My Stupid Woman

My Stupid Woman
Nyonya Elisa Bagaskara


__ADS_3

Jam sepuluh pagi Kennan melakukan ijab kabul, acara pernikahan Kennan dan Elisa terbilang sangat sederhana, hanya di hadiri keluarga terdekat, termasuk orang tua Yuriko yang tidak bisa menyaksikan acara tukar cincin pun hari ini hadir untuk menyaksikan acara pernikahan Kennan dan Elisa.


"Pak Hery ini adik saya Hachiro Ishida dan ini istrinya Aiko Ishida. "Hideko memperkenalkan keluarganya "Maaf baru memperkenalkan di karenakan mereka baru datang semalam dan dia tidak ikut ke dalam masjid karena mereka non muslim."imbuh Hideko saat berkumpul di rumah Kennan, karena Kennan baru saja memboyong Elisa.


"Oh iya tidak apa, saya Hery ayah dari Elisa. "Hery mengulurkan tangan dan langsung di sambut oleh Hachiro dan Aiko. "Senang berjumpa dengan anda." imbuh Hery.


Hachiro dan Aiko membungkukan badannya dan berkata "Hajimimashite." sebagai mana tradisi orang jepang yang artinya (senang berjumpa dengan anda) itu adalah kalimat yang hanya di ucapkan sekali saat pertama perkenalan.


"Apa putri anda tidak ikut sehingga kalian hanya datang berdua. " Tanya Hery pernah mendengar bahwa Hachiro sudah mempunyai seorang putri.


"Paman aku lah putrinya."Yuriko mengerucutkan bibirnya dan yang lain hanya tersenyum.


"Ma maaf saya kira Yuriko adalah adik kandung Kennan. "Hery tersenyum sedikit malu karena pertanyaanya.


"Paman Yuriko ini anak bungsu dari keluarga Bagaskara dan anak sulung di keluarga Ishida. "jawab Kennan yang langsung di sambut tawa pecah dari mereka semua.


"Anechan sejak kapan Anechan jadi mualaf. "Tanya Aiko (Anechan untuk kakak perempuan sedangkan Onichan untuk kakak laki-laki).


"Sudah satu bulan, maaf anechan membawa Yuriko masuk islam. "Hideko memengang tangan Aiko sambil menunduk.


"Tak apa anechan suatu hari nanti saat saya sudah menetap di sini saya juga akan mengikuti jejak anechan. "Aiko tersenyum lalu mengangkat wajah Hideko dengan kedua tangannya. "Anechan jangan bersedih di hari baik. "imbuhnya.


"Onichan kapan Elisa akan masuk sekolah di sekolah Yuri. "Yuri menatap Kennan berharap mendapat jawaban.


"Tiga hari lagi biar sekalian hari senin. " jawab Kennan, yang langsung mendapat cubitan dan pelototan dari Elisa yang duduk disebelahnya.


"Kenapa kamu seenaknya mengatur hidupku. "bisik Elisa.


"Kita bahas nanti. "jawab Kennan masih dengan berbisik.


Menjelang maghrib rumah Kennan sudah menjadi sepi karena semua sudah kembali ke kekediaman masing-masing, sedangkan orang tua Yuriko pulang ke rumah orang tua Kennan.


"Dimana kamarku aku ingin mandi. "Elisa bangun dari tempat duduknya.


"Apa kamu tidak ingin berkenalan dengan para asistenmu dulu? "tanya Kennan.


"Asisten? "Elisa masih tidak paham dengan kata-kata Kennan.


Kennan berdiri lalu merangkul Elisa "Nyonya Elisa Bagaskara, sekarang kamu adalah ibu rumah tangga tentu asistenmu adalah asisten rumah tangga. "jawab Kennan sambil menarik hidung Elisa.


"Sejak kapan namaku berubah? "Elisa tajam ke arah menatap Kennan.

__ADS_1


"Apa anda sudah pikun Nyonya Elisa Bagaskara. "Kennan menyetil pelan ujung kepala Elisa "Bukankah tadi pagi anda menyanggupi menjadi nyonya Kennan Hideki Bagaskara. " Kennan berjalan menaiki tangga, yang langsung di ikuti Elisa.


"Kamu berhutang pnjelasan padaku. "Elisa berjalan mendahui Kennan.


"Kenapa banyak sekali pintu? "Elisa berbalik lalu menunggu Kennan yang masih berjalan santai.


Kennan menggandeng tangan Elisa "Ikutlah !"Kennan membuka pintu pertama dari tangga "Masuklah ini kamarmu tepatnya kamar kita. "


Elisa melihat kasur besar dengan bunga mawar yang berbentuk love dan nama Elisa di tengahnya "Ini kamarku atau kamar hotel? "Elisa masih tak percaya.


"Ikutlah kita mulai jelajahi istana kita di mulai dari kamar sang ratu. "Kennan menarik Elisa dan Elisa masih tekagum melihat besar dan mewah kamar barunya.


"Disini kamar gantimu dan ini lemarimu,dan disini jika kamu ingin berhias, lalu ini kamar mandi "Kennan sibuk menjelaskan seluruh ruangan di kamarnya.


"Kennan ini kamar atau ruang tamu? ini empat kali lipat kamar ku dulu. "Elisa masih tak percaya dengan kamar barunya.


"Ini semua milikmu Elisa." Kennan berlutut di depan Elisa lalu mencium tangan Elisa.


"Sejak kapan kamu jadi Bucin. "Elisa menarik kasar tangannya dari Kennan.


"Cepatlah mandi , sebelum kamu saya mandikan. "Seru Kennan.


Setelah sholat isya Kennan mengajak Elisa makan malam.


"Kenapa disini sama sekali tidak ada bajuku. "Elisa berjalan ke arah Kennan sambil mengerucutkan bibirnya "Lihatlah ! dari tadi aku hanya mengenakan kimono handuk bahkan sholat pun masih mengenakan ini dan kamu hanya diam saja."


"Apa baju dilemari itu tidak ada yang kamu sukai? "tanya Kennan yang masih tidak bangun dari tidurnya.


"Kenapa tidak ada kaos gitu yang nyaman di pakai? "tanya Elisa.


Kennan bangun dari tempat tidurnya lalu mengamati seluruh pakaian yang ada di lemari Elisa "Nyonya Kennan, itu semua pilihan mama dan Yuriko apa kamu tidak akan menghargainya? pakailah salah satu lalu besok kita pergi beli dan pilihlah sendiri yang kamu suka jangan terlalu manja." Kennan sedikit mengeraskan suaranya.


Elisa menundukkan wajahnya lalu berjalan meninggalkan Kennan.


"Apa kamu marah? " Kennan mengikuti Elisa, Elisa tidak menjawab justru duduk di ranjang menutup tubuhnya rapat-rapat dengan selimut.


"Ya Tuhan kenapa anak ini"Kennan menggerutu kesal.


Sejenak Kennan memikirkan cara agar mood Elisa kembali membaik.


"Baiklah kamu ingin mengenakan kaos, ikutah akan aku turuti maumu "Kennan mendekati Elisa namun Elisa sama sekali tak bergeming dari tempat duduknya, terbesit sebuah ide kocak di benak Kennan, Kennan langsung menarik kaki Elisa hingga mebuat Elisa hampir terjatuh dari ranjang.

__ADS_1


"Apa kamu sudah gila? "Elisa membentak Kennan.


"Jelas ! aku gila karenamu."Kennan membuka Kimono handuk Elisa.


"Dasar otak mesum aku belum makan. " Elisa menajamkan pandangan matanya pada Kennan.


"Siapa yang otak mesum? saya hanya akan memakaikan kaos ini? "kata Kennan sambil menunjukan sebuah kaos miliknya.


Wajah Elisa memerah padam seketika karena malu.


Elisa turun mengenakan kaos Kennan yang kedodoran dan rok pendek.


"Pakaianmu sangat tidak nyambung nona Elisa." Kennan tertawa dari semenjak di kamar hingga sampai di ruang makan.


Diruang makan terlihat meja makan panjang bak ruang meeting. dengan beberapa orang yang masih berdiri di samping kursi masing-masing menyambut datanya Kennan dan Elisa.


"Silakan duduk."perintah kennan yang langsung di laksanakan oleh mereka semua.


Kennan menarik satu kursi untuk Elisa"Nyonya Kennan silahkan duduk." kata Kennan sambil tersenyum.


"Tuhan siapa suamiku sebenarnya. "batin Elisa.


Kennan duduk di penghujung meja makan.


Lalu acara makan malam pun di mulai, setelah selesai makan malam selesai Kennan memperkenalkan seluruh orang yang berkerja di rumahnya. Lima orang asisten rumah tangga, dua supir,dua tukang kebun, dan empat satpam yang berkerja secara sift, namun sekarang sekarang sengaja di kumpulkan untuk memperkenalkan pada Elisa.


"Seperduli itu kah dia pada orang lain? apa dia menikahiku juga hanya karena rasa perdulinya, bukan karena dia mencintaiku? ya Tuhan mengapa pikiran jelek ini menghampiriku."Batin Elisa.


"Nyonya, jika nyonya butuh sesuatu silakan panggil saya."Seorang wanita paruh baya dengan lemah lembut berbicara pada Elisa hingga membuyarkan lamunan Elisa.


"Baiklah, tolong bantu saya ya bi "jawab Elisa sopan.


"Panggil saja saya mbok Imah."jawab wanita paruh baya tersebut.


"Dan itu pak dody dia yang akan menjadi supir kamu saat saya tidak bisa menemanimu."Kennan menjelaskan.


Elisa mengangguk tanda mengerti.


Baiklah kita akhiri pertemuan kita kali ini mulai besok jadwal sudah normal lagi.


Dan pak Dody dan mbok Imah mohon bantuanya untuk membantu untuk membantu istri saya.

__ADS_1


terimakasih atas kunjungannya😇


__ADS_2