My Possesive Mate

My Possesive Mate
PROLOG + BAGIAN 1


__ADS_3

PROLOG 1


MY POSSESIVE MATE (Bryan Gerard Friedrich)


"sentuhan ini yang kurindukan Bry" batin Angel menjerit, sudah berapa lama ia tak bersentuhan dengan sang suami.


"kau kenapa Angel? " tanya Bryan, tampak raut khawatir di wajahnya.


"kemana panggilan sayang mu Bry" rasa nyeri terasa di relung hati Angel.


"Bukan urusan mu!! " kata Angel sinis.


Angel pun beranjak namun tiba-tiba tangannya di cekal oleh Bryan.


"Hei! Kenapa kau selalu menghindari ku?" tanya Bryan.


"Cih.. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! " kata Angel sinis.


"Apa maksudmu Angel?? "


"Kau yang menghindari ku!! Kau yang tak ada untuk ku!! Krmana kau saat aku sakit hah!! Sibuk dengan jalang mu heh! " bentak Angel. Angel sudah tak bisa menahan amarah nya yang bergejolak.


"Hei!! Siapa yang kau sebut jalang hah!! " Bryan berteriak dengan lantang, membuat hati Angel remuk saat itu juga.


" Sudah ku duga! Kau berani membentak ku karena jalang mu itu kan Bryan!! Kau jauh memilih jalang itu di banding aku!! Urus saja ja-"


PLAAKKK !!


Sebuah tamparan keras mengenai wajah Angel. Tubuhnya terhuyung ke samping dengan rasa sakit yang menjalar di seluruh relung hatinya.


"Hentikan Angel!! Kau tak tahu apa-apa! Kau hanya jadi penghalang hubungan ku dengan Vixie! Seharusnya kau yang pantas di sebut J. A. L. A. N. G " tegas Bryan dengan menekan kata jalang.


Air mata Angel telah menggenang tinggi, akhirnya luruh. Ia tak percaya Bryan akan seperti ini. Kemana Bryan yang begitu menyayangi nya, kemana sumpah yang ia ucapkan saat mereka menikah. Angel tak kuasa berada di sana lebih lama lagi. Dengan rasa sakit yang masih ia rasakan ,Angel berdiri. Matanya menatap Bryan sendu, ia memaksakan dirinya untuk tersenyum. Walau dengan air mata yang mengalir deras di wajah cantiknya.


"GOOD BYE BRY! "


Angel pun berlari keluar dari mansion meninggal kan Bryan yang berdiri mematung melihat kepergiannya. Angel berlari membelah hutan dengan air mata yang tak Henti-hentinya mengalir deras. Ia tak sanggup lagi, tak peduli tubuhnya penuh luka oleh goresan pohon, hingga ia jatuh.


"ARRRGGGHHH" teriak Angel meluapkan segala amarahnya dan rasa sakit yang mendera hatinya.


"AUUUUU" suara Rexha terdengar sangat memilukan. Angel menangis tersedu-sedu memeluk kedua lututnya.


"Dia tak mencintaiku lagi, ia membenciku" lirih Angel pilu.


•••


BRYAN GERARD FRIENDRICH


(MY POSSESIVE MATE)


RATE 18+ - 21+


FANTASY-ROMANCE-ACTION


NOT FOR CHILD UNDERAGE


BAGIAN 1


AUTHOR POV


Sinar matahari pagi masuk kedalam celah tirai. Seorang gadis terbangun dari tidurnya  dan melihat jam disamping tempat tidur nya. Saat ini jam menunjukkan pukul 6 pagi. Sontak ia bergegas ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.


Tiga puluh menit kemudian, gadis itu sudah selesai melakukan ritual paginya. Ia sudah menggunakan seragam rapi dengan rambut yang ia biarkan tergerai indah.


Gadis itu segera turun menuju lantai atas untuk sarapan.


"Selamat pagi Mom , Dad " Sapa Angel dengan senyum yang menghiasi wajah cantik nya.


"Selamat pagi sayang." jawab Jhon Arthur Richard dan Chole Allie Richard bersamaan.


"Sayang, ini Mommy sudah menyiapkan sandwich dan susu coklat kesukaan kamu, ayo dimakan " Chole meletakkan susu dan sandwich itu di  meja.


"Uh, Mom memang the best, Thanks Mommy." gadis itu mencium pipi sang ibu sebagai tanda terimakasih nya. Kemudian ia duduk dan memakan dengan lahap sarapan yang di buatkan ibunya. Mereka menikmati sarapan dalam diam hingga sarapan mereka habis.


"Mom, Dad, Angel berangkat sekolah dulu ya."


Gadis itu pun berdiri dari duduknya, kemudian mendekat ke arah kedua orang tuanya. Ia mencium tangan kedua orangtuanya itu.


"Iya, hati-hati sayang, belajar yang benar."Chole mengelus dengan penuh kasih sayang rambut Angel kemudian , memberikan kecupan lembut di puncak kepala sang anak.


"Kamu sekolah yang benar ya Angel jangan nakal." Jhon juga mengelus rambut coklat Angel.


"Okay Mom, Dad. Angel sayang kalian" . Angel memeluk erat tubuh kedua orang tuanya sebelum mengambil tas ransel miliknya, dan beranjak keluar untuk berangkat ke sekolah barunya.


•••


Mobil BMW hitam melaju menuju ke sekolah baru gadis tadi. Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah  pikirannya begitu kalut, pasalnya ini adalah hari pertama nya masuk kesekolah baru ini.


"Apa mereka akan menerima ku ?"


Selama ini tercatat sudah lima kali ia pindah ke sekolah baru. Ini semua karena tuntutan pekerjaan ayah nya yang mengharuskan mereka berpindah-pindah ke beberapa negara.


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhirnya mobil yang di tumpangi oleh gadis bernama Angel itu masuk kedalam pekarangan sekolah bertuliskan SMA GALAXY. Kaki mungilnya turun dari mobil tersebut setelah mengumpulkan keberanian terlebih dahulu.


Terlihatlah seorang wanita dengan tubuh mungil, kulit putih , rambut coklat serta iris mata senada, memakai tas ransel kecil berwarna biru tua.  Sudah ada seorang pria menunggunya, yaitu saudara sepupunya bernama  Andrew Fernand.


"Hi my Angel, you look so beautiful today." Andrew berteriak cukup kencang, membuat beberapa siswa yang lewat melihat ke arah mereka. Gadis itu tersipu karena kelakuan sepupunya itu. Setelah dekat Andrew merangkul bahu sang gadis dan menampilkan senyum terbaiknya.


"Dasar Andrew!!" 


Angel melepaskan rangkulan Andrew di bahunya.


"Ayo masuk" Angel melangkah terlebih dahulu, meninggalkan Andrew yang masih membeku di sana.Andrew masih terdiam di tempat. Ia heran mengapa Angel tak pernah berubah, tetap saja cuek kepadanya.


"Hei! Sampai kapan kau akan diam disana?!!". Angel berteriak pasalnya ia sudah berada jauh di depan Andrew.


Andrew pun terkejut dan bergegas menyusul Angel, ia berjalan di belakang Angel berusaha menyaingi sepupunya tersebut.


"Ya ampun Angel, kamu berjalan atau berlari ?". Andrew mengeluh kepada Angel dengan nafas terengah-engah


Angel terkekeh "salah sendiri siapa yang menyuruh mu diam disana"


Angel tersenyum mengejek ke arah Andrew, membuat pria itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"iya-ya aku yang salah," bukankah seorang laki-laki selalu salah.


"Ngomong-ngomong  ruang kepala sekolah di depan sana ya"


Andrew menunjuk ke arah ruangan yang tak jauh dari posisi mereka saat ini


"Aku duluan ya, sampai jumpa di kelas nanti" 


"Okay "


Andrew dan Angel pun berpisah, Andrew berjalan menuju ke arah lorong kelas nya, sedangkan Angel berjalan menuju Ruang kepala sekolah.


•••


AUTHOR POV


Ting tong ..... Ting tong


Bel sekolah berbunyi, murid-murid yang masih duduk di depan kelas pun masuk kekelas masing-masing. Ada yang berlari karena baru sampai di sekolah .Tampak dari kejauhan seorang guru berjalan bersama seorang siswi , sampai akhirnya mereka masuk kedalam sebuah kelas.


"Good Morning Student"


Ms.Allie menyapa murid-murid yang sudah duduk rapi di bangku mereka masing-masing.


"Good Morning Miss"


Pandangan murid-murid terarah pada sosok gadis cantik di sebelah Ms.Allie. mereka saling berbisik bertanya-tanya siapa gadis yang berada di samping Ms.Allie itu.


"Baiklah, pagi ini kita kedatangan siswi baru pindahan dari SMA Oxfordshire. Angel silahkan perkenalkan dirimu"


"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Angel Allicia Richard, saya berasal dari SMA Oxfordshire . Panggil saja saya Angel, mohon bantuannya ya teman-teman "


Seluruh siswa tersenyum ramah kepada Angel,Mereka menerima Angel dengan baik.

__ADS_1


"Baiklah Angel, kamu duduk di samping Bryan,"


"Bryan angkat tangan mu"


Angel pun menuju meja yang di tunjuk Ms. Allie. Ia tersenyum saat ada beberapa siswa yang menyapanya.


"Hai Angel , perkenalkan nama ku Aster ini teman ku Melly"


"Ah, iya salam kenal ya"


Angel tersenyum manis ke arah dua gadis yang duduk di bangku sebelah nya itu. Angel pun mengeluarkan buku dari tas. Ia lupa bahwa ia belum berkenalan dengan teman sebangkunya yang ia tahu namanya adalah Bryan.


"Hai ,nama ku Angel allicia Richard, panggil saja Angel nama mu siapa ?"


Angel menyapa pria di samping nya itu, bagaimana pun ia akan duduk bersama pria itu selama di sekolah baru nya ini. Namun temannya hanya melirik. Kemudian fokus memperhatikan Ms. Allie yang sedang menjelaskan materi pelajaran.


"Sombong sekali dia ini.  Dasar sok cool" batin Angel


Perlahan Angel menurunkan tangan nya karena kesal tidak di perdulikan. Namun tiba-tiba tangan Angel di tahan, sontak Angel menoleh , ternyata Bryan yang memegang tangannya. 


"Namaku Bryan Gerard Friedrich, panggil aja Bryan, salam kenal !" Suara Bryan terkesan dingin dan itu berhasil membuat Angel membeku. Setelah selesai memperkenalkan namanya pria itu langsung melepaskan tangan Angel begitu saja.


"Ya salam kenal"


Angel tampak gugup ia tersenyum kikuk, lalu mencoba menetralisir detak jantung nya yang terpacu berkali-kali lipat.


"Apa yang terjadi dengan ku, kenapa detak jantung ku seperti ini"


Angel tampak mengalami perdebatan dengan dirinya sendiri. Ia tak pernah merasakan hal seperti ini. Apa ini yang di maksud cinta pada pandangan pertama.


•••


Ting tong.... Ting tong..


Bel istirahat berbunyi menandakan jika proses belajar mengajar telah usai. Murid-murid segera keluar kelas menuju kantin terdekat untuk mengisi perut mereka.


"Angel, ayo ke kantin"


Melly mendekat ke arah Angel , diikuti oleh Aster di belakang nya.


"Ayo Gel"


"Duluan saja As, Mel "


Angel masih sibuk mencatat materi yang telah di sampaikan Ms.Allie selama pelajaran berlangsung.


"Ya sudah kami pergi dulu ya"


Aster dan Melly pun meninggalkan Angel dan berjalan keluar kelas menuju kantin sekolah. Seseorang tiba-tiba menepuk bahu Angel, membuat gadis itu terperanjat kaget karena sedari tadi ia fokus dengan buku-bukunya.


"Hai..My Angel, ke kantin yuk"


"Ya ampun Andrew, jantung aku hampir aja lompat dari tempatnya!"


Angel mengelus dadanya, mencoba menetralisir keterkejutan nya. Lalu menatap tajam ke arah Andrew yang muncul secara tiba-tiba itu.


Andrew terkekeh geli lalu mengacak rambut coklat sepupu nya itu.


"Iya.. Iya .. Sudah maaf, sebagai gantinya kakak traktir nanti di kantin" Andrew mencoba merayu Angel agar tidak marah lagi pada nya. Ia yakin 100% jika caranya ini akan sangat ampuh. Dan benar saja..


"Yeay !! Ayo kak "


Angel langsung menyeret Andrew menuju kantin. Benar dugaan nya cara itu 100% ampuh menaklukkan Angel.


Kau tidak pernah berubah Angel


•••


Sesampainya di kantin Andrew memesan banyak sekali makanan. Angel tampak antusias melihat makanan yang memenuhi meja di depannya saat ini.Mereka memakan dengan lahap makanan yang ada di meja. Hingga akhirnya makanan di sana habis tak bersisa.


"Kau kecil tapi makannya banyak ya Gel" Andrew terkekeh kecil, membuat Angel mendengus kesal karena perkataan Andrew tadi.


"Kenapa kakak tadi tidak ada di kelas ? "


"Oh kakak tadi ada urusan, jadi tidak masuk kelas. Maaf pasti My Angel mencari keberadaan Andrew yang tampan inikan" Andrew tersenyum begitu manis, membuat tingkat ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat.


"Duhh..  penyakitnya kambuh lagi tu, siapa juga mencari kakak jelek, sangat tidak penting!"


"Dasar! Kau tidak pernah berubah" Andrew terkekeh geli.


"Memang nya aku apa bisa berubah-ubah" Angel memutar matanya , kemudian menatap Andrew tajam.


"Sudah jangan seperti itu, kau bertambah jelek"Andrew mengacak rambut coklat milik sepupu kesayangan nya itu


"Ayo kita kembali ke kelas"


Andrew menarik Angel dan berjalan beriringan menuju ke kelas mereka.


Tanpa mereka sadari ada seorang pria yang memperhatikan mereka, rahang nya mengeras dan ia mengepalkan tangannya melihat tingkah Angel dan Andrew.


"Wakan ku musnahkan mereka yang mendekati Mate ku! Hanya aku yang boleh ada di samping nya! "


•••


"Hei kau Andrew!"


"Iya, ada apa Alpha?" 


"Jangan panggil aku Alpha , disini! "


Nada bicara pria itu meninggi, dari matanya terlihat jelas jika ia sedang terbakar amarah.


"Iya-iya ada apa Bry"


Bryan langsung menggenggam kuat kerah baju adrew.


"Hei .. ada apa !!"


Andrew tampak ke bingungan, salah dia apa sampai Bryan semarah ini.


"Kau tau apa kesalahan mu?!"


"Tentu saja tidak. Memang nya salah ku apa Bryan?!"


Andrew malah bertanya balik, pasalnya ia memang tidak mengerti apa maksud Bryan sebenarnya.


"Kenapa kamu mendekati Mate aku !! Pegang-pegang tangannya, maksud kamu apa hah!"


Bukannya takut Andrew malah terkekeh membuat emosi Bryan semakin naik. "Maksud mu Angel ?"


"Iya! Dia itu mate ku berengsek!!"


"Kau lucu sekali Bry. Kau cemburu aku dekat dengan nya ?  Asal kau tahu aku ini kakak sepupu nya Angel"


Andrew tak bisa menahan tawanya lagi, Bryan pun melepaskan genggaman nya pada kerah baju Andrew.


"Kau sedang berbohong?"


Bryan masih tak percaya dengan ucapan Andrew , sahabat dekatnya itu ."Aku bersumpah dia itu adalah


Adik sepupu ku. Aku turut senang mendengar jika dia adalah Mate mu, selamat Bry"


Andrew menepuk bahu Bryan, kemudian berlalu sembari merapikan pakaian nya. Bryan masih membeku.


"Shit! Betapa bodoh nya aku"


"Memang kau itu bodoh Bry" kata Ricko memindlink Bryan.


"Kau ini Ricko! "


Ricko terkekeh lalu memutuskan mindlink secara sepihak, tak ingin terlibat masalah panjang dengan Bryan.


BRYAN POV


Perkenalkan nama ku Bryan Gerard Friedrich. aku seorang Alpha dari Pack yang bernama Golden Red Eclipse . Aku anak tunggal dari pasangan Garrix Eiden Friedrich dan Marria Lixie Friedrich . Pack yang  ku pimpin adalah Pack terkuat di negeri ku. Aku memiliki Beta bernama Harry Maudrell, dia sahabat ku sedari kecil, dan aku sudah menganggap nya seperti saudara kandung ku sendiri.


Tiga tahun lamanya aku mencari keberadaan mate ku.  Namun tak kunjung ku temukan, aku sempat dekat dengan seorang wanita namanya Vixie Alexis  aku hampir menjadikannya Luna ku,  namun Ricko  mengamuk dan mengusir wanita itu.  Aku begitu marah pada  Ricko saat itu,  namun setelah ku pikirkan,  benar kata Ricko yang boleh menjadi Luna ku hanya satu yaitu mate ku. Yang boleh memiliki ku seutuhnya hanya satu yaitu mate ku, dia yang telah di takdirkan Moon Goddess menjadi pasangan hidup ku.

__ADS_1


~ flashback on


Matahari pagi bersinar terang pagi ini. Seperti biasa nya  aku sudah siap dengan seragam sekolah ku . Aku menuruni tangga menuju ke dapur untuk sarapan.


"Hai sayang,  ayo sini sarapan mama sudah siapkan makanan kesukaan mu"


Itulah ibuku, dia begitu baik dan perhatian dengan aku serta ayah ku. Aku sangat berharap Mate ku kelak adalah sosok yang begitu mirip dengan ibu ku. Semua pria pasti menginginkan seorang yang memiliki sifat seperti ibunya bukan.


"Iya Ma"


Aku segera berjalan  mendekati meja makan,  dan duduk di kursi di sebelah kanan papa ku. Aku memakan sarapan ku,  dengan lahap, tak ada yang berbicara di sini.


"Aku selesai "


Aku pun meletakkan sendok dan garpu yang aku gunakan , lalu meneguk susu hangat yang telah di siapkan Mama hingga tandas.


"Hei Bry  kapan kau akan membawa mate mu kesini?" goda mama pada ku. Ya, seperti itulah mama, dia selalu menggoda ku.Bahkan dia pernah berkata


'percuma wajah mu tampan , tapi sampai sekarang kau tak kunjung menemukan mate mu'


Mungkin itu sedikit berlebihan , namun itulah kenyataannya aku tak kunjung menemukan mate ku hingga detik ini. Aku yakin Moon Goddess akan mempertemukan kami segera.


"Huh, ma aku sudah mencoba mencari nya , tapi tetap saja aku tak kunjung menemukan mate ku"


"Sabar lah nak,  pasti akan ketemu,  papa yakin kamu akan bertemu mate mu tak lama lagi"


Itulah papa ku, dia selalu menyemangati ku selama ini. Sosok pria yang selalu menjadi idola ku. Sikap ayah dan tenang dan bijaksana membuat ku begitu mengaguminya.


"Pa, Ma Bryan pergi sekolah dulu ya. "


Aku pun pamit kepada kedua orang tua ku, mencium tangan mereka, lalu menuju mobil dan melaju menuju ke sekolah. semuanya sama, aku menjalani hari-hari ku  seperti biasa.


•••


Bel sekolah telah berbunyi, aku duduk di bangku milik ku. Aku hanya sendiri disini setelah Vanessa pindah dari sekolah ini. Baiklah lupakan Vanessa, aku tak ingin membahas tentang nya lagi.Aku duduk sembari memainkan pulpen di tangan ku, aku juga membuat gambar-gambar abstrak di buku bagian belakang milik ku. Aku bosan dengan keadaan ini.


Hingga, tiba-tiba aku mencium aroma bunga mawar yang berpadu dengan coklat dan vanila yang memabukkan ku, aku menyukai aroma ini, begitu menenangkan dan manis.


Ricko tiba-tiba memindlink ku


"Mate...  Mate...  Mate.. " . Ricko tampak begitu semangat,


"Apa kau yakin Ricko? "  tanya ku pada Ricko.


"Tentu saja aku yakin bodoh!! "  jawab Ricko kesal.


Aroma itu semakin menyeruak masuk kedalam Indra penciuman ku saat Ms. Allie masuk bersama seorang siswi baru. 


"Manis,  ya sungguh manis"


Sungguh gadis itu begitu cantik, bagi ku dia pantas di bandingkan dengan bidadari. Seketika lamunan ku buyar saat Ms. Allie memanggil nama ku


"Bryan angkat tangan mu"


Sontak aku mengangkat tangan ku,  dan gadis yang ku kagumi sedari tadi berjalan ke arah ku,  dan duduk disamping ku. Aromanya semakin menyeruak dan memabukkan ku.  Ku dengar ia berbincang dengan Aster dan Melly.  Oh  Moon Goddess suaranya lembut bagaikan melody di telinga ku.  Namun ia masih sibuk dengan Aster dan Melly tanpa memperdulikan ku.


"Auuuuuuuuu"  teriak Ricko senang, sungguh itu sangat menganggu ku. Suaranya melengking memenuhi kepala ku.


"Ricko kau bisa membuat kepala ku pecah! " 


"Oh Moon Goddess terimakasih engkau telah memberikan aku Mate yang sangat cantik" 


"Dia juga Mate ku bodoh! " 


Aku benci saat Ricko mengatakan itu Mate-nya. Enak saja dia juga mate ku !


"Oke-oke dia mate kita,  ku pikir kau masih mencintai si wanita jalang itu" 


Ia mengungkapkan itu dengan sinis kemudian memutuskan mindlink secara sepihak. Aku cukup kesal dengan perkataan Ricko tadi.  Namun tanpa ku sadari Angel ingin berkenalan dengan ku.  Awalnya aku sengaja hanya melirik nya,  kemudian melihat Ms. Allie yang sedang menjelaskan.  Namun ia terlihat sangat kesal karena tak ku perdulikan.


"Rasakan kau tadi juga tak memperdulikan ku" 


Kulihat ia semakin kesal dan hendak menurunkan tangannya,  namun aku cepat memegang tangan nya


"Nama ku Bryan Gerard Friedrich, panggil aku Bryan,  salam kenal" kata ku dingin. Aku sengaja bersikap seperti itu agar tidak ada yang mendekati ku terlalu jauh.


"Iya.  Salam kenal" katanya,  ia terlihat gugup. Sungguh manis.


Saat bersentuhan dengannya ada sensasi tersendiri  seperti  ada sengatan listrik di tangan ku. Oh , Amour rasanya aku ingin cepat  cepat mengklaim mu.


~flashback off


Aku terbaring di kasur ku sambil membayangkan senyum manis nya. Ah, dia begitu manis, tidak! aku bisa gila jika terus menerus seperti ini ! Aku pun memutuskan untuk tidur,  dan ku harap aku bertemu dengan nya didalam mimpi.


Sungguh aku tidak sabar menunggu hari esok Amour, aku sangat merindukanmu


ANGEL POV


Kenapa aku terus menerus memikirkan Bryan ya?   Seperti ada yang aneh saat dia memegang tangan ku waktu itu. Ya ampun kenapa aku seperti ini ?  Untuk apa aku memikirkan pria dingin seperti nya.  Tapi kalau dipikir pikir dia ganteng juga . Kenapa aku seperti ini?. Apa ini yang namanya  cinta pandangan pertama? Ah sudahlah aku  pusing memikirkan nya  Lebih baik aku tidur.


Angel terlelap dalam tidurnya, wajahnya tampak begitu tenang dan senyum terbit di wajah cantiknya. Entah apa yang ia mimpikan hingga tersenyum di dalam tidurnya.


AUTHOR  POV


Seperti biasanya Angel bangun dan melakukan ritual paginya.  Setelah siap dengan tas ransel serta seragamnya,  Angel pun turun kebawah menuju ke meja makan untuk sarapan. Satu persatu tangga di lewati kaki mungilnya.  Hingga sampai lah ia di ruangan dengan cat coklat dan sebuah meja makan yang besar.


"Morning sayang"


Suara Mommy nya sudah menyapa saat ia baru saja melangkah memasuki ruangan tersebut.


"Morning mom"


Angel langsung duduk di salah satu kursi disana


"Eh Mom,  where is daddy? "


Angel mengernyitkan dahinya bingung. Tidak biasanya Dad nya pergi dan melewatkan sarapan bersama di pagi hari.


"Oh,  Daddy sedang ada urusan sayang, dia berangkat pagi sekali karena ada urusan mendadak,  jadi Daddy tidak bisa sarapan bersama dengan kita sayang "


Angel pun mengangguk tanda ia mengerti dan melanjutkan sarapannya. Ia menikmati sarapan nya dalam diam.  Namun Angel merasa ada yang aneh dengan ibunya,  matanya sembap seperti habis menangis,  serta ada bekas memar di tangan dan pipinya.


Dengan mengesampingkan fikiran negatif nya,  Angel pun pamit pergi sekolah kepada ibunya.  Ia pun bergegas pergi.


•••


Mobil BMW hitam masuk ke pekarangan sekolah,  perlahan kaki mungilnya turun dari mobil.  Terlihat Andrew yang sedang menunggu nya. Angel dan Andrew pun masuk ke kelas,  dan mengganti pakaian mereka di ruang ganti karena jam pertama adalah Olahraga.


Angel sangat semangat karena ini adalah pelajaran kesukaannya. Para murid berkumpul di lapangan dan melakukan pemanasan.


"Baiklah anak-anak hari ini kita akan praktek bermain Voly,  bapak akan membagi kalian dalam beberapa regu".  Papar pak Joe, guru olah raga yang masih sangat muda itu. Wajahnya begitu tampan membuat para siswi semangat saat pelajaran olahraga berlangsung.


"Regu A Bryan, Angel, Aster, Melly, Radit dan Andrew.  Regu B Imelda,  Nindy,  Reica,Febry,  Alex, dan Ricky "


"Jika bapak meniup peluit maka permainan akan dimulai"


"Apakah kalian sudah siap ?" tanya pak Joe.


"Siap pak" jawab mereka serentak


"Baiklah.  1.. 2.. 3.. Priiiittttt"


Peluitpun berbunyi menandakan permainan dimulai.  Pertandingan sangat sengit dan set pertama di menangkan oleh tim A.


Set kedua pun dimulai kembali tak perduli dengan peluh yang telah membanjiri tubuh mereka. pertandingan berjalan begitu sengit. Baik tim A maupun tim B sama-sama hebat dalam permainan, akan tetapi lagi-lagi pertandingan dimenangkan oleh tim A.


Angel sangat senang,  sehingga tanpa sadar ia memeluk Bryan begitu erat. Bryan pun membalas pelukan Angel karena ia juga senang. Namun setelah sadar Angel langsung melepaskan pelukannya dan pergi bermm Angel merona karena tanpa ia sadari dia telah memeluk Bryan.  Jantung nya pun berdegup kencang, ia merutuki kebodohan nya sendiri.


"ya ampun memalukan sekali aku ini"


Dilain sisi Bryan sangat senang Angel memeluknya. "Bukankah tadi itu menyenangkan Ricko" 


"Bisakah kita melakukannya lagi Bry.  Sungguh tadi itu aku sangat menyukainya"  jawab Ricko


"Ah dasar mesum!!  " Bryan  pun memutuskan mindlink mereka secara sepihak


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2