Mystery Rooftop Dwellers

Mystery Rooftop Dwellers
koma


__ADS_3

Sudah 1 tahun sera koma. Anak bangtan dan teman sera juga sama mereka mengalami koma. Tapi hari ini sera mulai terbangun dari koma nya. Saat mata nya terbuka sempurna sera melihat sekeliling nya. Rumah sakit.


"Kamu sudah bangun?" Tanya suster itu.


Sera tidak membalas dia hanya diam membisu. Sampai suster itu ingin menyuntikan sesuatu di tangan sera. Tapi tiba-tiba ada yang membuka pintu secara kasar.


"Sera!" Teriak jiwan sambil mendekat ke arah sera.


Suster itu buru-buru pergi dari ruangan ini. Jiwan langsung bernafas lega. Sera merasa kebingungan dengan jiwan yang terlihat panik.


"Kita sekarang bukan berada di dunia nyata. Ini dunia ciptaan ji yoon" jelas jiwan.


Gak berapa lama anak bangtan lain nya masuk ke dalam kamar sera. Hani dan nana juga ikut menyusul. Mereka semua kebingungan dengan tempat ini.


"Kita kok bisa di sini?" Tanya jimin.


"Lu gak papa kan?" Tanya suga cemas.


"Enggak bang santuy gak usah panik gitu" kata sera sambil tersenyum.


"Kita di mana? Rumah sakit ini aneh" kata hani.


"Nanti gue jelasin sekarang kita keluar dari ruangan ini. Ingat jangan sampai berpencar atau kalian gak akan bisa pulang" kata jiwan memberi tau.


Semua hanya mengangguk mendengar penjelasan jiwan. Mereka rasa jiwan tahu semua tentang kejadian aneh yang mereka alami. Mereka mulai melangkah keluar. Sera di tuntun oleh jiwan dan suga sedang kan tae jalan di belakang mereka. Anak bangtan lain nya di depan.


"Bang tae" panggil jiwan.


"Paan?" Tanya tae.


"Dengar gue baik-baik. Sekarang kita berada di dunia ciptaan ji yoon. Tugas kita di sini untuk cari jalan keluar dan juga nyelamati sera. Di sini kita akan jumpa banyak arwah dan roh yang siap mencabik kita sampai mati. Jika kita mati di sini dalam dunia nya juga kita akan mati. Jadi yang di incar itu sera karena dia udah ingkar sama ji yoon" jelas jiwan lalu menarik nafas untuk melanjutkan cerita nya.

__ADS_1


"Mereka akan musnah sama darah sera kecuali ji yoon atau pun manusia yang ada di sini. Jangan percaya sama siapa pun kecuali anak bangtan. Lindungin para cewek terutama sera. Jika sera terbunuh kita juga akan mati. Ji yoon akan muncul di gerbang keluar jadi utaman kan keselamatan sera" lanjut jiwan.


"Gue bakal lindungin sera" kata suga.


"Iya bang lu juga harus lindungi sera. Terutama bang tae karena dia juga bisa ngerasain sesuatu sama kayak gue pasti lu juga akan di incar. Lu, gue dan sera jangan sampai terpisah" kata jiwan memberi tahu.


"Sekarang kita mau kemana? Di sini juga gelap terus gak ada siang" kata tae.


"Kita cari denah rumah sakit dan kumpulin kayu atau apa untuk bisa nyerang roh dan arwah yang akan kita hadapi" perintah jiwan.


"Kalian berhenti dulu!" Teriak suga.


Mereka semua langsung berkumpul di depan denah. Anak bangtan lain nya merasa bingung terutama para cewek.


"Hp siapa yang masih hidup?" Tanya suga.


"Hp kita bang" jawab hani dan nana.


Semua nya nurut mereka langsung pergi alat-alat yang bisa nyerang parah roh dan arwah.


"Ini bisa gak yah buat nyerang hantu?" Tanya hoseok sambil nunjuki ember yang ada di rumah sakit ke arah jimin.


"Yeh ada-ada aja alat kayak gitu nyerang hantu" balas jimin sambil cekikikan geli.


Mereka hanya mengambil sapu, kain pel, kayu atau ranting pohon dan besi-besi bekas. Seteleh mengumpulkan semua yang di perlukan mereka kembali berkumpul.


"Sera bisa minta darah lu" kata jiwan sambil berjongkok.


Sera pun mengangguk lalu mengoyak tangan nya dengan menggigit nya. Suga sebenar nya gak tega harus melihat adik satu-satu nya tersiksa kayak gini. Saat darah sudah mengalir jiwan langsung mengolesi sejata yang akan mereka gunakan dengan darah sera.


"Kalian pegang senjata satu-satu. Tugas kita itu ngelindungi sera. Dan jangan berpencar kalian bisa gunain senjata ini untuk bunuh parah arwah yang siap membunuh kalian kalau tertangkap. Lindungi satu sama lain dan jangan percaya sama siapa pun kecuali kita yang di sini sebagai kelompok" kata jiwan mengintruksi.

__ADS_1


"Bang joon lu jadi pemimpin untuk lindungi mereka. Kalian juga harus kerja sama jangan diam kalau ada  yang hampir terbunuh" perintah tae.


Semua mengangguk mengerti. Mereka mulai bergerak menuju lapangan rumah sakit. Di sana mereka menemuka anak kecil yang menghalangi mereka tadi.


"Hai kakak-kakak semua. Nama aku chen chen. Kalian pasti udah tau kan cara main nya. Jika ingin selamat bunuh lah orang yang memiliki darah pelindung. Yaudah kakak semua nya hati-hati sama kelompok mereka" kata nya sambil menunjuk kelompok anak bangtan.


Di sini bukan cuma ada anak bangtan tapi ada kelompok lain nya. Mereka seperti nya setiap pasien rumah sakit yang terjebak sama arwah kayak ji yoon. Semua langsung melihat ke arah mereka.


"Jadi bersenang-senang lah" kata nya lalu pergi menghilang.


Gak berapa lama ada bunyi bel dan para roh dan arwah keluar. Semua langsung berlari mencari tempat kosong termasuk bangtan.


"Ayo sini tempat ini kosong" suruh namjoon.


Mereka langsung masuk ke dalam lalu namjoon menutup pintu. Mereka harus berusaha keras untuk bisa bertahan di sini.


"Sera lu gak papa. Muka lu makin pucat" kata tae sambil memegang tangan sera yang lagi duduk.


"Kita harus cari makanan untuk bisa bertahan. Hani sini Hp lu" minta jiwan.


Hani pun memberikan Hp nya. Lalu melihat denah rumah sakit untuk mencari kantin di sini.


"Bang suga ayo kita ngambil makanan dari kantin. Dan kalian jaga sera" perintah jiwan.


"Ini bawa tas. Tadi gue nemu tas yang ada di lemari. Mungkin tas orang yang nginap di sini" kata nana sambil memberikan tas nya kepada suga.


Mereka langsung pergi keluar dari ruangan.


**Jangan lupa vote, like dan komen💜


#Jaga_kesehatan

__ADS_1


#stay_home**


__ADS_2