Mystery Rooftop Dwellers

Mystery Rooftop Dwellers
terpisah


__ADS_3

Mereka masih berdiam larut dalam pikiran masing-masing. Kaki jiwan dan tae sudah mengering tapi belum sempurna. Sampai jimin bertanya kepada jiwan.


"Kenapa chen chen gak nyerang sera?" Tanya jimin.


Semua langsung memperhatikan mereka. Dan ingin mendengar penjelasan dari pertanyaan jimin. Memang iya chen chen hanya menyerang mereka tapi tidak dengan sera.


"Dia akan membunuh gue dan bang tae dulu sebelum membunuh sera. Ji yoon gak bisa nyentuh sera selama kami masih hidup" jelas jiwan.


Semua mengangguk mengerti mendengar penjelasan jiwan.


"Jadi kita harus ngelindungi mereka bertiga" kata jungkook.


"Kami juga bakal ngelindungi kalian. Jadi kita harus kerjasama" kata jiwan.


"Bentar lagi bel?" Tanya namjoon.


"Kayak nya gak ada lagi bel kerena chen chen udah nampakan diri dan nyerang kita. Sebelum dia mati kita gak bisa sampai pagar keluar" kata jiwan memberi tahu.


"Lu dah bisa jalan kan? Kita lanjutin perjalanan gak usah buang waktu lagi" kata tae lalu berdiri dari duduk nya.


Jiwan pun ikut berdiri dari duduk nya. Mereka akan melanjutkan perjalanan. Jiwan ngambil hp hani lalu melihat denah rumah sakit yang sudah di foto sebelum nya.


"Kita harus ngelewati rungan ICU dulu. Lalu ruangan mayat, ke belakang rumah sakit dan di sana ada pintu ke luar nya" kata jiwan memberi tahu.


"Kenapa gerbang nya gak di depan?" Tanya honseok.


"Karena ini tempat di acak biar susah nemuin jalan keluar nya" jelas jiwan.


Semua ngangguk mereka langsung pergi mencari ruangan ICU. Saat sudah menemukan nya mereka langsung melewati nya. Sekarang mereka harus menemukan ruang mayat. Namun sebelum menemukan ruang mayat mereka mendengar suara chen chen yang sedang bernyanyi. Mereka langsung merapat. Takut ada penyerangan lagi.

__ADS_1


"lalala...lalala....lalalala...." suara chen chen yang bernyanyi.


"Gak usah sembunyi lu bocah pengganggu!" Teriak tae.


Entah kenapa tae mulai geram dengan chen chen. Dia sudah tidak sabar untuk membunuh anak itu. Dan bertemu langsung dengan ji yoon. Karena tae gak pernah liat ji yoon. Dia cuma bisa ngerasain keberadaan ji yoon.


"kakak jahat!"


"kak sera ayo kita akhiri semua ini. Aku akan bunuh mereka semua lalu kak jin yoon akan bawa kakak ke neraka hihi.."


"Gak usah mempengaruhi sera!" Teriak suga.


"Yang ingkar harus di bunuh!"


Tiba-tiba para arwah muncul kembali. Tapi kali ini jumlah nya sangat banyak. Mereka langsung melawan nya. Sera langsung di tarik jiwan agar berlindung di belakang nya. Mereka masih fokus menyerang. Lama kelamaan jarak satu sama lain semakin jauh.


Seakan-akan arwah ini sengaja untuk memisahkan mereka semua. Tae berusaha untuk mendekatkan diri ke jiwan dan juga sera. Jika mereka bertiga berpisah mungkin mereka akan mati terbunuh oleh chen chen.


Namjoon sudah tau arwah ini ingin memisahkan mereka. Karena iq nya yang tinggi namjoon mengerti situasi nya sekarang. Dia juga sudah memahami jika ji yoon mengincar sera, jiwan dan tae.


"Jika kalian selamat jangan cari yang lain langsung menuju ke gerbang! Kita berkumpul di sana dalam waktu 45 menit! Usahakan sampai gerbang dalam waktu 45 menit!" Teriak jiwan.


"Kalian lewati jalan di sebelah kanan dari tempat ini karena di sana melewati ruang mayat dan jalur belakang rumah sakit!" Lanjut jiwan saat melihat tulisan ruang mayat.


Mereka semua mengerti. Dan lama-kelamaan mereka sudah tidak terlihat. Mereka memasuki ruangan yang berbeda. Hanya jiwan, tae dan sera yang bersama. Mereka terkunci di ruangan mayat. Jalan yang akan mereka lewati nanti. Saat di sana mereka melihat chen chen yang sedang tersenyum mengerika. Dengan mata yang hitam berkantung, jaket hitam dengan senyum seperti ingin membunuh dan dua pisau yang dia pegang.


"Hai kak" sapa nya ramah.


"Udah ayo kita selesai sekarang" kata tae.

__ADS_1


"Kakak gak sabar banget buat main sama aku" kata chen chen terkekeh.


"Yaudah ayo kita mulai kalau kakak gak sabaran" kata chen chen lalu mendekat ke arah mereka.


Mereka mulai bertarung. Dua lawan satu. Sera hanya diam karena dia tidak tau harus berbuat apa. Meski pun chen chen sendiri tapi seperti kata jiwan kalau kekuatan nya sama dengan 10 orang dewasa. Tae dan jiwan sedikit ke lelahan menghadapi chen chen.


Jiwan mulai terkena tusukan di bagian punggung belakang nya. Darah segar pun mengalir. Meski sakit jiwan gak bisa membiarkan tae melawan nya sendiri. Sekarang chen chen menyerang tae. Dia menusukkan pisau nya di perut tae. Tae sedikit meringis ke sakitan. Mereka berdua masih ngelawan chen chen meski mendapat banyak tusukan.


Sera yang liat tae dan jiwan udah mulai lemah segera mencari senjata yang bisa buat bantu mereka. Sera langsung ngambil kayu yang berada di balik pintu. Sera langsung nyerang chen chen. Karena sibuk dengan tae dan jiwan tanpa sadar sera menyerang dari arah yang berbeda.


"Dasar bocah pengganggu!" Teriak sera.


Dan tepat kayu itu mengenai kepala chen chen. Dari kepala nya mengeluarkan darah yang begitu amis. Sera ingin memukul nya lagi tapi chen chen berusaha bangkit. Jiwan dan tae yang melihat chen chen ingin menusuk sera langsung bergegas. Jiwan menginjak tangan chen chen sebelah kanan nya. Tae di sebelah kiri nya.


Sera dari depan ingin menusukkan kayu nya ke perut chen chen. Namun lagi-lagi dia menghilang. Mereka benar-benar kesal.


"Ayo kita harus segera menuju gerbang" kata tae.


"Tapi kalian masih terluka" kata sera.


"Gak papa" balas jiwan dengan senyuman.


Sera pun mengangguk mereka segera berjalan menuju gerbang yang sudah di janjikan bersama anak bangtan lain nya.


"Bang gimana pun lu harus bawa sera keluar sebelum gue mati" kata jiwan pelan hingga hanya tae saja yang bisa mendengar.


"Pasti. Tapi lu juga akan selamat sama kita" kata tae yang di balas senyuman oleh jiwan.


Jangan lupa vote, like dan komen💜

__ADS_1


I love purple💜


__ADS_2