
"Baiklah anak-anak mari ikuti guru masing-masing kelas kalian setelah nama kalian dipanggil." kata Ninja anak-anak dibawah mimbar dengan antusias menunggu nama mereka dipanggil oleh Ninja itu. Satu persatu nama-nama anak dikerumunan mulai dipanggil oleh guru mereka.
Beberapa saat kemudian kerumunan anak mulai berkurang seiringnya anak itu dipanggil untuk dibawa kekelas mereka, satu guru masing-masing membawa setidaknya 30 anak yang akan mereka ajar nanti.
Setengah jam telah berlalu dan penampakan kerumunan anak yang seperti semut tadi sudah hilang dan menyisakan anak dari Klan termuka saja, seperti Fugaku, Shikaku, Choza, Inoichi, Hiashi, dan Hizashi.
Enam anak ini dikususkan oleh Hokage sendiri untuk dibawa kebimbingan Guru Elit dari Akademi,(sistem ajaran seperti ini tidak muncul dari cerita asli, saya hanya merubahnya saja.).
"Kalian berenam ikuti aku." ucap guru elit didepan mereka.
"Shikaku ayo jalan, kenapa berdiri diam seperti itu." kata Choza membubarkan lamunan Shikaku.
"Ahh... kamu duluan." balas Shikaku sambil mendorong tubuh besar Choza kedepan.
Fugaku dari tadi diam dan tidak berbicara sepatahkata pun setelah berkenalan dengan Shikaku, dirinya kadang-kadang berfikir bagaimana cara membuat hari-hari membosankan Akademi berakhir dalam kesenangan, agak mustahil dilakukan karena kalau dia keluar begitu saja dari Akademi ayahnya akan marah kepada dirinya, sedangkan untuk membolos jam pelajaran berdambak juga bagi Klan.
Jadi Fugaku agak kebingungan sekarang, setiap tindakan yang tidak berarti bagi orangluar bisa membuat dirinya dalam masalah, sedangkan perasaan tak berdaya setelah mendengar nama Sekolah membuatnya tak berdaya lagi.
Dari lubuk hati paling dalam, kesadaranya menjerit untuk sesegera mungkin menjauh dari sekolah tapi sadar akan resikonya dia hanya harus menahan perasaan tak berdaya ini selama dirinya bisa lulus sekolah.
"Nahhh Fugaku kenapa sekarang kamu yang jadi melamun? ayo kita telah ditinggal jauh oleh guru." Choza menepuk pundak Fugaku untuk menyadarkannya.
"Emmm ya..." Fugaku mengangguk setelah sadar dan berjalan dengan kedua teman barunya.
Disebuah ruangan besar terdapat tujuh orang didalamnya, ruangan ini adalah kelas Elit bagi Klan termuka. Agak berlebihan menggunakan ruangan besar yang diisi sejumblah kecil orang.
"Kalian semua akan memperkenalkan diri masing-masing, Hobi,dan Ambisi dimulai dari saya."
"Nama guru adalah Nara Chito, Hobi membaca dan sebagainya untuk Ambisi guru menjadi... kalian tidak perlu tahu itu." ucapnya memperkenalkan diri.
"Kamu perkenalkan dirimu kepada yang lain." tunjuk Chito kearah Hiashi.
__ADS_1
Hiashi berdiri dari duduknya dan berkata."Hiashi Hyuga Hobi berlatih dan Ambisi membuat Klan Hyuga berjaya."
Hizashi juga berdiri dari bangkunya dan memperkenalkan diri."Hizashi Hyuga Hobi tidak banyak hanya itu-itu saja dan Ambisiku yahhh... lupakan aku masih belum memilikinya."
Choza berdiri dengan mulut penuh keripik kentang."Choza Akimichi Hobiku makan dan Ambisiku Makan."
Shikaku setelah mendengar kata-kata Choza langsung menepuk jidatnya, dirinya berfikir kalau Choza akan menjadi bola besar yang bisa digulingkan kalau terus makan seperti itu.
Inoichi berdiri dan memperkenalkan diri."Inoichi Yamanaka Hobiku berlatih energi Spiritual dan Ambisiku memiliki keluarga Harmoni."
Stelahnya Shikaku berdiri."Shikaku Nara Hobi tidur Ambisi ahhhh aku malas mengucapkannya." langsung saja Shikaku duduk kembali dan mulai tidur.
Yang terakhir Fugaku berdiri dengan mantap serta menjaga aura mendominasi dari Klan Uchiha."Fugaku Uchiha Hobi bermain dengan adik tersayang Ambisi menjadi yang terkuat dan juga kalian harus ingat satu hal kalau kalian ingin melampuiku, berhentilah karena kalian tidak akan bisa melakukannya."
Fugaku duduk kembali dengan muka dingin yang sangat menusuk jiwa, saiapa saja setelah memandang muka Fugaku akan menundukkan kepala. Nahhh... sekarang pun terjadi setelah Fugaku mengatakan kata-kata arogan anak dari Klan Hyuga merasa tersinggung dan ingin mengolok-ngolok Fugaku tapi setelah melihat wajah dingin Fugaku dirinya mengurungkan niatnya.
Chito pun juga tercengngang, mendengar ambisi besar dari Fugaku dirinya tidak bisa berkata, kenapa penerus Klan Nara sangat malas seperti ini kalau dia memiliki secuil ambisi dari Fugaku aku pasti percaya dia nanti bisa menjadi anak berambisi besar juga batinnya.
"Ehem baiklah anak-anak, karena ini tahun pertama kita hanya melakukan perkenalan saja dan kalau kalian ingin pulang tidak apa-apa, pulanglah dan hati-hati dijalan." kata Chito.
Setelah mendengar kata dari Chito mata Fugaku bersinar dia berdiri dan berpose lari, dalam sekejab tubuh Fugaku menghilang dari dalam kelas. Adegan ini tak luput dari semua mata orang dalam kelas, mereka membelakkan mata ada rasa kagum terpancar dari mata mereka semua.
Terutama Inoichi metanya langsung berbinar setelah melihat gerakan hebat dari Fugaku, padahal ini hanya Jutsu kedipan tubuh saja yang bisa membuat tubuh kita bergerak puluhan meter dari tampat kita berdiri.
Tentu saja apapun Jutsu itu mereka akan sulit dikuasai, dari kelas rendah maupun kelas tinggi karena Control Chakra dalam penggunaan Jutsu itu paling penting kalau Control Chakra seseorang sangat buruk sedangkan dirinya berada di tingkat Chunin maupun Jounin mereka tidak akan bisa melakukan Jutsu kelas atas maupun kelas bawah dan menengah, yaaa meskipun mereka bisa melakukan Jutsu tampa Control Chakra tapi apa? Jutsu yang akan mereka keluarkan tidak efisien dan gak guna samasekali.
Itulah kenapa dasar-dasar Ninja selalu diawali dengan Pengontrolan Chakra.
[Dinggg!!! Misi baru! Lakukan Fusion beberapa Element.
Hadiah: Teknik Penyerapan Energi Alam.]
__ADS_1
"Hahhhh!?." seblum Fugaku sampai dikediaman Uchiha suara Sistem terdengar.
"Teknik itu... uhhhhh menn... kenapa hadiahnya Op gini?." Fugaku agak kebingungan sekarang.
Energi Alam adalah energi yang dapat dikumpulkan dari udara dan bumi. Jika seseorang dapat mengumpulkan energi alam dari sekitar mereka dan menggabungkan serta menyeimbangkannya dengan energi spiritual dan fisik serta Chakra mereka, mereka bisa menjadi Petapa dan masuk ke Mode Petapa, yang memungkinkan mereka untuk menggunakan Senjutsu. Metode ini dapat diajarkan oleh penduduk Gunung Myobuku dan Gua Ryuchi.(Dari: Narutopedia)
Jadi selama memiliki Energi Alam Ninja biasapun bisa memiliki kekuatan besar, apalagi setelah masuk Mode Petapa seperti Naruto yang bisa mengalahkan kelima Pain.
"Teknik penyerapan Energi Alam... yaaaa... akan sangat bagus setelah mendapatkannya." kata Fugaku menyeringai, dalam benaknya sekarang Fugaku membanyangkan bagaimana jadinya seorang Uchiha memiliki Energi Alam melimpah dan dengan kedua mata Sharinganya apa yang akan terjadi nanti?.
Bukankah Madara Uchiha memasuki fase terakhir dari mata Sharingan gara-gara mencuri Sel Hashirama yang memiliki Kepadatan Energi Alam dalam Sel tersebut, juga Obito tidak bisa Buta dalam penggunaan MS setelah memiliki Sel Hashirama.
"Hahahaha... aku berubah pikiran, mungkin menjadi yang terkuat diriku sudah mencapainya sedangkan aku dimasa depan bukankah bisa menjadi Ekstensitas diluar nalar selama Sistem memberiku hal-hal tak terduga." kata Fugaku dengan seringainya.
"Ahhhh ya Sistem, apa hadiah yang kamu berikan hanya sebatas didunia ini saja?." tanya Fugaku.
[Tidak Tuan.]
Balas Sistem agak membuat Fugaku tertegun sebentar setelah itu dirinya bertanya lagi."Lantas apa saja yang bisa kamu berikan sebagai hadiah selain didunia ini?."
[Hadiah yang akan diberikan dari dunia Naruto 100% , dan dunia lainya 1 - 0.90% ini terhitung dengan seluruh Universe, kalau Tuan sedang beruntung Tuan bisa dapat hal yang bisa membuat Tuan bisa melakukan apa saja tampa masalah apapun yang akan terjadi.]
"Aihhhh... peluangnya sangat kecil seperti itu? ahhh biarlah yang terpenting sekarang mari membuat gabungan Chkara Element."
"Emmmm... enaknya dimana ya tempat aman nan sepi?." Fugaku berfikir.
"Ahhh... buka Maps saja." kata Fugaku membuka Statusnya dan mengeklik Maps.
Maps terbuka dan Fugaku langsung mencari tempat untuk melakukan Fusi, eksperimen ini harus dilakukan dalam jarak yang sangat jauh dari pemukiman penduduk karena bahayanya saat melakukan penggabungan Element bukan main-main.
"Nahhh ini dia... dekat gunung... gunung apa apaan ini? hufft dahlah kesena saja, lihat dulu tempat itu bisa ku tempati untuk eksperiman atau tidak." setelahnya Fugaku menghilang tah kemana.
__ADS_1
Author: maaf ya teman-teman tidak bisa membalas komentar satu persatu🙏 tapi saya setelah melihat dukungan besar dari para pembaca saya sangat berterimakasih karena cerita biasa ini bisa menghibur para pembaca sekalian😊 Juga kalau ingin memberi saran jangan sungkan-sungkan, saya akan menerima saran pembaca dan mempertimbangkanya, sekian dulu bay-bay👋