
Di bawah selimut tebal Nala menggeliat dalam tidurnya.Ia terusik dengan usapan tangan yang dingin pada pipinya, rupanya suaminya kini telah berdiri di hadapannya dengan keadaan yang sudah mandi seraya tersenyum.
"Bangun yuk. Udah sore.." ucap Reka
"Udah sore ya mas, aku mandi dulu deh." Nala bangun dengan melilitkan selimut pada tubuhnya yang polos menuju kamar mandi.
Reka hanya mengangguk lalu melangkah menuju lemari, mengambil baju untuk di pakainya. Setelah siap memakai baju ia memilih masuk ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang sudah dua hari ini tertunda karna acara pernikahannya.
Nala yang sudah siap mandi dan berpakaian duduk di bangku meja rias untuk sedikit memoles wajahnya. Hanya peralatan makeup seadanya, karna ia tak suka berlebihan dalam merias wajah. Hanya seperlunya, yang penting wajahnya terawat. Setelah selesai, suara dering ponsel mengalihkan perhatiannya, ia pun bangun meraih ponselnya yang ternyata ada pesan masuk dari sahabatnya. Nala tersenyum, ia membuka pesan sembari melangkahkan kakinya menuju sofa dan duduk di sana.
Rima💕
Pengantin baru gimana nih kabarnya?
Me😊
Baik beb. Kamu gmn, udah balik kah?
Rima💕
Aku ga balik ke kampung lagi beb.
Me😊
Wah.asik donk kita deketan lagi.
Mau jadi lanjut kuliah disini?
Rima💕
Iya. Aku dapet beasiswa di kampus Wiguna beb.
Me😊
Serius??
Kamu beruntung banget deh bisa kuliah.
Rima💕
Ia bep.Aku daftar yg 2 bulan kemarin itu loh. Aku kira ga lolos makanya balik kampung .eh pas kemarin niatnya mau balik abis nikahan kamu tuh gajadi .keburu dapet pesan dari kampus kalo aku lolos.
__ADS_1
Me😊
Oh iya..selamet ya bep. Aku ikut senang dengan keberhasilan km.🤗🤗
Rima💕
Iya beb makasih. Kamu yang sabar ya. Mudah"an nanti suami km izinin kamu kuliah deh. Udah dulu ya beb. Aku mau mandi dulu. Belum mandi nih. 🤭🤭
Bayy😘😘
Me😊
Iya amin🤲
Ya ampun Rima🤦♀️udah sore juga.
Yaudah dahhhh🥰🥰
Nala senyum-senyum berbalas pesan dengan sahabatnya itu. Namanya Rima Permata Sari, sahabat dari semasa Nala masih duduk di bangku SLTP. Teman yang Humble, setia kawan yang membuat Nala nyaman berteman dengannya. Tak ada asas manfaat dari pertemanan mereka, tetapi mereka tulus dari hati. Yang paling utama alasan dari persahabatan mereka adalah karna nasib yang sama, sama-sama berasal dari keluarga yang sederhana. Apalagi dengan keadaan Rima yang notabene nya anak rantau yang tak punya siapa" di kota ini .Membuatnya enggan berteman dengan teman yang berasal dari kalangan atas dan memilih berteman dengan Nala yang menurutnya sama derajatnya. Ia yang dari kelas 5 SD sekolah di kota ini, enggan berpindah ikut dengan orang tuanya kembali ke kampung halaman, dengan alasan karna merasa lebih nyaman tinggal disini meski harus berjauhan dengan keluarganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dari tadi mah. ini papa udah mandi dan habis nyantai dari teras kamar. Mama tadi nyenyak banget tidurnya, makanya ga papa bangunin." Papa menjawab sambil melangkah menuju sofa yang ada di kamarnya.
"Owh.mama kira papa belum pulang tadi." ucap mama Runa
Waktu berlalu, jam makan malam pun tiba. Semua anggota keluarga sudah bersiap berkumpul di meja makan, begitupun dengan pengantin baru yang muncul dengan tangan yang saling bertautan.
"Cie ciee..Pengantin baru so sweet banget, mau makan ajj pake pegangan tangan kaya mau nyebrang." usil Arlan sambil tertawa.
"Iya lah memangnya kamu doank yang bisa mesra." balas Reka dengan gaya so cool nya.
"Sudah",ayo kita makan dulu." seru mama Runa
Mereka pun makan malam bersama. Setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga, menonton televisi sambil berbincang ringan.
"Besok kamu masuk kerja kan ka?." tanya Papa
"Iya aku masuk kerja ko Pa, kenapa memang?." jawab Reka
"Itu kamu ga lupa kan kalo ada meeting besok pagi sama perusahaan Wiguna?." ucap Papa
__ADS_1
"Memangnya besok ya Pa meeting nya?."tanya Reka
"Iya Ka kamu gmn sih, bisa lupa begitu. jangan sampe gagal Ka, kamu harus bisa meyakinkan mereka buat memperpanjang kontraknya." ucap Papa tegas
"Iya Pa tenang aja aku bisa ko.cuma ya mungkin Reka kelelahan aja kayanya nih sampe terlupa." kilah Reka
"Iya pokonya Papa berharap banyak sama kamu. udah ah Papa mau istrahat dulu, ayo mah kita tidur. Oya Reka perlakukan mantu Papa dengan baik ya, jangan sampai kamu menyakiti istri kamu sendiri." ucap Papa sembari melangkah ke lantai atas menuju kamarnya yang di ikuti sang istri di belakangnya setelah berpamitan pada semua anaknya untuk istirahat lebih dulu.
"Mas, mba. kita juga ke kamar duluan ya."ucap Arlan
"Yaudah sana kalian istirahat." usir Reka halus
"iya iya yang ga mau di ganggu. dah lah yuk sayang." Arlan dan Alya pun kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Dan kini tinggalah sepasang pengantin baru yang tersisa di ruang keluarga. Nala masih asik dengan acara nonton tv nya sedang Reka tengah pokus menatap hanphone nya.
"Mas. boleh di pindah ga sih ini siarannya?." tanya Nala
"Kenapa memang? kalau mau di pindah" aja, gpp ko.Mas lagi ga nonton, mas lagi chat sama sekertaris mas soal meeting besok." ucap Reka menoleh sekejap lalu kembali fokus pada Hp nya.
"Yeayyy..aku mau nonton drakor mas, jangan kemana" ya temenin aku." ucap Nala riang
"Hmmm..
Reka hanya menjawab dengan deheman saja. Nala pun bergegas menonton film drakor yang memang di jadwalkan tayang malam itu. Dengan serius dia menonton, lalu tiba-tiba..
"Arrrggghhhh." Jerit Nala seraya melompat pada pangkuan Reka,memeluknya erat dan menyembunyikan kepalanya pada dada bidang suaminya. Reka pun kaget dan terheran.
"Kamu kenapa?." tanya Reka
"A aku.. kaget mas itu film ternyata ada Zombie nya. jelek banget seremm, aku takutt." ucap Nala mengadu ketakutan
"Hmmm.mas kira kamu kenapa, ternyata takut zombie.. Yaudah kita ke kamar aja ya, tidur udah malem juga ini." Reka mematikan televisinya, lalu mengangkat tubuh Nala dan mengendongnya menuju kamar mereka.
"Matiin tv nya mas." suruh Nala
"Udahhh." ucap Reka lembut.
Nala diam dalam gendongan Reka lalu kepalanya mendongkak ke atas menatap wajah sang suami.'Seneng banget sih punya suami tampan, baik, lembut dan perhatian lagi. Bisa" aku jatuh hati sama kamu mas.' Gumam Nala di dalam hatinya. Ia tak menyangka akan mendapatkan kebahagiaan seperti ini, kalau ia tau tak akan ia menangis di acara pernikahannya kemarin dan pasti akan memberikan senyum terbaik seperti biasanya. Nala tak sadar bahwa ia sudah masuk kedalam perangkap perasaan cinta yang semu.
......................
__ADS_1