
ANGLE POV
Sejak hari itu aku menutup diriku dari dunia luar. Aku lelah dengan hidup ku. Semakin hari semakin kelam. Orang-orang membenci ku, menghina ku. Entah apa salah ku aku tidak tahu. Saat aku melintasi jalan ada saja orang yang membicarakan ku, bahkan ada yang sampai mencelakaiku.
Sudah 1 bulan semenjak kepergian ibu ku aku terus mengurung diri. Bahkan sahabat-sahabat ku juga ku hindari. Aku tak ingin menyusahkan mereka. Aku mengambil sebuah kertas dan mulai menulis rankaian demi rangkaian kata. Aku lelah aku tak sanggup lagi. Aku hancur, aku hidup dalam kehampaan. Aku memecahkan vas bunga di kamar ku, ku ambil pecahan kaca tersebut dan ku iris nadi ku.
"Mom, Dad, aku rindu kalian, sebentar lagi aku datang "
Tetesan demi tetesan darah keluar dari tangan ku. "Aster, Melly, Andrew aku menyayangi kalian, aku tak ingin selalu merepotkan kalian. Bryan aku sangat mencintai mu, sangat sangat mencintai mu, tapi kurasa aku tak pantas untuk mu bry. Kau terlalu sempurna untuk ku. Aku bahagia pernah bertemu kalian."
Tes..
Setitik air lolos dari pelupuk mata ku. Selamat tinggal kalian. Aku menyayangi kalian. Rasa sakit menjalar keseluruh tubuh ku, tapi itu tak berarti apa-apa bagi ku. Tubuh ku mulai terasa dingin, semakin melemah. Sampai akhirnya kegelapan itu membawa ku pergi, merenggut kesadaran ku.
BRYAN POV
Hari ini aku berencana mengunjungi Mate ku. Aku sangat merindukan nya saat ini. Selama ini dia slalu menghindar dari ku semenjak kepergian orangtuanya. Aku telah siap, dan memasuki mobil ku. Sebelum pergi aku memindlink Andrew.
"Drew , bagaimana hari ini kau datang tidak?" tanya ku.
"Iya ya aku datang, kau duluan saja, aku akan me mindlink Melly dan Aster terlebih dahulu" kata Andrew.
"Baiklah aku pergi dulu" kata ku lalu memutuskan Mindlink ku.
Aku pun melesat kerumah Angel menggunakan mobilku. Tidak sabar rasanya aku bertemu dengan Mate ku.
"Cepat lah bry, aku sudah sangat-Sangat merindukannya" kata Ricko, memindlink ku.
"Cepat-cepat kalau ujung-ujungnya kita tabrakan terus mati !! Gimana hah! " kata ku kesal.
"hehehe "
Tak lama aku pun sampai di depan pekarangan rumah Angel. Entah mengapa perasaan ku tidak enak. Apa ini?? Aku melihat beberapa kertas.
"Aku lelah, aku hancur, aku tak sanggup lagi sekarang, apa salah ku mengapa aku selalu di benci. Mom dad apa salah Angel. ". Aku mengernyitkan dahi ku. Lalu mengambil kertas berikutnya
"Hidup ku begitu kelam, hidup ku hancur. Semua orang menghina ku. Sungguh aku tak sanggup lagi, apa artinya aku hidup jika dalam kehampaan seperti ini. Andrew, Melly, Aster aku menyayangi kalian. Aku tak ingin menyusahkan kalian terus. Kalian sahabat terbaik ku,. Bryan aku sangat mencintai mu sungguh sangat - sangat mencintai mu, tapi kau terlalu Sempurna untukku Bry. Aku hanya beban bagimu, bagi kalian semua. Aku menyayangi kalian. Selamat tinggal"
Tes..
Setitik air mata ku jatuh. Angel sesulit inikah yang kau alami. Betapa bodohnya aku, saat kau seperti ini aku tak ada untukmu.
PRANGG!!
Sontak aku berlari menuju kedalam rumah Angel. Aku menaiki tangga menuju kamar Angel. "Oh shit!" umpat ku. Pintunya terkunci. Aku mengambil ancang-ancang dan mendobrak pintu secara paksa.
Betapa terkejutnya aku, melihat Angel dengan tangan berlumuran darah dan tergeletak di atas pecahan kaca. Dengan cepat aku menggendongnya dan membawanya pergi kerumah sakit Pack ku. Memang jaraknya cukup jauh namun dalam waktu lima belas menit aku sudah sampai.
Dokter pun segera menangani Angel. Dan aku menunggu di luar.
Aku pun menghubungi andrew dan menyuruhnya ke rumah sakit di Pack ku.
•••
Akhirnya Andrew, Melly dan Aster pun datang. "Bry apa yang terjadi" tanya Andrew.
"Angel mencoba bunuh diri Drew, " lirihku.
"Apa!!! " kata mereka bertiga kaget
"Iya, coba kalian baca ini" aku memberikan kertas yang ku temukan di halaman rumah Angel
"Tidak, mengapa Angel berfikir seperti itu" lirih Aster
"Aku tak pernah merasa di repotkan " kata Melly sambil terisak. Andrew hanya diam dan terlihat kecemasan dimatanya.
"Sabar Bry, Mate kita akan baik-baik saja" kata Ricko mencoba menenangkan ku
"Ku harap begitu Ricko" jawab ku.
•••
Dokter pun keluar dari ruangan Angel. Aku pun berlari menuju kearah dokter
"Dok bagaimana keadaannya dok" tanya ku khawatir.
"Tenang Alpha, Luna baik-baik saja, untung Alpha bertindak cepat, jika terlambat sebentar saja mungkin Luna tidak akan selamat, sekarang Luna sedang dalam masa pemulihan mungkin ia akan bangun dua hari kedepan" kata dokter menjelaskan.
"Terimakasih dokter, bolehkah saya masuk" tanya ku
"Silahkan Alpha"
Aku pun masuk di ikuti Melly, Aster dan Andrew.
•••
AUTHOR POV
Dua hari telah berlalu, selama dua hari ini aku selalu berada di samping Angel. Aku terus memegang tangannya. Hingga tiba-tiba tangan nya bergerak. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Dan akhirnya matanya terbuka sempurna.
"Angel kamu sudah sadar sayang" tanyaku
Ia mengangguk"Bry aku haus" lirihnya
Akupun mengambil air di atas nakas, dan membantunya untuk minum.
"Aku ada dimana Bry? " tanya nya.
"kau ada di rumah sakit Gel" kataku lembut. "Kau lapar ?" tanya ku.
Angel mengangguk, "Tunggu sebentar ya" kata ku.
"Iya"
Tak lama aku pun masuk membawa nampan dengan makanan dan segelas susu. Aku menyuapinya, dengan hati -hati. Setelah selesai aku pun merebahkan tubuhnya lagi. Aku memegang tangannya
"Angel, aku mohon jangan tinggal kan aku , jangan menyakiti dirimu lagi Gel, masih ada aku, Andrew, Melly, dan Aster yang menyayangi mu, kau tak pernah merepotkan kami Gel" kata ku sembari mengelus tangannya lalu memeluk nya.
Aku pun melepaskan pelukan ku, dan melihat ke belakang ternyata ada Andrew, Aster dan Melly yang telah masuk.
"Apakah kami mengganggu? " tanya melly sambil terkekeh
"Ti-dak " kata ku terbata bata.
Mereka pun tertawa, "Angel kamu tidak apa-apa kan? " tanya Melly dan Aster langsung memeluk Angel.
"Iya aku baik-baik saja kata Angel sembari tersenyum .
"Kamu jangan menyakiti dirimu seperti kemarin lagi ya dek" kata Andrew sambil ngelus rambut Angel.
"Iya kakak"
Kami pun berbincang -bincang, membicarakan banyak hal.
ASTER POV
Hari ini Angel di perbolehkan pulang. Aku, Andrew, dan Melly, juga mengantar Angel ke mansion Bryan. Sesampainya disana kami sambut beberapa Maid dan tiba-tiba Wolf ku Vee memindlink ku
"Mate... Mate... Mate.. " katanya girang.
Aku bisa mencium bau yang memabukkan ku sekarang. Semakin dekat dan dekat hingga kami masuk kedalam mansion Bryan. Bryan mengenalkan kami kepada orang tuanya dan pada Beta nya.
Tunggu bau itu semakin menyeruak, saat aku bertemu dengan Beta bryan.
"Apakah kau Mate ku?" tanya nya pada ku.
Sontak aku terkejut begitu pun yang lain. Aku mengangguk "Iya aku Mate mu" kata ku.
"Oh Moon Goddess terimaksih engkau telah mempertemukan kami" katanya "nama ku Harry Maudrell "sambungnya
"Em, nama ku Aster Linzie Josephine" kata ku.
"Selamat ya Aster, Harry" kata mereka.
Kecuali Angel, ia terlihat binggung sekali. "pasti ia bertanya apa itu mate" kata ku dalam hati
ANGLE POV
Saat ini aku sedang berada di dalam kamar, lebih tepatnya kamar Bryan. Saat ini just me at here, Bryan sedang sibuk dengan berkas-berkas yang harus ia tanda tangani. Maklum seorang CEO ya begitulah pekerjaannya. Sedari tadi aku bingung dengan tingkah orang di rumah ini. Mate, Moon Goddess dua kata itu lah yang sedang ku pikirkan.
What is a mate?
Who is Moon Goddes ?
Aku harus menanyakan itu kepada Bryan besok. Aku sangat penasaran.
AUTHOR POV.
Sinar matahari menyelinap masuk dari celah jendela, suara burung yang berkicau pun membuat seorang wanita yang sedang terlelap itu terbangun. Ia mengerjapkan matanya, kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai ia keluar dengan kemeja putih dan celana pendek nya dari walk in closet, menuju meja rias, tangannya dengan lembut menyisir rambutnya yang indah, tiba-tiba ia di kejutkan dengan tangan seseorang yang melingkar di pinggang nya.
"Morning My Angel" sapanya.
Siapa lagi kalau bukan Bryan.
"Em, morning too Bry " jawab Angel sembari tersenyum.
"Ayo kebawah kita sarapan" ajak Bryan kepada Angel.
"Okay, wait"
"Aku tunggu di luar ya"
Angel pun memoles sedikit make up pada wajahnya, dan lip tint berwarna pink agar kelihatan fresh.
Angel pun membuka pintu, dan langsung di sambut oleh bryan .
"Kau lama sekali di dalam" kata Bryan sembari mengerucutkan bibirnya
Angel terkekeh ia mencubit kedua pipi Bryan gemas.
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju meja makan, ternyata semua orang sudah menunggu mereka berdua di meja makan. Mereka pun makan bersama dan menikmati sarapan Mereka.
Setelah selesai Angel mengajak Bryan ke taman di belakang mansion .
"Ah bunga mawar! "pekik Angel senang. Angel memang sangat menyukai bunga mawar.
"Kalau mau ambil saja Gel" tawar Bryan kepada Angel. Angel pun hendak memetik bunga tersebut namun, belum sempat ia mengambil tangan nya tergores duri bunga mawar.
"Aww "ringis Angel.
Sontak bryan pun berlari mendekati Angel, dan mengelap tangan Angel yang terluka dengan sapu tangan miliknya
"Hati-hati Angel, ini sampai luka seperti ini" kata bryan dengan nada khawatir . Angel tersenyum melihat betapa perhatian Bryan dengan nya.
"Ya sudah kita jalan lagi yuk" ajak Bryan.
•••
Malam hari nya di balkon kamar Bryan. Saat ini mereka sedang duduk berdua di balkon sembari menikmati indahnya langit di malam hari.
"Mungkin sudah saatnya kita memberitahu dia kita siapa Ricko" mindlink Bryan kepada Ricko Wolf nya.
"Iya Bry, apa pun jawabannya kita harus siap" jawab Ricko.
"Mungkin sekarang saja aku bertanya kepada Bryan tentang apa itu mate dan siapa itu moongoddess "batin Angel.
" Angel"
"Bryan"
Kata mereka bersamaan.
"Ya sudah, kau dulu Gel" suruh Bryan kepada Angel
"Tidak, kau duluan saja" kata Angel sembari tersenyum.
"Ya sudah aku dulu ya" jawab Bryan, "Gel, sebenarnya aku selama ini nyaman dengan mu," kata Bryan ragu.
"Aku juga nyaman dengan mu Bry, " jawab Angel.
"Angel, maukah kau berjanji, akan tetap bersama ku setelah mengetahui siapa diri ku?" ucap Bryan dengan tatapan memohon.
Angel menggangguk mengiya kan ucapan bryan.
"Kau percaya tidak dengan makhluk Mitologi seperti Vampire, Werewolf? " tanya Bryan kepada Angel.
"sebenarnya aku tidak terlalu percaya, tapi jika memang ada, aku sangat ingin melihat mereka" jawab Angel.
"Jika aku salah satu dari mereka, apa kau masih mau dekat dengan ku?" tanya Bryan lagi.
Angel mengernyit kan dahi nya bingung. "Maksudnya Bry" tanya Angel binggung.
"Sebenarnya aku adalah seorang Werewolf Gel" jawab Bryan ragu, karena ia takut Angel akan meninggalkannya.
"Yakin saja Bry, jika Mate kita benar mencintai kita pasti dia tidak akan pergi" kata Ricko meyakinkan Bryan.
"Kau tidak bercanda ?"
"aku serius Gel, " lirih Bryan, ia begitu takut kehilangan Angel.
Namun tiba-tiba Angel memeluk Bryan, sontak Bryan kaget dan melihat ke arah Angel. Angel melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Bryan.
"Bryan, siapa pun kau, perasaan ku akan tetap sama, seperti apa pun kau aku tetap dengan perasaan yang sama berada di smping mu" kata Angel tulus.
Bryan melihat manik mata Angel, tak terlihat ada kebohongan.
"Terimakasih Angel" Bryan pun memeluk Angel.
"Ah iya kau tadi mau ngomong apa?" tanya Bryan.
"Oh iya aku hampir saja lupa" kata Angel "Bry apa itu Mate dan Moon Goddess itu siapa? " tanya Angel.
Bryan terkekeh melihat betapa penasaran nya Angel.
"Mate itu adalah pasangan abadi yang dimiliki Werewolf, dan hanya di takdirkan satu saja untuk seorang Werewolf. Dan Moon Goddess adalah seorang dewi yang di yakini bangsa Werewolf sebagai pencipta dan orang yang dipuja " papar bryan panjang lebar .
Angel pun mengangguk mengerti.
"Bagaimana caranya kalian tau bahwa itu Mate kalian? "
"Dari aroma tubuh nya Gel. Jika bertemu dengan Mate seorang Werewolf akan mencium aroma yang memabukkan, dan seperti ada sengatan listrik saat bersentuhan" papar Bryan lagi.
"jadi kau sudah menemukan Mate mu Bry? "tanya Angel lagi.
"Sudah Gel" jawab Bryan sembari tersenyum hangat.
"Hem, pasti dia bruntung ya Bry" kata Angel sembari menautkan jarinya.
"Ya pastinya, kau mau tau siapa orangnya? "
Angel pun melihat ke arah bryan. Dan menggangguk lemah
Angel kaget dan menatap dalam mata Bryan. Namun dia tak melihat ada kebohongan.
"Are you kidding me?" tanya Angel
"No, I'm very serriously " jawab Bryan meyakinkan.
Angel tersenyum, "Aroma apa yang kau cium dari tubuh ku? "
"Aroma bunga mawar serta perpaduan vanila dan coklat dan aku sangat menyukainya"
"Apakah kau mau bertemu dengan Ricko?" tanya Bryan.
"Ricko? Siapa dia?" Tanya Angel mengernyitkan dahinya bingung.
"Ricko Wolf ku dia sangat ingin bertemu dengan mu Gel"
"Apa dia akan memakan ku nanti?" tanya Angel dengan polos nya.
Bryan terkekeh "Ya ampun Angel, mana mungkin ia memakan mu, gimana mau? "
Angel pun mengangguk yakin
"Ayo masuk ke dalam saja" ajak Bryan. Angel pun mengkikuti bryan menuju kamar. Di dalam Angel pun mendengar suara gertakan tulang, dan tiba-tiba munculah seekor serigala berbulu putih bersih dengan iris mata berwarna biru.
"Ini kah kau Ricko ?? " tanya Angel kagum.
Seolah berkata iya, serigala tersebut menjilati pipi Angel. Angel tertawa geli. "Hentikan Ricko geli" kata Angel sembari tertawa.
Ricko pun menghentikannya. Dan berbaring di samping Angel. Angel pun mengelus bulu-bulu halus ricko. Bulu nya yang putih dengan surai keemasan di lehernya. Serta Aromanya yang wangi. Angel pun memeluk tubuh Ricko.
"Aku menyukai mu Ricko" kata Angel sembari mengelus bulu Ricko.
"Aku ingin kau menemaniku tidur malam ini ya, tubuhmu sangat lembut aku menyukai mu Ricko. "
Lalu Angel pun memeluk Ricko dan tidur di tubuh Ricko.
"Kau lihat itu bry, dia menyukai ku" ejek Ricko kepada Bryan.
"Terserah kau saja Ricko" kata Bryan kesal. Ricko terkekeh mengetahui jika Bryan kesal.
"Ayo kita ganti shif, kau tidak kasihan dia tertidur seperti itu Ricko"
"Baiklah tuan Bryan yang terhormat "
Merekapun berganti shif , BrPOV
pun mengenakan pakaiannya, dan menggendong Angel, kemudian meletakkan nya di ranjang. Bryan pun ikut berbaring di sebelah Angel dan menarik tubuh Angel ke dalam pelukannya.
"Good night Amour" kata Bryan kemudian mengecup puncak kepala Angel.
•••
Sinar matahari menyusup melalui celah tirai. Angel mengerjapkan matanya sebelum akhirnya ia bangun. Namun saat ia ingin bangun tubuh nya tak bisa di gerakkan seperti ada sesuatu yang berat melingkar di pinggang nya. Angel pun menoleh. Dan terkejut ternyata Bryan tidur di samping nya dan memeluknya erat.
"Kau sudah bangun sayang?" suara itu membuyarkan lamunan Angel
Kamudian Angel harus di buat kaget selanjutnya.
"Morning kiss " Bryan mencium bibir Angel sekilas. Membuat Angel membelalakkan matanya tak percaya.
"Kyaaa ! A yang kau lakukan" Angel pun melompat dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi Bryan terkekeh melihat reaksi Angel.
"Kau begitu menggemaskan Amour" gumam Bryan.
"Itu lah Mate ku" kata Ricko memindlink Bryan.
"Mate ku juga bodoh" kata Bryan kesal. Entah kenapa mereka berdua selalu saja bertengkar.
•••
Mereka sedang menikmati sarapan bersama di meja makan. Setelah selesai Angel mengajak sahabatnya Aster untuk ikut dengan nya di taman. Sesampainya di taman mereka duduk di kursi.
"Ada apa Gel?" tanya Aster
"Kenapa kau tak memberi tahu ku jika kau itu Werewolf " kata Angel sembari mengerucutkan bibirnya.
Aster terkekeh melihat kelakuan sahabat nya itu
"Jadi kau sudah tahu?"
"Iya aku sudah tahu. Jangan bilang Melly juga Werewolf! "
"Iya aku, Melly dan juga kakak sepupu mu Andrew adalah seorang Werewolf " kata Aster.
"Wah, kalian menyembunyikannya dari ku heh" kata Angel kesal. Terlebih ia baru tahu ternyata kakak sepupunya juga seorang Werewolf.
Aster terkekeh lagi " Eh iya kau tahu Andrew adalah seorang Alpha sama seperti Bryan "kata Aster mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"Alpha itu apa? " tanya Angel, ia harus banyak bertanya agar tahu semua tentang Werewolf.
"Ya ampun Angel. Alpha itu seorang pemimpin di suatu Pack. Dan Pack itu adalah kelompok atau clan dari Werewolf itu sendiri " papar Aster.
"Oh begitu ya, apa nama Pack nya?"
"Kalau Pack Bryan namanya Golden Red Eclipse , merupakan Pack terkuat. Dan Pack yang di pimpin Andrew adalah Silver Moonlight , Pack terkuat kedua setelah Pack Bryan " jelas Aster.
Angel mengangguk mengerti. Ia sudah mengetahui sedikit tentang Werewolf.
"Eh iya, satu lagi kenapa mereka memanggil ku Luna?"
"Ini pertanyaan terakhir oke"
Angel terkekeh, melihat temannya sudah kesal karena pertanyaan nya. "Mereka semua memanggil mu Luna karena kau adalah pasangan hidup atau Mate dari seorang Alpha yaitu Bryan" Angel mengangguk mengerti. Akhirnya semua rasa penasaran nya sudah hilang, ia bisa tidur nyenyak malam ini.
"Sudah selesai berbincang nya sayang?" Suara orang di belakang menginterupsi, membuat Angel refleks menoleh dan memutar matanya jengah.
"Berhenti memanggil ku sayang"
Bryan terkekeh dan memeluk Angel.
"Kau ini menggemaskan sekali" kata Bryan sembari mempererat pelukannya.
"Lepaskan Bry" Angel berusaha melepaskan pelukan Bryan. Namun usahanya sia-sia saja, tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan Bryan.
"Tidak akan" kata Bryan.
"Aku susah bernafas Bryan" mohon Angel kepada Bryan.
"Aku akan melepaskan, jika kau akan ikut bersama ku ke pesta pertunangan di Pack Silver Moonlight "
"Iya-ya aku ikut"
Bryan tersenyum, ia mencium pipi Angel sebelum melepaskan pelukannya.
AUTHOR POV
Angel sudah siap dengan gaun berwarna pink dengan hiasan bunga. Ia mengikat rambutnya dan menyisakan poni serta sedikit rambut disisi kanan dan kirinya. Bryan pun masuk ke kamar dengan setelan tuxedo berwarna abu-abu.
"Cantik sayang" puji Bryan sembari memeluk Angel dari belakang. Bryan menghirup aroma tubuh Angel dalam.Pipi Angel merona karena pujian Bryan.
"Ayo kita berangkat Bry" kata Angel. Bryan pun mengangguk dan menggandeng tangan Angel.
Mereka pun berangkat bersama dengan Harry dan Aster menuju Pack Silver Moonlight. Sesampainya disana mereka di sambut dengan baik.
"Eh itu mereka ayo kita kesana" Ajak Aster. Mereka pun pergi kearah yang di tunjukkan aster. Terlihat andrew bersama pasangannya.
"sepertinya tidak asing " batin Angel saat melihat pasangan Andrew.
Dan betapa terkejutnya Angel saat melihat pasangan kakak sepupu nya itu. "Melly ?"
Merasa namanya di panggil Melly pun menoleh. "Ah Angel kamu datang " Melly tampak begitu senang, ia langsung memeluk Angel.
Angel mengernyit kan dahinya.
"Jadi selama ini kau Mate kak Andrew Mel, dan kalian sepasang kekasih? " tanya Angel dengan nada mengintimidasi
Andrew terkekeh dan memeluk pinggang Melly. "Ya, seperti yang kau lihat My Angel"jawab Andrew.
"Kenapa kalian tak terlihat seperti sepasang kekasih, malah terlihat biasa-biasa saja? " tanya Angel lagi.
"Angel, tidak selamanya hubungan itu di umbar-umbar, bukan kah begitu sayang" kata Andrew.
"Ya tentunya, cukup romantis-romantisnya kalau berdua saja ya kan Drew" kata Melly.
"Ah kalian menyebalkan, selalu merahasiakan apa pun kepada ku " Angel tampak muram , ia merasa tidak terlalu mengenal para sahabat nya selama ini.
"Maaf Gel, bukan maksudnya begitu " kata Andrew. Ia tak mau Angel salah paham.
"Ah sudahlah aku bahagia jika sahabat ku adalah kekasih kakak ku yang sok imut ini, selamat ya Melly. " Angel memeluk Melly, mencium kedua pipi sahabatnya itu.
"Thank Angel, you are my best friend"
"Untuk Andrew tercinta, jangan sekali-kali membuat sahabat Angel sedih. Kau akan tahu akibatnya jika itu terjadi" Angel menatap tajam ke arah kakak sepupunya itu.
"Yes my Angel. I swear " kata Andrew dengan senyum manisnya.
Mereka pun menikmati acara yang sangat meriah itu. Angel tampak menikmati sekali bersama para sahabat nya.
AUTHOR POV
Angel sedang duduk di taman dengan selembar kertas dan pensil. Ia sedang melukis bunga mawar kesukaan nya.
Tiba-tiba suara pria yang sangat ia kenal memanggilnya.
"Sayang kau disini" Bryan berjalan ke arah Angel.
"Iya bry aku disini" kata Angel masih fokus dengan gambar yang ia buat.
Bryan pun mendekat Angel dan duduk di samping Angel.
"Kau sedang apa sayang? " tanya Bryan.
Merasa kegiatannya terusik Angel pun kesal. "Kau lihatkan aku sedang apa! " kata Angel kesal.
Bryan terkekeh, kemudian memeluk Angel dan mencium pipi nya.
"Kau ini menggemaskan sekali Angel"
Angel terdiam karena bryan mencium pipinya. Bryan pun merapatkan dirinya dengan Angel .
"Sayang malam ini kita ke Kerajaan" ajak Bryan.
Angel menghentikan aktifitas nya, kemudian mengernyit kan dahinya,
"Kerajaan? " tanya Angel.
Sontak Bryan menepuk dahinya.
"Ya ampun aku lupa memberitahu mu jika aku adalah seorang Raja di Kerajaan Gerardious "
"ya ampun apa lagi ini" batin Angel.
"Baiklah aku akan ikut"
Bryan pun memeluk erat Angel dan mencium puncak kepala Angel
"Thank my Angel"
•••
Malam harinya Angel pun mempersiapkan dirinya untuk pergi bersama Bryan ke Kerajaan. Angel menggunakan pakaian yang telah di sediakan oleh Bryan.
Mereka pun melaju menggunakan mobil menuju kerajaan Gerardious saat mobil memasuki taman Angel sangat takjub melihat taman tersebut. Hingga sampailah mereka di Kerajaan.
Bryan turun dan membukakan pintu mobil untuk Angel "Keluarlah sayang, kita sudah di tunggu Mama dan Papa di dalam" kata Bryan sembari memegang tangan Angel dengan lembut.
Saat memasuki bangunan Kerajaan, mereka di sambut oleh para pelayan yang menunduk hormat. Bryan terlihat biasa saja bahkan tak perduli, sedangkan Angel tersenyum hangat kepada setiap orang yang di lewati nya. Dari jauh terlihat ayah dan ibu bryan beserta para tamu yang sudah menunggu Angel dan Bryan.
"selamat malam King Gerard " kata orang di meja makan tersebut bersamaan. Bryan tersenyum lembut dan menuntun Angel untuk duduk.
Mereka menyantap makan malam mereka dengan tenang. Angel tampak gugup karena berhadapan dengan Raja dan Ratu dari kerajaan lain.
"Bersikaplah sesantai mungkin sayang" bisik Bryan yang mengetahui gadisnya sedang gugup. Angel pun mengangguk mengerti, ia mulai releks. Ia bersyukur selama ini ia di ajarkan banyak hal tentang tata cara makan ala kerajaan atau di acara formal. Sehingga ia tidak akan mempermalukan Bryan pada jamuan kali ini.
•••
Suara alunan musik klasik terdengar di ruangan tengah kerajaan Gerardious. Angel dan Bryan sedang duduk berdua di pojok ruangan.
"Maukah kau berdansa dengan ku?" tanya bryan kepada Angel. Bryan berlutut di hadapan Angel , membuat wajah gadis itu memerah karena malu.Angel pun mengangguk menerima ajakan Bryan. Bryan pun menuntun Angel ke tengah ruangan.
"Bry aku tak bisa berdansa" kata Angel gugup karena semua pandangan tertuju padanya. Ralat lebih tepatnya Bryan.
"Tenang ada aku sayang, ikuti gerakan ku dan nikmati saja alunan musiknya"jelas Bryan.
Mereka pun berdansa berdua .Angel mengalungkan tangannya di leher Bryan, jarak mereka begitu dekat. Bahkan Angel bisa merasakan hembusan nafas Bryan yang menerpa wajahnya.
"Wah mereka sangat cocok ya"
"Romantis sekali mereka "
"Aku berharap mereka secepatnya menikah"
Semua orang memuji Angel dan Bryan. Angel tersenyum senang mendengarkan Perkataan orang tentang dirinya dan Bryan.
"I love you My Angel" bisik Bryan
"love you too my king" jawab Angel.
Tak terasa malam sudah semakin larut. Angel dan Bryan pun kembali ke mansion untuk beristirahat.
•••
Di dalam kamar Angel tersenyum senang. "Mommy ,Daddy. Angel sangat bahagia malam ini" batin Angel. Matanya menerawang jauh ke atas, ia tersenyum senang dengan rona bahagia yang terpancar jelas di wajah cantiknya.
"Love you my king," gumam Angel, sebelum akhirnya ia pun tertidur.
•••
SOMEONE SIDE
"Besok kita akan menculiknya" kata seorang wanita.
"Baik nyonya " kata seorang pria.
"Aku rasa dia sudah cukup bahagia sekarang. Tunggu kehancuran mu sayang" kata wanita itu dengan seringaian liciknya.
Bersambung...
__ADS_1