My Stupid Woman

My Stupid Woman
siapa Jessica?


__ADS_3

Tak terasa ulangan kenaikan kelas sudah berlalu, namun Elisa belum mendapatkan informasi tentang Jessica.


Hari ini Kennan menghadiri acara pesta rekan bisnisnya yang di adakan di puncak tak lupa ia juga mengajak istri tercintanya.


Jam 01:00 dini hari Kennan dan Elisa masih dalam perjalanan ,mobil Kennan berjalan menyusuri jalan sepi pinggiran komplek bahkan perkampungan karena akses jalan utama tertutup longsor.


Sepanjang perjalanan Elisa begitu besemangat karena esok ia akan pergi liburan.


Kennan memperhatikan Elisa yang sedang bercerita dengan saksama, karena perjalanan jauh Kennan memilih menggunakan supir.


Saat Elisa tengah asik bercerita tiba-tiba mobil yang di tumpangi Elisa mengerem mendadak dengan klakson panjang, sehingga Elisa terbentur kursi yang ada di depannya.


"Aaaaauu "Elisa meringis kesakitan.


"Lisa kamu ngga papa? "tanya Kennan khawatir, "Pak kenapa berhenti mendadak, kalau istri saya kenapa-napa bagaimana? "


"Maaf tuan itu ada sesuatu jatuh di depan mobil? " jawab pak Dody.


Kennan mengambil senjata api yang ada di mobilnya lalu mengisinya dengan peluru dan menaruhnya di pinggang dengan tas kecil karena curiga itu adalah motif perampokan.


"Baiklah ayo kita cek,Lisa pindah kedepan kunci mobilnya."perintah Kennan yang langsung di laksanakan oleh Elisa dan pak Dody.


"Elisa loncat ke kursi pengemudi dan langsung mengunci mobilnya sesuai intruksi suaminya.


"Tuan ada wanita pingsan di depan mobil. "


Suara pak Dody yang sudah terlebih dahulu turun.


Kennan menghubungi ambulans dan polisi, 15 menit kemudia polisi dan mobil ambulans datang.


Karena penasaran Elisa turun mengikuti Kennan, Elisa mendekati Kennan yang tengah mengecek nadi wanita yang berlumuran darah.


Menyadari Elisa turun dari mobil Kennan langsung menghawatirkan Elisa"Kenapa kamu keluar itu sangat berbahaya"


"Bolehkah aku melihatnya? " tanya Elisa.


"Boleh tapu tetaplah di dekatku." Kennan membiarkan Elisa berjalan di depannya.


"Jessica " Elisa begitu tidak percaya melihat siapa wanita yang ada di hadapannya sekarang.


"Kennan aku ingin menemaninya ke rumah sakit apa boleh? " Elisa menatap Kennan penuh harap dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah. " Kennan langsung memeluk Elisa karena Kennan tau apa yang di rasakan istrinya "Jangan menangis jadilah kuat, karena suatu saat nanti kuat itu di butuh kan. "


Elisa mengkat tangannya lalu menaruhnya di pinggang "Siapa bilang aku menangis? "

__ADS_1


"Apa kamu juga akan mengajakku bertengkar sekarang? " tanya Kennan.


"Tentu saja tidak, ayolah ambulans nya sudah mau jalan."Elisa mengingatkan suaminya.


Elisa berusaha tegar tapi sebenarnya hatinya begitu hancur mengingat dirinya dulu , mungkin tidak jauh berbeda.


Elisa memasuki mobilnya di ikuti pak Dody dan Kennan.


Perlahan pak Dody manjalankan mobilnya mengikuti mobil ambulance.


Beberapa saat kemudian rombongan tiba di rumah sakit ambulance dan mobil polisi langsung menuju lobi UGD sedangkan mobil Kennan menuju parkiran.


Setelah mendapat pertolongan medis, Jessica di pindahkan ke ruang rawat inap.


Setelah 2 jam Elisa di ruang rawat inap akhirnya iya sadar.


Elisa yang sendari tadi setia menemani Jessica di ruang rawat inapnya begitu bahagia melihat Jessica sudah sadar.


"Jessica apa yang kamu rasakan? kenapa kamu bisa seperti ini? siapa yang melakukannya? " Jessica di berondong pertanyaan dari Elisa.


"Lisa kamu malah membuat nya pusing" Kennan memasuki ruangan di ikuti pak Dody dan beberapa polisi.


Setelah Jessica sudah mulai tenang polisi mulai menanyakan atas kejadian yang menimpanya namun Jessica selalu menjawab bahwa itu hanya salah paham.


Dalam hati Elisa masih menyimpan rasa curiga, Elisa mencoba kembali bertanya saat polisi sudah pergi namun jawaban Jessica tetap sama.


"Jessica apa keluarga mu belum tau? " tanya Elisa saat tak kunjung melihat keluarga Jessica datang.


"Mereka sibuk, mungkin nanti sore? " jawab Jessica sembari melahap makanannya.


"Jessica, jika kemarin adalah salah paham apa penyebap salah paham itu? " tanya Elisa penuh perhatian berharap Jessica mau menjawabnya.


Jessica melihat sekeliling begitu ia sudah memastikan tidak ada polisi Jessica mulai bercerita.


"Semua karena perempuan jal*ng itu, dia yang membuat hidupku hancur. " Jessica menaruh makannnya lalu menangis sekeras - kerasnya.


"Jessica, tenang lah ada aku di sini ceritalah perlahan"Elisa duduk lalu memeluk Jessica untuk menenangkannya.


"Wanita jal*ng itu membuatku harus memberinya uang setiap hari, entah dari mana pun asalnya, dia tidak segan untuk melukaiku saat aku tidak memberinya uang, karena itu aku meminta pada murid yang lemah. " Jessica bercerita dengan air mata yang terus mengalir.


"Tenang lah " kata Elisa sambil menghapus air mata Jessica."


"Lisa ayo pulang, yang lain sudah menunggu. " suara Kennan mengagetkan mereka berdua.


"Kennan? apa kamu sudah lama di situ" tanya Elisa takut, takut Kennan mendengar semuanya.

__ADS_1


"Aku baru datang, lihatlah aku membawa bajumu, bersiaplah kita akan langsung ke bandara. "Jawab Kennan sambil menunjukan sebuah paper bag.


"Jessica... " Elisa menatap Jessica tak tega untuk meninggalkannya sendirian.


"Pergilah aku akan baik-baik saja, keluarga ku sebentar lagi datang." Jessica menenangkan Elisa.


Dengan berat hati Elisa mengiyakan kemauan Jessica dan suaminya, Elisa mengambil paper bag di tangan Kennan lalu berganti pakaian di toilet.


Sedangkan Kennan kembali keluar tanpa berbicara ke pada Jessica.


"Kenapa pria itu dingin sekali seperti kulkas, siapa dia apa dia kakak Elisa apa dia kakanya Yuri." Jessica bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Elisa keluar dari toilet sudah berganti baju "Jessica aku pergi dulu, apa kamu tidak papa? "


"Tentu. " Jessica tersenyum.


Melihat Elisa keluar dari kamarnya, Jessica kembali menidurkan badanya.


"Ternyata Elisa bisa halus saat di hadapan pria itu? apa dia pacarnya? ah apa perduli ku yang aku tau aku akan mendapatkannya, dia begitu kaya dengan aku menikah dengannya aku akan menjadi kaya raya dan tidak akan ada lagi yang berani menindasku. " Jessica berbicara pada diri sendiri.


Baru saja Jessica tertidur, suara langkah kaki mendekatinya.


"Bangun dasar lemah " suara seorang laki-laki membangunkan Jessica.


"Brengs*k kenapa kamu ada di sini. " Jessica terhentak dari tidurnya.


"Kamar VIP dan sudah lunas biyayanya, haha om om mana yang kamu tiduri malam ini? sepertinya dia sangat kaya hingga memperdulikan sampah sepertimu? " Kata-kata pria tersebut begitu menyakitkan tapi bagi Jessica itu adalah hal biasa.


Jessica menahan emosinya dengan menggeratkan giginya.


Pria tadi melemparkan tas tepat di wajah Jessica "Cepatlah bersiap jangan manja cepat pulang, gua ngga mau rugi karena kamu sekar*t pemasukanku berkurang."


"Jangan buat masalah atau akan ku habisi ibumu? " pria tadi mengangkat dagu Jessica lalu menghempaskan nya dengan kasar.


Jessica hanya bisa menangis tersedu-sedu.


"Perempuan jal*ang si*lan aku tidak akan membiarkanmu mati di tangan orang lain lebih baik aku yang membunuhmu. "Kata Jessica di sela tangisnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Maafkan akoh yang jarang up akhir-akhir ini karena memang sedang sangat sibuk dan tidak enak badan saya usahakan sehabis ini lancar lagi.


Terima kasih atas kunjungannya😘😘


__ADS_2