
"Baiklah kita akhiri pertemuan kita kali ini mulai besok jadwal sudah normal lagi."
"Dan pak Dody dan mbok Imah mohon bantuanya untuk membantu untuk membantu istri saya, karena dia sangat manja jadi agak susah mengerti maunya." Kennan langsung mendapat cubitan dari Elisa.
Setelah selesai makan malam Kennan dan Elisa kembali ke kamarnya.
Elisa langsung melemparkan badannya ke kasur,Elisa tidur terlentang hingga membuat Kennan geram.
Kennan menutup tubuh Elisa dengan selimut, lalu Elisa membukaknya kembali, mereka melakukan hal yang sama hingga berulang kali.
Kennan menarik nafas panjang lalu berbisik di telinga Elisa "Jangan membuat aku memakanmu sekarang."
"Lakukanlah, bukannya dari dulu kamu sudah melakukannya. " jawab Elisa santai bahkan teekesan menantang.
"Siapa yang bilang saya sudah melakukannya." Kennan menatap tajam mata Elisa penuh tanda tanya.
Elisa salah tingkah di buatnya "Bu bukannya waktu di hotel? " jawab Elisa terbata-bata.
"Kamu pikir aku gila yang tega berbuat seperti itu dengan orang yang sedang sekarat?" Kennan berjalan pergi meninggalkan kamarnya menuju ruang kerjanya.
"Kamu masih hutang penjelasan." teriak Elisa lalu berlari mengejar Kennan, setelah keluar dari kamar Elisa melihat Kennan menuju ruangan yang tidak jauh dari kamarnya,Elisa terus mengekori lalu begelayutan di tangan Kennan.
"Ruangan apa ini Ken?" tanya Elisa begitu masuk ke dalam ruangan.
"Ruang semedi. "jawab Kennan tanpa menengok Elisa.
"Kenapa kamu menyebalkan sekali? "Elisa tetap bergelayutan di tangan Kennan, bahkan ketika Kennan sudah duduk Elisa tetap berdiri di belakang Kennan.
Elisa melihat setumpuk map, Elisa yang awalnya berdiri kini berpindah duduk di atas meja dengan seksama Elisa melihatnya satu per satu "Apa sebanyak ini pekerjaanmu?Apa kamu tidak ingin menemaniku tidur, aku takut tidur sendirian ruangan itu terlalu besar dan masih asing buatku."
"Iya istirahatlah dulu, setelah pekerjaanku selesai aku akan menyusulmu." jawab Kennan tanpa melihat Elisa dan masih fokus dengan laptopnya.
Elisa turun dari meja lalu duduk di pangkuan Kennan."Aku akan menunggumu."
Kennan tersenyum lalu menutup laptopnya "Kenapa kamu semanja ini?"
"Bukannya ini malam pertama kita kenapa kamu sibuk dengan perkerjaanmu, katamu dulu aku sedang sekarat dan sekarang aku sehat tapi Kenapa kamu masih tidak menyentuhku."Elisa menatap Kennan penuh tanda tanya.
"Aku tidak melakukannya dengan anak kecil." Kennan menurunkan Elisa dari pangkuannya lalu bangun.
Elisa melotot "Apa kamu pikir aku anak kecil? lalu kenapa menikahiku apa karena kamu kasihan?"mata Elisa kini berkaca-kaca.
__ADS_1
"Apa kamu berfikir kamu sudah dewasa nona Elisa bahkan untuk tidur sendiri pun kamu masih tidak berani" Jawab Kennan santai dan menekankan kata tidak berani yang membuat Elisa begitu merasa di hina.
"Terserah. " Elisa keluar dari ruang kerja Kennan dan menuju kamarnya.
"Ya tuhan apa aku kelewatan?" Kennan berbicara pada dirinya sendiri lalu mengikuti Elisa ke kamarnya.
"Elisa maafkan aku, Elisa tunggu aku?"Kennan mengejar Elisa tapi Elisa tetap berjalan dan tidak memperdulikan Kennan yang terus memanggilnya.
Bahkan Elisa juga membanting pintu saat Elisa masuk ke kamar.
"Apa Semarah ini dia? "Batin Kennan, Kennan dengan ragu-ragu membuka pintu kamarnya, di lihatnya Elisa yang sedang berdiri membelakangi pintu sambil terus menghapus air matanya.
"Elisa maafkan aku." Kennan berjalan ke arah Elisa lalu memberanikan diri untuk memeluknya dari belakang "Aku hanya tidak ingin menghancurkan masa remajamu aku hanya ingin kamu menikmati masa-masamu saat ini, aku ingin kamu bersekolah seperti yang lain, tapi ingat ngga boleh nakal dan ingat kamu milikku." kata Kennan sambil menenggelamkan wajahnya di leher Elisa.
Elisa berbalik sambil tersenyum tapi air matanya mengalir deras membasahi pipi Elisa "Baiklah akan aku buktikan kalau aku bukan anak kecil, aku sudah mampu menjadi istri yang baik, dan aku sudah merasa cukup dengan masa remajaku."
Kennan tersenyum lalu mencium ujung kepala Elisa "Aku pegang kata-katamu."
"Baiklah sekarang tidurlah,akan ku temani setelah kamu tertidur aku akan menyelesaikan perkerjaanku, jika kamu terbangun carilah aku di ruangan tadi." lanjut Kennan.
Kennan mengangkat tubuh Elisa lalu menidurkannya dengan perlahan,Kennan tidur di samping Elisa tapi menaruh bantal di antara keduanya, karena Kennan berfikir sekuat tenaga ia akan menahannya hingga Elisa lulus.
(Berusaha menahan ya jadi kalau ngga tahan ya gimana lagi)
Elisa bangun setelah mendengar suara adzan dari ponselnya yang memang memiliki alarm waktu sholat.
"Kennan bangunlah!" Elisa menggoyang-goyakan tubuh Kennan, namun sama sekali tidak ada respon dari Kennan.
"Ayo sholat Imam ku." goda Elisa sambil menarik selimut Kennan, namun Kennan menariknya kembali hingga menutup seluruh tubuhnya bahkan sampai kepala.
"Lima menit lagi. " Kennan membuka selimut di bagian wajahnya lalu berbicara dengan mata yang masih tertutup.
"Kennan !ada kecoa di selimutku, aku takut" Elisa berteriak sekeras mungkin sambil mengibaskan selimutnya.
Kennan yang kaget terbangun langsung mencari kecoa yang di maksud Elisa.
Elisa tertawa terbahak-bahak melihat tipuannya berhasil membuat Kennan terbangun.
"Kenapa kamu ketawa apa kamu menipuku?" Kennan bertanya dengan memasang wajah seriusnya, lalu duduk dengan wajah jengkel.
"Maafkan aku aku hanya ingin kamu mengerjakan sholat subuh sekarang. " Elisa langsung menundukan wajahnya, karena ia merasa sudah keteraluan.
__ADS_1
Meskipun begitu Kennan tetap bangun lalu bersiap untuk sholat, Elisa tersenyum melihat Kennan mulai bersiap meskipun sangat jelas bahwa Kennan marah.
Setelah sholat subuh Kennan langsung kembali ke tempat tidurnya,Elisa menyusul tiduran samping Kennan, tidak butuh waktu lama untuk Kennan kembali terlelap dengan memeluk Elisa.
"Apa dia sudah tertidur? ah benar saja dia sudah tertidur."gumam Elisa sambil perlahan-lahan melepas pelukan Kennan.
Elisa mengambil ponselnya lalu memainkannya setelah bosan Elisa berfikir untuk menyiapkan sarapan Kennan dengan di bantu mbok Imah.
Perlahan-lahan Elisa turun dari tempat tidurnya dan meninggalkan kamarnya.
Setelah bertemu salah satu asisten rumah tangganya Elisa bertanya akan keberadaan mbok Imah, setelah Elisa menunggu beberapa saat, mbok Imah datang.
"Nyonya, apa nyonya mencari saya, maaf membuat nyonya menunggu."kata wanita paruh baya itu dengan nafas masih tidak teratur.
"Ngga usah lari-lari mbok, saya hanya ingin menyiapkan sarapan Kennan jadi bisakah mbok Imah mengajariku?" tanya Elisa dengan mimik memelas.
"Tentu nyonya,nanti kita buat roti panggang, tapi ini masih terlalu pagi nyonya."jawab mbok Imah.
"Terlalu pagi mbok bukannya ini sudah jam enam mbok?" Elisa bingung di buatnya.
"Iya nyonya tuan Kennan biasa bangun nanti jam sepuluh atau bahkan lebih siang nyonya." mbok Imah menjelaskan.
"Oh oke baiklah aku paham sekarang, ayo mbok buat saja dulu nanti biar saya yang bawa naik. " Elisa tersenyum telintas ide kocak untuk mengerjai Kennan.
Setelah sarapan siap, Elisa membawa dua susu dua roti panggang untuk dirinya dan suaminya.
"Pagi tuan Kennan. " sapa Elisa.
Kennan tak menghiraukannya justru merapatkan selimut dan berpindah posisi senyaman mungkin. Elisa menaruh nampan yang ia bawa di meja samping kasurnya.
Elisa naik ke atas kasur dan berteriak "Gempa, gempa" sambil terus loncat-loncat di kasur.
"Kalau kamu jatuh kakimu patah atau kepalamu bocor g mana katanya mau jadi yang lebih dewasa nyatanya tingkahmu masih seperti bocah."Kennan marah-marah antara kaget dan mengkhawatirkan Elisa.
Elisa duduk tepat di hadapan Kennan lalu bertanya "Apa kamu khawatir? "
"Aku memarahimu dan kamu malah menggodaku?"Kennan mendekatkan wajahnya ke wajah Elisa.
Elisa mentutup wajah kedua tangannya "Aaaa kamu membuatku malu."
"Baka'. " kata Kennan sambil bangun dari tempat tidurnya.
__ADS_1
"Kennan ayo sarapan, aku sudah membuatkan sarapan untukmu. " Elisa bangun dari tempat duduk dan langsung menarik tangan Kennan.
"Benarkah ini kamu yang membuatnya?"