
"Kennan ,kamu sudah pulang ?,apa kamu baik-baik saja ?,apa ada yang terluka? ,ceritakan pada mama apa yang sebenarnya terjadi ?" begitu bertemu sang ibu kennan langsung di berondong banyak pertanyaan, karena mamanya baru pulang dari negara sakura menjenguk bisnis juga menjeput ponakannya .
"Mama ..,Kennan baik-baik saja "kata Kennan sambil memeluk mama nya.
"Mama khawatir nak ". Air mata wanita paruh baya itu kini mulai menumpuk di ujung mata,kemudian perlahan menetes.
"Mama ngga usah khawatir Kenan baik-baik saja "jawab Kenan sembari menghapus air mata mamanya .
"Onichan , "gadis seumuran Elisa berlari memeluk Kennan.
Kennan pulang di jemput sekertaris dan pengacaranya ,setelah seharian berada di kantor polisi ,bagi seorang Kennan Hideko Bagaskara ,itu bukan hal sulit karena Kennan sering berurusan dengan hukum .
Mereka bercerita sambil memasuki rumah ,Kennan tidak menanyakan papanya karena Kennan tau sekarang papanya ada perjalanan bisnis di luar kota.
Kennan asik bercerita hingga Kennan melupakan sesuatu ,Kennan baru mengingatnya saat Yuriko adik sepupu Kennan bertanya"Onisan,Yuri mau tanya boleh".
"Tentu ".Jawab kennan lembut,sambil mengelus kepala adik sepupunya .
Yuri menggigit bibirnya karena ragu-ragu ,tapi Yuri telah membulatkan tekatnya untuk bertanya "Yuri dengar kabar bahwa saat penggrebekan kakak di hotel bersama wanita " .
Mama kennan menoleh , ia tidak percaya karena mama Kennan paham betul bagaimana putranya , puntranya tidak pernah dekat dengan wanita kecuali mamanya dan Yuri karena bagi Kennan Yuri sudah seperti adik kandungnya dan menjadi kesayangannya .Kennan bahkan terlihat alergi pada wanita bahkan ketika bibi nya berkunjung pun dia bersikap sangat dingin dan tak jarang menyembunyikan dirinya .
"Si bodoh itu "Kennan beranjak dari tempat duduknya lalu berpamitan pada ibunya dengan tegesa-gesa .
"Onichan,bolehkah Yuri ikut ".tanya Yuri ragu-ragu.
kennan memutar kedua bola matanya lalu mengangguk sebagai jawaban.
Kennan masuk kedalam mobil sport kesayangannya ,disusul Yuriko yang duduk di sebelah kenan ,lalu melanjukan mobilnya perlahan meninggalkan rumah besarnya .
Kennan menanyakan Elisa di kantor polisi di mana Kenan di tahan dan di hotel tempat Kennan menginap ,namun Kennan tidak mendapatkan informasi apa pun tentang Elisa.
Kennan masuk ke dalam mobil sambil menggerutu sambil memukul setir mobilnya "Ah sial di mana gadis bodoh itu."
"Onichan baik-baik saja " suara Yuriko mengagetkan Kennan ia baru sadar ia bersama Yuriko saat ini.
"Yuri ,maaf."tiba-tiba Kennan merasa bersalah.
__ADS_1
"Onichan,sebaiknya kita pulang , serahkan saja ini pada orang-orang kakak untuk mencarinya,onisan belum mandi kan ? bau onisan menusuk di hidung Yuri." Yuri mencoba mencairkan suasana.
Kennan merasa bahwa kata-kata Yuri itu benar, lalu Kennan memutuskan untuk pulang .
Walau pun sebenarnya Kennan masih sangat ingin mencari ,tapi ia bersama adik sepupunya yang baru tiba di jakarta pagi tadi.
***
Di rumah sakit pria paruh baya sedang duduk memandangi sebuah foto di tangan nya ,air matanya jatuh membasahi pipinya matanya memerah sepertinya ia telah lama menangis.
"Bunda maafkan ayah yang gagal menjaga putri kita,ayah lalai dalam tugas sebagai ayah, ayah telah kehilangan bunda ayah tidak mau dan tidak siap jika harus kehilangan putri semata wayang kita." Gumam pria paruh baya tesebut.
"Ayah ..,Maafkan Elisa , Elisa tidak pernah mendengarkan nasehat ayah." Suara Elisa mengagetkan ayahnya "Aku mohon ayah jangan menangis ."
"Elisa ..Ayah tidak menangis ,hanya saja mungkin ayah lelah jadi mata ayah berair" Ayah Elisa memeluk Elisa mencoba meyakinkan putrinya bahwa ia baik-baik saja, karena jika beliau menunjukan rasa sedihnya itu akan memperburuk suasana hati Elisa .
Siang itu juga Elisa di ijinkan pulang karena Elisa hanya butuh istirahat .
flasback*
Mendengar putrinya terkena masalah dan hampir diperjual belikan untuk menjadi wanita malam ayah Elisa langsung menuju lokasi kejadian sepanjang jalan ia terus menggerutuki dirinya sendiri "Ayah macam apa aku ini hingga membiarkan putri semata wayang ku dalam bahaya."
flashback off*
Di rumah Elisa duduk memeluk dua lututnya sambil menangis dia tidak mau makan sejak pagi Elisa terus-terusan menangis, ia berfikir bahwa tidak akan ada lagi lelaki yang sudi dengan nya karena ia telah di lecehkan sedemikian rupa, dia merasa dirinya kotor.Belum lagi media pasti telah memberitakan tentangnya bahkan fotonya pun munking sudah terpampang di mana-mana.
Elisa tidak tahu bahwa Kennan menyelamatkanya sebelum tiga pria brengsek itu melakukan sesuatu terhadapnya.
Ayah Elisa mencari info tentang orang yang menyelamatkan putrinya ,ternyata mencari Kennan adalah hal yang mudah karena Kennan adalah seorang pengusaha terkenal .
Sore hari ayah Elisa pulang lebih awal agar dapat memberikan waktu lebih untuk putrinya .
Namun ayah Elisa sangat sedih saat mendengar kabar dari bi Ami bahwa Elisa tidak mau makan, bi Ami adalah asisten rumah tangga yang merawat Elisa dari kecil .
Ayah menyuruh bi Ami untuk mencarikan asisten rumah tangga baru untuk membantu tugas bi Ami agar bi Ami lebih fokus kepada Elisa.
Ayah Elisa menghapiri Elisa membawa nampan berisi makanan dan susu untuk Elisa, ayah sangat terpukul, melihat anak semata wayangnya sedang duduk besandar namun tatapannya kosong matanya mulai bengkak karena menangis.
__ADS_1
Ayah mencoba membujuk Elisa supaya makan tapi tetap saja Elisa tidak mau makan Elisa hanya memakan roti dan meminum susu sebelum akhirnya ia tertidur .
Ayah Elisa berdiskusi dengan bi Ami dan telah di putuskan bahwa dua hari lagi mereka akan mengadakan syukuran kecil-kecilan atas selamatnya Elisa dari marabahaya,berharap itu akan membuat Elisa melupakan masalahnya .
***
Saat makan malam Kennan hanya membolak-balikan sendok yang ada di tangannya,Yuriko dan mama Hideko hanya saling padang dan tersenyum melihat tingkah Kennan .
Karena sebelum makan malam Yuriko sudah menceritakan semuanya ke mama Hideko .
Kennan bertamitan padahal makanannya belum tersentuh sama sekali, mama Hideko mulai khawatir dengan putranya 'Apa wanita itu sangat berarti untuk putraku ? semoga dia gadis yang baik,dan semoga Tuhan segera menyatukan mereka'. Doa mama Hideko dalam hati.
Sementara Kennan membaringkan badannya di kasur sambil membolak-balikan ponselnya , ia begitu resah melihat jam sudah menunjukan pukul 22:00 namun belum ada kabar dari orang-orangnya tentang keberadaan Elisa .
"Agh..,mengapa mereka lama sekali , Apa mereka sebegitu bodohnya mencari satu gadis saja tidak becus."Kennan mengumat sambil menjambak rambutnya sendiri.
Ketika Kennan hendak menghempaskan ponselnya ke lantai, tiba-tiba ponselnya berdering,Kennan sejenak memperhatikan siapa yang menelfonnya , namun Kennan tidak mengenal nomor ponselnya tanpa berfikir panjang Kennan mengangkatnya.
"Hallo ,maaf ini dengan siapa ?" tanya Kennan.
"Apa benar ini dengan tuan Kennan?"tanya pria paruh baya di sebrang telepon.
"Iya benar,ada perlu apa?"Kennan mencoba menekan emosinya .
"Saya Hery Setiawan ,ayah dari Elisa Setiawan ,gadis yang di selamatkan tuan semalam saya sangat berterima kasih atas bantuan tuan ,"ayah Elisa berhenti berbicara sebelum melanjutkannya kembali "Jika tuan berkenan sudikah tuan datang ke guduk saya saya ingin mengadakam sukuran kecil-kecilan karena putri saya telah terlepas dari mala petaka berkat bantuan tuan." kata pria payuh baya itu panjang lebar.
Kennan tesenyum ,bahkan Kennan meloncat kegirangan .
Mama Kennan yang datang membawa makanan untuk Kennan,Karena sejak siang Kennan belum makan ,melihat putranya begitu bahagia Hideko tersenyum dan membiarkan putranya untuk sementara ,paling tidak sampai putranya selesai menelepon.
"Hallo tuan , apa tuan masih ada di sana?" Tanya ayah Elisa karena pertanyaannya tak kunjung mendapat jawaban.
"Oh ..iya ..tuan saya mau dengan senang hati "jawab Kennan bahagia.
"Baiklah tuan saya akhiri dulu nanti saya kirim lewat email alamat dan waktunya."kata ayah Elisa meng akhiri nya.
"Putra mama kenapa sangat bahagia"sindir mama Hideko yang sejak tadi menguping "berarti sudah mau makan dong."
__ADS_1
"Baiklah ma."Jawab Kennan sambil mengambil nampan berisi makannan yang di bawa sang mama.