
Suga menatap sera kahwatir. Jiwan bangkit kembali untuk berhadapan sama ji yoon. Sebelum itu dia mengisyarat kan bawa tae jauh dari ji yoon ke arah namjoon. Saat mengerti namjoon langsung mengajak jungkook. Mereka menarik tae jauh dari situ. Tae memberontak ingin di biarkan.
"Lu harus dengar apa yang di kasih tau sama jiwan sebelum nya. Liat sera dia udah ke sakitan" kata namjoon.
Tae langsung bangkit. Sebelum pergi menghampiri sera dia memberi pesan sama namjoon.
"Alihkan ji yoon kami akan menuju gerbang" kata tae lalu mendekat le arah sera.
Namjoon mengangguk lalu mengarahkan semua untuk mengikuti nya. Mereka mengikuti namjoon menuju ji yoon.
"Dasar menjijikan" kata suga.
"Kau itu hanya iri dengan ke hidupan seseorang yang jauh lebih bahagia dari mu" kata namjoon.
"Diam kalian!" Kata ji yoon.
__ADS_1
"Kenapa? Kau tak suka mendengar nya? Menyedihkan" kata jungkook ingin membantu.
"DIAM! AKAN KU BUNUH KALIAN SEMUA!" kini ji yoon semakin murka.
Namjoon tersenyum tipis karena bisa memancing ji yoon.
"Bunuh saja. Aku tidak takut" balas suga dengan santai.
Selagi mereka mengalihkan fokus ji yoon, sera dan tae berusaha menuju gerbang.
Tae akan menggendong sera menuju gerbang. Karena ke adaan sera yang tidak memungkinkan untuk berjalan sendiri. Dengan susah payah sera naik ke punggung tae. Mereka mulai berjalan perlahan.
Tiba-tiba mereka melihat anak bangtan yang terbang lalu terhempas dengan sangat kuat. Tae langsung lari menuju gerbang. Hanya tinggal 2 langkah lagi untuk sampai. Tapi tiba-tiba mereka juga di hempasan ke tanah oleh ji yoon.
"Sudah ku bilang kalian akan ikut dengan ku ke neraka hihihi..." kata nya senang.
__ADS_1
Sera meringis kesakitan. Dia gak akan nyerah sampai di sini. Melihat ke adaan semua yang sudah parah. Sera mengesot menuju gerbang. Kalau untuk berjalan rasa nya gak mungkin. Tapi tubuh nya kembali terhempas ke tanah. Sera sudah tergeletak lemah di tanah. Jiwan berusaha mengalihkan ji yoon lagi. Jiwan mengambil besi yang tidak jauh dari nya.
Dia mencoba menyerang ji yoon. Jimin juga bangkit ingin membantu jiwan. Yang lain juga berusaha membantu. Tae bangkit lagi lalu menggendong sera di belakang. Dengan sedikit meringis tae berusaha mempercepat langkah nya. Anak bangtan terpental lagi mereka dengan cepat untuk bangkit kembali.
Tubuh mereka sudah memiliki banyak luka. Jiwan sudah berulangkali muntah darah. Seperti nya ke adaan jiwan sangat parah. Wajah nya sudah pucat dan dia mulai melemah. Jiwan kembali menyerang. Mereka sama-sama berjuang satu sama lain. Dengan ke sadaran yang tipis sera melihat anak bangtan yang bertarung susah payah. Tae juga berjalan dengan meringis ke sakitan.
"Sera lu bertahan sebentar aja. Tolong jangan tidur dulu. Kita bentar lagi sampai" kata tae mencoba lebih cepat.
Sera melihat jiwan kembali tergeletak di tanah. Dia menatap sedih karena dia banyak orang yang terluka. Banyak yang berkorban untuk nya. Hanya untuk manusia yang gak berguna kayak dia. Sera nangis dalam diam. Tae merasa baju nya basah pun tau kalau sera menangis.
"Jangan nangis gitu kita pasti selamat tinggal 2 langkah lagi" kata tae menenangkan.
Sebelum tae dan sera mencapai gerbang jiwan tersenyum ke arah sera. Sera semakin merasa bersalah. Dan mereka sampai di gerbang.
Jangan lupa vote, like dan komen yah:)
__ADS_1