
Setelah keluar dari ruangan dokter kandungan mereka berjalan ke apotik untuk menebus obat, lalu mereka pun pulang dengan bergandengan tangan.Di sepanjang jalan Reka terus tersenyum, tangannya menggenggam tangan sang istri sembari sesekali mengusap dan mengecupnya. Sopir yang memperhatikan lewat kaca pun merasa heran dengan tingkah majikannya itu..
"Kamu bahagia mas?."tanya Nala
"Pertanyaan apa itu sayang? tentu saja mas sangat bahagia. sebentar lagi mas akan jadi ayah. senang sekali rasanya, makasih ya udah mau mengandung anak mas." ucap Reka
"Abisnya mas tersenyum terus ga berenti". lihat, pak supir sampe aneh liat mas. hihi." Ucap Nala terkikik geli
"Hah.. Reka menoleh ke depan.
"Jangan aneh pak. saya ini lagi bahagia sekali loh karna akan jadi ayah sebentar lagi.. istri saya hamil pak." ucap Reka semangat
"Banarkah Den? pantas dari tadi saya perhatikan Aden senyum" terus. saya kira kenapa, ternyata ada kabar bahagia toh.. selamat ya Den Neng atas kabar baiknya, semoga neng Nala teh sehat" sampai melahirkan anaknya dengan selamat ya den." ucap pak Nana sang sopir keluarga
"Iya pak. terimakasih ya do'a nya." ucap reka ramah
"Iya sami" den." balas pak Nana dengan tersenyum
"Sayang sehat" ya di perut mama." Reka mengelus perut rata Nala sembari mendekatkan kepalanya untuk mengecup perut sang istri..
"Geli mas.udah ih." ucap Nala
"Bentar sayang, mas nyapa anak kita dulu." Reka merebahkan kepalanya di pangkuan Nala.
Nala hanya bisa pasrah melihat tingkah suaminya. Tak terasa perjalanan menuju rumah pun sampai. Nala dan Reka turun dari mobil dan masuk ke rumah, sedang pak supir memarkirkan mobilnya ke garasi kemudian ia pergi ke dapur untuk beristirahat sembari ngopi santai.
"Mah mah ... Reka punya kejutan buat mama." ucap reka setelah mendudukan istrinya di sofa ruang keluarga lalu ia menghampiri mamanya yang sedang membaca majalah.
"Kalian udah pulang? gimana hasilnya?." tanya mama Runa penasaran.
"Ini mah kejutan buat mama ku tercinta." Reka menyerahkan hasil pemeriksaan Nala dari dokter.
"Ini.. ini benerkan mama mau jadi nenek?"ucap mama Runa memastikan.
"Iya bener donk mah. mama akan jadi nenek buat calon cucu mama mulai sekarang.Hebat kan aku mah?" Ucap Reka bangga
__ADS_1
"Iya" selamat ya anak mama. tapi jangan panggil nenek deh, panggil Oma aja." mama Runa bangkit menghampiri menantunya.
"Selamat ya Nala, jaga baik" ya .makan yang sehat" biar kalian berdua sehat terus." ucap mama Runa mengelus perut Nala
"Iya mah." Nala mengangguk sambil tersenyum.
"Dan kamu Reka jaga baik" mantu sama cucu mama. jangan di bikin sedih apalagi nangis, perhatin makanannya, turutin apa yang istri kamu mau. wanita hamil itu sensitif jadi kamu harus jaga bicara kamu jangan sembarangan." Nasihat mama Runa
"Iya mama tenang aja, aku tau ko ma." jawab Reka
"Aku ke dapur dulu ya mah mas.Haus pengen minum."ucap Nala
"Biar mas aja yang ambil." ucap Reka
"Gausah mas, aku mau sekalian ke kamar mandi dulu kebelet" jawab Nala
"Yaudah. tapi hati" ya masuk kamar mandinya takut jatoh." ucap Reka perhatian
"Iya mas .." Nala pun pergi ke belakang.
"Oiya mah. Arlan sama Alya mana?." tanya Reka.
"oohh. kirain udah pulang ke rumahnya."
"Belum, katanya mau nginep lagi malam ini." ucap mama yang hanya di balas dengan anggukan oleh Reka.
"Minum mas mah. ini juga ada kue bikinan bibi."ucap Nala yang baru kembali dengan membawa nampan berisi jus buah dan camilan.
"Ngapain kamu repot" begini Nala, kenapa ga suruh bibi yang bawa aja."ucap mama
"Gapapa mah. aku lagi pengen jus ini kebetulan ada camilan juga di dapur, yaudah deh aku bawa sekalian. masa aku makan dan minum sendirian, ga enak mah." ucap Nala
"Yaudah makasih ya." mama Runa memakan kue dan mengambil jus buah bagiannya.
"Iya mah. mas ko minum jus yang aku sih." ucap Nala cemberut
__ADS_1
"Hmmmmmppp...mas nyobain sayang. tapi ko asem banget gini yang kamu, ga pake gula apa?." Reka meringis karna meminum jus stroberi milik Nala.
"Emang ga pake gula mas, biar enak segerr. lagian mas asal minum aja, keaseman kan jadinya.hihi.. nih minum punya mas biar ga asem lagi mulutnya." Nala menertawakan pelan Reka
Reka meminum jus Jambunya. mereka memakan camilan dan jus buah sembari mengobrol ringan .. Reka yang harusnya mulai masuk kantor hari ini pun ditunda karna harus memeriksakan istrinya. Dia sudah mengabari sang Papa untuk menghandle pekerjaannya dahulu selagi ia menemani Nala. Sore menjelang mereka melanjutkan aktifitas masing".
Semua anggota keluarga telah berkumpul untuk makan malam bersama, lalu bersantai di ruang keluarga seperti biasanya.. Papa yang sudah di beri tahu akan kabar bahagia yang di dapat dari menantunya oleh sang istri pun mengucapkan selamat dan memberikan wejangan yang baik pada anak dan menantunya itu. Arlan dan Alya yang baru tau jadi terkejut mendengarnya.
"Apa benar mba Nala tengah hamil? ko cepat sekali. apa masku ini benar" tokcer." Ucap Arlan terheran
"Tentu saja benar, kau kira hal sepenting ini bisa di pakai bercanda. mas mu ini memanglah hebat tau."ucap Reka menyombongkan diri.
"Ya ya ..Aku akui kehebatan mu itu mas.. selamat ya mba Nala." ucap Arlan
"Iya mba selamat ya. aku seneng banget akhirnya ga lama lagi bakal punya anak." ucap Alya tanpa di sadarinya karna terlalu bahagia mendengar kabar yang selama ini di tunggunya.
Nala yang mendengar ucapan Alya mengangkat sebelah alisnya, merasa heran dengan kata" yang di ucapkan istri dari adik iparnya itu.
"Eh..maksudnya mas Reka yang punya anak yang berarti anak kita juga kan mas. bukan hanya sekedar keponakan tapi akan kita anggap anak kita sendiri juga. iya kan, sayang?. ucap Alya setelah ia menyadari kesalahannya dalam berbicara.
"Iya mba seperti itu maksudnya, jangan salah faham ya sama ucapan istriku." ucap Arlan membenarkan ucapan istrinya.
"Iya gpp. aku ngerti ko.. Mas aku ngantuk."
"kamu ngantuk? yaudah tidur yuu. Kami duluan ya mah pah, kasian istriku udah ngantuk." ucap Reka
"Iya sana kalian istirahat. jangan lupa minum susu ibu hamil sebelum tidurnya biar anak kalian terjaga nutrisinya." ucap mama
"Lupa mah belum beli. Besok deh aku beliin.. kita ke kamar dulu." Reka mengajak Nala ke kamar untuk beristirahat.
Setelah berganti pakaian tidur, mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur. Reka mengatur posisi yang pas untuk Nala agar merasa nyaman, di dekapnya tubuh Nala yang sudah tertutup selimut.
"Tidur yang nyenyak ya sayang." ucap Reka
"Usap" perutnya mas." pinta Nala
__ADS_1
"Iya ini mas usap." Reka mengusap" perut Nala hingga terlelap, mengecup dahi Nala hingga tak lama ia pun ikut tertidur nyenyak.
......................