
AUTHOR POV
Di hari yang cerah ini Bryan mengajak Angel ke suatu tempat.
"Bry kita mau kemana? " tanya Angel penasaran.
"Rahasia" Bryan tersenyum, kemudian ia menutup mata Angel dengan kain. Bryan menuntun tubuh mungil Angel ke dalam mobil dan ia melajukan mobilnya. Selama di perjalanan Angel selalu bertanya pada dirinya.
"Jangan-jangan aku mau di culik, terus di bunuh, lalu di buang ke jurang. Oh no!! " batin Angel berteriak.
Namun tiba-tiba seperti ada suara wanita, ralat maksudnya memang ada suara wanita berbicara di kepalanya.
"Tolong itu otak di kondisikan, berfikir positif Angel " kata suara wanita tersebut.
"Hah? kau siapa?? Kau hantu kah. Tidak pergi jangan ganggu aku! " kata Angel kaget di dalam pikirannya. Ia bergidik ngeri.
"Dasar aneh!! " kata wanita tersebut lalu hilang.
Cittt.....
Bunyi decitan ban mobil yang berarti Angel telah sampai di tempat tujuan.
"Sudah sampai ,ayo kita turun sayang" kata Bryan kemudian turun dan membuka pintu di sisi Angel. Ia menggandeng tangan sang istri, lalu berjalan beriringan menuju ke suatu tempat.
"Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan membunuh ku Bry?" tanya Angel takut , bahkan kini tangannya berkeringat.
Bryan terkekeh "Sayang, bagaimana mungkin aku membunuh Mate ku sendiri " kemudian Bryan mencium puncak kepala istrinya.
"Dasar bodoh!! " kata wanita yang ada di pikiran Angel, lalu menghilang lagi.
"Sudahlah buka matamu sayang" kata Bryan. Kemudian Angel pun membuka matanya. Angel takjub melihat pemandangan di depannya, hamparan bunga berwarna-warni, kemudian ada danau indah di tengah hamparan bunga tersebut.
"Ayo ke sana" ajak Bryan. Sembari memegang tangan Angel lembut.
"Soo sweet sekali " kata wanita di pikiran Angel.
Namun Angel tak menghiraukannya. Angel dan Bryan pun duduk di tepian danau, sembari mencelupkan kaki mereka di air.
"Ini tempat yang sangat indah Bry," kata Angel senang "tapi kenapa kau tak pernah membawa ku kesini Bryan?" kata Angel mengerucutkan bibirnya.Bryan terkekeh melihat ekspresi Mate nya.
"Kau lucu sayang, " Bryan mengacak rambut Angel " aku sudah lama ingin membawa mu kesini, karena aku sibuk, jadi hari ini baru kesampaian, maaf ya sayang" lanjut Bryan lagi.
Angel tersenyum lalu mengecup pipi Bryan singkat. "Terimakasih sudah membawa ku kesini"
"Aku beruntung sekali memiliki mate seperti Bryan " Kata wanita di pikiran Angel.
Angel sudah mulai resah dengan suara wanita yang mengganggu pikirannya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk bertanya kepada Bryan.
"Sayang aku mau tanya, " kata Angel manja sembari bersandar di dada bidang Bryan
"Mau tanya apa sayang " kata Bryan sembari mrngelus lembut rambut Angel.
"Dari tadi di kepala ku ada suara wanita yang meresahkan ku, ia sangat cerewet Bry, siapa dia? " tanya Angel.
Bryan terkekeh lalu memindlink Angel. "Apa kau tak tahu sayang dia siapa em?"
"Sekarang ada suara mu lagi, jangan-jangan aku udah gila ya!! " kata Angel frustrasi, ia tampak panik. Lagi-lagi Bryan terkekeh, dan semakin membuat Angel semakin bingung.
"Sayang, tadi itu memang suara aku, aku berbicara melalui mindlink, dan wanita itu Wolf mu, jadi sekarang kamu bisa menghibungi ku melalui mindlink sayang" jelas Bryan kepada Angel
Angel pun ber "Oh" ria sambil menggangguk mengerti.
"Bolehkah aku tahu, siapa nama wolf mu sayang? " tanya Bryan.
"Siapa nama mu? " tanya Angel dalam pikiran.
"Kau belum memberikan ku nama Angel " kata wolfnya.
"em.. Baimana kalau.. Ha Rexha " kata Angel.
"Nama yang bagus aku suka Angel " kata Wolfnya senang.
"Baiklah Rexha" kata Angel
"Sayang, back to earth " kata Bryan sembari melambaikan tangan di depan Angel.
"Ah- i-ya namanya Rexha bry " jawab Angel gelagapan.
"Wah nama yang bagus sayang" kata Bryan lalu memeluk Angel.
"Pelukan yang nyaman, ku harap aku selalu bisa memeluk mu seperti ini Bry"
"Bry kapan aku bisa berganti shif seperti kau dan Ricko? "
"Dimalam bulan purnama sayang, karena semua werewolf akan mendapatkan kekuatan di malam itu" jelas Bryan.
"Kapan itu? " tanya Angel.
Bryan pun berfikir. "Ah iya, dua hari lagi sayang, bulan purnama dan bertepatan dengan gerhana bulan merah " kata Bryan
"Yeayyy!... Aku tidak sabar menunggu nya" kata Angel girang.
__ADS_1
"Aku tak sabar melihat mu Rexha" kata Angel.
•••
~2 days later
Angel dan Bryan sedang berada di dalam kamar mereka. Hari ini adalah hari dimana Angel akan berganti shif pertama kalinya dengan Rexha.
"Apa kau sudah siap Angel" tanya Rexha.
"Ya aku sudah siap Rexha" kata Angel mantap.
Tak lama terdengar suara gertakan tulang, yang menandakan bahwa Angel sedang berganti shif dengan Rexha. Hingga munculah seekor serigala putih dengan iris mata berwarna hijau.
"Rexha ini kah kau, kau sangat cantik Rexha" kata Angel saat melihat pantulan di depan cermin.
"Rexha kau sangat cantik" kata Bryan dengan mata berbinar kagum.Rexha pun mengangguk mengiyakan.
"Oh, demi Moon Goddess kau sungguh cantik Rexha " puji Bryan lagi.
"Bry ayo berganti shif sekarang, aku ingin bertemu mate ku" rengek Ricko.
Bryan terkekeh mendengar penuturan Ricko. Lalu ia pun berganti shif dengan Ricko. Nampaklah seekor serigala berbulu putih dengan surai keemasan dan iris berwarna biru.
"Kau sangat cantik Rexha " kata ricko lalu menjilat puncak kepala Rexha.
"Terimakasih Ricko, kau juga tampan aku menyukai mu" kata Rexha. Mereka pun saling bertatapan, seakan melepas rindu. Cukup lama mereka berdua bersama.
"Rexha, kurasa sudah cukup, berganti shif lah dengan Angel" kata Bryan. Rexha pun mengangguk patuh dan berganti shif dengan Angel, begitupun Bryan. Bryan membungkus tubuh polos Angel dengan baju miliknya, lalu meletakkan tubuh Angel di ranjang. Kemudian ia juga berbaring di samping, dan menarik tubuh Angel kedalam pelukannya.
"Good night my Luna, have a nice dream" lalu mencium puncak kepala Angel. Hingga mereka terlelap di dalam mimpi masing-masing.
AUTHOR POV
Angel terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Namun ia merasa ada yang berbeda, seingatnya terakhir kali ia berada di kamar, namun sekarang ia terbaring di tengah hamparan bunga yang indah.
"Tunggu, dimana aku sekarang" gumam Angel.
Kemudian ia berdiri tampak lah hamparan bunga yang indah serta air terjun indah yang bertingkat.
"Sepertinya aku pernah kesini, tapi kapan?" pikir Angel, ia mencoba mengingat-ingat hingga tiba-tiba pikiran Angel buyar saat seorang wanita menyapanya.
"Kau sudah sadar Angel " tanya wanita tersebut.
"Ah, sepertinya aku mengingat mu" kata Angel yang menoleh ke hadapan wanita tersebut. "kau Moon kan" kata Angel lagi.
"Iya Angel ini aku, bagaimana keadaan mu sekarang? " tanya wanita yang bernama Moon itu.
"Ya,bisa kau lihat aku baik-baik saja" kata Moon.
Kemudian Moon mengajak Angel untuk duduk di sebuah bangku di tepi air terjun yang sangat indah.
"Apakah kau sangat bahagia Angel hidup bersama Mate mu? " tanya Moon. Wanita itu mengelus rambut Angel dengan sayang, dan menatap Angel dengan tatapan teduhnya.
"Ya, Moon aku sangat bahagia bersama Bryan" kata Angel antusias.
Moon pun tersenyum melihat Angel
"Maukah kau berjanji? " tanya Moon kepada Angel
"Berjanji? ". Angel bertanya balik.
Moon tersenyum "Berjanjilah untuk selalu berada di samping Bryan apa pun yang terjadi "
"Pasti aku akan selalu di samping nya Moon, aku sangat bahagia, dan aku sangat mencintainya" kata Angel tulus.
"Bagus lah kalau begitu, pulanglah sekarang Angel" kata Moon.
Lalu cahaya putih menyilaukan pun menerpa mata Angel.
Angel mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah orang yang sangat ia cintai, siapa lagi kalau bukan Bryan. Angel menangkup wajah Bryan yang sedang terlelap tidur dengan kedua tangannya.
"Aku sangat mencintaimu Alpha" kata Angel lalu mengecup lembut pipi Bryan. Tiba-tiba Angel terkejut karena Bryan membuka matanya dan tersenyum.
"Aku juga sangat mencintaimu Luna" kata Bryan lalu mengecup bibir Angel lembut dan melumatnya.
•••
Saat ini Angel dan Bryan sedang bersiap-siap untuk pergi. Pergi? Ya mereka akan pergi ke pulau pribadi milik keluarga Bryan.
"Bryan aku takut, aku tidak bisa berenang " kata Angel saat naik ke kapal.
"Tenang sayang ada aku bersama mu" kata Bryan.
Merekapun naik ke kapal menuju pulau pribadi milik keluarga Bryan. Rasa takut Angel berubah menjadi rasa kagum pasalnya pemandangan indah yang di suguhkan membuat Angel girang. Hamparan laut luas dengan warna biru cerah. Tak lupa pulau-pulau indah yang berada di sekeliling mereka
"Wah, indah sekali" gumam Angel senang. Matanya berbinar bahagia, dengan senyum yang merekah.
Bryan terkekeh lalu memeluk istrinya. "love you my Luna" Kata Bryan.
"I love you more My Alpha" kata Angel dan mereka pun berpelukan. Sekitar tiga puluh menit lamanya mereka menempuh perjalanan menggunakan kapal, akhirnya mereka pun sampai di sebuah indah.
__ADS_1
Pulau tersebut begitu indah dengan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi. Bebatuan tinggi dengan rumput yang menjalar, dan bunga-bunga indah yang tampak tertata rapi.
Mereka berjalan melewati jalan setapak yang di kelilingi pohon-pohon rindang disisi kanan dan kiri nya. Setelah berjalan selama lima menit tampaklah sebuah Mansion mewah tiga lantai. Angel menatap dengan tatapan kagum, pasalnya mansion ini jauh lebih besar dari mansion milik Bryan di Pack.
"Ini milik ku , kau suka?"
Angel mengangguk, mereka pun berjalan masuk kedalam mansion tersebut. Angel di buat terpana oleh arsitektur klasik yang di miliki Mansion ini. Lantainya terbuat dari kayu dengan dinding yang di dominasi warna coklat, sehingga kesan hangat sangat terasa. Ruangan di dalam Mansion tersebut diisi oleh barang-barang antik bernilai seni tinggi. Lampu-lampu kristal juga menggantung indah di atas.
Belum selesai Angel mengagumi keindahan Mansion tersebut di lantai dasar, Angel dibuat terpana lagi saat mereka naik ke lantai dua. Mereka melewati tangga berbentuk spiral yang terbuat dari semacam kayu besar, begitu indah dengan ukiran-ukiran yang menghiasi di sekeliling nya. Di atas sana atapnya transparan sehingga cahaya matahari masuk langsung menerangi tangga tersebut.
Saat sampai di lantai dua, di sana terdapat sebuah mini bar di samping tangga. Di sisi kiri terdapat sebuah ruangan besar entahlah Angel tidak tahu itu ruangan apa karena Bryan membawanya ke sisi kanan. Di sana hanya terdapat satu kamar yaitu kamar utama. Begitu memasuki kamar tersebut Bryan membuka tirai yang melindungi kaca sehingga sinar matahari pun masuk menerangi kamar tersebut.
Terdapat sebuah ranjang berukuran besar yang menghadap langsung ke arah jendela kaca berbentuk setengah lingkaran. Angel bisa melihat pemandangan indah pantai dan beberapa bukit dari ranjang. Bryan membuka pintu kaca dan membiarkan udara masuk kedalam.
"Ini sangat menakjubkan Bryan"
"Ini semua adalah rancangan ku, terutama kamar ini"
Bryan menghampiri Angel, ikut berbaring di samping sang istri.
"Di sisi kiri lantai dua ini mini bioskop milik ku, ada perpustakaan kecil juga disana"
"Wah, ruangan sebesar ini hanya terdapat tiga ruangan, dengan satu kamar super besar ini?"
"Ya, begitu lah" Bryan mengecup bibir Angel, lalu melumat bibir istrinya itu.
"hanya ada kita berdua disini sayang, aku ingin berbulan madu disini bersama mu"
Wajah Angel memerah karena perkataan Bryan, ia tahu betul apa yang di maksud suaminya itu. Benar saja, setelah itu mereka melakukannya lagi.
•••
Saat ini Bryan dan Angel berada di lantai teratas. Di sana terdapat sebuah kolam berenang besar dengan pemandangan hamparan laut yang luas. Bryan langsung menyeburkan dirinya kedalam kolam renang , sementara Angel memutuskan untuk duduk di tepian kolam dan mencelupkan kakinya.
Angel sangat menikmati suasana damai yang ia rasakan, ia memejamkan matanya. Namun tiba-tiba kakinya di tarik dari bawah dan ...
BYURR...
Tubuh Angel masuk kedalam kolam berenang, ia tampak begitu panik karena ia sungguh tak bisa berenang. Bryan langsung memeluk istrinya itu.
"Bryan-- keluarkan aku-- aku tak bisa berenang" Angel berkata dengan nafas terengah-engah.
"Tenanglah sayang, lihat aku"
Angel pun mulai tenang, ia melihat ke arah Bryan. "Kau aman, ada aku bersama mu". Bryan menatap lekat manik mata Angel, ia mulai melepaskan tangan Angel. Sang istri tampak mulai panik, namun Bryan terus meyakinkan jika Angel akan tetap aman bersama nya.
Angel pun mulai tenang, bahkan ketika Bryan melepaskan tangannya sekalipun. Angel tidak tenggelam, tubuhnya mengapung di atas air.
"Sekarang, mulai gerakan kaki mu seperti ini" Bryan pun memberikan contoh. Angel pun mengikuti dan berhasil.
"Gerakkan tangan mu seperti ini" Angel pun mengikuti lagi gerakan Bryan, dan akhirnya ia bisa berenang.
"Aku bisa berenang?". Bryan mengangguk lalu memeluk istrinya itu. Mereka pun berenang bersama di kolam renang. Disana benar-benar sepi, seperti yang di katakan Bryan hanya ada mereka berdua di sana.
"Aku ingin mencoba nya di kolam renang" bisik Bryan. Membuat Angel merona, ia tak habis pikir kenapa Bryan selalu menginginkan itu.
•••
Sore hari, Bryan mengajak Angel untuk pergi ke suatu tempat.
"Bryan kita mau kemana? " tanya Angel binggung.
"Ayo ikut saja, " kata Bryan sembari menutup mata Angel dengan kain.
Bryan pun menuntun Angel ke tempat yang telah ia siapkan untuk dinner.
Sesampainya di tempat yang telah ia siapkan, Bryan pun membuka penutup mata Angel. Angel tak henti-henti nya takjub melihat pemandangan di depannya. Meja makan dengan dua kursi, dengan lilin disisi kiri dan kanan membentuk jalan dan tingkatan, obor yang mengelilingi untuk memberikan penerangan dan bunga yang mengelilingi serta indahnya sunset.
"Wow" hanya kata itu yang mampu Angel ucapan kan.
"Just for my Luna" bisik Bryan. Mereka pun menikmati indahnya sunset bersama.
•••
Malam harinya mereka pun beristirahat di kamar. Angel sedang berdiri di depan balkon, menikmati indahnya langit malam, dan semilir angin yang mrnerpa wajah cantiknya.
"Mom, Dad, Angel sangat bahagia sekarang, " lirih Angel. Matanya menerawang jauh kedepan.
Tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggang Angel. "love you my Luna" bisiknya. Kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Angel.
"I love you more my Alpha" jawab Angel mengelus tangan Bryan lembut.
"Tetaplah di samping ku apa pun yang terjadi, sungguh aku sangat mencintaimu Angel " bisik Bryan.
Angel pun berbalik dan menangkup wajah suaminya. "Ya, aku berjanji, tapi jika kau yang menyuruh ku pergi maka aku akan pergi" jawab Angel.
"Aku tak kan pernah menyuruh mu pergi, karena kau belahan jiwa ku, kau segalanya bagi ku," lalu Bryan mengecup lembut bibir Angel.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seseorang melihat mereka dari kejauhan tangan nya mengepal.
"lihat saja, akan ku hancurkan kebahagiaan kalian, akan ku ambil apa yg seharusnya menjadi milikku! "
__ADS_1
Kemudian dia lari masuk kedalam hutan. Hilang di telan gelapnya malam.