My Lovely Bastard

My Lovely Bastard
Setelan


__ADS_3

Cassey melempar ponselnya ke meja, dia tidak peduli ponselnya akan hancur. Dia benar-benar kesal, sudah moodnya hancur dari cafe karena Leon. Ditambah kelakuannya Zack,


"Dasar pembohong, tidak tau malu, playboy sialan!" Cassey mengambil sebuah kain, mengguntingnya dengan emosi yang membara.


"Gay dari mana?! Sialan, menyebalkan. Baru seminggu di sudah dapat gadis, lelaki sialan memang." Cassey terus menggunting kain yang sudah dia gambar pola sebelum bertemu Leon tadi dengan sadis,


Suara ketukan di pintu tidak membuat Cassey menghentikan kegiatannya menggunting kain dengan kesal, pintu itu terbuka. Menampilkan Zack yang hanya berbalut kemeja putih tanpa blazernya.


"Cass?"


"Apa?!" tanpa bisa Cassey kontrol, Cassey menjawab dengan nada kesal yang ketara. Zack meringis, di tatap setajam itu.


"Aku mengukur disini saja," ujar Zack canggung menggaruk tengkuknya, Cassey mengangkat sudut bibirnya.


"Wah, aku tidak tau kau tipe-tipe Sugar Daddy?" sindir Cassey menusuk, tapi tatapannya masih fokus pada kain yang dia gunting.


"Maaf soal tadi, aku tidak tau kau akan kesal melihatnya." Cassey menatap tajam pada Zack yang tersenyum, Zack tersenyum? ingin sekali Cassey merobek mulutnya. Bisa-bisanya Zack malah tersenyum,


"Kesal?" ulang Cassey, Zack mengangguk. Tanpa permisi Zack langsung duduk di kursi depannya Cassey,


Dahi Cassey berkerut, Kesal? Cassey menatap Zack yang masih setia mengukir senyum hangat, mata Cassey membola menyadari makna kata 'kesal' yang di lontarkan Zack. Jadi Zack mengira dirinya cemburu?


"Untuk apa aku cemburu?! Aku cemburu dengan bocah kecil itu? Hah, apa lagi cemburu hanya karena kau?!" teriak Cassey tidak terima, ego Cassey terluka di katakan cemburu.


"Eh?!" Zack tercenung mendengar Cassey yang meledak, bahkan Zack masih tidak percaya akan apa yang di katakan Cassey baru saja.


Cassey masih menatap Zack dengan marah, Zack memiringkan kepalanya.


"Jadi kau cemburu karena gadis tadi? Aku kira kau marah karena menunggu di ruanganku cukup lama."


Duar!


Entah bagaimana Cassey merasa seperti mendengar sesuatu meledak, Cassey terdiam. Jadi maksud 'kesal'nya Zack itu bukan cemburu?


Wajahnya memerah, malu. Cassey merutuki mulutnya, ingin rasanya Cassey menenggelamkan tubuhnya di dalam tanah. Karena emosi dia malah berbicara melantur seperti itu,


Setelah itu terdengar suara tawa Zack menggelegar, memenuhi ruangannya yang tadinya sunyi. Mendengar tawa itu benar-benar membuat Cassey ingin segera lenyap, menghilang. Sungguh Cassey merasa sangat malu,


Dengan sisa harga dirinya, Cassey mengangkat dagunya. Menatap Zack dengan tatapan menantang,


"Untuk apa kau tertawa?" Zack berdeham untuk menghentikan tawanya, merasa Cassey tersinggung karena tawanya.

__ADS_1


"Kau tau Cass? Secara tidak langsung kau mengakui perasaanmu padaku." Zack menatap Cassey serius, Cassey berdecih.


"Dalam mimpimu," Zack menyunggingkan senyumnya mendengar nada sombongnya Cassey, Cassey belum menyerah rupanya.


"Benarkah?" Cassey benar-benar ingin memukul kepalanya Zack, Cassey meletakkan gunting dan kain yang tadi dia pegang pada meja. Membanting tepatnya,


"Mau apa kau kesini sebenarnya?"


"Mengukur setelanku, Becca sudah bilang bukan?!" Cassey berdecih kesal, tanpa protes Cassey berdiri mengambil meteran yang dia gantung di salah satu manekin.


"Berdiri," tanpa membantah atau bertanya, Zack langsung berdiri berjalan mendekati Cassey. Cassey mulai mengukur lengannya Zack, Cassey menunduk.


"Untuk masalah ciuman seminggu yang lalu aku tidak akan minta maaf," Cassey mendongakkan kepalanya, menatap Zack. Namun Cassey hanya diam, tidak mau menanggapinya.


"Dan lupakan juga ucapanku, aku tidak jadi menyerah." Cassey menegakkan tubuhnya,


"Karena kau yakin bisa menaklukkan aku seperti kau menaklukkan gadis tadi?" Zack tersenyum,


"Mau tau alasannya?" Cassey menggedikkan bahunya,


"Rentangkan kedua tanganmu," Zack merentangkan kedua tangannya, Cassey semakin menempel karena mengukur lingkar tubuhnya Zack.


"Karena aku yakin kau hanya belum sadar akan perasaanmu padaku," bisik Zack, sangat dekat.


Cassey bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya Zack. Dan entah bagaimana, sebelah tangan Cassey yang akan menggapai meteran yang telah dia lilitkan pada lingkar tubuhnya Zack menjadi terlepas lalu jatuh.


Cassey bedeham, menunduk akan mengambil meteran yang terjatuh. Namun gerakannya terhenti karena Zack memeluknya,


Cassey langsung mendorong Zack,


"Jangan terlalu percaya diri, aku bukan Cassey yang dulu."


"Apa kau perlu bukti?" Zack memasukkan kedua tangannya di kantong celananya, menatap Cassey.


"Kau perlu bukti jika pesonamu tidak mempan untukku sekarang?" Cassey menyedekapkan kedua tangannya di depan dada, menatap Zack dengan pandangan tak kalah menantang.


"Kalau begitu cium aku,"


Cassey terbatuk, tersendak ludahnya sendiri. Pandangan Cassey menjadi tidak fokus, jujur Cassey tidak tau kemana jalan pemikiran Zack. Zack menyeringai,


"Takut eh?" mata Cassey membelalak, egonya kembali terluka akan ucapan Zack.

__ADS_1


"Siapa takut?"


"Kalau begitu lakukan, buktikan aku tidak berpengaruh sama sekali untukmu." Zack menatap Cassey menantang, tanpa berfikir panjang Cassey langsung menubruk Zack.


Membingkai wajah tampannya Zack dengan kedua tangannya, tubuh Cassey sempat bergetar saat menatap maniknya Zack yang masih menatapnya menantang.


Dengan hati-hati Cassey menempelkan bibirnya pada bibirnya Zack, mengecup bibir itu beberapa kali. Cassey menutup matanya dan mulai ******* bibirnya Zack ringan, Cassey terus meyakinkan dirinya. Dia melakukannya bukan karena keinginan lain, dia hanya ingin membuktikan Zack tidak lagi berpengaruh untuknya.


Dirasa tidak mendapatkan respon dari Zack, Cassey membuka matanya masih dalam kedaan ******* bibir Zack. Cassey malah menemukan Zack yang masih membuka kedua matanya, menatap Cassey dengan pandangan bertanya.


Cassey mulai risau, takut kalah dari Zack. Dengan tangan bergetar Cassey kembali kembali memejamkan kedua matanya,


Cassey menurunkan tangan kanannya, kemudian di kalungkan pada lehernya Zack. Tangan kirinya semakin dia rambatkan turun, dia letakkan di pundaknya Zack.


Tubuh Cassey terasa bergetar merasakan betapa kokoh tubuhnya Zack di bawah telapak tangannya, Cassey menggigit bibir bawahnya Zack. Seakan tau maksudnya Cassey, Zack membuka mulutnya. Membiarkan Cassey menjelajahi rongga mulutnya,


Darah Cassey berdesir, Cassey bahkan bisa mendengar dentaman jantungnya yang bertalu-talu. Cassey terus menguatkan dirinya, dia melakukan ini hanya karena tantangan Zack. Cassey semakin memperdalam ciumannya,


Namun fikiran Cassey langsung blank ketika merasakan punggungnya di tarik tangan Zack untuk merapat, melekat dengan tubuh kokohnya Zack.


Zack membalas ciuman Cassey, bahkan ciuman itu sudah di dominasi oleh Zack. Tubuh Cassey seperti kehilangan kekuatan, mungkin jika Zack tidak memeluknya. Cassey sudah jatuh terduduk,


Ciuman itu semakin panas, Cassey bahkan sudah merasakan kehabisan nafas. Menyadari itu, Zack melepaskan ciumannya. Tapi tidak menjauh, dahinya masih bersandar pada dahinya Cassey.


Cassey masih memejamkan matanya, meraup oksigen sebanyak mungkin. Entah, Cassey merasa tidak berani untuk membuka matanya. Untuk menatap balik manik matanya Zack, jarak mereka masih sangat dekat.


Nafasnya bahkan bersahutan dengan suara Zack, Cassey juga masih bisa merasakan kedua lengannya Zack yang melingkari tubuhnya dengan erat.


Seakan tau hal yang berkecamuk di otaknya Cassey, Zack tersenyum.


"Gunakan hatimu Cass, lupakan egomu." bisik Zack yang membuat Cassey membuka matanya, ketika Cassey hendak protes Zack membungkamnya dengan sebuah kecupan. Hanya kecupan ringan tapi bisa membuat Cassey kembali terdiam,


"Ukurannya akan aku kirimkan lewat pesan nanti," setelah mengatakan itu Zack melepaskan pelukannya, kembali mengecup bibir bengkaknya Cassey.


Zack yang melihat Cassey masih terdiam menjadi tersenyum,


"Aku pergi," setelah mengatakan itu Zack keluar, meninggalkan Cassey yang masih terdiam di tempatnya.


Tepat setelah suara pintu tertutup, Cassey jatuh terduduk. Cassey menyentuh bibirnya.


"Apa yang aku lakukan?" gumam Cassey masih dengan tatapan blanknya.

__ADS_1


__ADS_2