih awal, bukannya ada pemberitahuan. Tapi Cassey tidak mendengarkan suara pemberi tahuan tadi.


Dengan hati yang dongkol, Cassey menghentakkan kakinya dengan kesal. Hendak berjalan menuju pintu keluar, namun langkahnya terhenti. Cassey menjadi semakin panik ketika seluruh lampu di Disneyland padam semua.


Belum sempat Cassey mengambil ponselnya untuk penerang, lampu di Disneyland kembali menyala lagi. Namun hanya beberapa lampu yang menyala, Cassey memincingkan matanya menatap beberapa lampu yang menyala.


Bukan, bukan lampunya yang membuat Cassey penasaran. Namun kalimat yang tertulis dari lampu tersebut,


'Marry Me?'


Cassey juga di buat heran, sejak kapan taman disneyland atmosfirnya berubah menjadi romantis. Cassey membalikkan badannya, hendak pergi. Langkahnya terhenti, Zack berdiri di depannya dengan senyum mengembang di wajahnya. Dan Cassey akui, itu merupakan senyum terindah yang pernah Cassey lihat. Cassey bahkan lupa bahwa dia akan memaki Zack karena meninggalkannya tadi,


Zack melangkah mendekati Cassey, entah kenapa. Cassey juga hanya diam di tempatnya, seolah terpaku pada setiap langkahnya Zack yang mendekatinya.


"Cassey?" Cassey mengerutkan dahinya bingung, Zack berbicara dengan nada halusnya.


"Aku tau mungkin ini menurutmu begitu cepat, tapi tidak untukku. Sudah sangat lama aku terus menunggumu, maka dari itu. Kau tidak harus menjawabnya sekarang, aku bisa menunggumu. Tapi jangan buat aku menunggu terlalu lama," Dahi Cassey semakin berkerut bingung, bukannya Cassey tidak tau kearah mana arah pembicaraan Zack.

__ADS_1


Namun, entah kenapa Cassey merasa bingung. Jujur saja Cassey di buat gugup akan ucapannya Zack,


"Will you marry me?" Zack mengulurkan sebuah kotak beludru yang terbuka, memperlihatkan sepasang cincin sederhana namun sangat elegan dan cantik.


__ADS_2