Nala Anastasya

Nala Anastasya
Menerima Takdir


__ADS_3

Nala Anastasya, gadis manis yang periang dan baik hati. Di usianya yang baru menginjak 19 Tahun, dipaksa menerima kenyataan bahwa ia harus menikah di usianya yang masih muda demi sang adik kembarnya Nila Aurelia agar dapat melanjutkan kuliahnya karna sang orang tua tak dapat membiayai keduanya. Ia di nikahkan dengan dalih agar sang orang tua tak malu karna di anggap pilih kasih pada kedua putrinya. Menjadikan anaknya alasan bahwa Nala lebih memilih menikah dari pada melanjutkan study nya. Padahal yang terjadi tidaklah seperti yang mereka ucapkan. Pernikahan yang di sebutnya jalan keluar malah menjadi jalan masuknya sang putri pada penderitaan.


"Mari sayang, kita turun. Calon suamimu sudah menunggu di bawah." ucap mama Lastri sambil menuntun sang putri.


Nala hanya dapat pasrah mengikuti keinginan kedua orang tuanya untuk menikah dengan pria yang bahkan tak dikenalinya. Mungkin hanya ini yang dapat ia lakukan untuk membalas semua jasa orang tuanya, karna telah melahirkan serta merawatnya hingga saat ini. Ia selalu ingin jadi anak yang berbakti bagi keduanya, karna ia sangat menyayangi kedua orang tuanya itu.


"Cantiknya calon pengantin, semoga kamu bahagia ya Nalaku sayang. Doaku selalu menyertaimu sahabatku tersayang." Ucap sang sahabat menyambut kedatangan Nila dan menuntunnya menuju kursi pelaminan.


Nala tersenyum seraya mengucapkan terima kasih pada sahabatnya karna sudah berkenan hadir menyempatkan waktu untuknya meski semuanya serba mendadak.


"Apakah sudah bisa kita mulai?." Suara pak penghulu mengintrupsi keadaan.


"Bisa pak, mari segera di mulai." Ucap Ayah mertua Nala.

__ADS_1


"Baiklah. Nak Reka mari, jabat tangan saya. Bismillahirohmanirrohim, Saudara Reka Adiyasa saya nikahkan engkau dengan saudari Nala Anastasya binti Bpk. Ahmad Sanjaya dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan 5 gram emas di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Nala Anastasya binti Bpk. Ahmad Sanjaya dengan maskawin tersebut di bayar tunai."


"bagaimana para saksi? Sah."


"SAH..!!."Seru semua orang yang hadir serempak.


"baiklah, mari kita lanjutkan dengan berdo'a bersama." Pak penghulu memulai do'a, lalu di lanjutkan dengan acara tukar cincin, tanda tanga berkas dan sungkeman pada semua orang tua mempelai.


"Iya mah, Amin." Hanya itu dapat Nala ucapkan.


"Nak reka, tolong jaga dan bahagiakan putri om." ucap ayah Nala sembari menepuk pundak menantunya.

__ADS_1


"Baik om, akan saya usahakan." Jawab Reka


"Sayang, putri om semoga kalian bahagia ya. Terima Reka kami dengan setulus hati ya. Mulai sekarang panggil kami Papa dan Mama, iyakan mah?."Papa Reka bertanya pada istrinya.


"Hmmm. Udah ayo kita makan. Mama sudah lapar belum makan dari pagi." Singkat mama Reka dengan nada ketusnya.


Merekapun melanjutkan acara dengan makan bersama, lalu menyalami para tamu yang mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


"Apa liat" ?? jaga sikapmu dan tersenyum. Jangan murung dan membuat malu kami karna sikapmu itu. Dengar !!." Reka memerintah Nala dengan tegas.


"Baik mas. Maafkan aku". Sudut hatinya merasakan sakit karna mendapatkan ucapan yang sama sekali tidak di sangkanya akan keluar dari mulut pria tampan yang kini telah sah menjadi suaminya.


"Ku kira ia pria yang lembut karna ketampanannya sudah mampu membuatku terkesima. huhh." Nala menggerutu dalam hatinya.

__ADS_1


Acara berlangsung dengan lancar hingga malam dan semua kembali ke tempat istirahatnya masing". Mereka telah memesan kamar untuk semua anggota keluarga yang akan menginap karna tak semua berasal dari kota yang sama. Pengantin pun masuk ke kamar nya untuk beristirahat dan membersihkan diri masing" setelah berlelah menyambut para tamu yang lumayan banyak. Karna ayah mertua Nala adalah orang penting yang memiliki banyak teman sekaligus karyawan serta beberapa relasi bisnisnya yang hadir memenuhi undangannya.


......................


__ADS_2