
Warning Adult content ⚠
21+
Angel dan Bryan pun memasuki kamar yang telah di siapkan. Saat di depan kamar Bryan pun menggendong Angel ala bridal style, lalu menurunkan Angel di pinggiran ranjang.
"Aku mau mandi dulu, apa kau mau ikut? " tanya Bryan dengan senyum misterius nya.
"Ti-dak kau saja," jawab Angel gugup, terlihat rona merah di kedua pipinya.
"Baiklah, wait baby" kata Bryan kemudian mencium pipi Angel.
"Oh God apa yang akan terjadi, no no aku belum siap" batin Angel.
Lamunannya buyar saat Bryan keluar dengan menggunakan celana kain panjang, dengan keadaan Shirtless, menampilkan otot-otot yang terpahat sempurna.
Angel terpana melihat tubuh atletis milik Bryan. Hingga ia benar-benar tidak berkedip.
"Berhentilah memperhatikan ku seperti itu," Bryan tersenyum jahil.
"Ah-aku, aku akan mengganti pakaian ku". Kata Angel terbata-bata karena ia tertangkap basah melihat Bryan tanpa berkedip. Ia merutuki dirinya sendiri.
Angel pun memasuki kamar mandi dan mencuci wajahnya. Saat ia hendak membuka pakaian ia baru ingat, jika ia memakainya saja di bantu oleh beberapa maid. Bagaimana bisa ia melepaskan pakaiannya sendiri. Angel pun keluar dari kamar mandi masih dengan gaun pengantin nya.
"Kau belum berganti pakaian sayang" Bryan memperhatikan Istrinya dengan menaikan satu alisnya. Ia duduk di sofa dengan menyilang kedua tangannya.
"Tolong panggil kan beberapa maid Bry, aku tak bisa membuka pakaian ku sendiri ," Angel menunduk kan wajahnya malu, terlebih saat melihat ekspresi Bryan.
"Untuk apa memanggil maid, biar aku saja yang membantu mu," Bryan pun berdiri dari posisi duduk nya , berjalan mendekati Angel.
Jantung Angel terpacu dengan cepat saat aroma maskulin menyeruak di Indra penciuman nya.
Sreeetttt..
Bryan melepaskan pakaian Angel dengan mudah dalam satu gerakan, menyisakan pakaian dalam milik Angel saja. Bryan mencium bibir Angel lembut, namun lama kelamaan ciuman mereka semakin memanas.Bryan pun mengangkat tubuh Angel tanpa melepaskan ciuman mereka. Dan meletakkan tubuh Angel di atas ranjang.
Ciuman Bryan sekarang turun ke leher jenjang Angel. Membuat Angel menggeliat merasakan sensasi berbeda."Bolehkah aku mengklaim mu sekarang" tanya Bryan.
Angel mengangguk mengiyakan. Bryan pun melanjutkan ciumannya di leher Angel. Dan saat sudah mendapatkan tempat yang pas untuk menandai Angel, Bryan pun bersiap mengklaim istrinya.
"Tahanlah ini akan sakit" katanya yang di jawab dengan anggukan oleh Angel. Bryan pun membenamkan taringnya di bagian antara leher dan pundak Angel. Angel menggigit bibir bawahnya menahan sakit sampai terasa asin dan air matanya keluar.
Setelah merasa cukup Bryan pun melepaskan taringnya, dan mencium bekas taringnya tadi. Lalu ia kembali mencium bibir Angel dengan lembut.
"Sayang akan kah kita melakukannya sekarang " tanya Bryan.
Angel lagi-lagi hanya mengangguk, ia tak dapat memungkiri jika tubuh nya meminta lebih dari sekedar cumbuan yang di berikan oleh Bryan. Bryan pun melepaskan pakaian yang menempel di tubuh Angel. Hingga saat mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun.
"Ini akan sakit di awalnya sayang"
Angel merasakan sesuatu yang keras mendesaknya di bawah sana. Rasa sakit menjalari tubuhnya saat milik Bryan berhasil menerobos menembus pertahanan Angel. Bryan mencium bibir Angel, mengalihkan rasa sakit istrinya. Saat Angel sudah rileks, Bryan pun memulai permainan nya.
Malam ini akan menjadi malam yang panjang.
Angel yang kini berada di bawah naungan tubuh Bryan. Tangan bryan tak henti-hentinya mengelus dengan lincah tubuh istrinya. Nafsu yang memuncak membuat Bryan semakin gencar melakukan aksinya kepada Angel untuk meluapkan semuanya. Ya meluapkan semua fantasi liarnya.
Bryan semakin mempercepat gerakannya dan Angel yang tak mau kalah, ia menyentuh lembut tubuh Bryan, terkadang menjambak rambut Bryan bahkan mengecup dengan kasar Bryan. Suasana semakin panas, peluh bercucuran membasahi tubuh mereka.
"Call my name baby.. " ucap Bryan dengan nafas terengah-engah seperti habis maraton. Bryan bermain dengan ritme yang tak beraturan. Yang ia pikirkan saat ini adalah memuaskan istrinya.
"Ahhh" Bryan bisa merasakan tubuh Angel mulai bergetar tanda ia akan mencapai klimaks nya sebentar lagi.Bryan semakin mempercepat hujamannya, membuat desahan Angel semakin menjadi.
"ahhhhhhhhhh... " desah mereka saat mencapai klimaks bersamaan.
__ADS_1
Tubuh bryan ambruk di samping Angel . Adegan panas yang mereka lakukan cukup menguras tenaga . Malam pertama yang begitu indah, malam indah yang tak kan pernah mereka lupakan. Bryan menarik tubuh Angel kedalam pelukannya.
"Istirahatlah sayang, karena ini membuat mu lelah bukan! " sembari mengelus punggung Angel dan mencium puncak kepalanya. Mereka pun terlelap dalam mimpi mereka masing-masing.
•••
Sinar matahari menyusup masuk dari celah tirai. Suara burung berkicaupun terdengar jelas. Terlihat sepasang insan yang masih enggan untuk membuka matanya. Mereka masih terlelap di bawah selimut. Angel mengerjapkan matanya berkali-kali. Hingga pandangannya benar-benar jernih. Didepannya terlihat wajah tampan yang selalu ia puja, siapa lagi kalau bukan suaminya . Angel menangkup pipi bryan dan mencium pipi bryan sekilas.
"Disini lagi sayang " Bryan menunjuk bibirnya .
Sontak Angel kaget, ternyata suaminya sudah bangun. Dan..
Cup
Angel terkejut lagi saat Bryan mengecup bibir Angel dan melumatnya lembut.
"Morning kiss baby " kata Bryan kemudian melanjutkan ciumannya lagi.
"Sepertinya aku menginginkannya lagi sayang" kata bryan.
Angel merona saat Bryan berkata begitu. Ia malu ketika mengingat adegan panas mereka tadi malam.
"Yang benar saja! Tadi malam kita melakukannya 5 kali, kau belum puas juga hah! " kata Angel kesal.
"Ayolah sayang " kata Bryan kemudian mencium bibir Angel, turun keleher.
"Bryan!" Angel berteriak untuk menghentikan Bryan. Namun seakan tak perduli Bryan masih melanjutkan aksinya.
Dan mereka pun melakukannya lagi.
•••
Angel dan bryan turun ke bawah dengan Angel yang di gendong oleh bryan. Mengapa di gendong??
~flashback on.
"Aw"
Lalu bryan pun mendekat, "Ada apa sayang" tanyanya.
"Rasanya nyeri Bry" lirih Angel.
Bryan yang mengerti pun langsung menggendongnya dan membawa ke kamar mandi. Ia meletakkan Angel di bathup .
"Mandi lah dulu sayang " kata Bryan lembut. Angel hanya mengangguk mengiyakan. Bryan pergi ke kamar mandi di sebelahnya , menghidupkan shower dan mulai melakukan ritual mandinya.
~30 minute later
Bryan keluar menggunakan handuk yang menutupi pinggang hingga 10 cm dari lututnya.
"Sudah selesai ? " tanya Bryan pada Angel.
"Sudah " kata Angel malu.
Bryan pun membungkus tubuh polos Angel dengan handuk. Kemudian memakaikan pakaian kepada angel. Setelah siap mereka pun pergi kebawah dengan Angel yang di gendong oleh bryan.
~flashback off
"Bry turunkan aku, " rengek Angel, ia malu sekali. Karena semua orang memandang ke arah mereka.
"Tidak akan" kata Bryan singkat.Angel mengerucutkan bibirnya kesal.
"Posesif sekali dia!" batin Angel.
__ADS_1
"aku mengetahuinya sayang" kata Bryan terkekeh.
"Kyyaaaa! jangan-jangan kau ini cenayang" kata Angel memberontak di rangkulan Bryan namun Sia-sia tenaga nya tak cukup kuat.
"Apa kau lupa jika aku ini Werewolf em? " Bryan menaikan sebelah alisnya.
"Bodohnya kau Angel! Kau melupakan itu" dalam hati Angel merutuki dirinya. Bryan terkekeh melihat kelakuan Mate-nya ini.
"Berhentilah merutuki dirimu sayang" kata Bryan.
Angel hanya bisa diam, Bryan akan terus membaca pikirannya dan itu adalah fakta yang menyebalkan. Setelah perjalanan penuh pertikaian akhirnya mereka pun sudah ada di lantai dasar dan sekarang sudah ada di ruang makan.
"Angel what happen?" tanya aster khawatir. Sebelum Angel menjawab, Bryan sudah terlebih dahulu angkat bicara.
"Maklum lah As perngantin baru" kata bryan santai dengan wajah tanpa dosa. Wajah Angel memerah karena malu, ia pun langsung mencubit Bryan dengan brutal. Harry dan Aster hanya terkekeh melihat kelakuan Angel dan Bryan.
"Sudahlah sayang, ayo pergi. " ajak Harry
Aster terkekeh "Ya sebaiknya kita pergi " Mereka pun berjalan keluar dari ruang makan. Meninggalkan Bryan dan Angel yang sibuk bertengkar seperti anak kecil.
"Ampun sayang.. Aw.. sakit.. Aduh.. " Bryan memohon dengan wajah memelas, agar Angel segera menghentikan cubitannya. Angel terkekeh melihat wajah bryan. Dan melepaskan cubitannya.
"Sayang ya udah sini sarapan ya" ajak Bryan lembut. Merekapun sarapan tanpa suara hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar .
•••
Angel dan Bryan sedang duduk di taman. Angel masih sibuk dengan lukisan bunga mawar yang sedang ia buat.
"Sayang.. Sudah selesai belum " tanya Bryan manja. Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Angel.
"Belum" jawab Angel singkat tanpa melihat ke arah Bryan.
"Apakah bunga itu lebih menarik dari pada aku sayang? " tanya Bryan dengan nada dibuat-buat sedih. Angel tersenyum mendengar ucapan Bryan. Ia menghentikan aktifitas nya dan berbalik menghadap ke arah suaminya.
"Tak ada yang lebih menarik di dunia ini selain suami ku" . Angel mencubit hidung Bryan gemas.
"Love you Dear." Bryan menarik tubuh Angel ke dalam pelukannya.
"Love you too " jawab Angel , kemudian menyandarkan kepalanya ke dada bidang Bryan. Sungguh tempat ternyaman adalah pelukan hangat sang suami.
•••
Malam haripun tiba, Angel sedang duduk di balkon menikmati indahnya langit malam sendiri. Sendiri? Ya, Bryan sedang ada urusan mendadak di kerajaan jadi Angel si tinggal sendirian. Angel tersenyum mengingat betapa posesif nya Bryan.
"Ya ampun sayang hati-hati nanti luka "
"Tuh kan luka, sini biar aku saja"
"Pokoknya aku gendong, aku tidak mau kamu kelelahan"
"Oh my Angel, please jangan lari-lari nanti jatuh"
"Aku mencintaimu Angel "
Angel tersenyum mengingat kelakuan Bryan. "I love you my Possesive mate" gumam Angel, ia mengecup cincin pernikahan mereka yang tersemat indah di jari manisnya.
Tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggang Angel. Angel sudah tau itu siapa, aroma maskulin yang sangat ia kenal. Siapalagi kalau bukan Bryan.
"Love you too my Luna "
Angel tersenyum mendengar balasan Bryan. "Ayo masuk, udara malam tidak baik untuk kesehatan" ajak Bryan.
"ya ampun posesif nya kumat " batin Angel.
__ADS_1
"Aku mengetahuinya sayang " kata Bryan.
Angel tersenyum malu karena ia lupa jika Bryan bisa membaca fikirannya. Angel pun di gendong oleh bryan masuk ke kamar. Dan mereka pun melakukannya lagi sebelum terlelap tidur.