
Sudah 2 tahun sera koma. Dalam dunia ilusi itu sera dan yang lain benar-benar mengalami kejadian yang di rasa kan. Di ruang lain tae mulai tersadar dari koma nya. Tae mulai mengerjap-ngerjapkan mata nya. Saat sudah tersadar sepenuh nya tae melihat sekeliling nya.
Tae langsung ke luar dari ruangan nya. Dia harus segera menemui sera. Yang pertama di temui nya harus sera. Ruangan sera sama dengan tempat dunia ilusi itu. Tae mengarah ke ruang sera yang ada di lantai atas.
Sesampai nya di sana dia melihat sera yang masih berbaring dengan ke dua mata yang terpejam rapat. Tae langsung mendekat.
"Sera" panggil tae lemah.
Gak berapa lama sera mulai siuman. Sera melihat sekeliling dan menemukan tae di samping ranjang nya.
"Jiwan dan yang lain mana?" Tanya sera.
__ADS_1
"Gue gak tau" kata tae sambil menggeleng kecil.
"Gue harus cari mereka" kata sera ingin turun dari ranjang nya.
"Jangan lu masih lemah" kata tae.
"Ji...jiwan gak..." kata sera sambil terisak.
"Ayo kita ke ruangan jiwan. Gue mohon" kata sera.
Tae pun mengangguk lalu menuntun sera turun dari ranjang. Sera langsung lari mencari ruangan jiwan. Saat sudah di depan pintu sera langsung saja masuk. Di sana ada suster yang sedang melepas alat-alat yang ada di tubuh jiwan.
__ADS_1
Sera langsung mendekat dengan perasaan yang tidak bisa di jelas kan. Tubuh jiwan penuh dengan lebam. Tae juga ikut masuk ke ruangan itu. Suster langsung memberi tahu ke ada an jiwan.
"Maaf pasien sudah meninggal" kata suster lalu keluar dari ruangan.
Di saat yang bersamaan sera langsung nangis sambil mengguncang tubuh jiwan. Sera benar-benar merasa bersalah. Jiwan sudah menepati janji nya untuk membawa nya keluar tapi dia malah terjebak di sana. Sebelum siuman tadi sera melihat jiwan yang ingin pergi. Dia tersenyum senang ke arah sera lalu perlahan melangkah pergi menjauh.
Tae langsung meluk sera. Gak berapa lama anak bangtan datang. Mereka menatap sendu tubuh jiwan yang penuh dengan luka. Ilusi itu nyata. Benar kata jiwan yang mati di sana akan mati di dunia nyata. Termasuk diri nya ikut mati.
Sera sudah kehilangan sahabat nya dan jiwan orang yang sudah membuat nya sedikit nyaman berada di dekat nya. Setelah kejadian itu mereka kembali lagi bersekolah. Mereka menjalani sekolah seperti biasa. Di sekolah sera gak punya teman akrab kayak hani dan nana. Tapi masih ada wonwon, boby dan guanlin yang selalu ngehibur nya. Mereka sudah tau yang di alami sera dan anak bangtan. Jadi suga ngasih tugas sama mereka untuk hibur sera. Kalau sera dan boby udah ketemu pasti ada perang ke goblokan kadang juga mereka akur karena ke goblokan dua manusia yang tidak berguna ini. Sera masih merasa terpukul atas semua nya. Tapi dia selalu tertawa dan gesrek untuk menutupi ke sedihan nya.
Dia merasa gak perlu ada yang tau sedih nya. Cukup diri nya saja. Suga juga sering mendapati sera yang nangis di kamar dengan wajah di tutupi bantal. Dan ter selalu buat suga marah. Yah kucing ****** itu belum mati. Semenjak sera koma 2 tahun lalu rumah sedikit bau pesing karena ter yang buang air sembarangan. Dia masih hidup karena makan entah dari mana aja.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen💜