
"Mas..
"Apa?..
"Apakah aku bisa meminjam bajumu? sepertinya mama lupa menyiapkannya."
"Baju untuk apa? kau tak akan memerlukan baju."
"Maksudnya?
"Sudahlah tak perlu banyak tanya. Ayo layani aku."
"Tapi mas..
"Shuutt.. diamlah. menurutlah padaku Nala, aku suamimu mulai sekarang ingat itu."
Merekapun melakukan apa yang memang seharusnya terjadi. Dengan kesedihan yang Nala rasakan karna ia telah kehilangan segalanya dan hanya bisa pasrah menerima apapun takdirnya. Berbanding terbalik dengan apa yang di rasakan Reka, ia sangat bahagia karna tak menyangka bahwa meski ia terpaksa menikah tapi ia mendapatkan kebahagiaan dengan apa yang tengah ia lakukan sekarang. Begitu indah sampai ia tak ingin menyudahinya dan terus melakukannya tanpa mendengarkan keluhan sang istri yang sudah sangat lelah melayaninya sampai akhirnya ia pun merasa lelah dan cepat" menyudahinya dengan rasa puas.
"Terimakasih sayang. Ternyata kau sangat nikmat." Reka pun langsung terlelap karna saking lelahnya dengan aktifitas yang mulai sekarang akan menjadi hobinya.
Nala meringis bergerak menjauh dari sang suami, lalu melirik pada jam yang sudah menunjukan pukul 4 pagi. Dia berpikir bahwa suaminya minum apa sampai bisa seganas itu hingga lupa waktu. Sedang yang dia dengar dari teman- temannya bahwa berhubungan tidak akan selama itu. Tapi apa? suaminya bahkan menghabiskan waktu hampir 6 jam barulah ia lelah dan merasa puas terhadapnya.
"Apa yang akan terjadi padaku bila terus seperti ini?. bisa" tubuhku hancur di buatnya.. hiihhhh menyeramkan sekali Nala suamimu ini." Nala bergidik ngeri dengan ucapannya sendiri. Ia pun bangkit dengan tertatih- tatih menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karna waktu subuh mulai datang. Bergegas ia mandi dan melaksanakan kewajibannya meski perih masih di rasakannya.
Tidur Reka sangat lelap hingga tak terusik akan cahaya sinar matahari yang masuk setelah Nala membuka gorden jendela hotel tempat mereka menginap. Ia pun berjalan menuju ranjang untuk membangunkan suaminya.
__ADS_1
"Mas.. bagun mas. Sudah siang."
"Sttt.Sana, kau berisik sekali. Jangan ganggu tidurku aku sangat lelah." Usir Reka
"Tapi mas, aku lapar sekali .kemarin malam tidak sempat makan."
"Pesan makanan sendiri kan bisa Nala kau ini kenapa malah menggangguku."
"Aku tak bawa ponsel mas lupa."
Tanpa kata Reka pun bergegas bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi ia pun keluar dan melirik istrinya yang masih belum menggunakan baju, Hanya menggunakan bathrobe yang tersedia. Bergegas ia memakai pakaian lalu menelpon seseorang untuk membelikan baju serta memesan sarapan untuk mereka berdua.
Bel pun berbunyi setelah lama menunggu, Reka bangkit untuk mengambil pesanannya dan menyerahkan pakaian pada Nala. Nala langsung berganti pakaian lalu merekapun sarapan bersama.
"Iya mas."
Reka membawa Nala sang istri pulang ke rumah kedua orang tuanya. Ia memang akan menetap di sana dan tak berniat untuk memulai rumah tangganya di rumah baru. Terlalu repot dan menguras uang untuk membeli rumah baru menurutnya. Lagipun ia takan
bisa berpisah dari mama tercintanya itu. Reka tetaplah anak manja meski sikapnya di luar amatlah dingin dan angkuh.
Setelah sampai ia pun bergegas membawa istrinya ke dalam kamar yg selama ini ia tempati. Ia sudah tak sabar untuk mengulang apa yg ia lakukan semalam bersama istrinya. Nala hanya bisa menerima apa yg di lakukan suaminya meski tubuhnya sangat lelah sekalipun. Terjadilah apa yang Reka mau, mereka terlelap hingga sore menjelang karna rasa lelah yg teramat.
"Mas..
"Hmmm..
__ADS_1
"Bisakah kau melepaskanku? Aku harus mandi sudah sangat sore." ucap Nala setelah ia melirik jam yang menempel di dinding kamar
"Sebentar lagi." Malah mengeratkan pelukannya.
"Pergilah. Siapkan makanan, aku lapar. Bilang pada mamah nanti aku akan makan di kamar. Aku terlalu lelah untuk turun ke bawah."Setelah beberapa saat ia melepaskan Nala untuk mandi.
"Baik mas. "Nala pun mandi . Setelah selesai berpakaian ia turun ke bawah untuk mengambilkan makanan yang suaminya minta tadi.
"Sore ma, Maaf Nala baru turun. Kata Mas Reka ia ingin makan di atas ma, apa boleh?."Nala menghampiri mama mertuanya yang sedang berada di dapur.
"Loh kenapa?." Tanya mama nindy
"Katanya lelah mah." Jawab Nala
"Yaudah. Sana ambil sendiri."
"Iya.Terima kasih ma."
"Hmm.ya." Balas mama nindy dengan malas
"Hhhh..Kuatkan aku tuhan."ucap Nala dalam hati
Bergegas ia mengambil makanan dan kembali ke atas menuju kamar suaminya.
......................
__ADS_1