Nala Anastasya

Nala Anastasya
Melahirkan


__ADS_3

Reka bergegas melajukan kendaraannya menuju rumah sakit. Ia menyetir sendiri, karena sudah larut malam dan tak ada supir yang menginap. Bahkan ia lupa mengabari kedua orang tuanya yang sedang terlelap dalam tidurnya. Dengan wajah panik dan sesekali menengok ke belakang dimana ada istrinya yang sedang meringis kesakitan, reka menggendarai mobilnya dengan hati".


"Massss. sakit mass.." Nala merengek


"Sabar sayang.. tahan. sebentar lagi sampai ko.." jawab Reka berusaha tenang.


"Ssshhhh. aaahhh.. Sakit sekalii.." Rasa sakit Nala semakin menjadi.


Tak lama mereka pun sampai di depan rumah sakit. Reka bergegas turun menggendong istrinya..


"Susterrrr. tolongg istri saya mau melahirkann.." teriak Reka


"Mari pak naikan ke brankar.." ucap salah datu suster yang berlari menghampiri Reka dan Nala sembari membawa brankar rumah sakit.


"Hati" sus.." titah Reka


Mereka pun membawa Nala menuju ruang persalinan.


"Sayang sebentar ya. aku mau nelpon mama dulu biar kesini bawa perlengkapan dede.."


Reka menjauh sebentar untuk menghubungi orang tuanya. setelahnya ia pun kembali untuk menemani Nala melahirkan. Tak banyak yang bisa ia lakukan selain menggenggam tangan Nala dan mengucapkan kata" semangat untuk istrinya itu. Nala meringis kesakitan saat kedua bayinya di lahirkan, air mata mengalir deras dari kedua matanya.. Rasa sakit bercampur bahagia menyatu saat ia melihat kedua bayinya mulai mencari sumber kehidupannya. Tak terasa Reka pun menangis melihat perjuangan istrinya melahirkan buah hati yang telah lama ia nantikan kehadirannya.


"Terimakasih Ana.. terimakasih untuk semua perjuanganmu melahirkan kedua anak kita." Reka menciumi wajah Nala dengan perasaan yang membuncah.


Nala hanya tersenyum, ia tak mampu berkata". Kedua bayi mereka di bersihkan, begitupun dengan Nala. Lalu mereka di tempatkan di ruangan khusus yang luas, karna rasa lelah Nala pun tertidur dengan lelap. Reka duduk di samping istrinya yang tertidur, ia menolehkan kepalanya saat terdengar seseorang membuka pintu kamar rawat Nala.


"Reka sayang. Mana cucu" mama? ini keperluan mereka." ucap mama Runa berjalan menghampiri anaknya menyerahkan tas besar berisi baju" bayi dan Nala.


"Itu disana mah.. terima kasih ya mah udah di bawain kesini." Reka mengambil tas dari mamanya.


"Iya. aduhh lucu sekali cucu" mama." ucap mama Runa gemas


"Iya mah lucu sekali. jenis kelaminnya apa mas?." Alya ikut bicara.


Mama Runa memang tidak datang sendiri, tapi bersama menantunya Alya.

__ADS_1


"Keduanya laki" dek.." jawab Reka


"Wahhh..senangnya.. aku sudah boleh membawanya kan mas??." ucap Alya to the point


"Apa maksudmu Alya?." ucap Reka heran


"Loh ko nanya. mas ga lupa dengan janji mas kan, pokonya aku ga mau tau .aku mau anak" mas ini titik, dan aku mau membawanya sekarang juga." ucap Alya tajam


Reka tersadar..ia melupakan sesuatu yang penting. Putranya 'Apa aku akan sanggup memberikan putraku ya tuhann.. aku harus apa, janjiku.. aku melupakannya.bagaimana dengan Nala.' ucap Reka dalam hati. Sungguh ia bingung harus apa sekarang, tapi kebahagiaan adiknya itu nomer satu. 'Ya, aku harus melakukannya sesuai janjiku'. ucap Reka memantapkan hatinya.


"Mas.. ko malah bengong sih. yaudahlah aku hubungi mas Arlan dulu."


Alya menghubungi suaminya agar segera datang mengurus kepulangan anak kakaknya yang akan ia ambil hari ini juga. Ia tak mau menunggu lagi, sebelum istri kakaknya itu melarangnya nanti.


"Alya.. kamu boleh mengambil salah satunya. tidak bisa keduanya Alya, kasihani istriku setidaknya ia masih memiliki satu putra." Keputusan Reka


"Tapi mas....aku ingin keduanya." ucap Alya


"Sudahlah Alya. benar kata mas ipar mu, ambil salah satunya. atau tidak sama sekali." ucap mama Runa Mengancam


"Yaudah deh iya. tapi aku mau bawa pulang sekarang, mas Arlan sedang mengurus kepulangannya di ruang administrasi. kami akan membayar semuanya!." ucap Alya karna memang Arlan sudah tiba dan langsung mengurus semuanya sesuai perintah Alya.


"Euugghhh..Masss." Nala terbangun dari tidurnya


"Reka. itu Nala bangun.. kamu malah bengong aja." ucap mama Runa menegur anaknya.


"Ehh. iya sayang kamu mau apa?"tanya Reka yang baru tersadar dari lamunannya.


"Aku haus mas."


"Oh. ini minum .pelan".." Reka menaikan sedikit tempat tidur Nala dan membantunya minum..


"Terima kasih mas. anak" bangun tidak mas. aku lelah sekali tadi sampai nyenyak banget tidurnya." ucap Nala


"Itu..

__ADS_1


"Itu apa mas. anak" baik" aja kan?. bawa sini mas deketin . aku mau liat mereka." Ucap Nala


"Nanti ya.. anak" tidur, kamu istrahat dulu aja sekarang.." ucap Reka mengalihkan pembicaraan. ia bingung mau menjelaskan seperti apa pada Nala.


"Yaudah dehhh.. Kamu mau kasih nama apa mas sama anak" kita?." tanya Nala yang mana membuat Reka terdiam membisu.


"Udah Reka. kamu ngomong yang sebenernya aja sama Nala. Toh anak kalian ada dua, gpp kalau di kasihin satu masih ada satu lagi juga." ucap mama Runa tanpa memikirkan perasaan Nala.


"Apa?" tanya Nala kaget


"Mah. diem mah, biar aku nanti yang ngomong.. lebih baik mamah pulang aja." ucap Reka mengusir mamanya.


"Tunggu dulu mas. maksudnya apa mas? mama kenapa bicara begitu.." tanya Nala meminta penjelasan


"Sayang.. udah.. bentar ya aku nganter mama dulu kedepan.." Reka menggiring mamanya untuk segera pulang.


"Apa"an sih kamu Reka. katanya mama suruh nemenin kamu buat bilang sama Nala yang sebenernya.ko malah ngusir mama." ucap mama Runa saat mereka telah keluar dari ruang rawat Nala.


"Mah udah.. biar jadi urusan aku ajj. mama pulang dulu ya mah, di depan masih ada pak Nana kan yang nunggu mamah. dah mahh.. hati" ya.." Reka mencium pipi sang mama lalu bergegas masuk kembali.


"Isshhh.. si Reka ituu.." ucap mama kesal. ia pun memilih pulang.


"Mas.jelasin sama aku kemana anak kita satu lagi massss.." ucap Nala yang sudah berdiri di samping box bayinya.ia kaget saat melihat anaknya hanya ada satu.


"Sayang kenapa kamu turun. ayo naik lagi, kamu belum pulih. ga boleh jalan" begini. nanti aku jelasin sayang."ucap Reka panik melihat Nala turun dari tempat tidurnya..


"Mana anak aku massss. manaa.." teriak Nala histeris


"Sabar sayang. kamu bisa membangunkan baby kita."Reka mendekap tubuh Nala


"Anaku mana mass. kamu berikan pada siapa hah? jawab mas. Nala mencengkram baju Reka.


"Akuu. akuu berikan pada Arlan dan Alya sayang maaf .. maaf kan aku.. aku udah terlanjur berjanji pada mereka." Reka bersimpuh meminta ampunan pada Nala...


"APA !!!...

__ADS_1


BRUUGGGGHH..


......................


__ADS_2