
"Maaf pak aku kurang dalam mendidik adik kecil ini, jadi secara pribadi saya meminta maaf kepada kalian berdua." Fugaku menundukkan kepala kearah Jiraiya dan Minato.
Jiraiya semakin penasaran dengan anak didepannya."Hahaha... tidak perlu meminta maaf nak! sudah biasa anak kecil memiliki sifat kenakalan seperti itu!." balas Jiraiya sambil tertawa.
"Dan omong-omong perkenalkan, aku Sannin Legendaris! serta anak disampingku adalah Murid yangku angkat taklama ini." lanjut Jiraiya memperkenalkan diri secara langsung.
"Ahhh... ya ya perkenalkan, namaku Namikaze Minato murid dari Jiraiya Sensei." Minato meskipun sudah diperkenalkan oleh gurunya dia secara pribadi memperkenalkan diri juga.
Fugaku memandang kedua orang didepanya, dia mengetahui siapa orang ini tapi karena Fugaku menikmati masa-masa Lowprofil jadi dirinya tidak menunjukkan bakat-bakat alami yang menarik perhatian, tapi entah kenapa setelah menatap mata Jiraiya yang memiliki rasa penasaran besar kepada dirinya membuat Fugaku terheran-heran.
"Yaaa maaf sebelumnya tidak memperkenalkan diri, nama saya Fugaku Uchiha dan ini adik saya Mikoto Uchiha sekaligus pendamping masa depan saya." balas Fugaku memperkenalkan diri, sedangkan Mikoto yang mendengar kata-kata Fugaku langsung tercengang.
Dirinya mengetahui kalau Fugaku bukan hanya sekedar kakaknya saja, tapi Suami masa depanya juga, jadi setelah pengakuan Fugaku yang tampa ragu-ragu mengungkapkan kalau dirinya sebagai kekasihnya didepan orang asing,langkah Fugaku membuat hati Mikoto berbunga-bunga sekali lagi.
"Owhhh nak, kamu sangat jantan sekali." ucap Jiraiya nampak suram melihat dua anak kecil didepanya, sedangakn dirinya saja yang sudah berumur kepala tiga masih belum memiliki satu wanitapun.
"Namamu Fugaku kan?." tanya Jiraiya.
"Benar pak Jiraiya." balas Fugaku mengangguk.
"Apa kamu ingin sparing sebentar dengan muridku? kamu tau dia baru saja kujadikan murid jadi sepring sebentar bisa menambah wawasan muridku, dan untukmu pasti sudah dilatih oleh Klan mu dalam hal Taijutsu." ucap Jiraiya meminta Fugaku sparing dengan Minato.
"Apa tidak apa-apa pak Jiraiya?." tanya Fugaku ragu-ragu.
Hiee Fugaku sendiri adalah orang yang tidak ingin mengalah ketika bertarung, yaaa ada kundisi kusus nantinya yang membuat dirinya mengalah dalam bertarung tapi sekarang kondisi Fugaku tidak ingin kalah saat bertarung.
Seakan mengetahui makna dari kata-kata Fugaku Jiraiya langsung berkata."Tenang saja, meskipun Minato baru belajar sedikit dariku tapi dia sudah bisa disejajarkan dengan Ninja Genin, nahhh Ninja Genin juga seorang Ninja jadi kekuatanya melebihi Orang biasa pada umumnya."
"Sensei, apa kamu serius! aku baru belajar darimu selama satu bulan tidak lebih!dan anak Klan Uchiha pasti kuat Sensei!." Minato berbisik ketelinga Jiraiya, jelas dirinya mengetahui kalau tidak mungkin menang dari anak Uchiha didepan.
"Minato apa aku menyuruhmu untuk menang darinya? jelas tidak! aku hanya ingin kamu memiliki pengalaman pertempuran saja! ingat apa yang kukatakan kemarin, pergerakan di perbatasan semua desa sudah hampir mencapai titik dimana perang bisa meletus kapan saja." balas bisik Jiraiya.
__ADS_1
Minato tampa daya mengangguk dan memandang kearah Fugaku sesaat Minato bisa merasakan kengerian yang ada didalam tubuh Fugaku."Semoga saja dia tidak terlalu keras kepadaku nanti." batin Minato berdoa untuk keselamatan dirinya.
Kedua belah pihak maju bersamaan dengan Jiraiya berada di tengah-tengah arena, membuat aba-aba tangan kanan diatas Jiraiya memandang Minato dan Fugaku."Apa kalian siap?."
"Ya/Siap!." balas secara bersamaan.
[Dinggg!!! Misi diperbarui. Menangkan Sparing!
Hadiah: Ninjutsu Rank S Acak!.]
"Mulai!." ucap Jiraiya memulai sparing.
Setelah pertarungan dimulai Minato secara tak sadar melompat kebelakng mengambil kunai didalam taskecil dan melempar kearah Fugaku berdiri. Bereaksi dengan cepat Fugaku menghindari kesamping, mengenalisis sebentar kearah lawan sebelum maju kedepan dengan kecepatan kilat.
Bayangan hitam muncul ditempat Fugaku berdiri dan saat ini sosok Fugaku menghilang seperti ditelan Bumi untuk Minato sendiri susah berkeringat dingin di punggungnya.
"Jutsu kedipan Tubuh?." batin Jiraiya takjub setelah melihat Fugaku menggunakan Jutsu yang hanya bisa dilakukan Ninja tingkat Chunin.
"Dimana dia?." Minato memandang area sekitarnya setelah melihat Fugaku menghilang.
Suara relatif kecil itu tidak bisa didengar orang biasa tapi bagi Minato suara diatasnya seperti suara guntur dipagi hari. Menghindar kebelakang Minato terjatuh kelantai karena posisi tubuhnya belum siap untuk bereaksi secepat itu.
SFX: Bummm
Hantaman keras mendarat tepat dimana Minato tadi berdiri dan disana Fugaku menancapkan tangan di tanah sedalam 10Cm, retakan laba-laba terbentuk diarea sekitar.
Kaki Minato seketika lemas setelah melihat dampak dari serangan Fugaku, niat bertarung Minato sudah hilang dan dirinya ingin menyerah saat ini juga. Jiraiya mengetahui kondisi yang dialami muridnya jadi dia mengangkat tangan lagi dan berteriak."Pertandingan Selesai!."
Sementara Mikoto yang tadi diam sekarang berseru bahagia dan menyoraki kemenangan Fugaku."Kakak Hebat! ye ye ye... pukul kepala kulit pisang itu!."
Suara bersemangat Mikoto dalam menyoraki Fugaku membuat suasana hati Minato suram seketika, dirinya telah ditandai sebagai kapala Kulit pisang oleh anak kecil jadi setelah ini dia akan dipanggil dengan julukan baru itu. Dirinya tahu betul sifat yang dimiliki Mikoto setelah ini hari-hari dengan nama menjengkelkan akan menghantui kehidupanya.
__ADS_1
"Minato! kamu sudah cukup hebat. Jangan berkecil hati seperti itu dimasa depan kamu pasti menjadi Ninja yang sangat hebat! bahkan melampui gurumu ini!." Jiraiya menyemangati muridnya yang sedang murung.
"Dan kamu jangan lupa, lihat dirimu sekarang dalam pertarungan tadi bukankah kamu tidak lebih baik dari Fugaku? sedangkan Fugaku sudah berlatih sejak dini dan kamu memulai pelatihan selama Sebulan. Pikirkanlah! bisa bertahan dalam beberapa detik tadi adalah perkembangamu Minato! aku sebagai Guru sangat senang melihatmu tumbuh menjadi kuat!." ucap Jiraya puas melihat Minato berkembang dari anak biasa dan menjadi Ninja.
"Benarkah Sensei?." tanya Minato.
"Benar... hahahaha... ayo aku akan mentraktirmu Ramen Ichiraku nanti!." balas Jiraiya.
Jiraya tertawa terbahak-bahak sambil menepuk-nepuk pundak Minato, suasana berubah ceria kembali tekanan yang dibuat Fugaku setelah sparing menghilang dan Minato menghela nafas lega.
Sebelum kedua orang didepan Fugaku pergi Jiraiya menoleh kebelakang sebentar dan bertanya."Fugaku apa kamu anaknya Katachi?."
"Benar Pak Jiraiya." balas Fugaku mengangguk.
"Hohoho jadi begitu, baiklah kalau begitu aku dan murid ku pergi dulu." Jiraiya pergi bersama Minato.
Tempat pelatihan ke3 sepi kembali dan hanya angin sepoi-sepoi menerpa dedaunan pohon, Mikoto memandang Fugaku dirinya tidak bisa melepaskan pandanganya karena angin sepoi-sepoi menerpa wajah Fugaku dan menyebabkan rambut panjang Fugaku terurai kebelakang layaknya bendera yang sedang berkibar, wajah Tampan Fugaku membuat hati Mikoto lebih berbunga-bunga.
"Ayo Mikoto kita pulang kerumah, hari sudah mulai gelap." kata Fugaku mengandeng tangan Mikoto membawa pergi dari tempat ini.
Mikoto tidak menjawab dan hanya memfokuskan pandangannya kearah muka Fugaku, pipi kecilnya memerah sesekali senyum misterius terukir dibibir. Perubahan Mikoto sangat jelas terlihat oleh Fugaku jadi yaaa... biarkan saja adik kecilnya memandang dirinya sepuas yang dia mau.
Malam pun datang Fugaku berdiri didekat jendela memandang kearah Bulan besar atas sana, mengingat-ngingat kembali bukankah Fugaku tadi menerima misi dari Sistem dan penyelesaianya misi juga sudah selesai jadi kemana hadiahnya?.
"Sistem dimana hadiah ku?." tanya Fugaku.
[Dinggg!!! Misi kalahkan Minato, Selesai.
Hadiah: Ninjutu, Naga Api (Rank S).]
Fugaku puas mendapat Ninjutsu tersebut, dilihat dari namanya saja Jutsu Naga Api ini sudah sngat kuat apa lagi setelah mencoba dan melihat dampak serangan Jutsu Naga Api.
__ADS_1
"Hanya Ninja tingkat Jounin,Jounin Elit dan seterusnya saja yang bisa membuat segel jutsu Rank S, kalau aku menggunakan Jutsu ini bukankah akan menarik perhatian berlebihan nanti?."
"Sedangkan diriku sendiri masih berumur 4 tahun dan dimata orang-orang mana mungkin anak kecil sepertiku bisa melakukan Jutsu besar. Hahhh... dimasa depan aku harus berhati-hati dalam melangkah." kata Fugaku yang masih memandang kearah bulan.