
Karunia paling berarti yang dihadiahkan Tuhan dalam hidup ini sesungguhnya bukanlah berupa barang, tapi kesempatan
Alice W. Rollins
Angel terbangun di sebuah ruangan yang gelap, ia pun berjalan hingga tiba-tiba tubuhnya membeku seketika, perasaan bahagia pun menghampirinya, tampaklah sosok orang yang sangat ia cintai , yaitu Jhon Athur Richard dan Chole Allie Richard . Mereka adalah ayah dan ibunya, Angel pun berlari lalu menghamburkan pelukannya kepada ayah dan ibunya.
"Mommy Daddy I miss you soo much" kata Angel dengan air mata yang mengalir deras dari pelupuk matanya.
"Kami juga merindukan mu Angel" kata ayah dan ibunya.
"Kalian akan membawa ku ketempat kalian juga kan Mom, Dad. Aku ingin keluarga kita utuh seperti dulu lagi Mom, Dad" lirih Angel.
"Maaf sayang, belum saat nya kamu pergi sayang, lihat lah mereka menunggu mu di sana, bangun lah. dan hidup bahagialah bersama keluarga baru mu nak" kata Arthur sembai mengelus lembut rambut Angel.
"Iya sayang, benar kata Daddy mu, kau harus bangun. Ingat kau mngandung anak dari suami mu sekarang kan . Bahagialah nak bersama keluarga mu dan anak-anak mu" kata ibu Angel.
"Baiklah Mommy, Daddy. aku menyayangi kalian" kata Angel.
Lalu ayah dan ibu Angel pun hilang, kegelapan kembali melanda Angel, dari kejauhan nampak cahaya kecil, Angel pun mengikuti arah cahaya tersebut melewati lorong gelap yang panjang hingga akhirnya cahaya putih pun menerpanya.
•••
"Wake up baby!! wake up !! I need you in here, please wake up" lirih Bryan kemudian mencium tangan Angel yang telah dingin.
Isak tangis pilu memenuhi ruangan operasi tersebut. Bryan benar-benar menyesali semua perbuatannya.
"Angel kumohon, bangun lah bukan kah kau berjanji tak akan meninggalkan ku, kumohon bangun lah" lirih Bryan.
Tiba-tiba tangan Angel bergerak dan matanya mengerjap pelan.
"Dokter!! dokter!!cepat panggil dokter!!' teriak Bryan.
Sontak Andrew pun memanggil dokter, dan tak lama dokter Nathan pun masuk bersama beberapa perawat keruangan tersebut.
"Bry" lirih Angel.
"Iyaa sayang aku di sini," lirih Bryan
"Aku mencintai mu Bry"
"Aku juga mencintai mu Angel"
Angel pun di tangani oleh dokter, sungguh suatu keajaiban tersendiri orang yang telah meninggal hidup kembali. Angel pun di rawat intensif di rumah sakit untuk memulihkan kesehatannya.
"Thank Moon Goddess she's alive again" lirih Bryan penuh syukur,yang lain pun menangis bahagia, melihat Angel kembali lagi kedunia.
"Kau sungguh wanita tangguh Angel" batin Andrew.
~2 month later
__ADS_1
Saat ini Angel sedang duduk di bangku taman istana sembari mengelus perutnya yang telah membuncit. Usia kandungannya telah menginjak umur lima bulan. Air matanya mengalir kalau mengingat banyak hal yang ia lalui selama masa kehamilan nya ini.
"Moon Goddes terimakasih sudah memberikan ku kesempatan hidup sekali lagi, aku sangat bahagia sekarang."lirih Angel. Ia mengelus perutnya dengan sayang.
Tiba-tiba ada yang memeluk Angel dari belakang, "Aku mencintai mu sayang" bisik seseorang.
"Aku juga mencintai mu Bry"
Mereka pun duduk bersama di bangku taman tersebut, tanpa mereka sadari ada orang lain yang melihat mereka dengan senyum bahagia . siapa lagi kalau bukan Garrix dan Marria.
"Ini yang ku inginkan, mereka hidup bahagia" kata Marria.
"Tentu saja, kebahagiaan mereka segalanya bagi kita" jawab Garrix lalu ia merangkul tubuh istrinya tersebut.
"Sayang , ayo kita masuk, tidak baik jika kamu terlalu banyak terpapar angin" kata Bryan.
Angel pun mengangguk mengiyakan, lalu Bryan pun merengkuh tubuh Angel dan menggendongnya.
"Bry aku masih bisa jalan" rengek Angel.
"Aku tidak mau kamu lelah sayang" kata Bryan, lalu mengecup singkat bibir istrinya.
"Hehehe posesifnya kambuh lagi " kata Rexha melalui mindlink.
"Iya , syukurlah Bryan kita kembali Rexha" jawab Angel.
•••
"Bry sakit" kata Angel
"Tahan lah sayang" kata Bryan menyemangati
Angel telah mengalami kontraksi dari malam hari. Saat ini ia berada di kamar khusus untuknya di istana. Karena memang Angel tidak suka berada di rumah sakit.
"Ah.. Bry " Angel memejamkan matanya menahan sakit, tangan menggenggam erat tangan Bryan.
"Tahan lah sayang, sebentar lagi " Bryan menghapus peluh di dahi istrinya, mengecup pucuk kepala sang istri.
"Tahan sebentar luna sekarang sudah pembukaan 9 tinggal menunggu 1 tahap lagi" jelas dokter yang membantu pro
Bryan pun mengelus lrmbut rambut Angel, juga mengelap keringat yang berada di wajah Angel.
"Istirahatlah dulu sayang" kata Bryan. Ia mengecup bibir istrinya singkat, memeluk istrinya itu.
Angel pun mengangguk, Bryan tetap setia berada di samping Angel, menemani istri tercinta.
"Kasihan Angel, pasti sangat sakit" lirih Ricko.
"Iya Ricko"
__ADS_1
Tak lama Angel kembali mengalami kontraksi. Para dokter dan perawat pun mulai bersiap-siap untuk melakukan persalinan.
Angel mulai mengejan sesuai arahan dokter. Peluh menghiasi wajah cantiknya.
"Bagus Luna, tarik nafas, hembuskan, lalu mengejan lagi" kata dokter memberi arahan.
"Egh..."
Bryan tetap setia di samping istrinya, menggenggam kuat tangan sang istri.
Lima belas menit kemudian terdengar suara tangis bayi yang cukup kencang.
"Kamu hebat sayang" Bryan mengecup kening sang istri, air matanya menetes ia tidak menyangka kini dirinya telah resmi menjadi seorang ayah.
"Selamat Alpha anak anda laki-laki " kata seorang perawat. Mata Bryan berbinar bahagia melihat bayi mungil yang menangis cukup keras tadi.
Namun tiba-tiba Angel mengalami kontraksi lagi. Bryan kaget karena selama ini ia kira Angel hanya mengandung satu anak saja. Angel pun mulai mengejan dan lahirlah seorang anak berjenis kelamin perempuan.
"Terimakasih sayang, kau memberikan ku seorang Pangeran dan seorang Putri" kata Bryan tersenyum lalu mencium bibir istrinya. Angel menangis bahagia, mereka berdua saling berpelukan. Tiada hal yang mengalahkan rasa bahagia saat sebuah perjuangan mempertaruhkan nyawa berujung pada jerit tangis bayi yang terdengar merdu di telinga. Angel tak percaya ia melahirkan anak kembar. Angel tak percaya kini ia telah menjadi seorang ibu dari anak kembar.
Tiba-tiba Angel pingsan, Bryan tampak begitu panik."Dokter, kenapa istri saya dokter?"
"Tenang Alpha istri anda hanya kelelahan" kata dokter tersebut.
Bryan pun mulai tenang, lalu menggendong putra dan putri kecilnya. Tak lama Marria dan Garrix pun datang.
"oh Moon Goddess, terimakasih telah memberikan kami cucu yang tampan dan cantik seperti mereka" kata marria girang. Lalu ia menggendong Putri kecil Bryan, dan Garrix menggendong Putra kecil Bryan.
"Siapa nama Pangeran dan Putri kecil ini Bryan? " tanya Garrix.
"Aku akan menamainya Jacques Coen Friedrich. Dan putri kecil ku ini Jessie Valencia Friedrich " kata Bryan.
"Nama yang bagus sayang" kata Marria lalu mencium cucunya tersebut.
•••
Satu jam kemudian Angel pun sadar dan tersenyum melihat ayah dan ibu mertuanya serta sahabat dan tentunya suami tercintanya.
"Kau sudah sadar sayang" Bryan mencium bibir Angel. Angel tersenyum, ia merasa perjuangannya terbayar.
"Dimana anak kita Bry" tanya Angel. Ia ingin melihat wajah bayi kembarnya.
Lalu Marria dan Garrix pun memberikan Baby Jack dan Baby Valey kepada ibunya. Angel mencium kedua bayinya, ia menatap lekat wajah kedua anak nya. Tiba-tiba anak kembar nya itu menangis, Angel yang paham pun memberikan Asi pertama kepada anak kembar nya.
"Eits..., Dad, Andrew dan Harry sebaiknya kalian keluar dulu istri ku akan memberi Asi kepada anak kami" kata Bryan sembari menarik ketiga pria tersebut keluar.Mereka terkekeh melihat kelakuan Bryan yang sangat Posesif.
"You are my possesive mate" gumam Angel sembari mengelus lembut kepala kedua anaknya.
"Love you my Prince and my Princess " kata Angel sembari mencium anaknya.
__ADS_1
NEXT EPILOG...