My Possesive Mate

My Possesive Mate
BAGIAN 9


__ADS_3

AUTHOR POV


03.00 a.m


Bryan terbangun dari tidurnya karena Harry tiba-tiba Memindlink nya.


"Alpha,  dia kembali" kata Harry memindlink Bryan.


"Kau serius Harry??  Dimana dia sekarang? " kata Bryan tampak gusar.


"Iya Alpha,  aku serius.  Kami menemukannya penuh luka di perbatasan karena di serang Rogue,  saat ini dia sedang di rawar di rumah sakit Pack" jawab Harry.


"Baiklah,  aku akan kesana sekarang " kata Bryan.


Bryan pun beranjak dari ranjang, dan bergegas memakai pakaiannya,  namun saat ia hendak keluar dari kamar,  suara seorang wanita mengintrupsinya.


"Mau kemana Bry? " kata Angel parau,  sambil mengucek matanya.


"Aku ada urusan sebentar di rumah sakit sayang " kata Bryan gelagapan.


Bryan pun mencium puncak kepala Angel. "Boleh kan?" tanya Bryan.


"Emm,  aku ikut" pinta Angel.


"Jangan ini masih terlalu pagi,  sebaiknya kau lanjut istirahat saja sayang" bujuk Bryan.


Angel menautkan alisnya,  dan mengerucutkan bibirnya. "Apa ada yang kau sembunyikan huh!! " kata Angel kesal.


"Tidak ada sayang,  aku hanya pergi sebentar " bujuk Bryan sembari mengelus rambut istrinya.


"Jika tidak ada, aku ikut. Aku tidak menerima penolakan Alpha " kata Angel final. Bryan pun pasrah dan mengikuti kemauan istrinya.  Angel pun bergegas memakai pakaiannya,  dan menyisir rambutnya.

__ADS_1


Mereka pun pergi menuju rumah sakit Pack,  selama di perjalanan Angel tampak bingung melihat wajah Bryan yang tampak di penuhi kecemasan.


"Apa yang dia cemaskan,  siapa yang sakit? " tanya Rexha.


"Aku juga tidak tahu Rexha,  ku rasa orang itu sangat berarti baginya" kata Angel. Entah kenapa Angel merasa ada yang tidak beres.


"Sudahlah,  mungkin keluarganya" kata Rexha.


Sesampainya di rumah sakit Bryan berjalan mendahului Angel,  terlihat Harry yang telah menunggu.


"Dimana ruangannya? " tanya Bryan kepada Harry.


"Mari Alpha , Luna saya antar" kata Harry,  lalu Harry pun berjalan mendahului Bryan dan Angel,  hingga sampailah mereka di depan sebuah ruangan. Tampaklah seorang wanita yang terbaring lemah,  dengan tubuh penuh luka.  Angel meringis melihat betapa banyaknya luka yang menghiasi kulit mulus wanita cantik tersebut.  Kemudian Angel melihat Bryan,  tampak dimatanya tersirat kekhawatiran dan kerinduan yang mendalam. Bryan pun mendekat ke samping wanita tersebut.


"Vixie,  aku merindukan mu" lirih Bryan lalu memeluk erat wanita tersebut.


Seketika Angel membeku,  kakinya seketika lemas,  hatinya sakit bagai di tusuk beribu belati, nafasnya tercekat seolah di hantam batu yang besar. Ia tak sanggup untuk berbicara,  setitik air matanya pun jatuh membasahi pipinya.  Ia menutup mulutnya dan menggeleng tak percaya melihat apa yang dilihatnya sekarang. Pria yang ia cintai memeluk wanita lain,  dan berkata ia merindukannya .


Angel pun keluar dari ruangannya berlari sejauh-jauhnya membelah hutan hingga ia lelah,  dan tersungkur di tanah  .


"Oh Moon Goddess Mengapa takdir ku seperti ini" lirih Angel pilu, air matanya mengalir deras dengan rasa perih yang menjalari relung hati nya.


Tiba-tiba ada beberapa serigala besar dengan mata merah dan air liur yang menetes dari mulutnya mendekati Angel.  "Siapa kalian, Pergi!!"  Teriak Angel, ia mundur kebelakang.


Namun serigala tersebut tak mengubris ucapan Angel. Angel pun berusaha lari,  namun tiba-tiba serigala tersebut mengigit kaki Angel.


"Arrrggggghhhhh!!" teriak Angel


Serigala tersebut menyerang Angel membabi buta,  hingga tubuh Angel lemah karena penuh luka.


Namun tiba-tiba serigala itu telempar,  terlihatlah seekor serigala lain berwarna coklat menyelamatkan Angel,  ia menyerang serigala yang melukai Angel tersebut dengan brutal hingga mati.

__ADS_1


"Luna apa anda tidak apa-apa? " tanya seorang pria,  tak lain adalah Harry. Ya, serigala berwarna coklat tadi adalah Harry. Belum sempat Angel menjawab,  tubuhnya semakin lemas hingga kegelapan pun melanda.


Harry langsung membawa tubuh Angel pergi kerumah sakit. Disana Angel langsung di tangani oleh para dokter.


•••


Angel tersadar dan mengerjapkan matanya berkali-kali.  Ia merasakan perih di sekujur tubuhnya.


"Angel kau sudah sadar" Tanya seorang wanita . Angel hanya tersenyum kepada wanita tersebut,  ya wanita itu adalah aster sahabatnya.


"As,  dimana Bryan? " tanya Angel.


Aster hanya diam,  dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Apakah kau lapar? " tanya Aster


Angel pun mengangguk mengiyakan.


"Tunggu sebentar " kata aster lalu keluar dari ruangan.  Tak lama ia pun datang membawa nampan berisi makanan. Aster pun menyuapi temannya tersebut dengan telaten, hingga makanan habis.


"As aku ingin keluar" kata Angel.


Aster pun tersenyum,  lalu mengambil kursi roda,  ia pun mendudukan Angel dan mendorong kursi roda tersebut menuju taman. Namun saat Angel sampai di taman,  air matanya jatuh lagi, luka di hatinya kembali terasa perih seperti di siram air garam.


Di depannya terlihat Bryan sedang memeluk tubuh seorang wanita dan mengusap rambutnya sayang.


"Aster aku ingin pulang saja" kata Angel parau. Air matanya menggenang tinggi, ia berusaha keras agar air matanya tak tumpah saat itu juga.


Aster pun terkejut dengan penuturan Angel,  dan melihat ke arah pandangan Angel. Mengerti Aster pun mengangguk dan mereka pun pergi dari taman.


"Mengapa sesakit ini" batin Angel pilu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2