Nala Anastasya

Nala Anastasya
Kekecewaan


__ADS_3

"Lihat mas.. tampan sekali kan dia." ucap Alya tersenyum


"Iya sayang. kamu senang kan sekarang." tanya Arlan


"Sangat mas, aku sangat senang. makasih ya mas udah mau nurutin maunya aku." ucap Alya bahagia


"Iya sayang. ini kasih susu dulu baby nya.." Arlan memberikan botol berisi susu formula yang baru saja ia buat pada istrinya.


"Makasih mas." Alya pun menyusui baby nya.


"Mau di kasih nama apa sayang baby nya?" tanya Arlan


"Gimana kalau Arsyaka Adiyasa, bagus kan mas?." usul Alya


"Bagus. Mas suka, di panggilnya baby Syaka gimana sayang?."


"Oke baby Syaka kita bobo siang ya, putra mommy sama daddy yang ganteng."


Alya dan Arlan menidurkan baby Syaka di tengah" tempat tidur mereka. Alya belum mau melepaskan Syaka sedari pertama ia mengendongnya, hatinya buahagia bisa memiliki Syaka tanpa harus bersusah payah. Mereka tertidur lelap bersama tanpa beban, tanpa memikirkan apa yang terjadi dengan Reka dan Nala di rumah sakit sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sayang..bicaralah, jangan diam kan mas seperti ini." ucap Reka


Nala hanya diam dengan tatapan kosong. Ia berusaha mencerna apa yang terjadi sebelum ia tersadar dari pingsan nya. Dalam hatinya ia sangat berharap bahwa semua itu hanya mimpi, ya hanya mimpi. itulah yang di pikirannya sekarang, sampai suara tangisan bayi mengalihkan pandangannya.


"Dede nangis mas, sini kasih aku." Nala menengadahkan tangan meminta bayinya.


"Ini sayang. haus kayanya." Reka menyerahkan anaknya ke pangkuan Nala.


"Dede Raka haus ya, ini mimi dulu sayang.. nanti gantian sama abang yaa." Nala mengecup kepala anaknya yang kini berhenti menangis karna sedang menyusu.


"Ana sayang...


"Ssttt .mas jangan berisik, biar dede Raka bobo lagi. sebelum abangnya juga bangun minta susu." Reka pun terdiam.


"Nih mas boboin lagi. udah kenyang kayanya."


"Hati" mas." sambung Nala

__ADS_1


Reka pun menidurkan kembali baby Raka.


"Sayangg..


"Ko abang Rama belum bangun ya mas.. coba di lihat dulu mas, beneran masih nyenyak apa gimana? takut kenapa"." ucap Nala


Reka bergegas mendekap Nala begitu mendengar ucapan istrinya itu. Ia merasa bersalah, tapi keputusannya sudah tak bisa di rubah kembali. Inilah tujuannya menikahi Nala, mau tak mau Nala harus menerimanya.


"Masss..


"Maaf sayang


"Katakan mas. katakan kalau yang tadi cuma mimpi kan mas, kamu ga kasih anak kita kan mas. kamu ga akan setega itu sama aku kan mas?..Nala mengeratkan pelukannya pada Reka dengan mendongkakan kepalanya memandang suaminya menuntut jawaban.


"Maaf sayanggg.." Reka mencium kening Nala bertubi".


"Kenapa?.. kenapa mas??." tanya Nala


"Karna itu tujuanku menikahimu Anna.." ungkap Reka tanpa perasaan.


Nala tergugu.. berulang kali ia memukuli Reka dengan sekuat tenaga, meski bagi Reka itu sama sekali tak berasa. Hatinya hancur mendapati kenyataan yang ada, ia tak menyangka suami yang selama ini lembut padanya, perhatian padanya, suami yang kini telah masuk ke relung hatinya. Sekejam ini memperlakukan dirinya, ia keliru. ia salah menilai. ia terbuai kebahagiaan sesaat yang kini menjatuhkannya ke jurang yang sangat dalam.


Reka diam, membiarkan Nala. Tangannya masih mendekap erat Nala yang mulai berontak. Ia tak akan goyah hanya karna Nala seperti ini. Hingga akhirnya kata" yang tak terduga keluar dari mulutnya.


"Diamlah Nala. atau.. bukan cuma Rama yang akan aku berikan, tapi juga Raka akan aku bawa jauh dari mu. jangan membuat kesabaranku habis, mulai sekarang patuhilah apapun keputusanku. kau hanya perlu diam menerima semuanya, itupun jika kau masih ingin melihat anak"mu." ucap Reka dingin


"Massss.." Nala menatap suaminya dalam


Reka menatap sekilas, lalu ia beranjak keluar meninggalkan Nala dengan sejuta kekecewaan. Nala terpaku meratapi nasibnya, air mata tak henti mengalir. Rasa rindu pada buah hati yang baru sekejap ia dekap, rasa sakit yang tak dapat ia ungkapkan seberapa dalamnya. membuatnya kembali hilang kesadaran, tanpa ada siapapun yang tau.


Nala membuka matanya, tatapannya langsung tertuju pada suaminya yang sejak tadi sedang menatap dirinya.


"Makanlah, agar kau cepat pulih dan bisa segera pulang ke rumah." Reka memberikan makanan lalu ia beranjak menuju sofa di sudut ruangan, membuka laptop guna mengerjakan pekerjaan kantornya.


Nala makan dalam diam. ia harus bertahan, ia harus kuat menerima semua ini. Ia harus bisa mengambil hati suaminya, agar ia bisa terus berkumpul bersama anak"nya. Meski harus merelakan salah satunya, ia akan mencoba untuk ikhlas.


Tak terasa makannannya pun habis, Nala berusaha mengambil minum di atas nakas tapi ia tak mampu menggapainya. Reka yang melihat itu menghela nafas, lalu beranjak mengambilkan minum untuk Nala.. setelah Nala minum ia pun menyimpan kembali gelas dan akan kembali duduk di sofa. Tapi langkahnya tertahan oleh sepasang tangan yang melingkar di pingganggnya..


"Massss. jangan seperti ini, aku gak sanggup mas. Aku kangen kamu mas, aku ingin di perhatiin terus sama kamu seperti biasanya. aku sayang kamu mas. aku cinta.. jangan perlakukan aku begini mas.aku mohon, aku butuh kamu." ucap Nala menghiba. ia mendekap suaminya erat, menangis terisak berharap suaminya itu akan luluh dengan permintaannya.

__ADS_1


"Hhhhhh..Lepas Nala, jangan seperti ini." ucap Reka


"Anna mas.. aku Anna mu.."


Reka berbalik mendekap Nala. sungguh ia tak tega bersikap seperti ini, tapi bagaimana pun ia tetap harus melakukannya. Agar Nala dapat mengerti dan mau memaklumi apa yang ia lakukan adalah untuk kebaikan semua orang.


"sssttt.. sudah, jangan menangis lagi.." ucap Reka menenangkan Nala.


"Aku sayang kamu mass. jangan tinggalin aku."


"Iya mas tau..ga akan mas tinggalin kamu, asal kamu patuh sama mass.." Terang Reka


"Aku patuh mas, aku ikhlasin Rama. asal aku masih bisa liat dia mas." Tawar Nala


"Iya. Rama ga kemana" . cuma beda rumah aja. kamu ngerti ya, kasian Arlan.. Alya ga bisa hamill." ucap Reka mengelus kepala Nala


"Iya mas.." ucap Nala dengan sisa isak tangisnya


"Udah ya.. stop nangisnya. kamu minum obat dulu udah itu bobo lagi ya. biar sehat trus besok bisa pulang." Reka membantu Nala minum obat. merebahkan dan menyelimuti Nala. mengecup lalu mengusap kening Nala agar cepat tertidur.


"Peluk mas.." ucap Nala manja


"Iya sayangg." Reka mendekap Nala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"APA !!...Kurang ajarr.. beraninya menyakiti wanita kesayanganku.. liat apa yang akan aku lakukan padamu nantii.. tunggu saatnya tiba, kau akan menyesali semua perbuatanmu Reka Adiyasa.."


Darah segar mengalir si sela" jarinya, tak membuatnya merasakan sakit sedikit pun, hatinya yang lebih terluka, emosinya membara. Kabar yang ia dengar dari anak buahnya membuat akal sehatnya hilang kendali hingga melukai diri sendiri.. Gelas yang sedang ia genggam pecah seketika saat mendengar ratu hatinya terluka. Pria itu pun mencoba mengatur nafasnya, mengontrol kembali amarahnya.


......................


Haiiii...


Salam kenal dari aku😊


Semoga suka sama ceritanya ya..


Jangan lupa fav like coment n' vote nyaa

__ADS_1


Terimakasih untuk yang sudah fav n like 🤗🤗🤗


__ADS_2