
"Kue sudah siap. Eh siapa ini mah?." Lana kaget saat kembali dari membuat kue, sudah ada tamu yang tidak dia kenali. Ia pun meletakan kue di meja seraya duduk di sofa sebrang mertuanya.
"Ini kenalin Nala adik ipar kamu Arlan sama istrinya Alya. Mereka baru pulang dari liburan, jadi kamu blm ketemu sama adik Reka ini." sahut mama Runa
"Oh.. hai Arlan Alya, aku Nala istrinya mas Reka." ucap Nala sambil tersenyum hangat.
"Hai mbak Nala, selamat ya atas pernikahannya. Maaf kami ga hadir kemarin." ucap Alya
"iya mbak.selamat ya, semoga mbak betah tinggal disini menemani mama." sambung Arlan
"Iya iya gapapa ko. Oh..iya ini cobain kue buatan aku, tadi aku buatin kue buat mama." ucap Nala
Merekapun mencicipi kue buatan Nala. Saking enaknya sampai habis oleh mereka bertiga. Nala yang melihatnya merasa senang karna kue buatannya habis tak tersisa.
"Loh kapan pulang? udah nonggol ajj . Makan apa kalian, kok di habisin sih. Aku ga di sisain ini beneran? jahat banget." ucap Reka merajuk. ia pun mendudukan dirinya di samping sang istri.
"Ada mas.Tenang aja ga di habisin kok, masih ada di dapur. Aku ambilin dulu ya bentar." Nala bangun menuju dapur untuk mengambilkan kue. Dia tersenyum merasa lucu dengan sikap suaminya yang ternyata bisa merajuk juga.
"Gimana gimana mas, nikah enak kan?." Arlan bertanya setelah melihat Nala pergi ke dapur.
"Iya Lan benar katamu, ternyata nikah tuh enak banget." Reka menjawab sambil senyum". Ia merasa bahagia dengan pernikahannya yang menurutnya menguntungkan juga.
Mama runa hanya menggelengkan kepala mendengar percakapan anak"nya itu.
"Tapi mas, jangan sampai terlena dan melupakan semuanya kamu mas." ucap Arlan tegas
"Ya enggak lah. Mana mungkin Lan, kamu segalanya buat mas. Adik kesayangan mas sampai kapan pun!." Reka meyakinkan sang adik
"Udah" .Jangan terus di bahas, malah bahaya nanti." ucap mama Runa mengingatkan.
Nala kembali ke ruang tengah setelah menyiapkan kue yang suaminya mau.
"Nih mas.Semoga kamu suka ya mas." ucap Nala lalu duduk dekat suaminya
__ADS_1
"Suapin donk mbak.Biar romantis gitu, kan penganten baru." ucap Arlan mengompori sambil tersenyum jahil
"Sini.Ga usah, aku bisa makan sendiri kali Lan kau tak usah aneh" deh." Ucap Reka keki
Ia pun memakan kuenya. Dan yah ia suka, bukan.tapi sangat suka sekali karna rasanya enak. Tidak terlalu manis, tidak bikin eneuk dan sangat lembut gak bikin seret di tenggorokan sama sekali. Reka fokus memakan kue sampai ia tak sadar mengecup kening istrinya seraya mengucapkan terima kasih di hadapan semua orang. Mereka melongo melihatnya, sedangkan Nala tersipu. Wajahnya memerah karena malu.
"Kalian menginap disini ya, mama masih kangen." ucap mama Runa mengalihkan perhatian.
"Iya mah, kita emang mau menginap disini ko." jawab Alya
"Yaudah. kalian mau makan siang ga? atau mau langsung istirahat di kamar aja?." tanya mama Runa
"Istirahat dulu aja deh mah, udah kenyang juga makan kue buatan kaka ipar." Arlan menjawab ucapan mamanya
"Oh yaudah gih kalian istirahat. Nanti di panggil kalau udah waktunya makan malem.Mama juga mau istirahat, biar bibi yang masak nanti." Suruh mama Runa
"Iya mah." jawab Alya seraya mengajak suaminya untuk pergi ke kamar atas yang biasa mereka tempati di rumah ini.
"Mama ke atas ya ka. Ajak istrimu istirahat juga!." ucap mama Runa sembari bangun menuju kamarnya.
"Disini dulu deh mas. mas duluan aja kalau mau ke atas sekarang." jawab Nala
"Ke kamar aja yukk. Mas mau lagi." pinta Reka berbisik
"Mas... kan udah."
"Mau lagi..Masih belum puas.puas"in dulu hari ini. besok kan mas kerja, pasti sibuk.yuk." Reka menarik tangan Nala menuju ke kamar dengan tak sabar.
"Pelan mas. Nanti jatuh lagi."
Reka tak menjawab. Ia malah menggendong Nala hingga Nala menjerit kaget. Menapaki tangga dengan hati", Reka merebahkan istrinya di atas kasur setelah tadi membuka pintu kamarnya. Lalu kembali ke pintu untuk menguncinya, ia pun merebahkan diri di samping sang istri.
"Ana.. Mas panggil kamu Ana aja ya .biar beda dari yang lain, boleh kan?." tanya Reka
__ADS_1
"hah..i iya .boleh kok mas." jawab Nala dengan gugup
"Kenapa?." seraya mengelus kepala sang istri dan mengecupnya
"Kenapa apa mas?." Nala tak mengerti
"Kenapa kamu gugup seperti itu? kita udah suami istri, udah buka"an juga. Ga usah gugup ya, mulai sekarang terbuka sama mas. Mas kan suami kamu."
Nala tersenyum manis."Maaf mas. aku cuman belum terbiasa aja saat berduaan begini sama kamu.Jadi berasa canggung aja." jawab Nala
"Iya kamu biasain ya mulai sekarang. gimana mas mau nih, Ana nya mas ga keberatan kan?."tanya Reka
Nala hanya mampu mengangguk. Reka tersenyum senang, maka terjadilah pertempuran yang entah berapa kali mereka lakukan hingga keduanya tertidur lelap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kamar sebelah, sepasang suami istri sedang berbincang sembari berbaring santai di atas kasur empuk yang mahal. Ya sama sih semua barang di rumah ini bukan lah barang" yang murah. Secara orang kaya kan ..he he he ..upss back to topik yah ..
"Sayang. kamu yakin, mas Reka gak akan merubah rencana kita nanti. aku takut loh kalau nanti masmu itu jatuh cinta sama istrinya. Liat aja istrinya cantik gitu, pinter buat kue pula." ucap Alya dengan nada cemas
"Tenang sayang.Masku itu ga pernah tau apa itu cinta, gaakan perduli juga tentang cinta"an, yang dia tau cuma kerja sama ngebahagiain aku sama mamah. Percaya deh ga bakal ingkar sama janjinya dia." ucap Arlan meyakinkan
Karna memang selama ini belum pernah ia mendapati kakaknya itu ingkar pada janjinya. Semua yang ia minta pasti selalu di tepati. Jadi mau bagaimanapun keadaanya pasti Reka mementingkan dia dari pada apapun, ia selalu percaya pada Reka.
"Ya. Semoga ya mas, apa yang kamu bilang itu bener." ucap Alya
"iya sayang. Udah,tidur dulu aja deh. masih capek juga kan kita abis perjalanan jauh."
"iya.selamat tidur mas."ucap Alya
"Iya sayang.I love you. muachh." kecupan di dahi mengakhiri perbincangan mereka di siang hari itu.
Semuanya terlelap dalam tidurnya hingga sore menjelang. Sedang para pekerja masih sibuk mempersiapkan masakan untuk makan malam nanti. Suara kendaraan masukpun menjadi pertanda bahwa sang pemilik rumah telah tiba dari kantornya selepas bekerja. Ia sengaja pulang awal waktu begitu mendapat kabar dari sang istri bahwa putra serta menantunya sudah kembali dari liburannya. Menapaki tangga dengan tergesa, ia masuk kedalam kamar. Melihat istrinya masih terlelap, ia pun lebih memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dahulu.
__ADS_1
......................