Nala Anastasya

Nala Anastasya
Hamil


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah 2 bulan lamanya Nala menjalani rumah tangganya bersama Reka. Tak ada yang berubah, masih sama seperti biasanya. Suami yang baik, perhatian, saudara ipar dan mertua yang baik meski mereka tak terlalu dekat. Beraktifitas sebagai istri seperti kebanyakan orang, mendapat hak yang semestinya ia dapatkan pula.


Namun pagi ini Nala merasa tak bersemangat dalam mengawali paginya. Nala yang selalu ceria melayani setiap kebutuhan suaminya itu tampak murung dan kelelahan. Dengan susah payah ia menyiapkan keperluan sang suami untuk berangkat ke kantor, badannya terasa lemas tapi ia tetap melakukan tugasnya. Sepasang tangan melingkar di perut Nala ketika ia sedang mengambilkan baju untuk suaminya.


"Kamu kenapa murung begini sayang?." tanya Reka


"Ga papa mas aku hanya sedikit lelah saja. kamu jangan dekat" mas, lepas tangannya aku mual." jawab Nala seraya mencoba melepaskan tautan tangan Reka pada pinggangnya.


"Kenapa? ko kamu gitu sama mas, ga mau di peluk." tanya Reka heran


"Maaf mas, tapi kamu bau banget aku mual ciumnya." ucap nala


"Bau? aku ga bau ko udah mandi ini malah wangi gini. kamu ada" aja sih." ucap Reka sambil mengendus" badan nya yang menurutnya sangat wangi.


"Beneran mas aku juga ga tau kenapa kamu jadi bau gini, aku ga suka. jangan mendekat, pusing aku mas cium nya mual juga. uweekkkk." Nala pun berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan cairan dari dalam mulutnya.Tak ada yang keluar, hanya air saja. Kepalanya pun semakin berat dan 'Brukkk' Nala tumbang di dalam kamar mandi.Reka yang terheran melihat tingkah istrinya itu baru tersadar begitu mendengar suara Nala yang jatuh .ia pun bergegas masuk ke kamar mandi.


"Ana sayang, kamu kenapa??." dengan panik Reka pun membawa Nala ke atas kasur.Di baringkannya tubuh Nala yang pingsan itu, lalu ia berlari keluar berteriak memanggil mamanya.


"Mah.. mamah.. Nala mah." Reka berteriak panik


" Ada apa Ka kamu teriak" pagi" begini?." tanya mama Runa menghampiri anaknya.


"Nala pingsan mah di kamar mandi, aku ga tau dia kenapa tolong mah tolong panggilkan dokter." ucap Reka memerintah mamanya


"Iya iya tenang Reka.mama telpon kan dokter ini kamu sabar. Lebih baik temani Nala di dalam kamar, kasih minyak angin biar cepet sadar sana.." Mama Runa pun menghubungi dokter keluarga dengan gawainya.


"Yaudah aku ke kamar dulu ma."


Reka mendudukan dirinya di samping Nala. "Kamu kenapa sih anaaa.. udah bilang aku bau, mual" dan sekarang malah pingsan gini. bikin aku hawatir tau ga, cepet sadar dong." gumam Reka sembari mengelus" kepala dan tangan istrinya.


ia takut kalau istrinya itu kenapa-napa.


Setelah menunggu setengah jam, dokter pun datang dari arah pintu kamar dengan di antar mama Runa..

__ADS_1


"Ini dok tolong periksa mantu saya, tiba" aja pingsan." ucap mama Runa


"Tolong istri saya dok dari tadi dia belum sadar juga." Reka bangun dari duduknya dan mempersilahkan dokter memeriksa istrinya.


Dokter pun memeriksa Nala.


"Sebaiknya istri bapak di bawa ke rumah sakit saja. sepertinya istri bapak hamil tapi harus di periksa lagi biar lebih akurat hasilnya." ucap dokter setelah memeriksa Nala


"Yang benar dok, istri saya hamil? tapi dia pingsan dari tadi belum sadar dok. apa tidak masalah." tanya Reka penasaran


"Sepertinya begitu pak. Dugaan saya istri bapak lelelahan dan kekurangan cairan akibat muntah" mungkin, biasanya seperti itu. untuk lebih jelasnya saya sarankan cepat bawa ke rumah sakit bagian kandungan saja pak." ucap dokter


"Iya istri saya tadi muntah" nyium bau badan saya yang katanya bau. yaudah makasih ya dok saya akan segera membawa istri saya ke dokter kandungan." ucap reka


"Baik saya permisi pak, Bu . mari." pamit dokter lalu keluar dari kamar dengan di antar salah satu asisten rumah tangga.


"Cepat Ka kamu bawa istrimu sana, semoga dia bener hamil. akhirnya mama bakal punya cucu." ucap mama Runa senang


"Iya mah..


"Akhirnya kamu sadar juga."ucap reka


"Aku kenapa mas? ini kita mau kemana?." tanya Nala dengan lemas.


"Kamu pingsan dari tadi Ana, buat aku khawatir. sekarang kita mau ke rumah sakit buat cek keadaan kamu."jawab Reka


"Buat apa mas.aku udah sadar ini, mending kita pulang aja deh.aku pusing ini deket" kamu, untung di mobil ada aroma jeruk jadi aku ga mual nyium bau kamu." ucap Nala sambil memijat kepalanya yang pening.


"Sayangggg..Jahat banget sih, aku ga bau loh ini. kita periksa kamu ke dokter sekalian di cek kenapa kamu jadi aneh gini. gaada bantahan." ucap Reka tegas


"Yaudah iya. tapi kamu jangan terlalu deket duduknya. bau lohh, aku ga kuat." Nala menggeser duduknya menjauh dari Reka.


"Iya iya ini jauhan.masih pusing ga kepalanya? sini mas pijit kepalanya doank." ucap Reka

__ADS_1


"Gpp mas gausah deh.." Nala menolak


"Hmm.Eh ini udah sampe.. Yuk turun, kamu pakai masker dulu sini biar mas bisa pegang kamu tanpa kamu kebauan." Reka memakaikan masker pada Nala lalu membimbingnya turun dengan pelan-pelan.


Mereka masuk ke rumah sakit menuju ruang praktek dokter kandungan, karna sudah lebih dulu membuat janji jadi mereka langsung masuk setelah dapat arahan dari suster.


"Selamat siang Ibu, Bapak Adiyasa. Silahkan duduk." sambut dokter


"Selamat siang Bu dokter." Reka menjawab lalu mereka duduk di hadapan dokter.


"Baik, ada keluhan apa ya Bu Pak?."tanya dokter


"Ini dok istri saya kalau cium bauu badan saya mual-mual katanya bau, trus tadi sebelum kesini pingsan dan baru sadar saat di perjalanan kesini. kenapa ya dok?." ucap Reka


"Oh begitu. Baik, mau langsung periksa ajj gimana? baring di brangkar sana ya bu." Reka pun menuntun Nala menuju ke brangkar dan berbaring di sana..


"Kita priksa ya bu." dokter wanita itu pun memeriksa Nala dengan teliti.


"Selamat Ibu Bapak kalian akan segera menjadi orang tua. Ibu positif hamil. Untuk lebih jelas apa mau di USG atau tidak Bu Pak?." Saran dokter


"Yaudah dok istri saya di USG saja."


"Baik."


Dokter pun menyiapkan peralatan USG yang memang sudah ada di ruangannya, mengoleskan gel pada perut Nala lalu memeriksanya.


"Terlihat ya bu itu calon jabang bayi nya, masih kecil sekali. Usianya baru menginjak 5minggu. keadaan nya sehat, hanya keadaan ibunya saja yang agak lemah ya, mungkin karena mengalami morning sickness." Dokter memperlihatkan gambar pada monitor dan menjelaskannya..


Mereka pun kembali duduk.


"Nah Bapak, karena kondisi ibu lemah. harus di jaga baik" ya pak, makanannya, perasaannya. jangan biarkan ibu stres atau kelelahan, hindari pekerjaan yang memberatkan. oke pak, segitu saja dari saya selebihnya saya akan tuliskan resep obat untuk menguatkan kandungan dan vitamin serta obat pereda mual ya pak. silahkan tebus di apotik." ucap dokter sembari menyerahkan selembar kertas resep.


"Baik bu akan saya ingat pesannya, terima kasih Bu dokter. kami permisi, yuk sayang hati"." ucap Reka dengan senyum sumringah.

__ADS_1


......................


__ADS_2