
"Ayah Elisa mau."diam-diam Elisa mendengarkan mereka.
"Baiklah paman setelah Elisa pulang saya akan membawa orang tua saya dan segera menikahi Elisa."Ucapan Kennan membuat Elisa sangat bahagia,namun sebaliknya dengan Hery yang belum begitu siap melepaskan putri semata wayangnya .
Kennan meminta Hery pulang karena Kennan tau acara tadi siang membuat Hery lelah, Hery sempat menolak tapi dengan sedikit paksaan dari putrinya , Hery akhirnya pulang di jemput oleh tegar supir Elisa.
Kennan mengirim pesan pada mamanya bahwa dia tidak pulang .
Bagi mama Kennan itu bukan lah hal baru tapi Kennan selalu memberi pesan pada mamanya saat dia tidak pulang .
***
Pagi buta Kennan pulang setelah Hery dan bi Ami datang ke rumah sakit untuk gantian menjaga Elisa.
Saat Kennan pulang ia mendapati keluarganya sedang sarapan ,Kennan pun ikut sarapan karena ada yang ingin Kennan bicarakan dengan orang tuanya.
Setelah selesai sarapan Kennan mulai membuka pembicaraan " Ma ,pa bolehkah Kennan meminta sesuatu?"
"Kalau papa bisa kenapa tidak ."papa Kennan menjawab sambil tersenyum.
Sedangkan mama dan Yuriko saling pandang karena tidak biasanya Kennan meminta bahkan hasil dari kerja kerasnya saja sudah lebih dari cukup.
"Bisakah papa dan mama menjenguk seorang gadis di rumah sakit dan melamarnya setelah dia pulang dari rumah sakit."pertanyaaan Kennan,yang kemudian di sambut tawa dari keluarganya sedangkan pemilik pertanyaan hanya nyengir kuda di buatnya.
"Onichan ini membuat kita jantungan kirain mau minta apa ? itu permintaan yang sudah di tunggu papa dan mama benar kan ma? " celoteh Yuriko.
"Adik kamu benar, kami sudah lama menunggu kabar itu."jawab papa Kennan sambil menepuk pundak Kennan yang diduduk di sebelahnya.
"Ya sudah kapan kita akan menjenguknya ,bagaimana kalau sekarang?"tanya mama sambil menatap wajah Kennan dan papanya yang duduk di berhadapnya meminta persetujuan .
"Nanti sore saja ma, sekarang Kennan mau istirahat ,nanti siang Kennan mau ke kantor sebentar anak orang ngga kenyang kalau cuma di kasih perhatian."kata-kata Kennan kembali mengundang tawa.
"Setuju biar yuri bisa ikut , boleh kan onichan?" Yuri menatap wajah Kennan dengan memasang wajah memelas .
Kennan menarik kedua pipi Yuriko yang menggemaskan sambil mengangguk dan menjawab "Tentu boleh apa yang tidak boleh untuk kesayangan kakak yang satu ini."
***
Jam delapan malam semua berkumpul di rumah sebelum akhirnya mereka berangkat bersama dengan mobil Vellfire kesayangan mama yang di rasa cukup luas untuk mereka ketimbang mobil lain nya.
Setibanya di rumah sakit Kennan berjalan di depan sambil merangkul Yuriko yang membawa parsel buah di susul orang tua Kennan .
Mendengar suara Ketokan pintu bi Ami segera membuka pintu "Eh tuan Kennan,silakan masuk?" bi Ami menyambut ramah tamu tuannya.
__ADS_1
"Bi paman ada ? " tanya Kennan.
"Nak Kennan silakan masuk,tuan nyonya silahkan?"Hery mempersilahkan tamunya.
Kemudian Kennan masuk di ikuti orang tua Kennan dan Yuriko.
"Perkenalkan saya Kendra bagaskara papa dari Kennan Hideki bagaskara ini istri saya Hideko bagaskara dan ini adik sepupu Kennan yang paling manja Yuriko Ishida ."ayah Kennan memperkenalkan Keluarganya.
"Saya Hery Setiawan ,itu putri saya Elisa setiawan sedang kan ini bi Ami orang yang menjaga Elisa sejak bundanya tiada ."Hery turut memperkenalkan keluarganya .
"Siapa Hery Setiawan ,apa yang dulu dari kelas IPS yang dulu pacarnya Sabrina kan ."papa Kennan mencoba mengingat-ingat.
Ayah Elisa sejenak berfikir "Oh jadi kamu itu Kendra si tukang rusuh ."Hery menepuk pundak Kendra.
Sedangkan Kennan dan yang lain hanya bengong karena masih tak percaya mereka dulu saling kenal bahkan memperebutkan satu wanita yaitu Sabrina yang tak lain adalah bunda Elisa.
"Gara-gara kalah saing sama kamu saya nyari istri sampe ke jepang,takut kalau nyari disini kalah saing sama kamu lagi." jawab Kendra yang kemudian di sambut tawa dari yang lain "Jadi bagaimana kelanjutan kamu dengan Sabrina?"lanjut Kendra.
"Setelah lulus kuliah S2 kami menikah dan menunggu hadirnya penerus keluarga kami itu sangat lama, namun perjuangan Saya dan Sabrina agar mendapatkan keturunan tidak sia-sia, sabrina mengandung dan melahirkan Elisa, di tengah kebahagiaan kami, justru Sabrina meninggal saat Elisa berumur lima tahun."Wajah Hery murung seketika mengingat masalalu.
"Maaf saya jadi mengingatkan sesuatu yang tidak ingin kamu ingat ."Kendra menyesali pertanyaannya.
"Tidak papa memang sudah takdir."Hery tersenyum.
Kendra mencoba menghibur Hery dengan bangga mengatakan"Dulu saya boleh kalah berebut sabrina, tapi lihatlah sekarang kamu kalah dengan putraku yang telah mengambil hati Elisa kesayanganmu."
***
Seperti Kemarin Kennan pulang pagi dan langsung sarapan,mama Kennan mulai membuka pembicaraan saat selesai sarapan "Ken,mama boleh tanya sesuatu?"
"Tentu maada pa ?"jawab Kennan.
"Berapa umur Elisa ?"mama melanjukan.
"16 th ma kenapa ?"Kennan melihat mamanya penuh tanda tanya .
"Apa dia tidak terlalu muda dan bukannya dia masih sekolah ? bagaimana untuk sekolahnya jika kamu menikahinya?"tanya mama penuh perhatian.
"Benar juga kata mama,apa kamu sudah memikirkan matang-matang?"ayah turut berbicara.
"Kennan sudah memikirkannya ma pa , saya akan menikahi Elisa diam-diam ,dan Kennan juga akan memindahkan Elisa ke sekolah Yuriko karena Kennan memiliki saham besar di sana ,jadi Kennan akan memberi tahukan setatus Elisa pada Kepala sekolah namun tetap merahasiakannya di depan murid-murid dan guru lainnya."jawab Kennan tenang.
"Hooreee Yuri punya temen ."Yuri meloncat kegirangan.
__ADS_1
Papa tersenyum dalam hatinya berbicara 'Tidak di ragukan lagi otak seorang Kennan'
***
Hari ini hari Kennan melamar Elisa ,setelah satu hari sebelumnya Elisa di ijinkan pulang dari rumah sakit .
Lamaran di adakan seadaya dan rencananya tiga hari lagi mereka akan melangsungkan acara pertunangan yang sangat meriah di sebuah hotel tenama untuk membungkam mulut ibu-ibu yang membicarakan Elisa .
Untuk hari penikahan Elisa dan Kennan pun telah di tetapkan yaitu satu minggu setelah lamaran atau emat hari setelah hari pertunangan mereka, memang begitu mendadak karena Kennan ingin secepatnya Elisa bisa bersekolah kembali karena semenjak kejadian di club malam itu Elisa tidak pernah masuk sekolah lagi.
Kennan ingin Elisa masuk sekolah sudah dengan nama Elisa Bagaskara sehingga teman-teman yang lain tidak menyadari bahwa Elisa pernah masuk media gara-gara masalah waktu itu.
Sebelum Kennan dan Keluarganya pulang diam-diam ayah Elisa meminta Kennan untuk menemuinya di sebuah cafe .
Setelah pulang dari rumah Elisa Kennan bersiap untuk menemui calon mertuanya.
Kennan menyuruh asistennya menyiapkan satu ruangan terbaik yang kedap suara di cafe xxx tujuannya agar calon mertuanya terasa nyaman saat berbicara dengannya .
Kennan datang terlebih dahulu karena Kennan tidak ingin calon mertuanya menuggunya, baginya itu sangat tidak sopan.
"Sudah lama nak?"Hery ayah Elisa memasuki ruangn yang di di antar seorang pelayan cafe.
"Paman silahkan duduk."jawab Kennan seraya bersalaman dengan calon mertuanya .
"Baiklah nak langsung pada tujuan paman ,paman tidak ingin terlalu lama berbasa-basi."kata pria paruh baya itu dan Kennan menjadi pendengar yang baik.
"Apakah kamu bisa menerima Elisa dengan segala kekurangannya , dia sangat ceroboh , dia tidak bisa menentukan pilihan , dia mudah terpengaruh pada orang yang dia rasa nyaman, dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri apa lagi mengurus suami ,dia bahkan tidak dapat membuat teh dengan benar ,dia masih sangat kecil ,dia takut saat hujan bahkan dia akan menangis jika mendengar petir ." Hery bebicara dengan nada sedikit tinggi.
"Paman saya tidak akan mengajari Elisa perlahan, saya membiarkan Elisa membiarkan Elisa kelelahan dan saya tidak akan membiarkan Elisa ketakutan."Kennan mencoba menyakinkann.
"Bolehkah jika saya marah padamu? apa harus secepat ini kamu mengambil Elisa dari pelukan saya ? Elisa adalah satu-satunya harta yang saya miliki,saya sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi selain Elisa."kata pria paruh baya tersebut sambil sesekali menghapus air matanya.
"Paman saya minta maaf , dan saya berjanji, saya akan menjaga Elisa lebih dari saya menjaga diri saya sendiri,saya akan berusaha sekuat semampu saya untuk membuat putri paman bahagia ,saya tidak akan membiarkan setetes air mata kesedihan jatuh di pipi Elisa ." Kennan meyakinkan Hery .
"Tentu kamu harus menjaga Elisa, jika Putri saya terluka karena dirimu saya tidak segan-segan untuk membunuhmu dengan tangan saya sendiri."ancam Hery,Kennan mengangguk tanda ia mengerti.
"Bolehkah paman meluapkan emosi paman padamu ?"tanya Hery sambil berdiri.
"Tentu paman ."jawab kennan tersenyum lalu ikut berdiri.
Beberapa kali Hery sekuat tenaga melayangkan pukulan ke perut dan dada Kennan, rasanya memang sakit tapi Kennan sadar rasa sakit yang Kennan rasakan saat ini tidak seberapa di bandingkan dengan sakit yang Hery rasakan karena harus melepaskan satu-satunya keuarga yang ia miliki .
Setelah meluapkan segala amarahnya Hery pulang dengan rasa lega ,bahkan ia bangga melihat perjuangan calon menantunya dan dia begitu yakin dengan janji Kennan.
__ADS_1
Terima kasih atas kunjungannya 😉😉mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan🙇🙇.
mohon masukannya ,kritik saran atau pendapat agar saya lebi semangat lagi dalam menulis😉😉