
AUTHOR POV
Dua minggu sudah Angel mengurung diri di dalam kamar, setelah kejadian ditaman rumah sakit. Hatinya begitu sakit melihat Bryan saat ini, sikapnya berubah, saat Angel keluar dari rumah sakit Bryan lebih memilih menemani Vixie di banding dirinya. Wanita mana yang tak akan sakit hatinya melihat pasangannya lebih memilih orang lain. Ya, sakit pastinya, seperti Angel ia sangat terpuruk, tak henti-hentinya ia menangis.
Seperti Hari-hari lainya Angel duduk termenung di balkon kamarnya, tak sengaja ia melihat ke taman bunga. Di sana ada Bryan, Angel tersenyum melihat suaminya di sana, namun seketika senyumnya hilang saat Vixie datang dan memeluk erat tubuh Bryan.
"Aku merindukan mu Bry, seharusnya aku yang kau peluk, seharusnya aku yang ada di sana"batin Angel pilu.
Airmata yang sedari tadi menggenang tinggi akhirnya luruh. Hatinya begitu nyeri melihat Bryan seperti sekarang.
"Berhentilah menyakiti dirimu Angel, kau kuat okay! " kata Rexha mencoba menghibur.
"Kenapa kebahagiaan hanya datang sesaat untuk ku Rexha" lirih Angel di sela isakannya.
"Sudahlah Angel mungkin ini cobaan untuk kalian, sabarlah Angel"
"Baiklah Rexha, terimakasih kau selalu ada untukku kau penyemangat ku"
"Itu sudah menjadi kewajiban ku Angel, keluarlah jangan mengurung dirimu terus, lihatlah betapa menyedihkan dirimu saat ini"
"Baiklah Rexha"
Angel pun segera beranjak dari tempatnya, dan membersihkan diri. Tak butuh waktu lama ia pun keluar dari kamar mandi dan menyisir rambutnya.
"Wah, aku nampak seperti monster saat ini" kata Angel, ia tak percaya saat melihat pantulan dirinya di depan cermin. Matanya sembab dan merah, sungguh ia sangat berantakan.
Setelah selesai berdandan, Angel pun memutuskan untuk segera keluar kamar. Kaki mungilnya pun melangkah melewati satu persatu anak tangga menuju lantai dasar.
"Selamat pagi Luna" sapa para maid yang Angel temui.
"Selamat pagi, ah iya dimana Aster?" tanya Angel, ia membutuhkan sahabat nya.
"Nona Aster sedang pergi kerumah orang tuanya di Pack Blue Moonlight untuk menemui orangtuanya Luna" papar salah satu maid.
"Baiklah terimakasih" kata Angel.
Lalu ia pun beranjak menuju meja makan untuk sarapan. Ia mengambil roti dan mengoleskan selai coklat di rotinya, Angel pun melahap sarapannya dalam diam, dan tak lupa ia meminum susu vanila kesukaannya. Namun tiba-tiba perutnya bergejolak, dan rasa mual pun menyerang. Angel segera berlari menuju wastafel.
"Huek.. Huek... "
"Ada apa Luna? " tanya salah satu maid.
"Ah, aku tidak apa-apa Kath aku hanya masuk angin, jangan khawatir " kata Angel.
"Kalau begitu mari saya antar Luna untuk istirahat " kata Kath.
"Terimakasih " kata Angel.
Angel pun diantar oleh Kath kekamar Angel, saat ia menaiki tangga tak sengaja ia melihat Bryan sedang duduk sambil mengelus rambut Vixie lembut penuh kasih sayang.
"Seharusnya aku yang ada di sana" lirih Angel, tak terasa air matanya menetes, secepatnya ia hapus. Angel pun istirahat di dalam kamarnya. Entah mengapa tubuhnya lemas dan kepalanya terasa pusing.
•••
Tak terasa hari telah larut, Angel mengeliat di kasurnya lalu mengerjapkan matanya berkali-kali, ia terbangun. Entah mengapa tenggorokan nya begitu kering. Ia hendak mengambil air di atas nakas, namun airnya habis, ia pun terpaksa ke dapur untuk mengambil air.
Angel pun kedapur menuangkan air kegelas, kemudian meminumnya. Ia menuangkan lagi untuk di bawa ke kamar.
Ia pun bergegas meninggalkan dapur menuju kamar, namun langkahnya terhenti saat hendak menuju kamarnya. Airmatanya menetes dan gelas yang ia pegang jatuh. Bagai di hujam beribu panah, hatinya begitu sakit.
PRANG!!
Gelas kaca itu langsung hancur berkeping-keping saat jatuh menghantam lantai marmer. Suara gelas kaca yang pecah itu memenuhi seisi ruangan.
"Bryan" lirih Angel. Hatinya hancur seperti gelas kaca yang ia jatuhkan.
Bryan dan Vixie pun melepaskan pangutan mereka dan melihat kearah suara pecahan kaca.
"Angel"
Angel pun berlari menuju kekamar nya, hatinya begitu sakit. Bryan hendak mengejar Angel namun tangannya di tahan oleh Vixie.
"Sudahlah Bry"
Bryan pun menurut, dan vixie tersenyum licik.
Angel menangis tersedu-sedu di kamarnya, begitu sakit yang ia rasakan
"Aarrrrrggghhhhh!" teriak Angel
"Tenangkan dirimu Angel "
"Ini sakit Rexha, aku membencinya, sangat membencinya" lirih Angel pilu.
"Hei, bertahanlah, kau kuat okay! "
"Tapi Rex-"
"Sssttt masih ada aku bersama mu, istirahatlah kau pasti lelah" kata Rexha lalu memutuskan mindlink.
Angel menaiki ranjang dan tidur kembali. Dengan susah payah Angel menutup matanya .
Mengapa sesakit ini.
•••
__ADS_1
Pagi harinya seperti biasa ia melakukan ritual mandinya. Lalu duduk di depan meja rias, sekedar memakai make up tipis agar terlihat fresh.
"Angel"
"Iya Rexha ada apa? "
"Aku rasa ada yang janggal dengan Bryan Gel, semenjak wanita itu datang aku selalu berusaha memindlink Ricko, tapi tak bisa seperti ada pembatas yang membuat kita tak bisa menghubungi Ricko"
"Benarkah itu Rexha? "
"Iya Angel, ku rasa ada yang tidak beres, Bryan tiba-tiba berubah, pasti itu pengaruh dari wanita gila itu" Rexha begitu membenci Vixie.
"Iya, kurasa begitu Rexha"
"Iya, nanti kita selidiki lebih lanjut"
Angel pun turun ke bawah menuju meja makan. Di sana sudah ada Bryan dan Vixie, mereka bercanda gurau dan tertawa bersama. Angel tak memperdulikan ia lebih memilih menikmati sarapannya. Akan tetapi tiba-tiba perutnya bergejolak lagi, ia pun bergegas menuju wastafel.
"Huek.. Huekk"
Tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya dan memijit tengkuk Angel. "Sentuhan ini yang kurindukan Bry" batin Angel menjerit, sudah berapa lama ia tak bersentuhan dengan sang suami.
"Kau kenapa Angel? " tanya Bryan, tampak raut khawatir di wajahnya.
"Kemana panggilan sayang mu bry" rasa nyeri terasa di relung hati Angel.
"Bukan urusan mu!! " kata Angel sinis.
Angel pun beranjak namun tiba-tiba tangannya di cekal oleh Bryan.
"Hei! Kenapa kau selalu menghindari ku?" tanya Bryan.
"Cih.. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! " kata Angel sinis
"Apa maksudmu Angel? "
"Kau yang menghindari ku!! Kau yang tak ada untuk ku!! Krmana kau saat aku sakit hah!! Sibuk dengan jalang mu heh! " bentak Angel. Angel sudah tak bisa menahan amarah nya yang bergejolak.
"Hei!! Siapa yang kau sebut jalang hah!! " Bryan berteriak dengan lantang, membuat hati Angel remuk saat itu juga.
" Sudah ku duga! Kau berani membentak ku karena jalang mu itu kan Bryan!! Kau jauh memilih jalang itu di banding aku!! Urus saja ja-"
PLAAKKK !
Sebuah tamparan keras mengenai wajah Angel. Tubuhnya terhuyung ke samping dengan rasa sakit yang menjalar di seluruh relung hatinya.
"Hentikan Angel!! Kau tak tahu apa-apa! Kau hanya jadi penghalang hubungan ku dengan Vixie! Seharusnya kau yang pantas di sebut J. A. L. A. N. G " tegas brwyan dengan menekan kata jalang.
Air mata Angel telah menggenang tinggi, akhirnya luruh. Ia tak percaya Bryan akan seperti ini. Kemana Bryan yang begitu menyayangi nya, kemana sumpah yang ia ucapkan saat mereka menikah. Angel tak kuasa berada di sana lebih lama lagi. Dengan rasa sakit yang masih ia rasakan ,Angel berdiri. Matanya menatap Bryan sendu, ia memaksakan dirinya untuk tersenyum. Walau dengan air mata yang mengalir deras di wajah cantiknya.
"GOOD BYE BRY! "
"ARRRGGGHHH!" teriak Angel meluapkan segala amarahnya dan rasa sakit yang mendera hatinya.
"AUUUUU" suara Rexha terdengar sangat memilukan. Angel menangis tersedu-sedu memeluk kedua lututnya.
"Dia tidak mencintaiku lagi, ia membenciku" lirih Angel pilu.
•••
Sreett.... Sreettt....
Suara semak yang bergoyang, namun Angel tak bergeming ia masih menangis tersedu-sedu memeluk kedua lututnya.
sreett... sreett....
Suaranya semakin mendekat, hingga munculah seorang pria dari semak-semak tersebut.
"Siapa disana?" teriak pria tersebut.
Tubuh Angel menegang, terkejut namun ia sangat familiar dengan suara pria tersebut, sontak ia pun mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat siapa yang berteriak.
"Angel .." kata pria tersebut dan mendekat kearah Angel.
"Andrew" lirih Angel, lalu memeluk tubuh Andrew, ia semakin terisak di pelukan Andrew. Andrew mengelus rambut Angel lembut, sampai akhirnya Angel mulai tenang.
"Kenapa kamu berada disini? Apa yang terjadi?" Tanya Andrew.
"Bawa gua pergi Drew, cepat bawa aku pergi .." lirih Angel pilu.
"Sebenarnya apa yang terjadi Angel" Andrew masih tak mengerti kenapa sepupunya bisa berada di tengah hutan seperti saat ini.
"Nanti akan aku jelaskan, sekarang aku mohon bawa aku pergi dari sini"
"Aku tak bisa, aku harus tahu terlebih dahulu apa masalahnya"
PLETAK!
"Aw.. Jidat mulus ku" kata Andrew pura-pura kesakitan.
"Aku mohon jangan bersikap menyebalkan di dalam situasi seperti ini" kata Angel kesal dengan mengerucutkan bibirnya.
Andrew pun tersenyum melihat Angel yang kesal "Nah kan lebih baik kalau kami seperti ini. Jangan menangis lagi Angel" Andrew mengacak rambut Angel dan menghapus air mata di pipi Angel.
"Terimakasih kakak Andrew yang tampan" kata Angel sembari tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo kita ke Pack ku saja. Tapi kamu harus menjelaskan semuanya selama kita dalam perjalanan." kata Andrew sembari merengkuh tubuh Angel dan menggendong nya. "ah tubuh mu sangat berat Angel". Angel langsung mencubit perut Andrew, pria itu hanya tertawa.
Mereka pun menuju Pack Silver Moonlight , yaitu Pack yang dipimpin oleh Alpha Andrew Fernand. Selama di perjalanan Angel pun menceritakan semua masalahnya, apa yang membuatnya pergi dari Pack Golden Red Eclipse. Andrew yang mendengarnya pun mengepalkan tangan marah.
"Shit!! berani sekali dia menampar mu, dan berkata kasar sepeti itu!" Andrew sangat marah, ia tak terima Angel di perlakukan seperti itu.
"Aku juga tak percaya Drew, dia berubah. Bahkan kami tak bisa memindlink Ricko semenjak wanita itu datang Drew" kata Angel lirih.
"Wanita ? Siapa ?" tanya Andrew penasaran.
"Emm...'" Angel berfikir. "Ah iya .. namanya Vixie. ya Vixie Alexis tepatnya" kata Angel setelah berhasil mengingat.
"Shit!.. Vampire licik itu !!" kata andrew penuh amarah.
"Kau mengenalnya Drew ?" tanya Angel.
"Ya, dia adalah Vampire yang sangat licik , dia dulu adalah pacar nya Bryan namun Ricko marah dan mengusirnya" papar Andrew.
Entah mengapa mendengar kata pacar hati Angel terasa nyeri.
"
Sudahlah, sebaiknya kau disini dulu, nanti aku akan beri pelajaran untuk mereka"
Tak terasa akhirnya mereka sampai di Pack Silver Moonlight. Mereka disambut oleh para Warior dan beberapa Maid ,tak lupa juga Melly yang bingung mengapa Andrew membawa Angel dengan tubuh penuh luka.
"Ada apa Drew? Apa yang terjadi pada Angel?" tanya Melly khawatir.
"Ceritanya panjang sayang, ayo kita urus adik ku yang manja ini"
Mereka pun membawa Angel ke dalam kamar, dan mengobati luka di tubuhnya dan Angel pun beristirahat.
•••
"Huek.... Huek.." terdengar suara Angel di pagi hari, ia mual-mual lagi.
Melly yang mendengarnya pun segera mendatangi Angel "Kamu kenapa Gel?" tanya Melly khawatir.
"Aku tidak tahu Mel. Sudah berapa waktu ini aku selalumual-mual di sertai pusing"
"Sudah,kamu istirahat saja dulu,"
Melly pun menuntun Angel menuju ranjang tidurnya, namun tiba-tiba.
BRUKK!
Tubuh Angel ambruk di lantai, Melly pun panik segera ia memindlink Andrew agar segera datang. Tak butuh waktu lama Andrew pun datang , dan segera membopong tubuh Angel , dan membawanya menuju rumah sakit Pack.
Andrew dan Melly menunggu di luar dengan gelisah, takut terjadi apa-apa dengan Angel. tak lama pintu pun terbuka, keluarlah seorang dokter bernama Nathan.
"Nathan , bagaimana keadaan adik saya?" tanya Andrew cemas.
Dokter tersebut tersenyum ,
"
Jangan khawatir Alpha, adik anda hanya kurang istirahat saja, justru ada kabar baik untuk anda Alpha" kata dokter tersebut.
"Maksud mu Nathan ?" tanya Andrew dan Melly bersamaan, mereka sangat bingung. Dokter Nathan pun kembali tersenyum "Selamat Alpha, adik anda hamil, usia kandungannya sekarang sudah 8 minggu, cuma saya sarankan agar ia banyak mengonsumsi sayur, buah, dan daging" kata dokter tersebut.
Sontak Melly dan Andrew kaget bukan main, mereka sangat bahagia mendengar jika Angel sedang hamil sekarang. Namun mereka juga khawatir, karena masalah rumah tangga Angel saat ini.
"Baiklah, terimakasih Nathan , bolehkah kami masuk"
"Iya silahkan Alpha, adik anda juga sudah sadar, saya pamit undur diri dulu Alpha" kata dokter tersebut.
Melly pun masuk kedalam ruangan Angel, lalu menghamburkan pelukan nya kepada Angel. Sedangkan Andrew di memberitahu keadaan Angel kepada Garrix dan Marria yaitu ayah dan ibu Bryan, serta menceritakan seluruh masalah Angel dan Bryan.
"Selamat Angel" kata Melly girang. Ia menghamburkan pelukannya.
Angel yang di peluk oleh Melly, kebingungan. "Selamat untuk apa Mel?" tanya Angel bingung.
"Kamu hamil Angel" kata Melly senang.
Sontak Angel pun membelalakkan mata tak percaya, sedetik kemudian ia memeluk Melly , dan berteriak girang.
"Aaaaa I'm Pregnant" kata Angel girang, tak sadar ia meneteskan air mata, ya namun air mata bahagia.
"
jadi anak yang baik ya nak, Mommy sayang kamu" Angel mengelus perutnya yang masih rata.
Andrew yang melihat dari luarpun senang, "kamu wanita yang kuat Angel" batin Andrew.
Tak lama Garrix dan Marria pun datang, dan memeluk Angel. Mereka sangat bahagia mendengar kabar jika menantunya hamil. Namum di satu sisi ia juga marah mendengar kelakuan anak mereka Bryan.
"Tidak lama lagi kita punya cucu " kata Marria girang.
Angel merasa sangat bahagia melihat binar-binar kebahagiaan dimata mertuanya, juga sahabat serta kakak sepupunya. Akan tetapi kebahagiaannya luntur saat ingat tentang masalahnya dengan Bryan.
"Andai kau ada di sini Bry, andai kau yang merasa senang saat mendengar jika aku hamil. namun sepertinya itu mustahil, aku hanya penghalang bagimu, jalang bagi mu" batin Angel lalu air matanya menetes.
"jangan sedih Gel, aku yakin dia sangat senang jika mendengar kabar kalau kami hamil, sabarlah. ini cobaan untuk hubungan kalian, aku yakin kamu pasti kuat jalani ini Gel, tenang masih ada aku untuk mu okay" kata Rexha menyemangati Angel.
"Terimakasih Rexha, semoga saja itu benar." kata Angel lalu tersenyum.
__ADS_1
"I Miss you my alpha, I miss you my king , I miss you Bryan" lirih Angel
Bersambung...