
"Tsuchikage, apa kau serius mengerimku kebaris depan? perang ini baru dimulai satu bulan yang lalu." kata Han ragu-ragu, saat ini dia sedang menghadap ke Onoki.
Onoki terdiam, memang perang antara kelima desa besar belum lama ini dimulai tapi karena kerugian yang dia tanggung saat menghadapi desa Konoha membuatnya sangat tidak nyaman.
"Han, turuti saja perintahku, maju kemedan perang sekarang dan hancurkan perbatasan desa Konoha sialan itu, tenang saja Akira akan menemanimu nanti." balas Onoki sambil melembaikan tangan.
Setelah Onoki melambaikan tangan muncullah seseorang disamping Han.
"Salam Tsuchikage-sama, Han-sama." orang ini menyapa kedua orang didepannya dan disampingnya.
"Akira aku menugaskanmu mengikuti perintah yang akan diarahkan Han nanti dimedan perang, juga pimpin kelompokmu untuk maju kemedan perang diperbatasan desa Konoha." kata Onoki.
"Baik Tsuchikage-sama!." balas Akira tegas.
Sementara itu Han masih terdiam, dia melihat kearah Akira yang dimana Akira adalah Ninja wanita khusus dibawah bimbingan Tsuchikage sendiri. Han agak tidak berdaya sekarang karena dirinya sangat malas untuk maju kemedan perang.
"Tsuchikage, apa keputusanmu sudah benar-ben..." kata Han dipotong.
"Cukup Han! berangkatlah sekarang, aku menyerahkan seribu pasukan tingkat Chunin dan 20 Jounin untuk menyerang perbatasan desa Konoha sialan itu!." kata Onoki meninggikan suaranya.
Han tersentak."Kenapa orang tua ini menyerang dengan sekala besar?." batin Han heran.
"Hahhh... baiklah." akhirnya Han yang sudah tidak berdaya menerima perintah dari Onoki.
Onoki mengangguk puas, memang sangat sulit mengendalikan Jinchuriki satu ini meskipun Han sudah menguasai Gobi atau Kokou, karena Han merasa kalau peperangan itu tidak akan berarti besar kepadanya.
Memang sifat Kokou yang pemalu dan suka berdamai oleh karena itu Han sebagai Jinchuriku Kokou juga mewarisi sifat bijunya.
Setelah beberapa kata lagi dari Onoki Han dan Akira pergi ke gerbang desa, disana sudah ada banyak Ninja Iwa yang siap pergi berperang.
Dengan tambahan pasukan ini perbatasan Ninja Iwa mempunyai pasukan seribu lima ratus lebih, sangat banyak hanya untuk menyerang sebuah perbatasan desa.
"Siapkan perbekalan dan persenjataan, jangan lupa Ninja medis membawa tel peledak." kata Akira mengintruksi pasukan besar Ninja Iwa.
"Cepat lah sedikit! hari sudah mulai siang! kita harus tiba di kamp desa kita sebelum matahari terbenam!." teriak Han tidak sabar untuk sesegera mungkin mengakhiri peperangan ini.
"Yaaaa!!!." jawab semua orang.
Perbatasan Desa Konoha, beberapa jam setelah pergerakan pasukan Iwa.
Sakumo meminta pertemuan kepada semua kapten regu Ninja Konoha, dia menjelaskan kalau peperangan ini tidak berjalan semestinya setelah mengetahui pergerakan besar dikubu musuh.
Sakumo takut pertempuran yang akan terjadi akan menelan korban banyak dipihak Konoha, karena itu Sakumo meminta bala bantuan sesegera mungkin ke Hiruzen.
Majulah salah satu dari sepuluh Ninja didepan Sakumo sekarang, dia meminta untuk mengirim saja dirinya kembali kekonoha dan menyampaikan pesan dari Sakumo.
Situasi sudah sangat mendesak Sakumo segera mengirim orang itu kembali kekonoha dan diikuti beberapa Ninja Konoha lainnya.
Tiba-tiba saja, Ninja sensor berteriak dari belakang pertemuan.
"Gawat! Iwa menyerang!." teriaknya kencang.
Kamp yang relatif tidak besar dan tidak kecil, setelah mendengar teriakan itu mereka bisa mendengarkan dengan sangat jelas, Ninja Konoha langsung kelang kabut, tapi Sakumo sebagai pemimpin semua Ninja disini segera menenangkan semua orang dan menyuruh membuat pertahan.
"Cepat siapkan persenjataan! Ninja Hyuga pantau terus pergerakan lawan!." kata Sakumo berteriak.
"Baikkk!." teriak semua orang.
Sementara Fugaku yang tadi sudah beristirahat sekitar satu jam lebih, sekarang terbangun dan memandang kedepan sana dengan mata berbinar.
"Onoki tua itu! dia sangat baik hati mengirim pasukan besarnya kesini." kata Fugaku langsung berdiri dan berlari kearah barisan depan.
Mengikuti beberapa Ninja Konoha lainnya segera Fugaku sampai ditempat perbatasan desa Iwa, Fugaku memprediksi kapan Ninja Iwa itu datang, setelah beberapa detik Fugaku menyeringai.
"Sepuluh menit lagi." guman Fugaku pelan dan meraih kunai ditas kecil dipinggangnya.
"Kemarilah, hehehehe... aku sudah tidak sabar mengumpulkan pengalaman bertempurku!." guman Fugaku menyeringai menatap kedepan sana.
Sepuluh menit kemudian, nampaklah bayangan hitam yang sangat banyak dari jarak ratusan meter didepan semua pandangan Ninja Konoha, seketika leher bagian belakang mereka terasa dingin dan tak usah dikatakan lagi kalau mereka sekarang sedang ketakutan.
"Apa-apaan desa Iwa ini! kenapa mereka menyerang kita dengan pasukan besar seperti itu!." serunya.
"Sial! desa Iwa sialan! mereka sangat licik, langsung menyerang desa kita dengan pasukan besar setelah perang dimulai!." kata Ninja lain.
"Istriku menunggu dirumah! kalian semua kalau aku mati disini tolong! sampaikan pesan terakhirku kepadanya! kalau aku menyembunyikan sesuatu dibawah kasur!."
__ADS_1
"Hey kau! jangan membuat semua orang ketakutan dengan kata-katamu itu! tenangkanlah pikiran kalian dan jangan berfikir kalau kalian akan mati dimedan perang ini, berfikirlah kalau kalian bisa memenangkan pertempuran ini! dan pulang ketanah air menemui keluarga kalian dengan selamat." teriak orang yang sepertinya kapten dari lusinan Ninja Konoha.
Setelah kata orang ini terdengar kegelisahan dihati semua Ninja Konoha merada perlahan-lahan. Fugaku menggelengkan kepala tohh dirinya tidak ada kaitannya dengan mereka semua dan tujuannya datang kesini hanya untuk menambah pengalaman saja.
Biarlah mereka bergerak semestinya dan kalau situasi tidak menguntungkan dirinya secara pribadi akan bergerak membantu.
Tak lama kemudian Fugaku melihat dengan lebih jelas kearah musuh yang mengarah kepadanya, semua Ninja Konoha juga sudah bersiap-siap. Jantung semua orang seketika berdetak kencang setelah melihat banyaknya musuh didepan mereka saat ini.
Belum juga ketegangan mereka mereda, satu sosok lagi muncul didepan semua Ninja Iwa dia memakai capil serta masker mulut, penampilannya yang sangat mencolok dipandangan semua Ninja desa Konoha.
"Sial! Jinchuriki Han ada disini!."
"Bagaimana bisa dia menginvasi kita secepat ini! ibu... aku ingin pulang."
"Iwa sialan! mereka membuat gerakan besar tampa pandang bulu? huhhhh... untung ada tuan Sakumo dan tuan Orochimaru disisi kita!."
Bagaimana mereka tidak ketakukan setelah melihat Jinchuriki yang dimana si Jinchuriki sudah bisa mengeluarkan kekuatan penuh dari bijunya. Belum lagi si Jinchuriki membawa pasukan besar dibawah komandonya.
Fugaku tampa merasa takut melihat mahluk kecil didalam tubuh Han, yaaa... itu adalah Gobi binatang ekor lima dia berwujud kuda berwarna putih dengan beberapa tanduk menjulang kebelakang.
Fugaku bisa melihat bahwa sekarang Gobi atau Kokou juga melihat kearahnya, bagaimanapun juga binatang berekor memiliki insting yang sangat kuat jadi saat Fugaku mengintip tadi Kokou merasakan tatapan orang asing.
Merasa gelisah Kokou memberitahukan kepada Han apa yang dia rasakan tadi.
"Han berhati-hatilah, selain Taring Putih Konoha dan Jenius Konoha ada satu lagi keberadaan yang sangat menakutkan, bahkan jika kau melepaskanku mungkin kita hanya bisa bertahan beberapa detik saja sebelum aku dikalahkan, kalaupun beruntung orang kuat itu tidak akan membunuh kita berdua." kata Kokou, tubuh besarnya sudah bergetar ketakutan.
Dia merasakan tatapan pihak lain dan merasa tatapan itu penuh ancaman besar, insting yang dia miliki tidak mungkin salah, tatapan tajam seperti itu dia khawatir kalau serbuan ke perkemahan Konoha kali ini tidak segampang yang dia pikirkan tadi.
Han juga terkejut mendengar peringatan dari Kokou, memandang perkemahan Konoha lebih dalam tiba-tiba saja perasaan tidak enak menghantam hatinya.
Menggelengkan kepala Han tidak membalas peringatan Kokou malah memandang wanita disampingnya saat ini dan berkata."Akira... aku memiliki perintah terakhir untukmu jika seseuatu terjadi nanti."
Akira dari tadi terdiam dan setelah mendengar perkataan Han mengalihkan pandangannya."Apa itu Tuan Han?." balas Akira.
"Aku merasa penyerangan ini tidak segampang kelihatannya, aku cuman ingin kau mengirim Ninja kita untuk melapor ke kakek tua itu dan menyampaikan pesan ini." kata Han menyerahkan gulungan yang dia ambil dari balik lengan bajunya.
Akira mengangguk serta menerima gulungan itu."Baik Tuan Han."
Akhirnya mereka semua Ninja dari Iwa berhenti 100 meter dari perkemahan desa Konoha, kedua belah pihak saling memandang cukup lama.
Sementara itu Sakumo maju ketengah medan pertempuran, diikuti Han juga maju menuju Sakumo.
"Apa perang ini tidak bisa dihindari?." tanya Sakumo terlebih dahulu.
Han menggelengkan kepala."Tsuchikage sudah memutuskan untuk menyerang desamu, tidak mungkin setelah aku datang kesini langsung pulang kan?."
Sakumo tersenyum."Kalau begitu perang ini tidak bisa dihindari, meskipun kau adalah Jinchuriki ekor lima jangan harap kamu mendapat perlakuan sopan didesa kami!." kata Sakumo merubah senyumnya, dan kekejaman sudah nampak diraut muka Sakumo.
"Dengan senang hati aku berada di bawah bimbinganmu Taring Putih Konoha!." Han merilis Jutsu langsung, dia tidak berani gegabah didapan veteran Ninja dari perang Shinobi ke2.
"Gaya Api: Bola Api!." Han melepas Jutsunya.
Sakumo juga tidak bisa bergerak gegabah didepan Jinchuriki, dia langsung menghenuskan Katana pendeknya dan melapisinya dengan Chakra, ahasil Katana pendek memancarkan aura putih.
Menebas kedepan secara Vertikal Ninjutsu api milik Han terbelah menjadi dua, Sakumo bukan hanya menebas satu bola api tetapi semua bola api Han sudah tebelah menjadi dua bagian dan menghilang dari udara tipis.
"Layak dijuluki Taring Putih Konoha." kata Han menyanjung.
"Terimakasih, tapi masih ada urusan yang belum terselesaikan diantara kita berdua!." balas Sakumo menerjang maju.
Sementara Han dan Sakumo bertarung Ninja dari Konoha dan Iwa juga mulai bergerak maju.
Akhirnya kedua belah pihak saling menyerang.
Hanya dalam setengah jam saja korban jiwa sudah mulai berjatuhan, Ninja Konoha maupun Iwa banyak yang mati terkana serangan kawan ataupun musuh.
Semua orang menjadi gila ketika saling bertemu musuhnya dan menyerang kesana-sini secara membabi buta.
Fugaku tidak memperdulikan orang-orang itu, dia masih sibuk dengan peperangannya sendiri, menabas kekiri kekanan dan belakang selalu saja Fugaku membunuh dengan satu gerakan tampa tekanan apapun.
Melesat maju Fugaku dalam dua puluh menit sudah membunuh setidaknya dua ratus lebih Ninja Iwa, gerakan Fugaku sangat mencolok jadi dia mendapat tatapan tajam dari beberapa Ninja Elit Iwa.
"Sial! anak itu sudah membunuh banyak Ninja kita! cepat serang dia sebelum banyak koraban berjatuhan dipihak kita!." teriak Ninja Elit Iwa, sementara dia sendiri masih menatap Fugaku tampa sadar dunia didepannya terbalik dan tubuh Fugaku sudah berada didepanya dengan mata Sharingan tiga tomoe.
"A-apa..."
__ADS_1
Tubuh dari Ninja Elit Iwa terjatuh begitu saja dan kepalanya mengelinding ketanah, serangan Fugaku kepada Ninja Elit Iwa tak luput dari pandangan semua Ninja dimedan perang.
Mereka berfikir bagaimana bisa anak muda ini membunuh Ninja tingkat Jounin Elit dengan mudah? dan juga mata itu... benar! Sharingan!.
"Ketua Akira! ada Ninja Uchiha yang sudah membunuh banyak Ninja kita dan Tuan Jibe pun juga dia bunuh!." teriak Ninja Elit Iwa menatap kearah Akira yang saat ini memegang kerah baju Ninja Konoha dan keadaan orang itu sudah mati.
"Apa katamu? Uchiha?." balas Akira langsung menatap Ninja yang berteriak tadi dengan kilatan tajam memancar dimatanya.
"B-benar Ketua Akira, itua dia lihat! dia disana!." balasnya sambil berteriak dan menunjuk kearah Fugaku memegang kunia yang menancap di tenggorokan Ninja Elit Iwa, sementara dibawah kakinya ada orang tergeletak tak berdaya.
Akira memandang Fugaku sebentar, setelah melihat mata Sharingan itu darah Akira tiba-tiba mendidih dan ia meraung marah, apa lagi orang yang ditikam Fugaku saat ini adalah kenalannya.
"Uchiha Sialan!." teriaknya melesat dengan cepat kearah Fugaku.
Mendengar teriakan tak jauh darinya Fugaku secara naluri melompat kebelakang dan memandang sepuluh meter darinya.
SFX:bommmmm!
Tempat dia berdiri tadi dihantam sesuatu, setelah debu meghilang Fugaku melihat jelas siapa yang jatuh dari atas tadi, seorang wanita cantik dengan tubuh hot dan penampilan 90 poin muncul dibidang pengelihtan Fugaku.
Mata Fugaku berbinar, dia tidak menyangka akan melihat keindahan dewasa seperti itu di medan perang seperti ini, sayangnya Fugaku tidak tertarik kepada wanita itu dia cuman kagum melihat kecantikan ditempatkan dimedan perang berbahaya seperti ini.
"Kau bajin*an tidak akan kumaafkan karena sudah membunuh kerabatku!." teriak Akira memegang tubuh seorang pria ditanganya.
"Dalam peperang tidak ada namanya keluarga, membunuh musuh adalah kewajiban dan lindungilah keluargamu jika kau tidak bisa melindunginya, maka hidup yang kau punya akan sirna dalam sekejap mata." kata Fugaku merilis Jutsu.
"Gaya Api: Naga Api!." tampa basa-basi Fugaku mengeluarkan Ninjutsu besar miliknya.
Melihat frekuensi Chakra tidak normal dari Fugaku, tubuh Akira menegang seketika.
"Semua! menjauh!." teriak Akira melesat pergi.
"Sial!." katanya lagi lupa membawa mayat saudaranya dan hanya bisa melihat tubuh saudaranya tertelan api besar.
Dalam semburan api Fugaku, terbentuklah naga api besar dan menyapu daratan setidaknya seluas 300 meter persegi.
Api Fugaku menyebabkan udara terbakar dan asap putih mengepul dari waktu kewaktu, semua Ninja bahkan Sakumo dan Han berhenti bertarung dan melihat serangan Fugaku yang sangat kuat.
Banyak Korban dari pihak desa Iwa.
"Aku tidak menyangka Konohamu memiliki monster kecil seperti itu." kata Han takjup melihat Ninjutsu besar dikeluarkan Fugaku tadi.
Sakumo tersenyum senang, dia sebenarnya juga tidak menyangka kalau kekuatan Fugaku melampui apa yang dulu dia pikirkan, setelah melihat serangan ini Fugaku dimata Sakumo lebih luarbiasa lagi.
"Yahhh... Konohaku tidak akan henti-hentinya memunculkan jenius besar seperti itu, jangan kaget ini hanyalah permulaan!." kata Sakumo menyerang maju lagi.
"Siapa yang terkejut! aku hanya mengaguminya saja!." balas Han memblokir serangan Sakumo.
Sementara itu Fugaku memandang kedepan tampa ekpersi berlebihan, biasanya Ninja biasa setelah mengeluarkan Jutsu besar akan menguras Chakra dan mental tapi Fugaku tidak memperdulikan Chakranya dan untuk mental Fugaku sendiri sudah cukup melihat pembantaian besar-besaran seperti ini.
"Mo-mosnter!." teriak Ninja Iwa.
"Lari ada Monster dikubu Konoha!." teriak Ninja Iwa lainnya.
"Cepat lari bodoh! kenapa kau melamun disini!."
Melihat Ninja Iwa berlari kocar-kacir Akira yang berada jauh dibelakang sana menatap Fugaku penuh kebencian, dia menggertakkan gigi dan mengikuti mundurnya pasukan Iwa.
"Sepertinya kita menyudahi pertarungan ini, dan desa Konoha mu menang dalam pertempuran pertama kita." kata Han langsung menghilang dan berlari mengikuti rekan-rekannya.
Ninja desa Konoha memandang Ninja Iwa yang berlari kencang menghindari pertempuran, senyum kemenagan menghiasi muka mereka.
"Yeahhhhh! desa Konoha kita menang!."
"Hahaha... aku tidak menyangka kalau aku masih hidup! Istriku aku masih hidup! aku berjanji ketika aku pulang nanti biarkan aku membuat anak denganmu!."
"Iwa bajin*an melarikan diri! ini akan menjadi berita besar nanti!."
"Lihatlah cara mereka berlari! hahahaha! kenapa mereka berlari kocar-kacir seperti itu!."
"Tuan muda Klan Uchiha sangat hebat! dia membuat gerakan besar dan menghentikan peperangan ini! tidakkk!... Tuan muda Klan Uchiha memenangkan pertempuran ini!." teriak Ninja Uchiha.
"Yahhhh... Tuan muda Fugaku menendang pantat Ninja Iwa sialan dari pertempuran ini!." teriak Ninja Uchiha lainnya.
Akhirnya mereka semua memandang Fugaku penuh dengan kehormatan dan kekaguman.
__ADS_1
Sementara Fugaku masih memandang kearah larinya Ninja Iwa, mendengus dingin Fugaku berjalan kembali ke tendanya, mengabikan sorakan orang-orang itu.
"Yahhh... ini adalah panggungku." kata Fugaku tersenyum senang.