
"Jika aku tahu akhirnya akan seperti ini. maka kesalahan di masa lalu tidak akan aku ulangi"
AUTHOR POV
Saat ini usia kandungan Angel sudah menginjak usia 12 minggu (3 bulan) . setiap hari ia merenung, ia sangat merindukan suaminya, namun di satu sisi ia juga tidak mau merasakan sakit hati lagi.
"Andai waktu bisa di putar, hari itu aku tak akan membiarkan dia kerumah sakit" lirih Angel.
Setetes air bening jatuh dari pelupuk matanya. Ia tak kuasa menahan kerinduan yang ia rasakan saat ini,tanpa Angel sadari Andrew dan Melly meihatnya .
"Drew, apa sebaiknya kita bawa ia pulang saja?" Melly tidak tega melihat kondisi sahabatnya .
"Ya, sebaiknya begitu. Aku dengar dari Harry , Vixie sudah tidak ada lagi disana karena di usir oleh Marria ibunya Bryan"
BRYAN SIDE
Bryan termenung di balkon kamarnya. Tatapan nya menerawang jauh kedepan, ia terlihat sangat kacau. Terdapat lingkaran hitam di bawah matanya, tubuh nya pun tampak lebih kurus. Bryan merasa hidupnya begitu hampa. Tak ada sosok sang istri yang mewarnai hidupnya.
Bryan begitu menyesali setiap kesalahan yang ia lakukan. Ia telah membuat istrinya sakit hati. Sudah satu bulan lama nya sang istri pergi, selama itu pula ia tak mendapatkan kabar apa pun.
Ayah dan ibunya tampak tak perduli dengan Bryan. Sang ibu begitu kecewa dengan sikap Bryan, terlebih sampai membentak ibunya.
"Maafkan aku" lirih Bryan pilu, air matanya mengalir deras. Ia sungguh tak bisa hidup tanpa Angel disisinya.
•••
Sementara itu Vixie sudah memiliki rencana jahat sekarang. Ia telah siap untuk melenyapkan seseorang.
"Hahahahahaha, kini tiba saat yang tepat" Vixie tertawa licik "kau akan menemui ajal mu sebentar lagi sayang, jika aku tak bisa memiliki Bryan, kau juga tak bisa memiliki nya Angel" kata Vixie dengan senyum miringnya.
•••
Angel sedang berada di taman bunga Pack Silver Moonlight, ia terus berjalan berkeliling taman untuk menenangkan fikirannya. Kaki nya terus melangkah hingga tanpa sadar ia telah keluar dari wilayah Silver Moonlight. Dengan tatapan kosong ia terus berjalan, mengikuti kemana kakinya membawanya pergi. Hingga sampailah ia di tepi sebuah air terjun yang cantik. Angel duduk di tepiannya , sambil menikmati terpaan angin yng menerpa wajah cantiknya.
"Sayang, apa kau ingin menemui Daddy mu, pasti kau sangat merindukan Daddy mu kan" lirih Angel, sembari mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
"Gel, sbaiknya kita kembali ke Pack Silver Moonlight sekarang. disini berbahaya"kata Rexha melalui mindlink.
"Baiklah" kata Angel.
__ADS_1
Lalu Angel pun melengang pergi dari air terjun tersebut. namun tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang, sontak Angel kaget dan ingin berteriak namun mulutnya di tutup oleh tangan orang tersebut.
"Ssttt jangan berisik, ini aku" kata orang yang mencekal tangan Angel, sontak Angel pun berbalik untuk melihat siapa orang yang mencekal tangannya. Saat berballik Angel kaget, air matanya menetes , reflek ia memeluk orang tersebut lalu menangis sejadi-jadinya di pelukan orang tersebut.
"Ssttt jangan menangis ada aku di sini" kata orang tersebut, ia mengelus dengan sayang surai coklat wanita di depannya.
"Aku merindukan mu hiks.. aku merindukan mu Bryan." lirih Angel pilu.
"Aku juga merindukan mu sayang, maafkan aku aku menyesal. aku mencintai mu Angel, aku mohon maafkan aku " lirih Bryan.
"Aku sudah memaafkan mu Bry, aku juga mencintaimu" lirih Angel sembari menangkup pipi Bryan dengan kedua tangannya. lalu mencium bibir Bryan. Bryan pun membalas ciuman Angel, ciuman mereka sarat akan rasa rindu mendalam. namun tiba-tiba..
PROK.. PROK..PROK..
Suara orang bertepuk tangan, sontak mereka berdua pun menoleh, dan betapa terkejutnya Bryan begitu pula Angel.
"Hahahah... pertunjukan drama yang bagus. Akan lebih bagus lagi jika salah satunya terluka,bukan kah begitu Bryan?" kata Vixie sinis.
"Tutup mulut mu Vixie! Berhentilah menganggu kehidupan ku!" bentak Bryan, ia melindungi Angel dengan menyuruh wanita itu berlindung di belakang nya.
"Oh sayang.. santailah, aku tak akan mengganggu mu, aku hanya mengingginkan wanita di samping mu itu" Vixie tiba-tiba sudah berada di samping Angel.
"Menjauhlah darinya Vixie" bentak Bryan lagi, matanya menatap tajam ke arah Vixie.
"Angel!!" teriak Bryan , lalu ia mendekati tubuh Angel. Angel tersenyum, dalam satu gerakan Angel melepas pisau yang tertancap cukup dalam di dada kiri nya itu.
"Akh!" Angel langsung memuntahkan darah, dan darah semakin mengalir deras dari dada kirinya.
Vixie tersenyum penuh kemenangan melihat Angel dalam kondisi seperti itu. Ia pun pergi dari sana, menjauh secepat mungkin.
"Sayang, kau harus bertahan" lirih Bryan.
Angel mengelus lembut wajah suaminya, menatap lekat wajah pria yang telah berhasil membuat nya jatuh cinta. "Maafkan aku Bry, selama ini aku belum bisa menjadi pasangan yang baik untuk mu" Angel tersenyum "aku mencintai mu Bry, sangat mencintai mu. Cinta itu hadir dari awal pertemuan kita" tubuh Angel semakin lemah, tangannya begitu dingin dengan wajah pucat pasi.
"Kita harus segera kerumah sakit Pack"
Angel menggeleng lemah. "Jangan, aku ingin lebih lama dengan mu"
"Tap--" ucapan Bryan langsung di potong oleh Angel. "Sstt, anggap saja ini permintaan terakhir ku" Angel tersenyum manis. Kemudian ia membawa tangan Bryan ke perut nya yang mulai membuncit.
__ADS_1
"Ini Daddy mu sayang" lirih Angel pilu, tangis Bryan pecah saat itu juga. Ia tak hanya lalai dalam menjaga Angel, tapi juga lalai menjaga buah hatinya.
"Aku rasa aku tak bisa bertahan cukup lama lagi Bryan, tetap jadi Alpha yang kuat.. Aku mencintaimu" setelah mengucapkan itu mata Angel pun tertutup sempurna.
"TIIDAAKKK!!" teriak Bryan histeris.
"KAU HARUS BERTAHAN SAYANG!!" tangis Bryan pecah, mengetahui fakta jika sang istri sedang mengandung membuat hatinya semakin di landa perih. Bryan akhirnya memutuskan untuk membawa Angel kerumah sakit Pack berharap sang istri masih bisa di selamatkan.
Sesampainya di rumah sakit, Angel pun segera di tangani oleh para dokter dirumah sakit tersebut, dan segera di larikan keruangan operasi. Andrew dan Melly pun datang tak lupa juga Harry,Aster, Marria dan Garrix yang juga datang.
Sebenarnya hari ini Bryan akan menjemput Angel pulang bersama orang tua nya serta Harry dan Aster, namun saat ia sampai di Pack Silver Moonlight, Angel tidak ada. Ia pun bertanya kepada Andrew,dan Andrew berkata jika Angel berada di taman. Bryan pun segera ketaman namun tidak ada Angel, dan ia pun mengikuti arah aroma memabukkan yang ia cium, hingga akhirnya ia bertemu Angel di dekat air terjun.
"Bryan apa yang terjadi"lirih Marria
"Vixie, ini ulahnya" lirih Bryan dengan air mata yang mengalir deras. Ia merasa begitu gagal menjadi suami.
Sontak Marria pun naik pitam, mendengar nama Vixie yang telah mencelakai menantunya. Sebelum marria mengamuk, Garrix terlebih dahulu menenangkan istrinya. Andrew pun duduk di samping Bryan dan mulai angkat bicara.
"Tenang ia telah ku tangkap, tapi ada Mate-nya datang sehingga Vixie di bawa pulang oleh Mate nya. Sebelum pergi Verry terlebih dahulu menghapus ingatan Vixie tentang mu Bryan , jadi tenang dia tak akan mengganggu kita lagi mulai sekarang" papar Andrew panjang lebar.
Lampu di ruang operasi pun mati, tak lama keluarlah dokter Nathan dari ruangan operasi tersebut dengan raut wajah sedih. Bryan pun segera menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istri saya dok" tanya Bryan khawatir.
"Maafkan kami Alpha Bryan, kami sudah berupaya sebisa mungkin namun-- nyawa Luna Angel tak terselamatkan Alpha" kata Nathan lirih.
"TIDAK!! itu tidak mungkin ia pasti masih hidup!!" bentak Bryan, lalu ia langsung menerobos masuk keruang operasi. Dari depan pintu ia melihat tubuh istrinya yang terbaring lemah dengan wajah yang pucat pasi.
"Wake up baby, please wake up !! Imiss you baby ! don't leave me!" lirih Bryan sembari menguncang pelan tubuh Angel, lalu air matanya tak henti-hentinya menetes.
"Please wake up , I love you so much more My Angel.. " Bryan menangis tergugu sembari mengguncang tubuh lemah sang istri "maafkan kesalahan ku, kita akan bahagia bersama anak kita kan" lirih Bryan sembari memeluk erat tubuh Angel. Ia tak rela kehilangan sosok istri cantiknya ini.
Garrix,Marria, Harry, Aster, Melly dan juga Andrew tak kuasa menahan tangis mereka. mereka sedih melihat betapa rapuhnya Bryan tanpa Angel. Dan fakta jika mereka harus kehilangan sosok Angel untuk selamanya.
"Aku mohon bangun lah Angel... "kata Bryan lirih.
"AAUUUUU" Ricko melolong sedih, semua orang yang mendengarnya pun akan tahu betapa memilukannya lolongan tersebut.
"Wake up baby!! wake up !! I need you in here, please wake up" lirih Bryan pilu, kemudian ia mencium tangan Angel yang telah dingin.
__ADS_1
Isak tangis pilu memenuhi ruangan operasi tersebut. Bryan benar-benar menyesali semua perbuatannya.
Bersambung. ..