
"Rama sayangg.. sini mama punya mainan buat kamu." ucap Nala menghampiri kedua anaknya.
"Wahhhh. pesawat.. Bagus banget mah.." ucap Rama terkagum.
"suka ga?."
"Suka mah suka banget .. Rama main ya mah.." ia pun kembali bermain.
"Mahhh.. ko ka Rama di kasih mainan Raka engga?." ucap Raka menghampiri mamanya.
"Sayang, kan Raka udah banyak mama beliin mainan. kalau ka Rama kan baru kali ini mama beliin." Ucap Nala memberi pengertian pada Raka.
"Tapi Raka juga mau mah.." ucap Raka merajuk
"Iya.. nanti mama beliin, sekarang mending main dulu ya temani ka Rama. Mumpung ka Rama disini, nanti susah lagi loh mau ketemu kaka kamu."
"Janji ya mah?."
"Iya sayang. sana main, mama masak dulu buat kalian. Bentar lagi Papa pulang, mau main sama kalian berdua." ucap Nala
"Bener mah... yeeeaaayyy.. yaudah aku main sama ka Rama ya mah." Raka mengecup pipi mamanya sebelum beranjak pergi.
"Sayang mama...hati" ya jangan main yang berbahaya."
"Oke siap boss.." teriak Raka.. ia berlari menghampiri kakaknya yang sedang bermain di halaman rumah.
Nala menggelengkan kepalanya melihat tingkah Raka yang selalu ceria. Bocah 4 tahun itu memang sangat aktif, ia memiliki mulut yang super cerewet dan kecerdasan di atas rata". Lain dengan kakaknya Rama, meski sama" cerdas tapi ia lebih pendiam, bicara dan berekspresi seperlunya. Hanya pada Nala ia sedikit banyak bicara, meski jarang bertemu dan berinteraksi karna ia tak tau kenyataannya tapi ikatan batin memang tak pernah salah.
"Anak" sini makan dulu." teriak Nala dari dalam rumah
"Kak mama manggil tuh. ayo kita makan dulu." ajak Raka
"Oke.." singkat Rama..
Merekapun masuk ke dalam rumah menghampiri mamanya yang sudah menyiapkan makan siang di meja makan.
"Waaahh.. Mama masak Ayam mentega."
"Iya sayang.khusus untuk kalian berdua."
"Rakaa..Ramaa..Papa pulang.."
"Nah.. Papa udah pulang.. kalian cuci tangan dulu gih, habis itu baru kita makan bersama Papa ya.."
"Oke mama sayang.. ayo kak.." Rama hanya membuntuti adiknya dari belakang tanpa suara.
"Mass.. udah pulang.. Anak" lagi bersih" dulu.. kamu juga ya mas. kita makan bareng." ucap Nala yang menghampiri suaminya.
"Oke sayang.. mas ke kamar dulu ya..muachh." Reka berlalu setelah mengecup kening istrinya.
__ADS_1
Nala tersenyum menyambutnya.. hatinya sangat bahagia keluarga kecilnya bisa berkumpul, ini kali kedua Rama di titipkan padanya. Biasanya ia hanya bisa melihat sekilas saat Alya dan Arlan berkunjung ke rumah utama ini..
"Mama ayo kita makan.. Raka udah laper ini.. Papa mana mah? ucap Raka antusias.
"Tuh Papa." ucap Nala
"Hallo anak" Papa." Reka mencium kedua anaknya.
"Hallo om.." Sapa Rama
"Kok om sih. curang banget, sama mama Nala aja kamu manggil Mama." ucap Reka cemberut
"Tante yang minta om."
"Yaudah mulai sekarang panggil Papa ya sama om." pinta Reka
"Ok..
"Yank ko anak kita yang satu itu gitu banget yah." heran Reka
"Lahh..suka ga sadar diri kamu mas.. ayo ah kita makan..
Reka menggaruk kepalanya yang tak gatal. mengikuti langkah anak dan istrinya untuk makan siang..
"Mah.. Raka ayamnya dua ya mah,, please." Raka mengedip" kan matanya.
"Rakus." celetuk Rama
"Udah jangan ribut. makan yang tenang, jangan lupa baca do'a ya.." ucap Nala
" Oke mama." ucap Raka.
Mereka makan dengan tenang. Rama yang tadinya mengejek Raka makannya rakus, justru dia yang makan banyak sampai Reka dan Raka tercengang melihatnya sedangkan Nala tersenyum senang. Setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga, Reka dan Raka mengajak Rama saling bersenda gurau hingga Rama pun mulai mencair. Membalas kejahilan adiknya, lalu menyerang sang papa bersamaan.. Tawa menggema di ruangan itu, Nala yang menyaksikan pun tak melewatkan kesempatan untuk merekam semua dalam ponselnya. Nala tersenyum bahagia..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ting tong..
Cklek
"Kamuuu... mau apa kamu kesini?." Tanya seorang Pria
"Minggir dulu kak, cape tau.." seorang wanita mendorong sang Pria lalu melenggang masuk ke dalam apartemen milik pria tersebut.
"Lancang sekali kamu Nila."
"Apaan sih kak. sama adek sendiri kaya begitu, bukannya di suruh duduk sama di tawarin minum kek." ucap Nila
"Ada apa kamu jauh" kesini.. ga perlu basa basi, aku ga punya banyak waktu buat tamu tak di undang sepertimu..
__ADS_1
"Yaelah kak. aku cuma mau liburan nengokin kakak sendiri gak apa" kan, lagian ga kangen apa sama aku udah bertahun" ga ketemu juga." elak Nila
"Gaada aku kangen sama kamu Nila. ingat, kamu bukan adikku." ucap Pria itu tegas
"Kak Nando.. sampe kapan kakak kaya gini sama aku kak, aku adik kakak anak Papa kau tau itu.." Teriak Nila
"Aku gak pernah punya adik dari seorang wanita murahan. camkan itu!! pergi kau dari sini.." Usir Nando
"Hahhh.. Jadi kacung aja bangga.. Kau lebih rendah dari ibuku kak, ibuku sampai akhir hayatnya di cintai oleh Papa. sedangkan kalian?? ga lebih dari sapi perah ku dan Papa. Bahkan Mama mu yang baik hati itu terlalu bodohh tak mengetahui apapun.. hahaha kasihan sekali.." ucap Nila merendahkan
"Kauuu.. Dasar anak pelacurrr.. keluar kau dari sini atau akan ku seret dirimu sampai bawah sana hah.." ucap Nando garang
"Aku akan keluar setelah kau mentransfer uang untukku liburan disini." ucap Nila santai mendudukkan dirinya di sofa.
"Dasar tak tau malu. benalu.. otak mu tak jauh dari uang. Ciihh."
"Cepatlah.. kirim 30jt sekarang kak.."
"Gilla kau..
"Kenapa? kecil kan.. atau mau aku telpon Papa? oke.." Nila mengangkat ponselnya untuk menelpon Papa nya.
"Sudah. pergi kau.." dengan kilat Nando mengirimkan uang yang Nila minta.
"Yess.. thankyu kakakku sayang..bayy." Nila bersorak senang sembari berlalu keluar dari apartemen kakaknya Nando.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pah lihat deh cucu kita lucu" kan?." ucap Mama menunjukan sebuah vidio yang di kirim Nala.
"Iya.. ohh ya siapa nama mereka, papa lupa lagi."
"Rama sama Raka pah, sama cucu sendiri bisa lupa begitu." Mama mendelik Kesal.
"Nama panjangnya Mama maksud Papa tuh.." karna ia merasa ada yang janggal.
"Oohh.. Rama Putra Adiyasa sama Raka Bintang Adiyasa pah."
"Bukannya yang di urus adiknya Reka itu di kasih nama Syaka ya mah?" tanya Papa
"Iya memang. tapi karna kejadian 2 tahun lalu itu ya di ganti namanya jadi Rama atas permintaan putri kita Nila.." Terang Mama
"Ohh. kirain Papa ga jadi di ganti waktu itu."
"Jadi donk Pah. anak kita itu udah banyak di rugikan Pah, udah di ambil paksa masa mau kasih nama anak sendiri ga boleh. Kapan" kita pulang kesana yah Pa, kita belum pulang sama sekali buat liat cucu kita pah.. mama kangen juga sama Nala." hatinya sedih terpisah sekian lama dengan putrinya.
"Nantilah mah, Nila harus beresin kuliah S2 nya dulu."
Hatinya seakan tertutup untuk Nala, yang di pikirannya hanyalah Nila sang buah hati satu"nya dari orang yang amat di cintainya. Berpuluh tahun ia bersandiwara di depan istrinya itu untuk menutupi sesuatu yang hanya ia dan putrinya Nila yang tau. Tanpa tau ada satu orang lagi yang mengetahui rahasia besarnya itu, tinggal menunggu waktu kapan semuanya akan terbongkar.
__ADS_1
......................