
[Dingg!! Selamat! Misi Selesai.
Hadiah: Yang Element.]
Fugaku setelah masuk kedalam kamar dia mendengar suara Sistem, apa yang dirinya dengar saat ini sangat membuatnya terkejut! Yang Element adalah Element terkuat dari kelima Element, tentunya saja ada Element Yin yang mendapingi Element Yang."Hehehe... aku tidak menyangka hadiah dari misi biasa akan sangat luarbiasa!."
Fugaku berseru gembira, dirinya sendiri sangat senang mendapat Element Yang apa lagi EMS nya berkaitan dengan Element Yang dan bisa membuat kekuatan kedua matanya meningkat pesat.
"Baiklah besok aku ingin melihat bagaimana kekuatan ku saat ini." ucap Fugaku.
"Kakak! kenapa kamu melamun?." Mikoto melihat Fugaku berdiri diam setelah masuk kedalam kamar.
Mendengar suara Mikoto Fugaku tersadar dan memandang kearah Mikoto kecil."Yaaa... bukan apa-apa Mikoto, hanya saja setelah Kakak berfikir lebih baik kita keluar Komplek Klan dan berjalan-jalan diluar sana."
"Benarkah! apa kakak tidak berbohong!?." ucap Mikoto bersemangat.
"Benar, Kakak sendiri bosan berada di sini jadi ayo keluar mencari makanan ringan sambil jalan-jalan." balas Fugaku mengangguk.
"Horeeee!! ayo Kakak! jangan berlama-lama disini!." Mikoto sangat bersamangat sampai-sampai menarik tangan Fugaku lagi menuju kearah luar Klan.
Fugaku dan Mikoto setelah berjalan kearah luar Klan dengan gembira berkunjung keberbagai kedai makanan ringan, Fugaku memandang muka Mikoto yang tersenyum bahagia dirinya sendiri setelah melihat Mikoto bahagia juga ikut bahagia.
Suasana jalan desa agak ramai, ada penduduk desa yang sedang berbelanja diberbagai toko makanan, sayuran, dan buah-buahan. Pemandangan seperti ini membuat hati Fugaku merasakan keenggaan.
Dirinya merasa tempat ramai seperti ini sangat tidak cocok untuknya, dari dalam lubuk hati paling dalam mereka bersuru untuk menyuruh Fugaku berlari secepatnya dan mengunci diri didalam kamar.
"Aneh? kenapa dengan diriku?." tanya Fugaku kepada dirinya sendiri.
"Kakak apa ada yang salah? kenapa Kakak sering melamun?." Mikoto yang sedang memegang tangan Fugaku merasa aneh melihat raut muka yang berubah dari muka Fugaku.
"Jangan dipikirkan Mikoto, Kakak baik-baik saja kiita lanjutkan jalan-jalanya." balas Fugaku tersadar dan menjawap ucapan Mikoto.
"Kakak yakin tidak kenapa-napa? aku lihat dari tadi muka Kakak sangat tertekan, apa Kakak sedang sakit atau pusing?." ucap Mikoto jelas memgetahui perubahan suasana disekitar tubuh Fugaku.
"Hahahaha... Mikoto mata mu sangat teliti, yaaaa... Kakak merasa tidak nyaman saja berada di keramaian seperti ini." keluh Fugaku mengakui apa yang sedang menyerang perasaannya sekarang.
"Kalau Kakak tidak nyaman berada di keramaian, ayo kita pergi saja dari sini." setelah mengetahui masalah Fugaku Mikoto memegang tangan Fugaku dan menariknya keluar dari jalan.
Berlari kurang dari sepuluh Menit akhirnya mereka berdua sampai didekat hutan kematian, lebih tepatnya area pelatihan ke3. Disini sangat sepi hanya terdapat beberapa batu dan pepohonya yang dijadikan target kunai dan suriken.
"Kakak! bagaimana perasaanmu apakah sudah baikan?." tanya Mikoto memegang kedua pipi Fugaku dan mengelus-ngelusnya, nampak kalau Mikoto sangat kawatir.
__ADS_1
"Tenang saja Mikoto, Kakak baik-baik saja sekarang dan Kakak berterimakasih kepadamu karena telah merawat Kakak dengan sangat baik." balas Fugaku tersenyum dan mencium kening Mikoto.
"Hehehehe... Mikoto senang melihat Kakak baik-baik saja." jantung Mikoto berdetak kencang setelah mendapat ciuman dikeningnya dari Fugaku.
Suasana hati Mikoto yang sedang berbunga-bunga langsung terganggu oleh suara ledakan dari arah area dalam pelatihan ke3.
"Suara apa itu?!." kata Mikoto dengan ekspersi kesal.
"Kakak! aku ingin melihat orang sialan itu dan menghajarnya, berani sekali menganggu Kakak Mikoto yang sedang sakit!." langsung saja Mikoto meraung marah dan berlari menuju suara ledakan terjadi.
Fugaku terkejut mendengar suara Mikoto, dirinya mengetahui karakter dari Mikoto bagaimana bisa anak kecil periang ini tiba-tiba menjadi gadis masa pertumbuhan/Pubertas hanya karena masalah kecil?wanita kecilpun bisa marah ketika hatinya sedang berbunga-bunga?
"Mikoto tunggu!." seru Fugaku mengejar Mikoto.
Sementara itu ditempat dekat Fugaku dan Mikoto berdiri, ada anak kecil berambut pirang ditemani sorang pria dewasa berambut putih panjang. Sekali lihat mereka berdua sangat tidak asing di Naruto Wrold.
"Minato apa kau liat Jutsu yang ku keluarkan tadi?." tanya orang ini.
"Aku melihatnya Sensei!." balas anak yang bernama Minato.
"Jadi praktekanlah Jutsu tadi, setelah kamu mempelajarinya dan berhasil menguasai jutsu itu aku akan memberimu Ninjutsu yang lebih kuat dari tadi." ucap Jiraya.
Siapa Raikage Kitaga? dia adalah Ninja terkuat sepanjang masa di dunia Shinobi setelah era Hashirama dan Madara, bukan hanya kekuatannya saja yang mengerikan tapi kecepatan dari Raikage sendiri sangat cepat.
Dan Minato malah lebih cepat dari Raikage ke3, bahkan Raikage ke3 mengakui kalau kecepatan Minato lebih cepat dari dirinya.
Jairaya juga sangat kuat, apalagi setelah memasuki Sennin Mode kekuatan Jairaya akan melonjak ketingkat Kage Besar, yang satu tingkat lebih lemah dari Kage Super.
Dia juga dijuluki sebagai Sannin Legendaris, setelah melawan Hanzo si Salamander di desa Hujan dengan kedua rakannya Tsunade dan Orochimaru. Gelar itu didapat setelah Hanzo mengakui kekuatan ketiga orang ini dan memberi gelar Sannin tersebut.
Tentu saja Hanza juga memiliki kekuatan tak kalah kuatnya dengan Raikage ketiga, hanya saja Hanza memiliki kondisi khusus yang dimana dirinya mempunyai Kekkai Genkai misterius setelah mengikat Kontrak dengan Hewan Kadal besar/Salamander.
Kuchiyose Hanza sangat kuat, karena inilah Hanzo memiliki gelar "Hanzo Of The Salamander". Dirinya juga mengaku-ngaku sebagai Dewa tapi mati di tangan Nagatod.
"Hieeee dasar Baji*gan Sialan! apa kalian berdua yang mengganggu kakak ku yang sedang sakit!?." muncullah Mikoto Loli yang mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan oleh anak kecil seperti Mikoto saat ini.
Perhatian Minato dan Jiraiya teralihkan kearah anak kecil berlari kearah mereka berdua, mendengar umpatan anak kecil ini Minato dan Jiraiya mengerutkan kening. Bagaimana bisa anak-anak mengucapkan kata-kata kasar seperti itu?.
"Bre*gsek! kalian berdua mengganggu Kakak ku yang sedang sakit! kesini biar ku tonjok kepala kalian!." teriak Mikoto lagi.
"Sensei, kenapa dia marah kepada kita?." tanya Minato heran melihat Mikoto yang sedang menghampiri dirinya dan gurunya.
__ADS_1
"Mana ku tau Minato." balas Jiraiya juga kebingungan.
Setelah Mikoto sampai dua meter dari Mintao dan Jiraiya langsung saja dia melangkah kedapan dan menendang kaki Minato dan Jiraya."Rasakan ini Sialan!."
SFX: Tukkkk
"Auuuuu... hei kenapa kau menendang Kakiku?." tanya Minato merintih kesakitan.
Sedangkan Jiraiya biasa-biasa saja menerima serangan kecil dari Mikoto, dan untuk Minato jelas saja kesakitan karena dirinya saat ini masih belum memiliki kekuatan besar serta ketahanan tubuh Minato sama dengan anak kecil berumur 4 tahun pada umumnya.
"Heehhh... kenapa kau bilang!? salah mu sendiri membuat suara berisik itu!." balas Mikoto sambil mendengus.
"Haaaa? hie apa kamu tidak tau tempat apa ini?." tanya Minato.
"Hahhh... mana kupikirin!." ucap Mikoto kesal .
"Bukankah kamu bisa melihat papan besar di tiang itu, ini tempat Pelatihan. Sudah hal biasa suara-suara keras terdengar disini." kata Minato memandang kearah Mikoto yang sedang linglung setelah mendengar kata-katanya.
"Ehhhh?" Mikoto terdiam sesaat tapi setelah itu dirinya marah kembali serta menendang Kaki kedua orang didepnya.
"Aku tidak peduli dengan ucapanmu, karena kamu menganggu Kakaku yang sedang sakit akan ku bunuhkau!." Mikoto meraung marah dan menyerang Minato secara membabi buta.
Sebelum serangan Mikoto mengenai tubuh Minato tubuh kecil Mikoto terangkat dari belakang dan suara yang dikenal olehnya terdengar."Sudah Mikoto, jangan membuat keributan."
"Tapi Kakak, mereka berdua menganggumu." balas Mikoto.
"Hahhh... tidak Mikoto Kakak sama sekali tidak terganggu dengan suara tadi, nahhhh... sekarang kamu harus meminta maaf kepada kedua orang ini dan jangan jadi anak nakal." ucap Fugaku menegur Mikoto.
"Tapi Kak..."
"Tidak ada tapi-tapian." sela Fugaku.
"Baiklah." dengan patuh Mikoto memandang kearah Minato dan Jiraiya.
Menjulurkan Lidah sebentar Mikoto baru meminta maaf sedangkan Jiraiya yang dari tadi diam terkejut melihat kedua anak didepanya, tidak maksudku Jiraiya terkejut melihat Temperamen Fugaku.
"Bagaimana bisa Klan Uchiha memilik Anak yang tidak sombong seperti ini?." batin Jiraiya.
Sudah bukan hal besar kalau Klan Uchiha adalah Klan yang memiliki reputasi tinggi serta orang didalam Klan sangat angkuh serta sombong, setelah Jiraiya melihat kebaikan dan rendah diri didalam diri Fugaku dirinya tidak bisa lagi tidak berseru didalam hantinya.
"Menarik, aku ingin mengetahui anak ini lebih jauh lagi." batin Jiraiya.
__ADS_1