Naruto World

Naruto World
Invansi Kumo


__ADS_3

Note: yahhh... aku malah gk bisa update 2 kali sehari, dirumah sibuk banget soalnya harus masak ini itu antar barang kesini kesitu, pokoknya dari habis sahur sampek sore kerjaanku cuman berdiri diwarung buat pesenan orang-orang, jadi hanya bisa buat satu chapter ini:D, meskipun jarang update aku usahain satu chapter satu hari, kalau gk bisa yah.... begitu deh.


Back to story


Sementara Fugaku masih memikirkan tentang rencana menuju keabadian, yang dia inginkan sejak dahulu. Dan juga siapa saja pasti ingin hidup abadikan, sebenarnya Sistem bisa saja memberi Fugaku sebuah misi dan dimana misi itu berisi tentang kebadian tersebut.


Tapi setelah mengetahui tuannya sangat bersemangat dalam tujuannya itu, dia sebagai pendamping sekaligus penjaga, Sistem akan mendukung tuanya semaksimal mungkin.


Sistem ini yang berada didalam tubuh Fugaku bukan hanya memberi misi, informasi, undian dll tapi Sistem bahkan bisa lebih melakukan apapun untuk Fugaku, hanya saja kalau Sistem membantu dengan begitu mudahnya, dia kawatir dimasa depan Tuanya akan...


Yahhh... intinya Sistem ini memiliki hati layaknya mahluk hidup, dan tidak bisa memberikan kemudahan begitu saja. Juga bisa berfikir mana yang baik dan mana yang tidak, maksudnya biar lebih jelas, Sistem akan memperingati kalau tuannya menyimpang dari jalan, dan meluruskan jalannya kembali jika menyimpang.


Fugaku sendiri tidak mengetahui hal besar ini, dia merasa kalau Sistem yang dia sapat tidak memiliki hati nurani dan bisanya memberi dia misi, akhirnya dia mendapat hadiah dari misi yang dia selesaikan.


Saat ditanya kenapa Fugaku tidak menanyakan tentang asal-usul Sistem, semua itu karena, Fugaku sangat yakin kalau Sistemnya adalah sebuah keberadaan misterius dan tidak akan memberi tahukan kepadanya tentang asal-usul itu.


"Sistem." guman Fugaku pelan.


[Ya Tuan]


Setelah Sistem menjawab Fugaku terdiam sebentar dan mengingat pertama kali dia berada didunia ini.


"Sudah berapa lama aku menempati tubuh Fugaku?." tanya nya.


[Tiga tahun dua bulan.]


Jawab singkat Sistem, memberi tahukan Fugaku berapa lama dia berada didunia Shinobi.


"Yahhh... sudah cukup lama..." guman Fugaku memejamkan mata.


Desa Kumogakure.


Duduk seorang pria dikursinya, membolak-balik dokumen diatas meja dan tangan satunya memegang secangkir teh lalunya menyesapnya.


Sementara di depannya saat ini, berdiri seorang pria berkacamata, yang anehnya ada tujuh pedang pendek dipunggung orang ini.

__ADS_1


"Yo yo yo... A ayolah kenapa kau selalu duduk disitu yo yo yo... sangat tidak asik... marilah kawan menari denga-." sebelum repnya selesai sebuah tinju melayang dan meghantam muka orang ini.


SFX:bommm...


Terbanglah Bee kebelakang dan menabrak tembok, ahasil tembok tersebut retak membentuk jaring laba-laba, dalam serangan tadi Bee segera menggelengkan kepala dan mengetuk-ngetuk kepala bagian belakang, Bee merasakan pusing sebentar.


"Bee! bisakah kamu diam! tidak bisakah kau melihat ku sedang sibuk?! keluarlah sana dan bermainlah diluar!." kata A, dia sudah marah karena dari tadi Bee menganggu dia terus.


Bee berdiri lagi."Bakayaro, Konoyaro A kamu sangat tidak asikk..." kata Bee


Belum juga Bee ngerep sebuah bogeman mendarat di wajahnya sekali lagi, meluncur kembali kebelakang bahkan tinju A kali ini menyebabkan Bee jatuh bebas kebawah setalah tembok ruangan itu tembus karena tubuh Bee.


Alis A berkedut-kedut, dia sebenarnya sudah terbiasa dengan prilaku usil Bee tapi sekarang ini dirinya membaca informasi penting dari Pasukan Intelegentnya.


Mendesah sebenyar A berjalan kembali kemeja, dan membiarkan Bee yang jatuh tadi, tidak akan terjadi masalah tohhh Bee sendiri adalah Jinchuriki ekor delapan. Serangan kecil tadi tidak akan menggores kulitnya mungkin hanya beberapa baju sobek saja.


"Hmmm... Sakumo, yaaa... Taring Putih Konoha, dia dulu pernah melawanku dan hampir imbang dalam kekuatan, untung saja aku memiliki jurus kilat yang bisa membuat pergeraknku sangat cepat, kalau tidak..." Guman A melihat lembaran kertas diatas meja, sorot mata A tajam melihat foto Sakumo.


"Dia sudah datang keperbatasan desa ku dan desanya, hahhh... mungkin hari-hari dimasa depan akan sangat merepotkan." desah A sambil menggelengkan kepala.


"Fugaku Uchiha, benar saja anak ini tumbuh dengan cepat, disini tertulis. Pernah membunuh lusinan Ninja Elit Iwa dan hampir membunuh lebih dari seribu Ninja Iwa dalam satu jutsu kuatnya, bahkan mata Sharingan anak ini sudah aktif sampai tiga tomoe?." A membaca informasi Fugaku dengan muka terkejut.


"Konoha! kenapa kalian selalu melahirkan monster-monster didunia ini!." A meraung.


Dia mengingat tiga Sannin Konoha dan Taring putih Konoha, belum lagi ada 6 klan superior di Konoha yang dimana kekuatan mereka tidak boleh diremehkan.


Note:aku membuat A menjadi Raikage saat ini, meskipun rada aneh kan? tapi memang beginilah:v, untuk umur Bee sekarang 17-19 tahunan. dan Raikage ke3 masih idup, belum terjadi pengepungan 10.000 ribu Ninja Iwa:v.


"Masalah Sakumo biarlah kukirim Yugito kesana untuk menahannya." kata A mengeluarkan gulungan kosong dan menuliskan beberapa kata.


Sementara itu didesa Konoha.


Minato berjalan terburu-buru menuju rumahnya, dia tadi mendapat kabar kalau gurunya berada dirumah, segera dia langsung menuju rumah padahal tadi dia sedang serius-seriusnya berlalatih jutsu Flaying Thunder God.


Selama tiga tahun ini Minato melatih Jutsu itu dengan sepunuh jiwa dan raganya, mengesampingkan hal lain dan hanya fokus ke satu titik, bahkan pola makan Minato cuman satu kali sehari dan tidurnya 4 jam dalam 24 jam.

__ADS_1


Sungguh Minato sudah berlatih keras selama ini, karena dia mempunyai rival besar, saat itu dia tidak bisa mengalahkan rivalnya dan sekarang rivalnya sudah bertambah kuat seiringnya waktu berjalan.


Siapa lagi kalau bukan Fugaku, setengah tahun lalu dia mendengar kalau rivalnya membuat Ninja Iwa mundur dan memenangkan perang pertama.


Berhasil membunuh selusin Ninja Elit musuh dan membantai lebih seribu musuh dalam satu Jutsu.


Mendengar hal itu Minato semakin bertekat untuk mengejar Fugaku, bahkan kalau dia masih jauh dari Fugaku dirinya tidak akan menyerah dan terus mengejar keterbelakangannya.


"Sensei! kapan kamu tiba disini!." kata Minato setelah membuka pintu rumah.


Diruang tamu, duduk Jiraiya memegang buku dan menulis sesuatu, saat Minato sampai Jiraiya menutup buku dan menaruh polpen dimeja.


"Hahahaha... Minato sudah lama tidak bertemu!." kata Jiraiya tersenyum senang melihat muridnya, Jiraiya berdiri dan menepuk-nepuk pundak Minato.


"Bagiaman dalam tahun ini? apa ada kesulitan dari latihanmu?." tanya Jiraiya duduk kembali, diikuti Minato.


Minato menganggukkan kepala, memang dalam setahun lebih dirinya berkembang sangat lambat dan berlatih Jutsu yang diberikan Senseinya masih belum dia kuasai.


"Iya Sensei, aku merasa setahun ini peningkatanku semakin melambat dan belum ada peningkatan dalam beberapa bulan ini." kata Minato sambil melihat tangannya dan mengepalnya dengan erat.


Jiraiya mengangguk paham, dia sebagai guru memang sangat bersalah karena tidak berada disisi muridnya dalam jangka waktu lama, bukanya membimbing muridnya dia malah berkeliling keseluruh desa, mencari bahan untuk membuat Novel Icha-Icha.


"Hehehe... Minato, aku setahun mendatang akan terus berada didesa, mulai sekarang aku bisa melatihmu seserius mungkin, manfaatkan hari-hari yang akan mendatang dengan baik." kata Jiraiya.


"Benarkah?!." tanya Minato bersemangat.


"Yaaa...." Jiraiya mengangguk.


Minato sangat senang mengetahui gurunya bisa melatih dia selama itu, mungkin rival besarnya tak lama lagi sudah agak dekat dengannya dan dia bisa menggapai punggung rivalnya.


Minato mengepalkan tangan."Fugaku, tunggu aku menyusulmu!." guman Minato.


Diperbatasan Utara, Kemp Konoha.


"Hachiuuuu!... hahhh... siapa yang membicarakan orang tampan ini?." kata Fugaku narsis.

__ADS_1


Eeeeee... sifat Fugaku memang sudah berubah tapi... efek samping masih ada yaitu percara diri dan narsis salah satunya, Sistem pun berusaha membenarkan tuannya ini tapi masih aja efek samping tidak bisa dihindarkan.


__ADS_2