
"Risa apa riasan wajahku tidak berlebihan..??"tanya seorang gadis memakai dress merah selutut yang sibuk bekaca ..
"Tenang Elisa kamu sempurna sekali .."jawab Clarissa \(rissa\)sambil mencubit pipi Elisa gemas lalu duduk"Elisa malam ini kamu boleh minum sepuasnya " Clarissa melanjutkan kata\-katanya ...
"Elisa nanti kalo ada yang nanya umur kamu, bilang udah umur dua puluh dua tahun oke!"Devira \(vira\) wanita yang duduk di sebelah Clarissa ikut bicara ..
"Vira ..??,kenapa harus dua puluh dua tahun kan kita baru enam belas tahun..? dan Rissa gua ngga mau minum takut mabok kan gua ngga pernah minum.."tanya Elisa polos ..
Clarisa bangun dari duduknya menjawab sambil mengambil tas "Elisa pertama kalau kamu bilang umur elu enam belas tahun elu ngga akan di ijinin masuk,kalo masalah ngga mau minum si terserah kamu "jawab Clarissa dengan senyuman merendahkan .
" Udah siap semua kan ..lest go!!"seru Devira .
Ketiganya kemudian keluar dari rumah Clarissa ,masuk ke dalam mobil merah milik Clarissa.,Clarissa menyetir meski pun belum punya SIM tapi Clarissa begitu nekat..,bahkan itu sudah menjadi keseharian Clarissa pulang pergi sekolah menyetir mobil ssndiri...
***
Clarissa menghentikan mobilnya di sebuah gedung.
Dilihat dari bagian luar , gedung itu sangat terang namun ketika memasukinya di dalam terlihat gelap hanya ada lampu warna-warni yang berputar ,di sertai bunyi musik yang sangat keras ..
"Mau minum apa ??"tanya Clarissa mendekat ke telinga Elisa seperti orang hendak berbisik karena musik yang sangat keras.
"Terserah asal tanpa alkohol ?"jawab Elisa mengikuti Clarissa ..
Setelah tiba di bar Clarissa memesan minuman mereka bertiga duduk bersampingan ..,tiga orang pria menghapiri mereka, tanpa rasa malu atau enggan Clarissa dan Devira cipika cipiki dengan pria tersebut ,Ketika salah satu pria tersebut mengarah ke Elisa bau alkohol begitu menyengat di hidung Elisa dengan cepat mendorong mundur pria berbau alkohol tersebut..
"Dia cantik" Ucap salah satu pria itu dengan senyuman dan tatapan sinis ..
__ADS_1
Clarissa hanya mengedipkan sebelah matanya..,mengode Devira agar mengajak Elisa pergi.
"Lisa temeni gua ke toilet "Devira berbicara sambil tangan menarik Elisa .., tanpa banyak tanya Elisa hanya mengikuti Devira dari belakang ,setelah Devira dan Elisa sudah berlalu ,Clarissa mulai bicara .."Gua lakuin tugas gua lu lakuin tugas lu !!" Clarissa mengulurkan tangan kemudian melanjutkan berbicara "Jatah gua "
Pria tersebut memberi Clarissa sejumplah uang dan Clarissa menghitungnya ,tak lama kemudian tiga kopi pesanan Clarisa datang...Clarissa meletakan bubuk putih di salah satu kopi lalu mengaduknya ..
Dari kejauhan dua orang berbeda dari tempat berbeda sedang mengintai mereka ..Satu diantara mereka mengintai dari sebelum mereka masuk..
Waktu Devira dan Elisa datang hanya ada Clarissa artinya tiga pria tadi sudah pergi, Elisa menghembuskan nafas lega..
Clarissa memberi kopi yang di campurkan bubuk putih tadi ke pada Elisa, tanpa curiga Elisa meminumnya .. ketika Elisa telah meminum habis kopinya tiba-tiba pandangan Clarisa buram pikirannya entah terbang kemana..
Tiga pria yang sudah pergi mereka datang lagi samar samar Elisa mendengar suara Clarissa" Kasih dia ke mami "mendengar suara Clarissa Elisa mencoba memberontak namun apa daya Elisa yang kini dalam pengaruh obat terlarang ..
Sebelum pergi Devira melihat Elisa tak tega , namun apa daya sebelumnya dia juga di perlakukan sama diam-diam air mata Devira menetes mengingat masa lalunya ..
"sebelum kita kasih ke mami ngga ada salahnya kan kita cicipi "suara salah satu pria tersebut ..
Elisa mendengar perkataan pria tersebut hanya bisa menangis ..lalu di seret tubuh mungil Elisa ke sebuah kamar .., sebelum sampai di kamar samar-samar Elisa melihat bayangan lalu memukul salah satu dari mereka ,
Tanpa ia sadari masih ada satu orang yang mengawasi mereka ..yaitu seorang intel polisi yang hendak melakukan razia tempat hiburan malam itu karena di curigai terlibat perdagangan manusia juga narkoba ..
Melihat Elisa di bawa pergi intel polisi itu mengikuti nya hingga tiba di sebuah hotel.
***
'*Mantu lagi ...*cucu lagi ....*mantu lagi .. *cucu lagi ..*apa di pikiran mama cuma ada itu***** ' batin kenan yang sedang duduk di sebuah bar..
__ADS_1
Sebelum Kenan memesan sesuatu .., Kenan melirik wanita yng ada di sampingnya..,
Awalnya Kenan masa bodo ,namun melihat dan mendengar transaksi perdagangan manusia yang melibatkan gadis kecil tak berdosa tiba-tiba simpati Kenan seolah terpanggil 'Apa dia mau menjual temannya ..' tanya kenan dalam hati..
'Apa yang dia masukan ..?? apa dia akan meminumnya sendiri ?? ' kenan sangat penasaran ..
Tak lama kemudian Kenan melihat gadis lain datang tanpa dosa tanpa curiga menghabiskan kopi yang di isi oleh obat terlarang ,Kenan sejenak memperhatikan efek dari obat itu.
Ia bertambah geram melihat gadis setengah sadar itu di perlalukan kurang ajar oleh tiga laki-laki bejat.
Niat Kenan yang datang untuk menghabiskan malam bersama minuman beralkohol di urungkannya ...Kenan lebih perduli pada nasip gadis yang kini di sebelahnya ..
Insting Kenan berkata untuk mengikuti dan menyelamatannya .
***
Di hotel "Agh.. berat banget ini cewek, tangan gua kebas di buatnya " gumam Kenan sambil menaruh pelan tubuh Elisa ke kasur..lalu pergi meninggalkan Elisa hanya untuk sekedar mandi ..
Selesai mandi Kenan melihat Elisa masih dalam posisi sama ..'Dia cantik..,.. sayang sekali jika harus menjadi wanita penghibur dan sialnya dia begitu polos ..Tuhan kenapa saya terlibat dalam masalah ini hanya demi gadis bodoh itu ..dan sekarang kenapa jantung saya seperti hendak keluar gari tempatnya ..' Kenan melamun sambil memegang dadanya dengan satu tangan merasakan detak jantungnya perdisko tak menentu lalu mengambil susu kemudian meminumkan perlahan pada Elisa , Ketika Kenan hendak bangun Elisa seperti hendah muntah Kenan dengan sigap memapah Elisa ke wastafell Elisa langsung memutahkan semua isi perutnya dengan begitu efek obat terlarang yang di berikan Clarissa segera berkurang..
Jam menunjukan pukul 2 dini hari Kenan berfikir untuk memesan satu kamar disebelah kamar Elisa namun niatnya di urungkan melihat kondisi elisa yang belum memungkinkan untuk ditinggal ..
Ketokan pintu kamar hotelnya membuyarkan lamunan Kenan..Kenan terlebih dahulu melihat siapa tamunya dari pintunya yang memiliki akses khusus utuk melihat siapa yang ada di depan pintu ..
"Syukurlah polisi "gumam kenan sambil membuka pintu ..
"Selamat malam tuan ,Anda kami tangkap atas dugaan perdagangn manusia"sapa petugas kepolisian tersebut.
__ADS_1
Kenan menyadari kesalahannya lalu mengikuti intruksi petugas tapi sebelumnya Kenan menitipkan Elisa ke pada petugas.
...