My Stupid Woman

My Stupid Woman
Restu 2


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 05:00 Ponsel Kennan berbunyi terus menerus hingga membangunkan sang pemilik ponsel yang tengah tertidur .


"Agh.. Sial siapa yang berani mengganggu tidurku." Gumam Kennan sambil melihat layar ponselnya.


"Alarm..?Ayo Kennan bangun! apa masih mau tidur? bidadarimu sudah menunggu."Kenan memberi semangat pada dirinya sendiri.


Kennan kemudian mandi dan bersiap, satu jam kemudian Kennan turun dari kamarnya yang ada di lantai dua rumah milik orang tuanya .


Kennan sendiri sudah meliki rumah , tapi Kennan memilih tinggal di tempat orang tuanya dengan alasan di rumah orang tuanya yang terasa ramai dan hangat karena kehadiran Yuriko dua tahun terakhir ini.


Bagi orang tua Kennan Yuri sudah seperti anak sendiri .


Kennan turun lalu mendapati mama dan Yuriko yang sedang memasak di bantu beberapa asisten rumah tangganya .


"Pagi mama ?" sapa Kennan sambil mengacak-acak rambut Yuriko "Pagi Yuri."lanjut Kennan sambil mencubit pipi Yuriko.


"Mama,coba cek suhu onichan !"Kata Yuri terburu-buru.


"Kenapa apa dia demam ?"tanya mama sambil mencuci tangannya .


Sedangkan Kennan mengangkat sebelah alisnga karena bingung.


"Sepertinya begitu ma ,seorang Kennan Hideki Bagaskara bangun sepagi ini." kata Yuri keheranan.


"Sepertinya kata-kata princes kita ada benarnya juga , Kennan itu kelelawar dia lebih suka mengerjakan tugasnya hingga pagi,dari pada harus bangun pagi?"kata papa Kennan yang sedang duduk membaca koran di meja makan .


"Papa, papa sudah pulang?"Kennan berjalan menghapiri ayahnya. "Mama , apa mama akan membelaku apa akan mengejeku seperti papa dan Yuri ?" Kennan memasang muka memelas .


Mama Kennan hanya tersenyum " Sudahlah ayo makan " kata mama Kennan mencoba mengakhiri perdebatan mereka .


Selesai sarapan mereka pergi bersama ,namun dengan mobil berbeda dan tujuan berbeda .


***


"Bi apa Lisa sudah bagun?" tanya ayah Elisa pada bi Ami.


" Sudah tuan ,tapi keadaanya masih sama tuan,nona tidak mau bicara ,"jawab bi Ami .


"Hemm baik lah , bi bisa tolong bujuk Lisa supaya mau makan."kata ayah Elisa sambil duduk meminum kopinya ntah kenapa pagi ini kopi yang tengah di minumnya terasa sangat hambar.


Suara bell berbunyi Tegar supir keluarga setiyawan dan juga suami dari mbak Nur asisten rumah tangga yang baru membuka gerbang rumah .


"Siapa gar"tanya ayah Elisa keluar dari rumah melihat Tegar tengah berbicang dengan tamunya .


"Tuan Kennan pak"jawab Tegar .


"suruh masuk gar"jawab ayah Elisa.


"Selamat pagi tuan Kennan ,silahkan masuk ini lah tempat tinggal kami."Sapa ayah Elisa.


"Jangn panggil tuan, panggil saja Kennan tuan ." jawab Kennan sambil tersenyum.


"Kalau begitu juga jangan panggil saya tuan panggil saja paman, silakan duduk ."ayah Elisa mempersilakan tamunya.


"Maaf saya datang sebelum undangan ,saya ingin melihat kondisi Elisa apa boleh paman?" tanya Kennan ragu-ragu.


Ayah Elisa berfikir sejenak 'Elisa tidak mau keluar dari kamarnya secara orang yang ingin menjenguk Elisa harus masuk ke kamarnya,meskipun Kennan pernah menolong Elisa tapi tetaplah Kennan seorang laki-laki .' ada sedikit rasa ragu di hati Hery .'sudahlah siapa tau Kenan bisa menghibur Elisa.'


"Bagaimana paman." tanya Kennan karena pertanyaannya tak kunjung mendapat jawaban.


"Baiklah silahkan ikut saya ,"kata Hery


Kennan mengikuti ayah Elisa menaiki tangga sampai di lantai dua, ayah Elisa membuka pintu di balik pintu terlihat gadis tengah duduk memeluk lututnya , rambutnya kusut ,matanya bengkak dan tatapannya kosong.


"Apa itu Elisa." tanya Kennan tak pecaya.


"Iya itu Elisa dulu dia pernah melakukan hal yang sama saat bundanya meninggal, dan dulu sahabatnya menghiburnya hingga dia mau melakukan aktifitasnya kembali "jawab Hery menundukkan wajahnya.


"Lalu sahabat Elisa sekarang ada di mana paman kenapa tidak kembali mengghiburnya ."tanya Kennan penasaran.


"Yaitu masalahnya, sahabatnya lah yang membuat dia seperti ini "terlihat amarah begitu besar saat Hery mengingat Clarissa dan Devira.

__ADS_1


"Maaf paman ,jadi maksud paman..?dua wanita yang bersama dengan Elisa malam itu adalah sahabat Elisa?"Kennan semakin penasaran .


Hery mengangguk sebagai jawaban ,terlihat jelas bahwa pria paruh baya itu begitu terbebani sekarang .


"Bolehkah saya masuk paman?" tanya Kennan ragu.


"Silahkan ."Hery menginjinkan Kennan masuk.


Kennan masuk lalu ke kamar Elisa, Hery berfikir jika Hary mengikuti Kennan mungkin Kenan akan merasa tidak nyaman,tapi Hery tidak rela meninggalkan putrinya bersama laki-laki yang baru di kenalnya , lalu Hary memilih masuk ke kamarnya sendiri yang bersebelahan dengan kamar Elisa tanpa menutup pintu agar mendengar apa yang akan di bicarakan oleh Kennan.


"Hay apa kamu mengingatku?" Kennan mencoba membuka percakapan tapi Elisa sama sekali tidak merespon .


"Baiklah jika tidak ingat perkenalkan nama saya Kennan Hideki Bagaskara, saya juga berada di lokasi yang sama saat kejadian."Kenan memperkenalkan diri ,namun tetap tidak mendapat respon dari Elisa.


Kennan memutar otak supaya Elisa mau berbicara "Baiklah jika kamu tidak mau berbicara padaku ,padahal aku ingin menceritakan tentang kamu saat kamu dalam pengaruh obat ,dan bagaimana kamu bisa berada di hotel bersamaku."


Elisa terhentak "Apa aku bersama mu di hotel maksudnya ?? apa kamu anggota dari mereka ?apa kamu yang membeliku ? ceritakan padaku ?" .


Hary di kamarnya tersenyum ' Hebat juga anak itu bisa membuat putriku berbicara.' batin Hery .


"Membelimu untuk apa aku harus mengeluarkan uang untuk gadis bodoh sepertimu."Kennan memutar matanya sambil menjawab.


Elisa mengambil bantal lalu melemparkan pada Kenan "Siapa gadis bodoh yang kamu maksud?".


Kennan menceritakan semua dari awal hingga akhir tanpa di lebihkan atau di kurangi sambil sesekali menggoda Elisa , tanpa sadar Hery mengamati mereka dari pintu kamar Elisa Sambil tersenyum melihat tingkah kocak Kennan saat menghibur Elisa.


'Mungkin yang mereka katakan tentang Kennan itu salah , bagaimana orang selucu itu di bilang galak, bengis serta dingin, tapi mendengar dari bagaimana dia menyelamatkan putriku itu sangat menakutkan bagaimana satu orang bisa melawan tiga orang berbadan besar seperti itu' batin Hery sambil berjalan kembali ke kamarnya .


"Oy,makanan siapa ini ?" tiba-tiba Kennan berteriak saat tangannya menyenggol gelas susu di meja belajar Elisa hingga setengah dari susu itu tumpah di bajunya.


Elisa segera mengambil tisu lalu membersihkan susu di baju Kennan .


"Siapa suruh kesitu-situ." kata Elisa sambil tertawa.


"Ketawa lagi ,Nona Elisa setiawan anda harus tanggung jawab, baju saya basah, hari ini saya ada meeting dan bukannya merasa bersalah anda malah tertawa." Kennan mengankat dagu Elisa lalu menatap mata Elisa.


Elisa langsung diam seribu bahasa, jantungnya bedegup begitu kencang , mukanya memerah seperti tomat.


"Ya gimana coba..? ya udah pake baju aku aja ya..?" Elisa berjalan menuju lemari .


"Eh serius masa seorang Kennan mau pake daster gitu ."Kennan bangun dari tempat duduknya.


" Ya ngga daster juga kali." Elisa memutar matanya .


"Ngga mau tetep ngga mau." Kennan menekankan kata-katanya .


"Ya trus g mana aku mau tanggung jawab ."Elisa balik marah.


"Sini buruan " Kennan menarik tangan Elisa keluar dari kamarnya, lalu menuruni tangga Elisa hanya mengikutinya hingga sampailah di ruang makan dan benar perkiraan Kennan sarapan di meja masih utuh itu tandanya Ayah Elisa dan Elisa belum ada yang sarapan padahal sudah jam sepuluh.


"Dua jam lagi itu makan siang tapi disini belum ada yang sarapan ." Kennan menengok ke wajah Elisa yang hanya di balas cengiran oleh Elisa "Paman Hery mana?" Kennan mencoba mencari Hery tanpa melepas tangan Elisa.


"Bi Ami ayah mana ?" tanya Elisa karena tak kunjung menemukan ayahnya .


'Oh ayah ' batin Kennan sambil tersenyum usil.


"Anu non ,bapak di kamar ,bi Aminya lagi ke pasar ."jawab mbak nur.


"Oh oke, lah mbak siapa?" tanya Elisa heran karena setahu Elisa di rumahnya cuma ada pak Toto tukang kebun sekaligus suami bi Ami,bi Ami dan bang Tegar supir Elisa yang sesekali jadi supir ayahnya ketika pergi jauh.


" Saya Nur non , saya pembantu baru ,saya juga suami nya mas tegar"jawab mbak nur.


"Oh, mbak jangan panggil saya non oke." jawab Elisa sambil mengedipkan satu matanya.


"Ayah, ayah Hery ayo sarapan ." suara Kenan mengagetkan Elisa.


" Ayah, ayah,ayah apa ya? sejak kapan ayah punya anak kaya kamu."Elisa melotot ke arah Kennan.


"Sejak kamu mau jadi istriku."jawab Kennan enteng .


Hery tersenyum melihat tingkah kocak Kennan 'Ya Tuhan terima kasih telah hadirkan orang gila ini ' batin Hery.

__ADS_1


***


Hari ini Hary menggelar acara syukuran atas selamatnya Elisa ,karena hanya syukuran kecil-kecilan Hery hanya mengundang warga sekitar dan Keluarga Kennan.


Elisa begitu bersemangat karena kemarin Kennan bilang akan datang , Elisa berbandan semaksimal mungkin.


Saat Elisa menuruni tangga Elisa mendengar ibu-ibu yang sedang menggosip tentang dirinya .


"Elisa kasian ya karena kurang kasih sayang dia jadi salah pergaulan."kata ibu-ibu dengan riasan wajah yang begitu menor.


"Salahnya pak Hery si ngga mau nikah lagi coba kalau nikah lagi kan ngga gini jadinya" jawa salah satu dari mereka .


"Kalau udah kaya gitu mana ada laki-laki yang sudi dengan dia, liat masa lalunya juga udah jijik" jawab wanita dengan pakaian glamour.


"Makanya bu jangan biarin anak kita deket-deket sama dia "jawb satu nya lagi.


Elisa yang mendengarnya langsung berlari ke kamarnya sambil menangis.


Mungkin Elisa ngga mau keluar karena Kennan belum datang pikir Hery, tanpa curiga ayah Elisa memulai acara syukuran.


Kennan mendengar ibu-ibu menggosip ia begitu geram namun ia tidak mau memperkeruh suasana.


Kennan berniat kembali ke dalam mobilnya,sebelum masuk mobil ia melihat pak Toto dan Tegar lalu Kennan memilih mendongeng dengan mereka di luar .


setelah acara selesai dan tamu sudah habis Kennan baru masuk .


"Paman " Kennan memanggil Hery.


Hery menoleh "Kennan apa kamu baru datang ?"


"Tidak paman saya sudah datang dari tadi tapi mau masuk udah rame kan ngga enak lewat di depan orang banyak jadi saya duduk di luar sama pak Toto sama bang tegar, ternyata cerita sama mereka asik juga paman." Kata Kennan sambil tersenyum .


"Paman minta maaf paman yang mengundang kamu malah paman juga yang menelantarkan kamu."jawab Hery sambil merangkul Kennan.


"Tidak apa paman ,paman Elisa mana ?" Kennan mencari ke segala penjuru namun tidak mendapati Elisa.


"Elisa ada di kamar dia tidak mau turun mungkin dia nungguin kamu ." goda Hery.


"Boleh saya susul Elisa paman."tanya Kennan.


"Boleh asal jangan macem-macem ."jawab Hery sambil melotot.


"Asiap paman."Kennan berjalan menaiki tangga.


Kennan mengetok kamar Elisa beberapa kali namun tidak kunjung di bukakkan pintu.


Kennan akhirnya memberanikan diri membuka pintu kamar Elisa yang memang tidak di pasang kunci .


Saat Kennan masuk Kennan mendapati banyak darah yang keluar dari tangan Elisa.


"Paman Elisa paman siap kan mobil sekarang ."teriak Kennan sebelum akhirnya menggendong Elisa turun.


Hery kaget langsung berlari naik namun Kennan sudah setengah tangga turun, Kennan menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi dan Hery menjaga putrinya di belakang.


Sepanjang perjalanan Kennan dan Hery tidak berbicara karena panik.


Hery berfikir bahwa Elisa tidak suka dengan acara syukuran yang ia adakan ,karena syukuran itu terlihat seperti menyukuri Elisa yang hampir celaka, Hery begitu menyesal.


Sedangkan Kennan menyadari apa yang dia dengar Elisa juga mendengarnya.


Sesampainya di rumah sakit Kennan mengumpulkan niatnya hingga setelah Elisa masuk ruang rawat Kennan baru berani mengungkapkannya .


" Paman boleh kah saya menikahi anak paman." tanya Kennan ke pada hery.


"Paman tidak bisa menolak tapi paman juga tidak bisa menerima semua keputusan ada di tangan Elisa ."jawab Hery sambil menepuk pundak Kennan.


"Ayah Elisa mau." diam-diam Elisa mendengarkan mereka.


Hery dan Kennan menoleh bersamaan .


"Baiklah paman setelah Elisa pulang Kennan akan membawa orang tua Kennan dan secepatnya menikahi Elisa"

__ADS_1


__ADS_2