
Setelah membuka pintu dia pun masuk kedalam kamar dan meletakan sarapan untuk suami serta dirinya di meja kecil depan sofa. Melihat suaminya masih tertidur lelap, Nala mendekatinya dan duduk di samping sambil menatap wajah suaminya yang menurutnya amatlah tampan. 'Apakah aku bisa menjadi istri yang kau mau mas, bahkan aku tak tau sifatmu seperti apa. Apakah aku bisa mencintaimu, aku tak tau mas. Yang pasti selama kau berlaku baik padaku, aku akan menghormati dan melayanimu sebisa yang ku mampu. Semoga kau dan keluargamu benar" menerimaku sebagai istrimu mas, hanya itu yang ku harapkan kini setelah keluargaku sendiri membuangku' Nala berkata" dalam pikirannya dengan tatapan kosong menghadap suaminya.
Tanpa ia sadari bahwa Reka telah bangun dan memperhatikannya. 'Cantik' gumam Reka tanpa di sadarinya. Kenapa pula dia melamun seperti itu sampai tak sadar aku perhatikan dari tadi.
"Kamu kenapa melamun?."
"Ahh.mas kau sudah bangun. aku sudah menyiapkan makanan yang kau mau mas. mas bangun dulu trus mandi yah, baru setelah itu makan." Dengan senyum terbaiknya Nala berucap, ia sudah bertekad akan memperlakukan suaminya dengan baik dan memberikan yang terbaik.
"I iya, oke akku mandi dulu." gugup Reka, karna terpesona dengan senyum indah dan usapan lembut yang di berikan Nala padanya. Sambil tergesa ia masuk ke kamar mandi hingga tak sadar bahwa keadaannya masih polos tanpa sehelai benangpun. 'kenapa aku patuh padanya, siall..segala gugup lagi.jangan sampai aku jatuh cinta, perasaan itu akan merusak segalanya Rekaaa sadarr' helaan nafas berat keluar seiring pikiran" yang menghantuinya. Hingga merasa tak tenang dengan acara mandinya, usai mandi ia pun memakai baju dan sarapan dengan cepat tanpa menghiraukan istrinya bahkan tak sedikit pun ia menoleh pada Nala. Dengan sengaja ia menghindari istri yang sejak tadi memandangnya dengan heran karna prilakunya itu, tanpa peduli lagi iapun turun ke bawah untuk menemui mamanya.
"Mah..apa yang mama bicarakan pada Nala sehingga ia melamun sedari aku belum bangun tadi??." semprot Reka pada mamanya yang sedang santai di ruang tamu.
Mamanya pun melirik dengan heran.
"Bicara apa? mama ga bicara apa". Jangan ngawur lah Reka." sanggah mama
"Tapi kenapa ia melamun mah. Aku takut ia tak betah dan pergi dari sini mah,bisa gagal rencana kita." ucap Reka cemas
"Lah iya.. jangan sampai terjadi Reka, kamu harus baik" sama dia. mama udah pengen banget punya cucu." Rasa takut pun menghantui sang mama.
"iya mah.aku bakal lakuin apapun perintah mama. mama tenang aja, aku ga mungkin gegabah." sahut Reka
__ADS_1
"Ingat terus sayang, kamu harus perlakuin istri kamu dengan baik. jangan sampai dia ga betah jadi istri kamu, jangan sampe juga ia ga betah tinggal disini. Mama gak mau jauh dari kalian, cukup adik kamu yang pisah rumah. jangan tinggalin mama di rumah besar ini sendiri. papa kamu selalu sibuk, mama kesepian gaada temannya.cepat berikan mama cucu juga biar mama ada kegiatan ngurusin cucu dan ada teman main mama. bila perlu yang banyak biar rame rumah kita." tegas sang mama.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan sambil berkaca". Ia mengira mama mertuanya yang selalu ketus itu benci padanya. Ia mengira bahwa akan di perlakukan buruk di rumah ini, tapi ternyata dugaanya salah. Ia keliru, mama mertuanya tidaklah jahat tapi memang pembawaanya yang cuek dan tak suka banyak basa basi. Ia pun berjalan menghampiri suami dan mama mertuanya.
"Mah..
Mereka menoleh dengan gugup ke arah Nala. 'Gawat. apakah dia mendengar semuanya, haduuhh ..bisa gagal total ini' gerutu mama Runa dalam hati merutuki kebodohannya yang asal bicara di sembarang tempat.
"Kamu udah selesai makan? maaf tadi aku buru" ke bawah nyamperin mama tanpa pamit padamu." alih Reka
"iya mas gak apa" ko. Mah aku mau ucapin makasih ya udah mau nerima aku jadi mantu mamah. aku boleh peluk mama ga?." tanya Nala
"Oohh .iya sini mama peluk. kamu jangan hawatir udah kewajiban mama nerima kamu. jangan banyak pikiran, lakukan apapun yang kamu mau. anggap ini rumah sendiri ya Nala" dengan senyum canggung ia menyambut sang menantu.
"Boleh" .lakuin apa yang kamu suka. bahan"nya tanya aja sama bibi ya, kebetulan bibi juga kadang suka bikin kue. pasti nyetok bahan"nya di dapur."
"oke mama.aku kedapur langsung ya mah .dah mas.." dengan ceria ia berjalan kedapur untuk membuatkan kue spesial.
Yah, seperti itulah Nala si gadis ceria yang gemar membuat kue karna ia suka membantu mamanya membuat dessert cake untuk di jual di restoran tempat kedua orang tuanya mencari rupiah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Berjalan menuju mobil, sepasang kekasih halal menenteng oleh" yang akan di bawanya ke rumah sang mama dengan senyum mengembang. Menyimpannya ke bagian belakang mobil dan bergegas naik menjalankan kendaraannya membelah jalan menuju ke kediaman keluarga Adiyasa.
Perasaan bahagia tak dapat di pungkiri oleh mereka berdua. sepanjang jalan tersenyum becanda ria hingga sampai ke tempat tujuannya.
"Ayo sayang turun. mama pasti senang dapat kejutan dari kita." berjalan memutar membukakan pintu mobil menyambut tangan istrinya untuk turun dan masuk ke dalam rumah.
"Iya sayang.tentu saja mama bakal senang. Aku juga udah ga sabar liat kakak ipar kita secara langsung, awas ya sayang jangan sampe kamu kepincut. kemarin aja kamu keceplosan bilang dia cantik depan aku." mengerucutkan bibirnya tanda tak suka dengan ungkapan suaminya itu.
"Engga sayang. hanya kamu yang ada di hatiku selamanya tau, itu hanya spontanitas yang tak ku sadari sepenuhnya cinta. aku kan udah minta maaf." mereka berjalan masuk kedalam rumah menghampiri mama yang di rindukannya.
"iya" deh." bergelayut manja pada lengan suaminya.
"Hallo mamah.. kejutan." ucap mereka serempak memeluk sang mama yang sedang duduk di sofa dari belakang
"Sayang. kalian sudah pulang?.. uhhh mama kangen sekali sama kesayangan mama ini." membalas pelukan putra dan menantunya .merekapun duduk bersisian di sofa.
"Nih mah oleh" buat mama, mas Reka sama istri barunya." Alya menyerahkan apa yang ia bawa pada mama mertuanya dengan senyum cerah.
"Oh sayang kenapa repot" sekali. kalian pulang aja udah senang kok mamah." dengan senyum mengembang mama menyambutnya.
"Gak papa mah.aku sengaja beliin sama mas Arlan,terima ya mah." ucap alya
__ADS_1
"iya .makasih Alya dan Arlannya mamah." bahagia sekali ia di kelilingi anak" yang menyayanginya seperti ini.
......................