
Hari ini Elisa begitu bersemngat, pagi-pagi buta Elisa sudah ada di taman untuk joging, sebelum berangkat terlebih dahulu Elisa menitipkan pesan pada Bi Ami agar ayah tidak mencarinya ketika bangun.
Setelah beputar beberapa kali di taman Elisa merasa sudah lelah, dan memutuskan pulang di perjalanan pulang Elisa bertemu dengan beberapa ibu-ibu yang tengah bebelanja di tukang sayur keliling.
"Pagi ibu-ibu? " Elisa mencoba menyapa ibu-ibu yang sedang bebelanja sayur.
Namun respon ibu-ibu tadi berbeda-beda ada yang membalasnya, ada yang hanya tersenyum, juga ada yang menatap tidak suka.
Setelah Elisa merasa agak jauh dari rombongan ibu-ibu Elisa beristirahat, Elisa begitu terkejut saat namanya di bawa menjadi topik ibu-ibu.
"Eh bu denger-denger anaknya pak Hery mau tunangan."kata seorang dari rombongan ibu-ibu yang tadi berbelanja.
"Alah paling cuma buat nutupin malu. " jawab salah satu dari mereka.
"Iya jeng lagian ya kalau ada yang mau juga pasti laki - laki abal-abal yang bisanya cuma nongkrong. " ibu-ibu yang tadi melemparkan tatapan sinis kini ia kembali dengan kata-kata yang sangat menusuk hati.
Elisa tersenyum dalam hati dia berkata "Tunggu kejutan dariku. "
Ketika memasuki gerbang Elisa melihat sebuah lamborghini warna putih, "Siapa yang pagi-pagi udah kesini? , pake masukin mobil segala lagi udah tau mah sempit."Elisa berbicara seraya mencari celah untuk masuk.
Elisa masuk ke dalam rumah masih dengan bibir monyong dan berbicara sendiri"pagi ini sangat menyebalkan meskipun tidak seperti hari-hari sebelumnya, tapi tetaplah hari ini menyebalkan."
"Ini bibir kenapa? "Kennan yang baru keluar dari kamar mandi langsung nenarik bibir Elisa.
"Aaaaa tangan kamu kotor, cuci dulu buruan."Seketika Elisa menyadari kalau Kennan baru dari kamar mandi.
"Apa orang udah di cuci juga, waktu kamu 20 menit untuk siap-siap di mulai dari sekarang !"Kennan berbicara sambil melipat kedua tangannya.
"Eh 20 menit mana cukup? "tanya Elisa yang kemudian di potong Kennan yang mulai menghitung.
"Sungguh menyebalkan"Elisa menggerutu sambil menaiki tangga.
20 menit kemudian Elisa turun menggunakan kaos dan celana pendek, Kennan menggeleng-gelengkan kepala "Nona Elisa Bagaskara saya bilang siap-siap, kok masih ke gini? "
"Tuan Kennan saya Elisa Setiawan bukan Elisa Bagaskara," jawab Elisa sambil menatap tajam Kennan bahkan pertanyaan tentang penampilan Elisa pun tidah di jawabnya.
"Paman Kennan beragkat "Kennan mencium punggung telapak tangan Hery kemudian menggandeng tangan Elisa.
"hoaaa aku mau di bawa ke mana? ponsel ketinggalan bentar?"Elisa mencoba mencari alasan agar Kennan melepaskan tangannya.
"Ini ponsel siapa? cepet pamit ! kita sudah terlambat."Kennan menunjukan sebuah ponsel yang tidak lain adalah ponsel Elisa.
Elisa berpamitan ke pada ayahnya lalu keluar rumah masih dengan pakaian yang sama.
"Kapan kamu mengambilnya? aaaa jangan-jangan kamu ngintip aku mandi ya? "muka Elisa memerah seketika,karena takut Kennan kekamarnya ketika ia sedang mandi, Elisa terbiasa mandi dengan pintu kamar mandi di biarkan terbuka dan hanya menutup pintu kamar, kacuali saat di kamar ada orang.
__ADS_1
"Bodoh mana mungkin aku naik saat kamu mandi tanpa ijin, siapa yang meninggalkan ponsel di meja makan tadi pagi? pikun ya"kata Kennan lalu membukakan pintu mobil untuk Elisa.
"Siapa yang pikun kamu kali yang pikun kan kamu udah tua!oh ternyata ini mobil kamu aku kira milik pak camat "Elisa memasuki mobil sambil terus menggerutu.
"Mending aku tua dari pada kamu bocah, bukan pak camat tapi pak presiden."Kennan tertawa kemudian melajukan mobilnya keluar dari gerbang.
Kennan menghentikan mobilnya di sebuah pabrik pecetakan sontak membuat Elisa bingung.
"Ngapain kita kesini? tanya Elisa kebingungan
"Tunggu bentar, mau ngambil sesuatu. " Kennan keluar dari mobil meninggalkan Elisa, sebelum keluar Kennan terlebih dahulu membuka sedikit kaca mobilnya.
Dan setelah beberapa saat Kennan datang bersama beberapa orang dan kemudian memasukan sesuatu ke dalam bagasi mobil sebelahnya di dalam mobil Elisa penuh tanda tanya, namum Elisa malu jika harus keluar karena pakaiannya.
Kennan masuk kembali ke dalam mobil membawa sesuatu seperti buku atau tepatnya seperti beberapa kertas yang di satukan.
"Itu apa "Elisa yang semenjak tadi memperhatikan benda tersebut akhirnya bertanya.
"Oh ini, ini itu buku surat yasin kan kemarin kamu udah bunuh diri." Kennan menjawab dengan entengnya.
"Kurang ajar banget si, dasar tua."Elisa memonyongkan bibirnya "Tau gini mah tadi dandan cantik, sekalian tebar pesona biar si tua nyesel udah ngebuli cewek cantik."
"Mana cewek cantik? "Kennan celingukan seperti mencari sesuatu.
"Disini."Elisa tersenyum penuh percaya diri "apa ini undangan? "lanjut Elisa.
"Apa artinya? " Elisa menatap kenan meminta jawaban.
"Itu artinya iya cantik."sekuat tenaga Kennan menjaga agar tidak tertawa.
Elisa memutar matanya masih tak percaya.
Setelah mengambil undangan Kennan melajukan mobilnya ke sebuah mall.
Sesampainya di mall Kennan memarkirkan mobilnya "Turun!."kata Kennan sambil membuka sabuk pengamannya.
"Ha apa turun? apa kamu gila? lihat bajuku? " Elisa melotot tidak mau turun.
"Bukannya aku sudah menyatakan untuk bersiap."Kennan turun dari mobil tanpa rasa bersalah "Turun atau ku kunci kau di dalam mobil."lanjut Kennan.
"Apa kau akan membunuhku? "Elisa tetap tidak mau turun.
"Kenapa kamu jadi cewek ribet banget, gara-gara baju saya sampe di tuduh mau membunuh. "Kennan masuk kembali dan melepas kemejanya dan kini hanya tinggal mengenakan kaos.
"Woaaaa... apa kamu sudah gila ini tempat umum kamu mau ngapain? jangan macem-macem ! "Elisa terkejut dengan apa yang di lakukan Kennan.
__ADS_1
"Lepas kaos kamu pake ini, ngga usah banyak tanya, apa kamu mau saya belikan baju baru yang sudah pasti kotor apa lebih memilih diam di sini dan aku kunci!"Kennan kembali keluar dari mobil.
Elisa menurutinya meskipun sambil mengumat.
"Apa bedanya coba? "Elisa turun dari mobil mengenakan Kemeja Kennan yang kebesaran bahkan panjangnya hingga sampai lutut Elisa.
Tanpa banyak bicara Kennan mengikat kemejanya hingga membentuk sebuah dress.
(Kurang lebih seperti gambar di bawah 👇)
"Tuan Kennan apa anda akan membiarkan calon istrimu memakai pakaian terbuka seperti ini? "tanya Elisa kepada Kennan.
Kennan tidak menjawab, Kennan memakaikan jasnya hingga menutupi tubuh bagian atas Elisa yang tidak tertutup dress dari kemeja buatan Kennan .
"Pinter juga calon suami gue"Gumam Elisa.
Kennan melepas ikatan rambut Elisa lalu merapikannya "Sudah siap nona Elisa, sudah tidak ada alasan lagi kan? "
"Iya, iya "Elisa berjalan di samping Kennan memasuki mall.
***
Hari ini adalah hari Kennan dan Elisa bertunangan Elisa masih di salah satu kamar hotel dan masih di make up.
Sedangkan Kennan sudah mengambut para tamu.
"Eh jeng kita ngga salah masukkan, ini acara tunangan apa acara nikahan, mewah gini."kata salah satu ibu-ibu yang ada di tukang sayur kemarin.
"Bener lah bu, kalau salah mana mungkin di ijinin masuk, kan ini hotel Elit masuknya aja pake undangan di suruh ngisi daftar hadir juga lagi"jawab salah satu diantara mereka.
Dekorasi serba putih yang elegant dan mewah.menjadi saksi pertunangan Kennan dan Elisa.
(Kurang lebih seperti gambar di bawah👇)
"Ngga nyangka ya jeng ternyata Elisa bakal jadi keluarga Bagaskara pemilik Bagaskara grub. "ibu-ibu yang dari kemarin sudah nyinyir kepada Elisa kini menyesali kata katanya.
Sebelum yang lain menjawab Elisa sudah menjawabnya, "Makanya bu jangan pernah ngerendahin orang, karena sesuatu yang ibu dengar dan ibu lihat itu belum tentu benar " Elisa berbicara dengan nada rendah tapi begitu membuat malu sekelompok ibu-ibu tersebut.
"Saya selaku perwakilan dari kami semua minta maaf sebesar-besarnya "kata salah satu dari mereka yang mukanya kini merah padam.
"Sudah saya maafkan bu, tapi saya mohon jangan di ulangi ke pada saya maupun ke pada orang lain ya bu. "Elisa mengembangkan semyuman lalu berpamitan, karena acara akan segera di mulai.
__ADS_1
Terima kasih atas kunjungannya.