
Jari telunnjuknya Zack terus mengetuk meja beriringan dengan suara dentik jam dinding, wajahnya menatap ke arah telepon kantor dengan gelisah. Dua hari, sudah dua hari Cassey belum memasuki kantor.
Zack khawatir, fikiran buruk yang berkecamuk di otaknya sejak dua hari yang lalu akan terjadi. Mungkin saja, bahkan kemungkinan sangat besar Cassey membatalkan kontraknya. Karena Zack yakin, uang Cassey lebih dari cukup untuk membayar denda pembatalan kontrak.
Ketika telepon itu berdering dengan segera Zack mengangkatnya,
"Mrs. Heaton sudah tiba sir,"
"Biarkan dia masuk ke ruanganku," Zack menahan rasa lega yang seakan meletup-letup di hatinya, dia berdeham untuk menenangkan diri.
Pintu ruangannya terbuka, suara ketukan high heels dengan lantai memenuhi ruangannya yang sunyi. Zack menatap takjub pada Cassey, namun juga geram di satu sisi melihat pakaian Cassey terlalu banyak memperlihatkan kulit mulusnya.

Tanpa permisi Cassey langsung mendudukkan dirinya pada sofa panjang di depan meja kerjanya Zack, Zack berdiri hendak pindah ke sofa di depannya Cassey.
"Tetap disitu," Zack menghentikan pergerakannya untuk mendorong kursi,
"Apa?" Zack merasa salah mendengar,
Cassey memerintah dirinya di kantornya sendiri?
Ketika Zack hendak protes, Cassey melepas kaca mata hitamnya. Melipatnya, bersedekap menatap Zack dengan dagu terangkat
"Aku tidak suka berdekatan dengan laki-laki, apalagi hanya ada kita di ruangan ini. Jadi tetap berbicara seperti ini. Atau tidak akan ada pembicaraan sama sekali." Kening Zack berkerut tidak senang, namun dia kembali duduk di kursinya.
"Aku dengar saham perusahaanmu turun lumayan drastis karena skandal desainer sebelumnya, untuk itu aku mengumumkan kerja sama kita."
"Kau mengumumkan? Bukankah kau merahasiakan identitasmu?"
"Aku mengunggah berita tersebut lewat akun media sosialku, sekarang giliranmu mengkorfirmasi berita tersebut pada para wartawan. Aku baru mengunggahnya tadi pagi,"
Tak lama kemudian handphone Zack bergetar, beberapa pesan masuk. Beberapa dari kolega, dan beberapa pengusaha yang dia kenal.
Cassey mengangguk, menyilangkan kaki jenjangnya.
"Aku hanya akan datang ketika acara besar yang berhubungan dengan red carpet dan comeback, selain itu aku hanya akan datang jika perlu. Mengantarkan pakaian untuk kostum panggung misalnya."
"Tidak bisa begitu," Cassey menoleh, menatap Zack tidak terima.
"Bukankah dalam perjanjian aku hanya menjadi desainernya Andreas Kim dan Kareen Brown?!" Cassey memprotes dengan nada tinggi, kesal? Tentu saja. Mengingat dia berada dalam satu ruang dengan Zack saja telah membuat otak dan hatinya mendidih. Dia tidak suka,
"Kau tidak membaca secara rinci?" Cassey diam, tapi masih menatap Zack dengan kesal. Memang dia hanya membacanya sekilas, akan memalukan jika dia meng'iya'kan pertanyaannya Zack setelah ucapannya tadi bukan?
Zack menghela nafas, mencari sesuatu pada kertas yang bertumpuk di mejanya. Lalu membuka sebuah map coklat, yang Cassey duga merupakan kontraknya.
"Disini jelas tertulis kau menangani seluruh artis di agensi, namun yang paling utama Andreas dan Kareen. Karena mereka artis utama agensi ini," Zack menunjuk beberapa baris dari kertas itu, Cassey menjulurkan kepalanya sebentar. Dan kembali duduk tegak menatap kedepan,
__ADS_1
"Sudah cukup bukan? Masih banyak hal yang akan aku lakukan, melihat ruang kerja baruku salah satunya." Cassey berdiri,
"Akan aku tunjukkan," Zack berdiri, menyusul Cassey yang hendak berjalan keluar.
"Aku hanya butuh sekertarismu Mr. Maxwell, aku tau kau sibuk." Cassey memegang kenop pintu,
"Cassey, bisa kita bicara sebentar?"
Cassey membeku, bukan hanya karena nada memohonnya Zack. Tapi karena Zack juga menahan tangan kanannya yang hendak membuka pintu. Rahang Cassey mengeras,
"Bukankah sudah aku ingatkan Mr. Maxwell, aku tidak nyaman berdekatan dengan orang lain apalagi kontak fisik. Bisa lepaskan?"
Jantung Zack berdenyut sakit mendengar nada dingin dari setiap kata yang meluncur dari bibir plumnya Cassey,
"Aku ingin meluruskan sesuatu,"
"Ini kantor Mr.Maxwell, aku tau kau juga orang yang profesional. Lepaskan tanganku sekarang juga," Zack menatap punggung Cassey dengan sendu, tak ingin berdebat. Zack melepaskan cengkeraman tangannya,
Cassey dengan secepat mungkin membuka pintu, melangkah dengan tergesa meninggalkan Zack tanpa menoleh ke belakang sedikitpun.
****
"Mrs. Heaton?!"
Cassey terlonjak terkejut, dia tersenyum malu pada sekertarisnya Zack.
"Apa kau sakit?" sekertaris itu menatap Cassey dengan khawatir, membuat Cassey merasa bersalah. Sedari tadi sekertaris itu menjelaskan panjang lebar tentang ruangannya, tapi dengan bodohnya dia malah melamun.
"Kalau begitu bagaimana kita berbincang sambil makan siang di cafe tak jauh dari sini." Cassey mengangguk, lagipula dia juga merasa lapar.
Sejak pagi tadi dia hanya bisa minum air putih, karena fikiran dan hatinya kacau. Terlalu khawatir menghadapi Zack pagi tadi,
"Ah, kita belum berkenalan langsung. Aku Rebecca Lewis, kau bisa memanggilku Becca. Aku sekertarisnya Mr.Maxwell," Cassey menyambut uluran tangannya Becca,
"Cassey, Cassey Heaton."
"Aku tidak pernah mendengar namamu di dunia fashion," Cassey tertawa, Becca menggaruk tengkuknya merasa bersalah.
"Maaf, bukannya aku mau merendahkanmu. Hanya saja Mr. Maxwell orang yang sangat pemilih, baru seminggu kemarin dia meledak-ledak untuk mencarikan desainer baru. Tapi setelah itu dia tenang, hingga kau muncul pagi tadi."
"Tak apa, lagi pula aku menggunakan nama samaran di dunia fashion." Becca menatap Cassey dari atas hingga bawah,
"Wow, aku akui kau memang desainer handal." mereka tertawa bersama,
"Kau bisa carikan kursi? aku yang akan pesan, kau ingin apa?" Cassey berhenti, menggigit bibir bawahnya.
"Salad buah dan jus jeruk," Becca mengangguk,
__ADS_1
Cassey mengedarkan pandangannya, dia cukup terkagum dengan interior cafe ini. Sederhana namun terkesan glamour,
Dia melangkah menuju meja dekat kaca yang besar, Cassey menatap jalan Las Vegas yang ramai. Ini jam makan siang, mungkin karena itu banyak orang yang berlalu-lalang di trotoar jalan.
Sepanjang jalan di sekitar cafe terdapat banyak gedung pencakar langit, gedung-gedung kantor.
"Ini salad buah dan jus jerukmu," Becca meletakkan salad buah dan jus jeruk tepat di depannya Cassey, lalu meletakkan hamburger dan cola di sebrangnya.
"Kau sedang diet?" Cassey mengangguk, Becca menatap Cassey tidak percaya.
"Badanmu sudah sekecil itu, kau masih ingin kecil lagi?! Itu sudah sangat ideal." Cassey terkekeh,
"Bukannya ingin lebih kecil, hanya saja sejak mendarat disini aku mulai makan hal yang berlemak dan belum sempat olahraga, ini hanya untuk jaga-jaga." Becca menggelengkan kepalanya heran,
"Kau baru pertamakali ke LV?" Cassey mengangguk sambil mengunyah potongan mangga.
Setelah itu tidak ada obrolan lagi, Cassey sibuk memakan salad sambil menatap keluar cafe. Dan Becca sibuk mengunyah hamburgernya serta memainkan ponselnya.
"Uhm, aku akan membayarnya dulu. Kau bisa selesaikan makanmu." Becca segera menelan makanan yang dia kunyah.
"Tidak, makanan ini sudah dibayar Mr.Maxwell." Cassey mengerutkan keningnya bingung, bagaimana Zack bisa membayari makan karyawannya.
"Oh, jangan berfikiran aneh-aneh. Hanya kebetulan saja Mr. Maxwell sedang ada pertemuan dengan rekan bisnisnya di lantai atas. Dan sekalian katanya," Cassey menggigit bibir bawahnya,
"Aku mengganggu pekerjaanmu ya? maaf," Becca menggeleng,
"Tidak, Mr.Maxwell memang lebih sering menemui koleganya tanpa sekertaris. Hanya ketika sangat membutuhkan dia mengajakku," Cassey menganggu kembali duduk di depannya Becca, Cassey kembali menatap kearah luar cafe.
Cassey terlonjak saat mendengar Becca terbatuk, dengan panik dia berdiri dan menepuk-nepuk punggungnya Becca. Cassey menyerahkan air mineral yang baru saja dia minta dari seorang pelayan yang lewat,
"Minumlah," Becca mengambil dan segera meminumnya dengan rakus, Cassey meringis. Pasti sangat sakit, Becca menatap Cassey dan handphone yang dia pegang secara bergantian dengan tatapan tidak percaya.
"K-kau desainer baru itu kan?" Becca menatap Cassey seperti melihat hantu, Cassey bingung. Tapi tetap menganggukkan kepalanya,
"Astaga!" Becca memekik, menutup mulutnya. Menatap Cassey dengan pandangan syok campur takjub.
"Kau Zie?! Kau desainer misterius itu?!" Cassey mengangguk dengan canggung, dia tau apa yang membuat Becca seperti melihat hantu.
"Astaga, Ya Tuhan! Ya Tuhan! aku makan dengan seorang Zie!" Becca masih saja terus memekik tidak jelas dan menatap Cassey takjub. Membuat Cassey semakin tidak nyaman,
Melihat gelagat Cassey, Becca berdeham. Mencoba menghilangkan rasa antusianya yang berlebihan, mungkin itu yang membuat Cassey tidak nyaman. Becca meringis,
"Maaf, aku membuatmu tidak nyaman ya? aku hanya saja tidak percaya duduk dan makan siang bersama dengan desainer ternama." Cassey tersenyum canggung,
"Kau berlebihan, aku tidak sehebat itu. Ehm, aku ingin segera pulang. Kau masih akan disini?" Becca menganggu,
"Tak apa, tak usah sungkan untuk pulang dahulu. Aku masih ada urusan disini, hati-hati dijalan." Cassey mengangguk, dengan canggung dia melangkah meninggalkan Becca.
__ADS_1
Ketika akan menarik pintu tangannya ditahan, dia berbalik hendak mengeluarkan sumpah serampah pada yang menahan tangannya. Namun semua sumpa serampah yang akan dia tumpahkan hilang tergantikan rasa terkejutnya.
TBC