My Possesive Mate

My Possesive Mate
BAGIAN 10


__ADS_3

Seorang gadis kecil menangis tersedu-sedu dengan tubuh penuh luka.  takut, sedih,  sakit perasaan itu turut membebani pikirannya.  Ayah dan ibunya mati,  begitu juga kakaknya.


~flashback on


Xilvanya adalah kerajaan Vampire yang cukup kuat,  namun mereka terkenal sangat licik.  Kelicikan mereka lah yang membuat banyak kerajaan lain yang ingin menghancurkannya .


Suatu hari  di saat keadaan kerajaan Xilvanya sedang terpuruk,  segerombolan pemberontak menyerang kerajaan mereka,  pertumpahan darah pun tak terelakkan,  banyak pengawal kerajaan yang tewas mengenaskan,  bahkan Raja dan Ratu pun ikut meninggal. Tersisalah dua orang kakak beradik yang sedang berlari untuk menyelamatkan diri,  ya dia adalah Vixie Alexis dan William Alexis.


"Ayo cepat Vixie" teriak William.


Vixie kecil berlari mengikuti sang kakak,  namun tiba-tiba mereka di hadang oleh segerombolan Vampire pemberontak.


"Pergilah aku yang akan menghadapi mereka" tegas William.


Vixie pun berlari namun langkahnya terhenti saat kaki nya tergores cakar salah satu Vampire. Ternyata ia di ikuti satu Vampire.


"Arrrgghhh!" teriak Vixie karena rasa sakit yang di timbulkan goresan luka cukup dalam pada kakinya,  Vampire yang menyerang Vixie pun melukai tubuh Vixie kecil  secara brutal hingga..


BRAAKK!


Tubuh Vampire itu terpental dan menubruk pohon hingga tumbang. "William!"


"Cepat lah pergi Vixie,  biarkan aku yang mengurus mereka!" William berteriak kencang agar adiknya itu mendengar suara nya.


"Tapi kak-- " ucapan vixie terpotong karena kakaknya telah di serang oleh Vampire yang menyerang Vixie tadi.


"Kakak!" teriak Vixie, tubuh nya mengigil ketakutan.


"Pergilah Vixie" lirih William. 


Namun Vixie tak bergeming hingga, 


CRASH!


Dada william di tusuk oleh Vampire tersebut.  Vixie pun menangis tak kuasa menahan air matanya.


"PERGI!!" teriak William.


Vixie pun berlari secepat mungkin membelah hutan,  ia tak memperdulikan ranting yang menggores kulitnya. Yang terpenting ia pergi sejauh mungkin.


'ayah ibu telah pergi,  dan sekarang kakak,  untuk apa aku hidup lagi'


~flashback off


Gadis kecil itu terus menangis dengan tubuh mengigil,  ia tak memiliki siapa pun saat ini, ia begitu ketakutan.


Sreett...  Sreeettt...


Suara semak yang bergoyang membuat Vixie kecil waspada, ia mundur hingga tubuh nya menyentuh batang pohon besar. Vixie menangis sejadi-jadinya, ia tak bisa lagi berlari karena kondisi tubuhnya yang kian melemah.


Dari semak-semak itu tampaklah seorang anak laki-laki. "Siapa kau?? " tanya anak lelaki tersebut. Namun belum sempat Vixie menjawab kegelapan pun melandanya.


•••


Mata gadis itu mulai mengerjap berkali-kali,  bau obat-obatan menyeruak di indra penciumannya. Kepalanya terasa berat,  dan sakit.


"Aku dimana? " lirihnya.


"Kau berada di rumah sakit Pack ku,  aku menemukan mu penuh luka" kata seorang anak lelaki, yang berada di samping gadis tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih "


"Ya,  sama-sama,  kalau boleh tahu Siapa nama mu? " tanya anak lelaki tersebut .


"Nama ku Vixie Alexis,  dari kerajaan Xilvanya" gadis kecil itu tersenyum hangat  "dan kamu?"


"Perkenalkan nama  ku Bryan Gerard Friedrich dari Pack Golden Red Eclipse,  dan Pangeran dari kerajaan Gerardious. "


Mereka pun mengobrol bersama.  Vixie pun menceritakan kejadian yang menimpanya,  dan alasan yang membawanya ketempat ini.


"Aku turut prihatin.  Aku baru tahu jika Kerajaan Vampire Xilvanya di serang,  kau bisa tinggal di sini jika kau mau" kata Bryan


"Terimakasih "kata Vixie.


•••


Hari demi hari berlalu


Bulan demi bulan berganti


Tahun demi tahun terlewati


Bryan dan Vixie tumbuh bersama dari kecil,  dan tak menutup kemungkinan akan ada perasaan cinta di antara mereka.


Suasana taman yang indah menjadi saksi kisah cinta dua makhluk berbeda itu. Vixie dan Bryan.


"Vixie aku ingin berbicara sesuatu kepadamu" kata Bryan sambil memegang kedua tangan Vixie.


"Katakan lah"


"Emm,  Vixie kita tumbuh bersama..." Bryan mulai berbicara "dan jujur aku mencintaimu Vixie,  mau kah kau menjadi pendampingku,  Luna ku,  Ratu ku,  ibu dari anak-anak ku" lirih Bryan. Sontak Vixie pun kaget dan ia reflek mengangguk mengiyakan,  namun ia ingat satu hal.


"Ya, aku yakin,  aku sudah tak perduli dengan Mate ku,  karena aku mencintaimu Vixie" kata Bryan. Lalu Bryan memeluk erat tubuh Vixie.


  •••


"Kau bodoh apa yang kau lakukan!!" kata Ricko murka.


"Bukan urusan mu!! " bentak Bryan


"Hell!!  Hanya Mate ku yang aman menjadi Luna ku, Ratu ku , dan ibu dari anak-anak ku! " kata Ricko tegas penuh penekanan.


"Ini keputusan ku Ricko!! " bentak Bryan tak terima.


"Tak akan ku biarkan!!  Lihat saja akan ku hancurkan tubuhmu jika kau berani!!! "


"Terserah!!! "


•••


Malam harinya dua insan berbeda jenis itu berada di dalam kamar,  mereka saling membagi rasa cinta mereka melalui pangutan lembut mereka,  semakin lama pangutan mereka semakin panas.


"Aku akan mengklaim mu sekarang " kata Bryan.


Namun tiba-tiba..


BRAAKK!!


"Apa yang kalian lakukan!! " bentak seorang wanita yang tak lain adalah ibu Bryan.

__ADS_1


"Ibu" lirih Bryan.


Ibu Bryan pergi,  kesal dengan sang anak,  sejak awal ia tahu siapa Vixie,  gadis licik itu,  ia tak pernah merestui hubungan mereka. Bryan pun mengejar sang ibu,  di ikuti oleh Vixie di belakang,  namun Sia-sia  karena ibunya telah pergi.


Vixie pun mengelus lengan Bryan, mencoba menenangkan laki-laki itu. Namun Ricko yang sendari tadi menahan amarahnya pun berhasil mengambil alih tubuh Bryan.


Ricko menepis dengan kasar tangan Vixie, ia begitu benci dengan gadis ini.


"Bry ada apa? " tanya Vixie, ia tampak tersinggung.


"Kau tanya ada apa ha!!! " bentak Ricko murka.


"Bry kau kenapa? " tanya Vixie, ia semakin di landa kebingungan mengapa sikap Bryan berubah.


Namun Ricko tak mengubris pertanyaan Vixie. Ia menarik tubuh Vixie kasar,  dan membawa gadis iti keluar dari mansion.  Lalu ia melepas secara kasar tubuh Vixie, hingga gadis itu jatuh terjerembab.


"Bryan" lirih Vixie di sela isakannya.


"Enyahlah kau dari sini!!!  Aku sudah muak dengan mu!!  Kau perempuan licik tak tahu malu!!  Aku tak akan sudi kau menjadi Luna ku,  Ratu ku,  ibu dari anak ku!!  Hanya Mate ku yang boleh menyentuh ku!!  Jalang seperti mu tak pantas memiliki ku!!!!  Entah di butakan oleh apa Bryan mencintai jalang seperti mu!! " bentak Ricko murka ia sudah muak dengan gadis di hadapannya ini.


"Bryan " Vixie menangis tergugu.


"Enyahlah kau!!  Sebelum aku berbuat lebih buruk lagi!! " bentak Ricko lagi.


Dengan berat hati, Vixie pergi meninggalkan Bryan. Namun bukan Vixie Alexis namanya kalau ia menyerah begitu saja.  Ya!  Ia wanita licik!  Ia ingin mendapatkan Bryan semata karena harta, dan tahta, ia tak mencintai Bryan sedikit pun.


"Lihatlah nanti!!  Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku" Vixie menyeringai.


Malam itu vixie pergi membelah hutan,  tak ada tujuan hingga..


BUGH!


Ia menabrak seseorang, "Hei, kau tak apa? " tanya pria yang di tabrak Vixie.


"Aku tidak apa-apa" kata Vixie bangun dengan bantuan pria yang ia tabrak.


"Tunggu, apakah kau Mate ku? " tanya pria tersebut yang ternyata adalah Mate Vixie. Vixie pun mengangguk.


Pria tersebut membawa Vixie ke istananya. Ternyata pria itu adalah seorang Raja,  dari sebuah Kerajaan Vampire Gwensworth . Nama pria tersebut adalah Verry Fransworth.  Verry adalah orang yang sangat baik, namun kebaikan seorang Verry di manfaatkan oleh Vixie.  Selama di sana Vixie belajar mengendalikan kekuatan nya,  hingga ia sangat kuat sekarang.  Tak lupa ia juga belajar sihir dan ilmu lainya.


"Hahahha kau akan kembali ke pelukan ku Bryan! " batin Vixie.


Namun tanpa di ketahui oleh Vixie,  Verry tahu rencana busuk Vixie.


Malam itu Vixie keluar dari istana,  tentusaja Verry mengikuti Vixie. Ternyata Vixie melihat Bryan bersama Angel sedang bermesraan di balkon.


Vixie mengepalkan tangannya


"Aku rasa kalian sudah cukup bahagianya,  lihatlah nanti akan ku rebut apa yang seharusnya menjadi milik ku! " ucap Vixie sinis, penuh penekanan.


Verry yang melihatnya pun di buat tak percaya. "Tak kan ku biarkan kau melakukan hal yang salah Vixie"


•••


Keesokan harinya ia melakukan aksinya,  ia memberi ramuan kepada Verry hingga Verry tak sadarkan diri.  Ia pun pergi keluar istana untuk melancarkan aksi liciknya.  Ia pergi ke kawasan para Rogue dan membiarkan dirinya di serang tanpa melawan,  hingga Harry menyelamatkannya.


"Akhirnya rencana ku berhasil" batin Vixie dengan senyum liciknya sampai akhirnya kegelapan pun melanda.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2