
AUTHOR POV
Angel mengerjapkan matanya berkali-kali hingga ia benar-benar sadar. Angle pun bergegas melakukan ritual mandinya. Tiga puluh menit kemudian ia keluar dari walk in closet menggunakan dress selutut berwarna putih gading.
Kaki mungilnya pun menuruni satu demi satu tangga. Hingga sampai lah ia di bawah dan menju ke meja makan.
"Hai sayang sinilah sarapan dulu"
"Iya Ma" lalu Angel duduk.
"M dimana Bryan, Papa dan yang lainnya?" tanya Angel karena sedari tadi ia tak melihat Bryan dan yang lainnya.
"Bryan bilang ke Mama kalau dia lupa memberitahumu, jika dia ada urusan di Kerajaan sayang. Tapi nanti siang ia akan pulang tenang saja" jelas Mama.
"Kalau begitu Angel akan memasak makan siang untuk mereka" kata Angel.
"Ah, itu ide yang bagus sayang, kamu bisa mengambil sayuran segar di kebun belakang. Tapi Mama tak bisa menemani mu, karena Mama akan menyusul Dad dan juga Bryan di Kerajaan" kata Marria, ibunya Bryan.
"Tidak apa Ma, ada banyak Maid yang akan menemani ku disini"
"Kalau begitu Mama pergi dulu ya sayang " kata ibu Bryan kemudian melenggang pergi dari sana, dan menuju istana menggunakan mobil.
Selesai sarapan Angel langsung menuju ke kebun belakang. Ia pun mengambil keranjang sayuran dan menuju ke kebun. Ia memetik beberapa sayuran segar.
Namun tiba-tiba ada yang menyekap mulutnya dengan kain. Dan kegelapan pun melanda.
•••
Angel pun sadar dengan tangan terikat, dan mulut tertutup lakban. Ia berada di ruangan yang minim cahaya dan pengap. Tiba-tiba masuklah seorang wanita dengan seorang pria yang berjalan di belakangnya.
Kemudian wanita itu Membuka lakban penutup mulut Angel secara paksa. "Shit!" umpat Angel .
"Kau sudah bangun sayang" kata wanita tersebut.
"Cih, jalang seperti mu ini tak pantas memanggil ku seperti itu! " jawab Angel dengan tatapan penuh amarah.
"Jangan berbicara seperti itu sayang" kata wanita itu dengan senyum liciknya.
"Hah, *****! Setelah kau bunuh Daddy ku, kemudian Mommy ku! Dan sekarang kau menculik ku! Apa yang kau ingin kan hah! " pekik Angel. Ia begitu benci melihat wanita dihadapannya ini. Ingin sekali Angel menghajar wanita itu habis-habisan.
"Hahahahah aku mengiginkan kehancuran mu sayang! Tak akan ku biarkan keturunan Chole bahagia" kata wanita itu.
"Dasar ***** tak tahu diri! Seharusnya kau tak pantas di kasihani! Jalang seperti mu tak pantas di hormati " pekik Angel kesal.
PLAKK!!
Tamparan keras mendarat di wajah Angel, Pria itu menampar Angel. Pria yang bersama wanita itu tampak begitu marah dan tak terima dengan perkataan Angel .
"Jangan kau sebut ibuku *****" kata pria di samping wanitatersebut penuh penekanan.
"Lalu apa hah! Jalang seperti kau Merlyn tak pantas di hormati " kata Angel. Membuat Pria tadi hendak menampar wajah Angel sekali lagi.
"Sudahlah Tristan keluar lah biar ibu yang mengurus gadis ini" kata Merlyn.
Tristan pun pergi keluar dan menutup pintu secara kasar.
"Cih jalang tak tau di untung! " kata Angel.
PLAAKK!
Pipi Angel ditampar oleh merlyn
"Seperti ini kah Chole mengajarimu berbicara Angel"
"Heh! Tak perlu berbicara sopan dengan ***** seperti mu. " teriak Angel.
PLAAKK!!
Sudut bibir Angel pun berdarah.
"Hanya ini rasa sakit yang kau beri hah" bentak Angel.
Merlyn marah dan menendang kursi Angel hingga Angel terjatuh.
"Aarrrgghhhhh shit!!" umpat Angel.
Lalu Merlyn menjambak rambut Angel kasar dan memaksa Angel berdiri. Ia mencengkam pipi Angel kasar, tapi gadis itu tak takut sedikitpun.
"Kau akan merasa kan sakit yang luar biasa sebelum kau mati Angel"
Kemudian merlyn keluar dan membanting pintu dengan keras. Namun tak lama ia kembali dengan membawa belati dan cambuk.
"Aku akan membuat mu menderita Angel" teriak Merlyn murka.
"cih, *****! " jawab Angel.
Sontak Merlyn mendekati Angel dan
CRASH!!
Ia mengiris pipi kiri Angel
"Oh shit!" Umpat Angel.
"Wajah mu akan tambah cantik jika aku menambahkan sedikit hiasan disini" kata Merlyn mendekatkan belati di pipi kanan Angel dan..
CRASH!!
Ia mngiris pipi kanan Angel lagi.
"AARRGGHH!" teriak Angel.
"Bagaimana sayang sakit bukan" kata Merlyn licik.
Kemudian ia melukai tangan Angel dan kaki Angel menggunakan belati yang ia pegang. Dress putih Angel kini telah dihiasi noda darah yang banyak, sehingga berubah menjadi merah. Tubuhnya mulai lemas karena banyak darah Angel yang keluar.
Setelah puas melukai Angel, merlyn membuka ikatan pada tangan Angel dan menendang tubuh angel hingga ia tersungkur di lantai.
Seakan belum puas menyiksa Angel merlyn mengambil cambuk dan mencambuk tubuh Angel.
PLETARRR!
__ADS_1
Suara cambukan Merlyn di tubuh Angel. Suara tersebut menggema keseluruh penjuru ruangan. Tubuh Angel semakin lemah
"Bry help me please" lirih Angel.
PLETARRR!
Merlyn mencambuk Angel lagi.
"Bry ku mohon" lirih Angel lemah .
BRAAAKK!!
Suara pintu terbuka secara paksa.
"Angel " teriak seorang pria.
"Andrew urus wanita itu cepat! " perintah nya.
Lelaki tersebut berjalan mendekati Angel dan merangkul tubuh Angel ke pelukan nya. "Bryan" lirih Angel dan kegelapan pun menghampiri nya, Angel tak sadarkan diri.
Ricko yang murka pun mengambil alih tubuh Bryan dan menghajar habis-habisan tubuh merlyn, hingga Merlyn mati.
BRYAN POV
~flashback on
Aku baru pulang dari kegiatan di Kerajaan. Aku bergegas memasuki mansion karena aku merindukan Angel. "Sayang "teriak ku saat masuk ke dalam mansion, namun tak ada jawaban.
Aku pun ke kamar "Sayang" teriak ku lagi, tapi tak ada jawaban. Kemudian aku mulai resah karena tak menemukannya kemudian aku ke taman bunga "My Angel where are you?" kata ku namun tetap tak ada jawaban.
Aku pun memutuskan untuk ke kebun belakang. Betapa terkejutnya aku melihatbeberapa maid dan Warior Pack terbaring lemas.
Aku melihat sekeranjang sayuran tergeletak di lantai dan ada secarik surat di atasnya. Aku pun membuka surat tersebut.
"Dia milik ku, terimakasih sudah membuatnya bahagia. Jangan ikut campur urusan ku! Aku akan membuatnya mati menderita! "
Sontak amarah ku memuncak. Aku pun memindlink Beta ku Harry
"Cari tahu siapa yang menculik Luna sekarang " perintahku
"Baik Alpha" .
Aku duduk di kursi taman sambil menunggu berita dari Harry.
"Alpha setelah diselidiki ternyata yang menculik Luna adalah anggota Pack Dark Moon " mindlink Harry
"Kerahkan semua Warior Pack terbaik kita. Aku akan menyusul" perintah ku lalu memutuskan mindlink ku.
Aku pun memindlink Andrew
"Drew Angel di culik Pack Dark Moon" kata ku.
"Sial Pack itu lagi! Aku akan membantu mu! " katanya
Lalu memutuskan Mindlink.
"Akan ku bunuh orang itu jika Mate ku terluka. Walau hanya seujung kuku! " kata Ricko murka.
"shit! apa yang dia lakukan kepada Angel" umpat ku.
Sesampainya di sana para warior bertarung, tak butuh waktu lama para Warior Pack Dark Moon sudah terkapar.
Kami pun memasuki kerajaan mereka. Aku melihat Tristan yang hendak menyerang ku. Aku pun berlari mendekati nya dan ku hajar dia habis -habisan tanpa memberikan nya kesempatan untuk menyerang.
"Arrrggggghhhhh !" teriak ku saat ku rasakan pipiku seperti di lukai pisau.
Tristan terkapar lemah. Aku pun Mendekati nya."Dimana Mate ku hah! " bentak ku.
"Mungkin dia sudah mati Sekarang! " katanya .
"Katakan dimana dia sekarang! " bentak ku sambil menarik tubuhnya kasar.
"dia di gu--dang be-lakang " katanya terbata-bata.
"Urus dia Harry, " perintah ku pada Harry .
"Andrew kau ikut dengan ku" kata ku pada Andrew.
Aku pun berlari menuju gudang belakang tempat Angel di sekap.
"Arrggghhh!! " teriak ku saat ku rasakan sakit di pinggang ku seperti di cambuk.
"Ada apa Bry?" Tanya Andrew dengan tatapan khawatir.
"Tidak kita harus cepat" kata ku.
Kemudian aku mendengar suara Angel "Bry kumohon " lirihnya lemah. Tak terasa air mata ku menetes, sesakit itu kah yang kau rasakan Gel.
BRAAKK!!
Suara pintu yang ku buka paksa. Aku melihat Angel telah berlumuran darah. "Angel!" teriak ku
"Andrew urus wanita itu cepat! " perintah ku.
Aku pun berlari mendekati Angel yang sudah lemah. Kemudian merangkul nya kepelukan ku.
"Bryan" lirihnya kemudian ia tak sadarkan diri.
Sontak Ricko marah dan mengambil alih tubuhku ia mencabik-cabik tubuh wanita itu hingga mati.
~flashback off
Aku membawa Angel kerumah sakit Pack. Saat sampai Angel langsung di tangani oleh para dokter. Aku sedang menunggu di depan ruangan Angel.
"Ini semua salah ku. Aku membiarkan nya sendiri di mansion" lirihku tanpa terasa air mata lolos dari pelupuk mata ku.
"Sudah lah Bry, itu bukanlah salah mu, intinya sekarang Angel sudah selamat " kata seseorang.
Aku pun melihat ke arah suara. Ternyata Andrew.
"Tapi aku gagal menjaganya Drew" kata ku.
__ADS_1
"sudahlah bry! Jangan menyalahkan dirimu terus! " kata Andrew menenangkan ku.
AUTHOR POV
Sudah seminggu lamanya Angel tak sadar. Setiap hari bryan berada di samping Angel, bahkan satiap saat.
"wake up baby please! " lirih Bryan, ia mengecup tangan Angel, memandang wajah gadis yang masih setia menutup kedua matanya.
"Ricko ini semua salah ku, sudah seminggu ia tak kunjung sadar Ricko" lirih Bryan.
"Ini salah ku juga Bry. Sudahlah berhenti menyalahkan dirimu. Kau tampak berantakan sekarang Bry" kata Ricko.
"Maksud mu Ricko? " tanya Bryan.
"Lihatlah dirimu, tak terawat, seharusnya kau juga merawat dirimu. Kalau Angel tau kau begini dia akan sedih Bry" jelas Ricko.
"Baiklah Ricko aku mengerti " lirih Bryan.
"Baguslah" kata Ricko.
•••
ANGEL SIDE
Angel berada di tempat yang sangat indah. Terdapat hamparan bunga, air terjun bertingkat serta sungai yang sangat jernih. Sungguh indah.
"Apa aku sudah mati? "gumam Angel, matanya menelusuri seluruh penjuru tempat tersebut.
"Tidak Angel, " kata seorang wanita di belakangnya. Sontak Angel pun menoleh.
"Kamu siapa?" tanya Angel.
"Panggil saja aku Moon" kata wanita itu. "lihat lah itu Angel".
Angle melihat seorang Pria yang sangat ia cintai menangis di samping nya.
"Bryan " kata Angel
"Kembalilah Angel, dia menyalahkan dirinya terus menerus, bangun lah" kata wanita tersebut. Sebelum Angel bertanya lagi, tiba-tiba sinar putih menyilaukan menerpa dirinya.
Angel mengerjapkan matanya berkali-kali. "Angel" lirih pria di samping nya
Angel tersenyum, namun tenggorokannya terasa kering sehingga ia tak bisa bicara. Seakan tau bryan mengambil air di atas nakas dan membantu Angel untuk minum.
"Gel maafkan aku, kalau aku tidak meninggalkan mu sendiri, kau tak kan seperti ini Gel" lirih Bryan.
Angel pun mengelus rambut bryan lembut "Berhenti lah menyalahkan dirimu Bry, aku baik-baik saja sekarang ".
Bryan pun memeluk Angel dan mencium puncak Kepala nya lama.
"Bry aku tak sadarkan diri berapa lama? " tanya Angel
"Seminggu sayang" jawab Bryan sembari mengelus lembut rambut Angel sayang .
"Lama juga ya Bry" Angel terkekeh.
"Aku mengkhawatirkan mu sayang " kata Bryan, Angel pun tersenyum senang mendengar Bryan berkata seperti itu.
"Kau lapar sayang?" tanya Bryan.
Angel pun mengangguk mengiyakan.
"Tunggu sebentar ya " Bryan pun keluar.
Tak lama ia datang membawa nampan berisi bubur dan segelas susu. Ia menyuapi Angel perlahan. Setelah selesai Bryan pun menyuruh Angel istirahat.
"Bry kapan kita pulang? " tanya Angel, entah kenapa Angel tidak betah berlama-lama di rumah sakit .
"Kalau kau sudah sehat kita akan pulangsayang. Istirahat lah" Bryan mencium puncak kepala Angel. Angel pun terlelap dalam mimpinya.
•••
2 days later...
Hari ini Angel pulang ke mansion Bryan. Angel masuk kedalam mobil bersama Bryan menuju mansion miliknya. Sesampainya di mansion Angel terlihat bahagia karena sahabatnya menyambut Kedatangan Angel.
Angel pun berbincang -bincang bersama sahabatnya di ruang tengah. "Kapan kalian menikah?" tanya Melly.
Sontak Angel yang sedang meminum tehnya tersedak.
"Secepatnya Mel" jawab Bryan.
Lagi-lagi Angel tersedak mendengar perkataan Bryan.
"Hati-hati sayang minumnya pelan-pelan " kata Bryan.
Angle pun kembali bercerita bersama kedua sahabatnya Melly dan Aster.
"Bry ayo ikut " kata Andrew.
Bryan pun mengikuti Andrew menuju taman belakang.
"Ada apa Drew? " tanya Bryan bingung.
"Besok ulang tahunnya Angel, kira-kira kau memiliki rencana? " kata Andrew.
"Em,tidak " kata Bryan
"Aku memiliki rencana bagus. Jadi rencananya gini.... " Andrew berbisik dengan Bryan. Dan menceritakan semua rencana yang akan mereka susun.
"Bagaimana?" Tanya Andrew.
"Iy aku setuju, kita akan membuat semua orang di mansion ini ikut berpartisipasi " kata Bryan dengan senyum misterius nya.
"Aku juga akan memberi tahu Melly dan Aster" lanjut Andrew.
"Pokoknya rencana kita harus berhasil " kata Bryan.
"Pastinya "kata andrew tersenyum licik.
Bersambung...
__ADS_1