
"Sudah siap sayang?." Reka bertanya pada Nala yang baru saja keluar dari kamar mandi untuk berganti baju.
"Udah mas." jawab Nala
"Ayo kita pulang, kamu duduk di kursi roda aja ya .jangan dulu jalan.sambil gendong Raka juga."
"Iya mas. sini dede nya."
Reka pun memberikan baby Raka ke pangkuan Nala yang sudah duduk di kursi roda.mereka pun keluar dari rumah sakit untuk pulang ke rumahnya.
"Kalian sudah sampai.. sini dedenya sama oma, kamu bawa Nala ke kamar aja biar istirahat dulu.." mama Runa mengambil alih baby Raka.
"Iya mah .kita ke kamar dulu ya.. nitip Raka sebentar." ucap Reka .
Ia membawa istrinya menuju kamar mereka.
"Istirahat dulu ya. mau makan ga?." ucap Reka
"Boleh mas."
"Yaudah mas ambilin dulu ya." Reka turun ke lantai bawah untuk mengambil makanan.
"Nala.. ini mama tidurin di box bayi aja ya Raka nya.." ucap mama Runa yang baru masuk ke kamar Nala.
"Iya mah. makasih ya mah." ucap Nala
"Iya. mama keluar ya. kamu kalau mau apa" suruh Reka atau panggil bibi aja. jangan turun naik ke bawah bahaya, biar pulih dulu badan kamu." ucap mama memperingati.
"Iya mah..
Mama Runa keluar dari kamar, tak lama Reka kembali membawakan makanan untuk Nala.
"Mas suapin ya.ini aakk." Reka menyuapi Nala makan
"Dikit" mas..
"Iya ini dikit ko..
"Udah..sekarang minum vitamin ya.." Dengan telaten Reka mengurus istrinya.
"Makasih ya mas..
"Iya. mas beresin ini dulu. kamu istirahat aja."
"Iya mas."
__ADS_1
Nala memperhatikan suaminya hingga keluar dari kamar. Ia menghela nafas, melirik pada box bayi.. 'Rama sayang maafin mama ya nak, kamu harus berpisah sama mama dan adik kamu. maafin mama yang ga bisa berbuat apa", tapi mama sayang sama kamu.mama janji bakal ambil kamu lagi saat mama sudah mampu melakukannya nanti. sabar sayang, tunggu mama.' Nala merintih dalam hati.. air matanya mengalir deras, sekuat apapun ia mencoba untuk menerima tetap tak dapat menghilangkan luka di hatinya. Di paksa berpisah dari anak yang sembilan bulan berada di kandungannya amat lah berat.Meski masih ada Raka tak dapat membuatnya rela kehilangan si sulung Rama, tapi ia harus kuat demi anak"nya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kamu pasti sedang menangis kan sayang, abang tau meski kau tampak kuat di luar tapi hatimu tetaplah rapuh. Bersabarlah sebentar, abang akan menjemputmu setelah tugas abang selesai disini." ucap seorang Pria sembari mengelus sebuah foto gadis manis yang sedang tersenyum lebar.
Pria itupun berdiri, merogoh ponselnya di dalam saku celana. lalu menghubungi seseorang.
"Tetap pantau terus, jaga dia dengan baik. Jangan sampai aku mendengar kabar dia terluka secuilpun, atau.. nyawamu yang menjadi taruhannya." tuutt... sambungan pun terputus.
"Hhaaahhh..sampai kapan aku disini, dasar kontrak sialllaann.. aarrrggghhh."
Prraaaannnggg
Ia melemparkan gelas hingga pecah. Matanya melirik ponselnya yang berkedip tanda panggilan masuk lalu mengangkatnya.
"Hhmmm..
"Bisa ke kantor sebentar pak, ada laporan yang harus di tanda tangani segera." ucap seseorang di sebrang sana
"Baik.saya akan sampai dalam 20menit." balasnya
"Ok.Di tunggu pak."
Setelah panggilan terputus ia bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Papa ini baru pulang udah tanyain cucu aja." jawab Mama
"Ya kan Papa udah gak sabar mah mau liat cucu kita. Dari kemaren kan Papa belum liat gara" sibuk di kantor."
"Iya iya. mending Papa mandi dulu deh. Raka ada di kamar sama Nala, tidur kayanya deh." ucap Mama
"Udah di kasih nama toh.. yang satu lagi siapa namanya mah? katanya jagoan dua"nya kan." ucap Papa
"Tanya lah sama Arlan. mama juga belum di kasih tau, langsung mereka bawa gitu aja kemarin."
"Maksudnya gimana sih mah. mereka kan anak Reka, kenapa harus nanya Arlan?. tanya Papa heran
"Di ambil satu ama Arlan anaknya Pah, Alya yang minta."
"Trus kalian turutin gitu aja? mama gak larang mereka? gimana perasaan Nala mah, kalian itu udah kelewatan mah.Papa gak habis pikir sama jalan pikiran kalian itu." ucap Papa marah
"Apaan sih Papa. kan itu tujuannya Reka nikah sama Nala pah, mau ga mau ya Nala harus terima." ucap mama Runa keceplosan
__ADS_1
"Jadi itu alasan kamu nyuruh Reka cepat" nikah. Sampe paksa Papa bantuin orang tua Nala dengan syarat Nala nikah sama Reka, itu tujuan kalian sebenernya mah ?."
"Iya pah. udahlah, udah kejadian juga kan. ga mungkin kita ambil lagi anaknya pah, kasian Alya." ucap mama santai
"Dan kalian ga kasihan sama Nala? haaahhh... keterlaluan kamu mah. Papa benar" kecewa sama kelakuan mama, mendukung anak berbuat kejahatan.." dengan kesal Papa pun beranjak pergi menuju kamarnya.
"Pah pah ..maafin mama pah, ini buat kebahagiaan anak" kita pah.." mama mengejar langkah suaminya
"Ingat mah ..Jangan bawa" Papa kalau suatu saat nanti ada masalah.. Papa gaakan pernah ikut campur ataupun bantuin kalian." Papa berbalik sekilas lalu melanjutkan langkahnya.
"Huhh. Papa itu terlalu berlebihan, Nala kan punya anak kembar. ga masalah lah kalau di bagi satu, buat saudaranya sendiri juga bukan buat orang lain." gumam mama Runa setelah melihat suaminya hilang dari pandangan matanya. ia pun kembali bersantai di ruang keluarga menikmati secangkir teh sembari menonton film kesukaannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas udah mandi?." Tanya Nala yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Udah. tadi mas mandi di kamar sebelah, kebelet waktu kamu lagi di kamar mandi yaudah deh jadi sekalian mandi."
"Owhhh.. Ohya mas sini deh ngobrol sebentar."
"Apa? bntar mas beresin ini dulu." Reka merapihkan berkas pekerjaannya yang sudah selesai di kerjakan.
"Mau ngomong apa?." Tanya Reka menghampiri istrinya.
"Sini mas deketan, aku mau peluk."
"Iya nih peluk. manja banget tumben." Reka terkekeh
"Emang ga boleh mas?..
"Boleh lah. masa ga boleh.." mengeratkan pelukannya.
"Iya kan. orang ini suami aku, aku mau manja" biar mas makin sayang sama aku." agar aku bisa luluhin hati mas juga buat ambil Rama kembali. Lanjutnya dalam hati
Reka hanya tertawa,tangannya mengacak" rambut Nala.
"Mas aku mau ngomong.. mas ga keberatan kan kalau anak" aku yang kasih nama Raka sama Rama, bagus kan mas?." tanya Nala
"Bagus sayang mas suka ko dan ga keberatan sama sekali. Raka Bintang Adiyasa nama lengkapnya, Kalau Rama...Arlan yang kasih nama, gapapa kan sayang? maafin mas sekali lagi Anna.." Ucap Reka lembut
"Tapi aku mau panggil dia Rama mas..
"Iya gapapa. khusus untuk kamu mamanya boleh panggil Rama.." Reka mengelus pipi Nala
"Nama panjangnya mas??..
__ADS_1
......................