Nala Anastasya

Nala Anastasya
Gagal Total


__ADS_3

Kehamilan Nala kini sudah menginjak usia 9 bulan, tinggal menghitung hari dimana ia akan dapat berjumpa dengan kedua anaknya. Ya, Nala mengandung anak kembar yang baru di ketahuinya saat usia kehamilannya menginjak 4 bulan. Semua bergembira mendengar kabar bahagia itu, terutama Reka. Ia menjadi suami yang sangat siaga, apapun yang di inginkan Nala ia penuhi meski harus berlelah karna ia juga harus mengerjakan pekerjaan kantor nya yang akhir" ini sedang sibuk. Setelah sebelumnya ia mengambil cuti saat menemani Nala di rumah sakit untuk bedrest karna kelelahan ketika menggelar acara 7 bulanannya yang sangat meriah. Semua itu atas permintaan sang mertua, karna rasa bahagianya akan memiliki cucu kembar sekaligus ia ingin memamerkan nya pada semua orang.


Sebulan lamanya Nala berbaring di kamar setelah seminggu ia di rawat di rumah sakit, Reka terus menemani dan mengurusnya dengan baik. Nala hanya di izinkan berjalan" sesekali, karna kondisi badannya sangat lemah. Mengandung anak kembar dengan usia yang masih muda membuatnya rentan kelelahan karna bobot tubuhnya naik drastis.


Sekarang masa itu telah terlewati, semakin hari Nala semakin membaik. Karna mendapatkan dorongan serta perhatian dari sang suami, ia kembali bersemangat. Sebelumnya Nala sempat murung karna merindukan kedua orang tuanya, setelah pernikahannya mereka hanya bertemu sesekali di waktu yang singkat. Tepat dua hari sebelum di gelarnya acara 7 bulanan, kedua orang tuanya pamit untuk menyusul sang kakak ke luar negri di karnakan Nila tengah sakit dan butuh pendamping di sana.


Hingga saat ini mereka pun belum kembali, itulah yang membuat Nala sempat drop. Tapi karna kegigihan Reka menyemangati istrinya untuk tidak banyak berfikir negatif karna dapat membuatnya kehilangan sang buah hati. Nala tersadar akan kesalahannya yang akan berdampak sangat fatal itu, ia memulai kembali harinya demi kedua anak yang masih di perutnya.


"Mas. Pulang beliin aku batagor ya yang pedas." Ucap Nala pada suaminya melalui panggilan telepon.


"Batagor? Ahh.iya sayang kalo ada nanti mas beliin ya. Sekarang mas masih harus rapat ini.Udah dulu ya, jangan marah oke."ucap Reka di sebrang sana.


"Bener ya mas. Awas jangan sampe salah beliin." Ucap Nala manja


"Iya.udah ya." Reka langsung mematikan sambungan telpon nya untuk melangsungkan rapat yang tertunda akibat dari sang istri yang selalu menghubunginya dari tadi.


"Ih.. mas Reka sampe langsung di matiin gini. Aku kan belum selesai." Ucap Nala menggerutu.


Ia pun mengetik pesan untuk suaminya.


To: ❤My Hubby


Mas jangan lama" pulangnya ya. Aku kangen.


Tapi ia tak mendapat balasan dari Reka. Nala yang kesal memilih untuk tidur siang.


Reka menyelesaikan semua pekerjaannya hingga pukul 4 sore. Kini kesibukannya sudah sedikit berkurang dan bisa kembali ke rumah tepat waktu, karna hari" sebelumnya ia terus di gencar dengan lemburan.Banyak yang harus ia periksa agar saat Nala melahirkan nanti pekerjaannya tidak terlalu banyak.Reka bergerak mengecek ponselnya yang ternyata mendapat pesan dari sang istri.


"Haduh gawat..marah ga ya Ana.. Batagor apa lagi itu. Aku tak tau bentuknya yang seperti apa.sebaiknya aku cepat" pulang saja lah." Ucap Reka setelah ia membaca pesan dari Nala.


Ia bergegas keluar kantor menuju mobilnya.Di perjalanan ia melihat" penjual di pinggir jalan, mencari makanan yang bernama Batagor itu. Tapi tak ia temui satu pun, alhasil ia pun memilih membeli Mpek" dari pada tak membawa pulang apapun. Setelah menempuh perjalanan setengah jam ia pun sampai di kediamannya, Reka langsung menuju kamarnya mencari Nala.

__ADS_1


"Masih tidur dia." Reka melihat istrinya tertidur nyenyak di atas kasur. Ia pun membangunkannya.


"Naa.. Ana. Bangun, udah sore nih."ucap Reka


"Euugghhhh.. mas udah pulang?." Ucap Nala serak sembari menggeliat bangun dari tidur nya.


"Iya. Bangun yuu. Mandi udah sore."


"Mana batagor pesenan aku mas?." Nala menengadahkan tangannya.


"Eh.malah nagih pesenan. Mandi dulu yuu, kita mandi bareng.oke??." Ucap Reka merayu


"Gak mau mas. Aku mau makan batagor dulu, mana siniin." Paksa Nala.


"Maaf sayang. Batagornya gaada mas gak nemu. Adanya ini, gapapa kan ya. mas cape loh baru pulang kerja." Ucap Reka mencoba membujuk Nala agar tak marah.


"Yaudah deh.. maaf ya mas aku udah ngerepotin kamu. Sini gapapa, aku makan udah laper banget soalnya."ucap Nala mengerti


Reka membuka bungkusan Mpek" yang ia beli tadi. Menuangkan saus pada Mpek" yang memang di kemas di tempat agar siap makan lalu menyuapkan pada istrinya. Nala memakannya dengan lahap hingga tandas. Setelah minum mereka pun merehat kan badan Nala sekejap menunggu makanan turun. Setelah itu merekapun mandi bersama..


Usai makan malam Nala meminta untuk langsung ke kamar pada suaminya. Karna merasa perutnya kurang enak, Reka menurutinya.. mereka berbincang di atas kasur sambil bersandar.


"Mereka aktif banget ya malam ini." Ucap Reka yang sedang mengusap" perut Nala.merasakan bayinya yang bergerak kesana kemari.


"Iya mas. Makanya aku kurang enak untuk duduk terlalu lama.. pengennya nyender begini. Perut aku keteken kalau duduk tegak." Ucap Nala


"Iya. Besar banget perut kamu. Isinya ada dua sih. Jadi lebih gede gini.."sahut Reka


"Mas.. mas mau itu ga??.." tanya Nala mengusap" dada suaminya.


"Mau itu apa??." Reka balik bertanya

__ADS_1


"Itu loh mas.. kan udah lama engga.." Nala mengkode dengan sedikit menyentuh aset suaminya.


"Kamu mau??.. mas juga mau sih. Tapi emg boleh??mas takut kamu kenapa"." Ucap Reka bimbang


"Boleh kayanya mas. Daripada nanti keburu libur kan.." jawab Nala


"Iya sih. Mana lama lagi.. bener ya sayang boleh ..masss udahh on nnih.." ucap Reka menggeram merasakan tubuhnya yang sudah terpancing oleh sentuhan tangan Nala yang mengusap" Aset nya..


Nala hanya mengangguk.. karna ia sibuk dengan kegiatannya menguasai sesuatu yang sejak tadi di inginkannya.. sedangkan Reka hanya mendesah nikmat atas apa yang di lakukan istrinya di bawah sana. Ia sama sekali tak menyangka bahwah istrinya akan melakukan itu, tapi sungguh ia sangat bahagia sekali di perlakukan seperti ini.


"Aduh mas.." ucap Nala memekik setelah melepaskan pusaka Reka dari mulutnyaa.


"Kenapa sayang??." Ucap Reka panik melihat Nala memegangi perutnya.


"Sakit perut aku mas. Kenapa ya? Ssshhh."ucap Nala meringis


"Sayang.. apa sakit sekali?." tanya Reka ia memegangi tubuh sang istri


"Sakit banget mas.. aduhhhh mass. kayanya aku ngompol deh, ga ke tahan ini keluar basahhh.." ucap Nala


"Yang bener sayang, coba mas lihat." Reka memeriksa istrinya dan kaget saat melihat ada sedikit noda darah di celana istrinya.


"Sayang.. ini kamu ada darahnya! apa kamu mau melahirkan. Sebaiknya kita kerumah sakit sekarang sayang ayo aku gendong." Reka hendak menggendong istrinya.


"aduuuh mass. pakai dulu itu celana kamu mas. aku ga rela itu kamu nanti di lihat orang. aaawww..ssshhh.." ucap Nala seraya menahan rasa sakit yang mendera.


Reka menepuk keningnya, ia bergerak untuk memakai celananya .. "Aduh Tiger kamu udah di buat melayang ke nirwana gini.. malah di jatuhkan sekaligus ke bumi. malang sekali nasibmu." ucap Reka lirih sembari mengelus" kepunyaaanya yang ia namai Tiger.


"Maaassss malah ngedumel.. aku sakit ini cepetann.." Teriak Nala


"Iya iya sayang ayooo..

__ADS_1


......................


__ADS_2