My Possesive Mate

My Possesive Mate
BAGIAN 6


__ADS_3

*Rencana yang di buat Bryan dan Andrew telah tersusun rapi.


"Apa kau sudah siap Bryan? " tanya Andrew


"Yes, let's to play Drew" kata Andrew*.


AUTHOR POV


Angel mengerjapkan matanya, hingga pandangannya sudah benar-benar jernih. Ia pun menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Hari ini ia menggunakan dress berwarna navy.


Kakimungilnya pun menuruni satu persatu anak tangga hingga akhirnya ia sampai di lantai dasar. Ia melihat orang yangia cari sudah ada di bawah dengan setelan jas yang rapi.


Angel pun menyapa bryan.


"Morning Bry" sapa Angel.


Namun bryan hanya melirik nya, kemudian melewati nya saja, dan langsung pergi menggunakan mobilnya. Angel merasa sakit hati karena tidak di perdulikan oleh bryan


"Aku salah apa? " tanya Angel dalam hati.


Angel pun sarapan sendiri hari ini. Entah mengapa semua orang menghindarinya, bahkan tak memperdulikan Angel. Angel pun memutuskan untuk masuk kekamarnya. Karena ia sedari tidak di perdulikan.


"Salah Angel apa? Kenapa semua orang menghindari Angel" Angel kemudian menangis sejadi-jadinya. Hingga akhirnya ia tertidur.


•••


Pukul 18.00


Angel pun terbangun dari tidur nya. Ia duduk di tepian ranjang, namun saat ia hendak mandi, ia melihat sebuah dress berwarna merah dan heels berwarna hitam di sofa. Angel pun mendekati dress tersebut, dan ada secarik surat.


"Pakailah baju ini. Berdandan lah yang cantik aku menunggu mu di bawah jam 7 malam ini"


Angel tersenyum bahagia karena ia tahu kalau yang menulis surat ini adalah Bryan. Angel pun bersiap-siap. Ia mengenakan dress merah tersebut dengan heels berwarna hitam. Angel membiarkan rambutnya tergerai. Dan mengoles lipstick berwarna maroon.


Setelah siap. Angel pun turun kebawah. Namun ia tak melihat kehadiran Bryan. Angel memutuskan untuk duduk di sofa  ruang tengah. Namun tiba-tiba ada yang menyekap mulutnya. Dan kegelapan pun melanda Angel. Harry membawa dengan hati-hati Angel ke Istana Kerajaan Gerardious. Disana semua orang telah menunggu kehadiran Angel. Mereka pun meletakkan tubuh Angel di tengah ruangan. Dan mematikan seluruh lampu.


ANGEL POV


Aku mengerjapkan mata ku berkali-kali. Saat ini aku berada di ruang gelap seperti waktu Ku di culik. Tunggu jangan-jangan aku di culik.


Namun tiba-tiba lampu hidup.


"Sureprise!!" kata semua orang


Sontak aku kaget dan menutup mulutku tak percaya.


"Happy Birth Day Angel... Happy birth day Angel... " Mereka menyayikan lagu selamat ulang tahun untuk ku.


Tiba-tiba pria yang ku rindukan datang, ya dia Bryan. Dia membawa sebuah kue dengan hiasan bunga mawar kesukaan ku.


"Happy birth day baby" katanya lalu mencium puncak kepala ku.


Aku terharu dan meneteskan air mata ku. "kalian mengerjaiku " kata ku dengan mata berlinang air mata bahagia.


"ini semua rencana Andrew Gel" kata Melly.


"Kemarilah sayang, buatlag sebuah permintaan dan tiup lilin nya " kata Bryan.


Aku pun menutup mataku membuat permohonan dan menciup lilin.


"Happy birth day my Angel" kata Andrew dan ia memberikan sebuah kado.


"Thank Drew" kata ku.


Ia tersenyum, dan menyangkat Kedua jempol nya.


"Happy birth day Luna" kata Aster dan Harry dan memberikan ku kado.


"Thank Harry, Aster" kata ku.

__ADS_1


Lalu kami pun menikmati acara yang di buat oleh Bryan dan Andrew. Hingga Bryan mengajak ku untuk mengikuti nya. "sayang kemarilah" katanya


Aku pun mendekati nya dan ia langsung memegang tangan ku lembut. "Ah iya, tutup mata mu dulu sayang" lalu ia menutup mata ku dengan sebuah kain berwarna hitam.


Ia menuntunku untuk mengikuti nya. Hingga ia berhenti dan melepaskan penutup mata ku.


"Bukalah mata mu sayang " katanya


Sontak aku kaget melihat pemandangan di depan ku.


•••


AUTHOR POV


"Bukalah mata mu sayang"


Sontak aku kaget melihat pemandangan di depan ku.  Lantai di penuhi dengan kelopak bunga mawar, Serta rangkaian bunga mawar di sekeliling taman berbentuk hati dengan bertuliskan inisial A&B.  Kemudian ada kumpulan lilin berbentuk love. 


"Oh God ini sangat menakjubkan" batin ku takjub.


Bryan menuntunku untuk di sebuah kursi yang indah di hiasi dengan bunga-bunga.  Aku pun duduk dan ia pun pergi tiba-tiba ada sebuah layar. Lagi-lagi aku terkejut di layar itu adalah momment dimana saat aku sedih,  saat aku sakit,  saat aku dan Bryan berdansa. Dan yang terakhir adalah saat Bryan mengucapkan ulang tahun untuk ku. Lagi-lagi aku terkejut dan menutup mulut ku tak percaya.  Setelah layar mati munculah balon-balon bertuliskan.


WILL YOU MARRY ME ANGEL??


Dan tiba-tiba Bryan sudah ada di depan ku dan berlutut dengan membawa kotak beludru yang didalamnya terdapat cincin yang cantik.


"Will you marry me" tanya Bryan.


Tanpa terasa airmata ku jatuh,  ya air mata kebahagiaan. Aku pun menjawab ." TIDAK BRY! " kata ku.  Lalu ia terlihat murung dan sedih. 


Aku terkekeh. "Maksudku,  tidak Bry,  tidak ada alasan untuk ku agar menolak mu,  jadi aku akan jawab. "yes I do" kata ku sembari tersenyum.


Bryan yang tadi murung kini menjadi bahagia. "Thank baby" katanya lalu memasangkan cincin.  Dan cincinnya sangat pas melingkar di jari ku.


Bryan pun memeluk ku,  kemudian mencium puncak kepala ku.


"I love you soo much baby" katanya tanpa melepaskan pelukannya


•••


AUTHOR POV


Setelah Bryan melamar Angel kemarin,  seminggu kemudian  mereka memutuskan untuk menikah . Segala keperluan sebelum hari pernikahan sudah mereka siapkan. persiapkan mulai dari pakaian, dekorasi, makanan,  sampai rangkaian bunga yang akan menghiasi ruangan.


Hari ini semua orang sibuk karena tepat nya besok adalah hari yang sangat di tunggu.  Ya hari pernikahan Angel Allicia Richard  dan Bryan Gerard Friedrich.


Terlihat para maid sedang sibuk mendekorasi ruangan yang di pakai untuk tempat Angel dan bryan mengikrarkan janji suci mereka.


Angel sedang bersama para maid sedang merangkai bunga. Tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar di pinggang Angel


"Aku merindukan mu sayang " suara pria yang sangat Angel kenal,  siapa lagi kalau bukan bryan.


"Ya ampun Bry,  baru tiga puluh menit aku disini,  dari tadi juga aku dengan kamu terus kan" kata Angel sembari tersenyum.


"Ya,  bagi ku tiga puluh menit itu seperti tiga puluh hari sayang " Bryan berkata dengan nada manjanya. Ia tampak cemberut saat ini.


Angel terkekeh geli "Dasar, Alpha jelek"  ejek Angel.


Bryan pun mencium pipi Angel,  dan memutar tubuh Angel.  Kemudian..


Bryan mencium bibir Angel sekilas,  yang membuat pipi Angel merona.


"Bryan,  malu dilihat orang"kata Angel kesal.


"Biarkan saja mereka melihat sayang " kata bryan yang di hadiahi cubitan di lengannya.


Para maid menahan tawa melihat kelakuan Angel dan Bryan.


"sayang udah ah sakit" mohon Bryan dengan puppy eyesnya karena Angel terus mencubitnya.

__ADS_1


Angel pun menghentikan cubitannya dan terkekeh. Lalu ia mencubit pipi Bryan gemas "Kau lucu sekali kalau begini Bry" kata Angel."sudah ah kamu istirahat sana, pasti kamu capek kan " kata anAngele sembari mengacak rambut Bryan.


"Kau tidak suka  aku disini em? " kata Bryan sembari mengerucutkan bibirnya. Angel pun menangkup pipi Bryan. "Sayang,  kamu pasti capek kan. Istirahatlah," lalu Angel mencium pipi Bryan sekilas. Yang membuat bryan terpaku karena ia tak pernah di cium oleh Angel sebelum nya.


"Baiklah sayang,  kamu juga harus istirahat ya" kata Bryan kemudian mengecup puncak kepala Angel.


"Iya sehabis ini aku akan istirahat " kata Angel.


Bryan pun melenggang pergi ke kamar di istana,  karena pernikahan besok berlangsung di istana. Angel pun melanjutkan pekerjaan nya merangkai bunga yang sempat tertunda tadi.


Setelah pekerjaan nya selesai, Angel pun masuk ke kamar nya dan hendak beristirahat. Ia sedang duduk di pinggir ranjang.


"Mommy, Daddy Angel akan menikah besok.  Andai masih ada kalian Mom Dad. Love you mom love you dad" lirih angle sembari memeluk foto keluarga nya.


•••


Angel sudah siap dengan gaun berwarna putih tanpa lengan yang menutup indah di tubuhnya. Dan tiara kecil dan bunga yang menghiasi kepala Angel. Angel melihat pantulan dirinya di cermin. "Apa ini benar aku? " tanya Angel pada dirinya sendiri.  Ia tersenyum melihat pantulan dirinya di depan cermin.


Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan Melly dan Aster sahabat Angel.


"Ini kamu Angel, kamu sangat cantik" kata melly tak percaya.


"Dan ku pastikan Bryan tak kan berkedip saat melihat mu" lanjut Aster.


"Ah kalian bisa saja,  sini peluk aku" Angel merentangkan kedua tangannya mereka pun berpelukan.


"Hey Mel,  As kalian kapan nyusul" tanya Angel dengan senyum jahilnya.


"Secepatnya lah" kata Aster .


"Kalau aku dua minggu dari sekarang" kata Melly.


Mereka kembali berpelukan ,  hingga suara seorang pria di depan pintu membuyarkan mereka. "Sudah peluk-pelukannya,  di bawah sana orang-orang sudah menunggu"


Angel pun mengangguk mengiyakan.


Andrew pun menggandeng tangan Angel.  Karena Andrew lah yang akan menemani Angel menuju altar.


"Drew andai Dad masih ada ya,  pasti dia yang akan mengantar ku ke Altar" lirih Angel.


"Sudah jangan sedih,  mereka sudah tenang Gel.  Mereka pasti bahagia melih mu seperti ini. " kata Andrew menasehati adik sepupunya.


Tak terasa mereka sudah berada di lantai dasar. Semua mata memandang Angel takjub.  Terlihat orang yang sangat Angel cintai di depan sana  menggunakan pakaian kerajaan berwarna merah. Angel tersenyum ramah dengan semua orang hingga tak terasa mereka sudah berada di depan Altar.


Andrew pun memberikan tangan Angel ke Bryan.  Bryan pun membantu Angel naik ke Altar.


Bryan pun memasangkan jubah kepada Angel .Kemudian merekapun mengikrarkan janji suci mereka di depan semua orang.  Setelah itu bertukar cincin dan sah lah mereka sebagai pasangan suami istri.


"I love you My Queen" bisik bryan


"I love you too My King" jawab Angel dengan senyum manis nya.


Mereka pun turun dari Altar dan menuju keluar untuk menyapa rakyat mereka di luar.


•••


Malam harinya mereka melangsungkan resepsi.  Para tamu undangan sudah terlihat memenuhi ruangan.  Angel  dan Bryan menyapa para tamu dengan ramah.


"sayang apa kamu lelah? " tanya Bryan.


"Tidak Bry,  aku sangat bahagia hari ini,  jadi tak akan ada kata lelah" kata Angel sembari tersenyum.


"Aku juga bahagia sayang" kata Bryan lalu mencium puncak kepala istrinya.


Merekapun menikmati acara yang berlangsung. Hingga sampailah di ujung acara,  yaitu berdansa bersama.  Terlihat Aster dan Harry serta Melly dan Andrew yang sudah berdansa.


"Sayang ayo kita berdansa" ajak Bryan. Angel pun mengangguk dan mereka pun berdansa bersama.


Tak terasa malam sudah hampir larut,  para tamu undangan mulai meninggalkan istana dan pulang. 

__ADS_1


Angel dan Bryan pun memasuki kamar yang telah di siapkan.


Bersambung...


__ADS_2