
Mereka keluar dengan membawa senjata dan juga tas untuk mengisi makanan. Mereka segera berlari ke arah kanan lorong rumah sakit.
"Bang jangan berisik" kata jiwan karena di depan mereka ada arwah.
Mereka masih sembunyi di balik tembok. Tapi karena arwah itu bisa merasakan ada manusia dia langsung mendekat ke arah jiwan dan suga.
"Dia ke sini" kata suga.
"Hitungan ketiga sentuh dia pake besi itu" suruh jiwan.
"1..2..3.." suga langsung menyentuh nya.
Arwah itu pun menghilang menjadi kepulan asap. Mereka langsung berlari menuju kantin. Sesampai nya di sana suga dan jiwan langsung mengisi tas mereka dengan makanan. Saat sudah terisi semua mereka ingin bergegas pergi tapi ada 3 arwah yang mengarah ke kantin.
"Bang sini" kata jiwan sambil menarik suga untuk bersembunyi di dalam kantin.
"Udah musnahin aja langsung kita buang-buang waktu untuk sembunyi" kata suga yang gak sabar sama para arwah ini.
"Kita jangan berisik atau bakal lebih banyak lagi yang ngepung kita" kata jiwan sambil bisik-bisik.
Karena mereka yang berisik para arwah mulai mendekati mereka. Ada 3 arwah yang mengarah ke mereka. Jiwan udah ancang-ancang untung menyerang. Suga juga sama. Jiwan mengisarat kan untuk keluar dalam hitungan ke 3. Jiwan mulai menghitung dengan tangan nya. Saat hitungan ke 3 mereka keluar dan menyerang para arwah.
Jiwan menyerang di bagian kanan dan suga di bagian depan. Saat suga udah berhasil musnahin arwah nya ada satu lagi di belakang jiwan.
"Jiwan nunduk" kata suga lalu melempar besi nya.
Dan arwah itu menghilang menjadi kepulan asap. Mereka langsung buru-buru ninggalin kantin.
"Bang kita harus cepat karena dalam 3 menit bel ke 2 akan bunyi" kata jiwan mempercepat lari nya.
__ADS_1
Suga yang biasa nya rada masel buat lari kini harus berjuang untuk lari dan menyelamat kan yang lain. Jiwan pun menarik suga supaya lebih cepat lari nya. Sesampai nya di ruangan mereka langsung membuka pintu lalu menutup nya.
"Untung lah kalian selamat" kata seok jin sambil ngelus dada.
"Ini makan dulu untuk ngisi tenaga kita. Karena perjalanan kita masih panjang" kata jiwan sambil memberikan tas yang berisi makanan dan minuman.
"Nah lu makan dulu" kata suga sambil memberikan roti dan juga air.
Sera nerima makanan nya. Semua juga pada makan. Mereka harus punya tenaga untuk ngelawan para arwah.
"Bang" panggil sera di sela-sela makan nya.
"Apa?" Tanya suga.
"Ke adaan ter gimana yah?" Tanya sera sambil berpikir nasib ter tanpa nya.
"Lu dengan ke adaan gini masih aja mikirin kucing ****** itu" kata suga menahan diri untuk tidak menjitak kepala sera.
Suga gak mau dengerin sera dia pura-pura gak denger sambil menjauh dari sera untuk istirahat sebentar. Tiba-tiba jiwan berbicara.
"Bentar lagi bel ke 2, kita harus siap-siap pergi dari sini untuk mencari ruangan kosong" perintah jiwan.
Semua nya mengangguk mereka mempercepat makan nya dan istirahat sebentar. Setelah selesai mereka segera keluar dari ruangan ini. Sera udah bisa jalan sendiri meski agak lemas. Gak berapa lama bel ke 2 berbunyi. Para arwah dan roh keluar lebih banyak lagi. Mereka melihat ada kelompok lain yang tertangkap. Namjoon memimpin di depan.
"Ayo sini" kata namjoon saat menemukan tempat untuk sembunyi sementara waktu.
Mereka semua ingin masuk tapi ada arwah yang tau pergerakan mereka. Namjoon mencegah arwah itu dan membiarkan yang lain untuk masuk.
"Kalian masuk!" Peritah namjoon.
__ADS_1
Tae yang melihat itu langsung membantu namjoon. Jiwan dan suga membawa sera masuk setelah memusnah kan arwah mereka ingin masuk ke ruangan yang sudah ada anak-anak yang lain. Tapi ada orang yang minta tolong karena hapir mati di cabik oleh arwah.
"Tolong gue!" Teriak nya minta bantuan.
"Kita bantu?" Tanya tae.
"Jiwan udah ngelarang kita untuk gak percaya sama siapa pun kecuali kelompok kita" kata namjoon mengingatkan.
"Tapi gue gak tega liat dia kayak gitu bang" kata tae iba.
Tae pun segera membantu nya. Dia menyentuh para arwah dengan besi yang udah di kasih darah sera. Namjoon menyusul tae.
"Makasih udah bantu gue" kata nya lalu mengikuti tae ke ruangan yang mereka tuju.
Saat memasuki ruang mereka semua melihat orang yang di bawa namjoon dan tae. Jiwan menatap tidak percaya karena perkataan nya hanya di anggap angin lewat.
"Kenapa kalian semua bisa ngelawan para arwah. Sedang kan kami hanya bisa bersembunyi dan jika tertangkap akan mati" kata nya tidak percaya karena di kelompok anak bangtan gak ada yang mati sama sekali.
"Gue bakal cerita sama lu. Tapi abis ini lu pergi dan jangan ikuti kami" kata jiwan.
Semua menatap jiwan tidak percaya karena jiwan yang menyuruh mereka untuk tidak mempercayai siapa pun.
"Kita bisa selamat karena ada gue yang memiliki darah penyembuh dan gak ada iblis yang berani nyentuh gue. Ada bang tae yang bisa ngerasain keberadaan makhluk tak kasat mata. Dan yang paling penting ada darah sera yang bisa musnahin para arwah dan roh" jelas jiwan.
"Sekarang lu bisa pergi dan jangan ikuti kita" kata jiwan.
Saat cowok itu berbalik dan ingin melangkah pergi jiwan terlebih dulu menusuk nya dengan besi yang tajam. Semua terkejut atas tindakan jiwan yang tiba-tiba. Mereka gak nyangka jiwan setega itu dengan manusia di hadapan nya. Karena masih bergerak jiwan menusuk nya sekali lagi.
Saat merasa dia udah gak bernafas lagi jiwan membuang besi itu di sembarang arah. Mereka menatap jiwan yabg penuh darah dengan tatapan takut.
__ADS_1
"Kan udah gue bilang jangan percaya sama siapa pun kecuali kelompok kita. Mereka bisa jadi masalah buat kita. Mereka semua akan menjadi penghianat maka nya dengarin omongan gue kalau gak mau liat gue bunuh mereka lagi" kata jiwan lalu duduk di dekat jasad orang itu.
Jangan lupa like, vote dan kome💜