Mystery Rooftop Dwellers

Mystery Rooftop Dwellers
gerbang keluar


__ADS_3

Sesampai nya di gerbang anak bangtan udah ngumpul kecuali suga. Mereka berhasil selamat. Sera nyariin ke beradaan suga.


"Bang" panggil sera.


"Iya?" Balas namjoon.


"Bang suga mana? Kenapa gak ada sama kalian?" Tanya sera.


"Gue gak tau suga di mana" balas namjoon.


"Kita juga sama" balas jungkook di angguki yang lain nya.


Gak berapa lama suga nyampe sambil ngos-ngosan. Suga sedikit membukuk dengan tangan yang di letakan di kedua lutut nya.


"Kok lu lama bang?" Tanya jimin.


"Capek gue lari mana jauh amat" balas suga sambil mengatur napas.


Mereka udah maklum sama suga yang rada mageran di suruh lari yah jadi nya gini. Setelah itu mereka langsung melangkah maju. Jiwan berada di paling depan.


"Kalau lu gak bisa sampai gerbang potong urat nadi lu. Darah nya buat lingkaran dengan lu ada di dalam nya. Berputar di dalam lingkaran 7 kali terus bunuh diri lu sebelum gue mati" jelas jiwan sambil memberi pisau lipat nya.


Sera mengerti. Gak berapa lama mereka di halangi oleh chen chen dengan seringai di wajah nya dan dua pisau nya. Jiwan tersenyum dengan ke munculan chen chen. Jiwan maju selangkah dari mereka. Tae ikut menyusul. Sera juga maju dan dia berada di tengah.


"Di sini lu gak akan bisa lari lagi" kata jiwan sambil tersenyum.


"Dan di sini kakak akan mati hihi.." kata chen chen sambil memainkan pisau nya.


"Gue gak akan mati! Tapi lu bocah" balas jiwan lagi.

__ADS_1


"Aku benci kakak!" Kata nya lalu mulai menyerang.


Jiwan dan tae juga membalas serangan chen chen. Suga juga membantu dia gak akan biarin jiwan dan tae terluka sendirian. Kali ini pergerakan chen chen jauh lebih lincah dari sebelum nya. Dia dapat mengelak serangan dengan mudah.


Saat mendapat ke sempatan jiwan menendang pisau yang di pegang chen chen. Tepat perkiraan jiwan pisau itu terpental jauh. Hanya tinggal 1 pisau di tangan nya. Chen chen semakin lincah karena kemarahan nya. Jiwan mendapatkan luka di bagian lengan sebelah kanan.


Chen chen menyerang suga tapi dengan cepat dia menangkis nya. Tae  menyerang dari arah belakang. Dia memukul tangan chen chen yang memegang pisau dengan kuat. Sampai-sampai tangan nya berdarah dan pisau yang di pegang terjatuh. Mereka dapat ke sempatan.


Suga langsung memukul chen chen hingga dia jatuh ke tanah. Tae menginjak tangan kiri nya. Suga menahan kaki nya. Saat chen chen ingin bangkit mereka seperti akan tercampak jauh. Dengan cepat suga berteriak.


"Cepat bantu!" Teriak suga.


Mereka langsung membantu memegang tubuh chen chen. Jiwan tersenyum meremehkan. Melihat itu membuat chen chen emosi.


"AAA... AKU BENCI KAKAK!!" Teriak nya.


"Selamat tinggal" kata jiwan.


Jiwan mengangguk membiarkan tae mengambil alih. Tae dengan emosi menusuk perut chen chen dengan besi berkarat nya. Darah pun muncrat mengenai pakaian mereka. Sera hanya melihat nya saja tanpa membantu. Meski sudah terluka chen chen masih bisa tersenyum. Seperti dia tidak merasakan apa pun yang di lakukan tae.


"Hancurin aja wajah nya" kata jiwan.


Tae pun mengangguk lalu menusuk wajah chen chen dengan besi nya. Terus melakukan nya berulang kali dengan emosi yang memuncak. Saat merasa chen chen sudah tidak bergerak lagi mereka bangkit. Tubuh mereka sudah di penuhi oleh darah chen chen.


Tae tersenyum puas telah membunuh chen chen. Dia memang sudah geram dengan anak itu. Sekarang mereka melangkah maju untuk menghadapi rintangan terakhir. Yang kata nya sangat mengerikan. Yaitu ji yoon. Arwah yang membuat semua masalah ini terjadi. Dalang dari semua nya.


7 langkah dari gerbang ji yoon pun muncul. Menatap mereka semua dengan kemarahan. Dia menunjukan wajah asli nya yang buruk rupa. Semua menatap nya ngeri dan jijik.


"Akhir nya kita bertemu dan saling berhadapan" kata jiwan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku juga ingin berhadapan langsung dengan mu" balas ji yoon.


"Ayo kita selesain sekarang juga" kata jiwan.


"Aku tidak sabar membawa kalian ke neraka bersama ku" balas hi yoon.


"Terlalu percaya diri" kata tae ikut menyambung.


"Anak yang sok tau tentang diri ku" kata ji yoon menatap sinis tae.


"Akhir nya gue tau wajah lu itu" balas tae.


Jiwan mengisyaratkan suga dan sera untuk mengendap maju selagi mereka mengalihkan perhatian ji yoon. Mengerti apa yang di maksud jiwan mereka berdua segera maju.


"Aku akan membunuh mu terlebih dulu" kata ji yoon.


Ji yoon mulai mencekek leher jiwan. Samapi-sampai jiwan susah untuk bernafas. Ji yoon sebenar nya tau kalau sera mengendap endap menuju gerbang. Dengan gampang ji yoon menerbangkan suga dan sera lalu membanting nya ke tanah.


"Kalian kira aku tidak tau hah? Sera itu keras kepala ya dan suka ingkar! Ji yoon kira sera baik nyatanya enggak" kata ji yoon.


Sera merasa tubuh nya remuk. Sakit semua seperti patah. Suga berusaha bangkit di tolong yang lain nya. Ji yoon masih tetap mencekek jiwan. Saat di lepas jiwan langsung muntah darah. Sera menatap khawatir. Tae berusaha untuk bantu jiwan.


"Lu itu menyedihkan... lu gak terima dengan hidup lu yang hancur terus lu juga ingin buat hidup orang lain hancur? Cih.. menyedihkan" kata tae.


Ji yoon melotot ke arah tae dengan mata merah darah nya. Lalu mengangkat tae dan membanting tubuh nya. Jiwan menatap tae seakan-akan jangan ikut campur biar gue aja.


"Gue gak selemah yang lu kira" kata tae lalu bangkit.


Sera yang melihat itu berusaha bangkit lalu mencoba lagi menuju gerbang sendirian. Suga ingin menyusul tapi di tahan sama yang lain. Lagi-lagi tubuh sera terhempas ke tanah. Membuat nya meringis ke sakitan.

__ADS_1


Jangan lupa vote dan komen😁


Tinggal nunggu beberapa menit lagi annivrsery bangtan💜🎂 Gak terasa sudah 7 thn berlalu. Doa yang terbaik aja buat mereka💜😊Tetap lah jadi bintang yang bersinar di angkasa✨sekarang paus yang kesepian sudah tidak kesepian karena lautan itu akan memeluk nya sampai akhir💜🐋 Kami akan bersama mu sampai akhir💜i love purple bangtan💜💜


__ADS_2