Mystery Rooftop Dwellers

Mystery Rooftop Dwellers
beberapa bulan


__ADS_3

Hari ini langit tampak mendung. Angin sedikit kencang menghapus jalanan. Sepulang sekolah sera akan pergi ke pemakaman. Dia sudah minta izin sama suga. Sera berjalan dengan pandangan lurus ke depan.


Pandangan itu memandang kembali kejadian di dunia ilusi. Sebelum ke pemakaman sera mampir ke toko bunga terlebih dulu. Membeli beberapa bunga. Setelah itu dia langsung menuju makam.


Di hadapan nya ada tiga makam yang dia kenal. Dia meletakan bungan di atas tiga makan itu. Lalu berdoa untuk mereka. Gak berapa lama gerimis mulai turun. Air yang dingin menyentuh kulit sera. Setelah itu sera pergi dari makam.


Sera ingin pergi ke taman dekat rumah. Hanya ingin duduk di ayunan dan melihat anak komplek yang sedang bermain. Tapi tidak ada anak yang bermain karena gerimis. Sekarang gerimis berganti dengan hujan yang sedikit lebat.


Tapi sera masih setia berada di ayunan itu tanpa niat untuk pergi dari sana. Sera sedikit mengayunkan ayunan nya. Melihat ke arah langit membiarkan air hujan menyentuh wajah nya. Kekuatan yang di berikan ji yoon tidak hilang. Malah sera sekarang bisa melihat apa saja yang ada di sekitar nya dan membaca pikiran orang lain. Darah nya juga masih membunuh para arwah.


Hari ini rasa rindu nya memuncak lebih tinggi dari biasa nya. Dia rindu sahabat nya dan juga jiwan. Setelah itu sera memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Jalanan begitu sepi karena hujan. Sesampai nya di rumah sera langsung masuk tanpa mengetuk. Semua anak bangtan yang ada di ruang tamu langsung melihat ke arah sera.


"Main hujan lu?" Tanya suga.

__ADS_1


"Hehe... tadi gue di makam kehujanan jadi yaudah sekalian" kata sera sambil cengengesan.


Setelah itu sera langsung naik untuk ganti baju. Begitu lah sera menutupi kesedihan nya. Saat di atas sera langsung mengganti baju nya. Lalu dia berbaring menghadap langit-langit kamar nya.


Tapi tiba-tiba dari kaca jendela ada yang mengetuk nya. Sera langsung menghampiri nya untuk melihat siap yang ada di sana. Saat melihat orang yang dia kenal sera langsung membuka jendela nya. Jiwan datang dengan senyuman. Senyum tulus sera kembali lagi.


"Lu kembali" kata sera bahagia.


"Sera gak takut sama gue?" Tanya jiwan.


"Gak takut hal serupa akan terjadi lagi kayak kejadian ji yoon?" Tanya jiwan lagi dengan senyuman.


"Enggak" kata sera kali ini dengan sedikit isakan.

__ADS_1


"Jiwan pergi dulu yah. Tempat jiwan gak di sini. Jangan terpisah dari bang tae dia akan menjaga sera. Jiwan pamit yah" kata jiwan lalu kembali keluar dari jendela.


Angin masuk dari jendela ke kamar sera. Sera hanya terdiam menatap jendela nya itu. Sera hanya berharap bisa di pertemukan dengan jiwan di akhirat nanti. Sera langsung lari turun ke bawah. Semua orang bingung melihat sera yang terisak. Sera langsung meluk suga. Dan nangis di sana.


"Bang jiwan tadi kembali"


"Udah jangan nangis. Jiwan udah tenang di sana" kata suga menenang kan.


"Tapi setelah itu dia pergi lagi. Dia cuma kasih pesan untuk tidak jauh dari bang tae" kali ini isakkan mereda.


Mereka langsung melihat tae yang asik dengan hp. Tae yang di tatap merasa bingung dan bertanya.


"Apa?"

__ADS_1


Semua menggeleng dengan senyuman.


Tahnks yang udah baca sampai end yah. Tetap semangat✊sampai jumpa di sini😁💜 salam manis dari author😚


__ADS_2