
Dalam sekejap mata malamhari berlalu, matahari pagi menyinari berbagai benda di atas Bumi, embun pagi menguap terkana paparan sinar matahari membiarkan udara terasa sejuk ketika mahlukhidup menghirup udara tersebut.
Tetesan air embun menetes dari dedaunan pohon dan genting perumahan. Sangat menakjubkan dikala waktu pagi hari yang cerah ini, berbagai warga desa melakukan aktifitas seperti biasa.
Dikomplek Klan Uchiha beberapa orang berlalulalang disekitar area Komplek, mereka adalah Ninja Uchiha yang memiliki pekerjaan menjaga keamanan Desa serta Klan sendiri, orang-orang biasa menyebut mereka Polisi Uchiha.
Disebuah bangunan besar yang berpusat di tengah Klan Uchiha beberapa pelayan memulai pekerjaan bersih-bersih, mereka tersenyum bahagia dalam melakukan pekerjaan tersebut.
Hanya saja kebahagian itu akan sirna dalam beberapa tahun kemudian, karena pergerakan Ninja desa lainnya dari perbatasan lebih Agresif dari tahun sebelumnya.
Diperkirakan dalam lima tahun kemudian Perang Shinobi ke3 akan benar-benar terjadi. jangan menganggap lima tahun itu lama, bagi penduduk dunia Shinobi lima tahun adalah waktu yang sangat singkat.
Perbatasan desa Konoha beberapa kali diserang oleh Ninja desa Suna dan Iwa. Mereka berdualah yang menyebabkan pergerakan agrasif desa lainnya.
Hiruzen sebagai kepala desa besar mencoba segela cara untuk menekan orang-orang itu tapi keserakahan manusia memang sangat besar, jadi Hiruzen hanya bisa pasrah dan menungggu apa yang akan terjadi dimasa depan.
Para tetinggi desa Konoha juga memulai menggerakkan Ninja mereka di setiap perbatasan. Peperangan sudah tidak bisa lagi terhindarkan, yahhhh... banyak wanita Menjanda:v
"Kakak bangun! ayo kita mandi bersama!." Mikoto mengoyangkan tubuh Fugaku dengan kedua tangan kecilnya.
"Kakak cepat bangun!" teriak Mikoto sekali lagi.
Fugaku terganggu dan akhirnya membuka mata, pertama kali membuka mata dirinya mendapati Mikoto memegang pemukul yang diayunkan kearahnya, merasa ada serangan mendadak Fugaku meloncat kebelakang.
"Mikoto apa yang kamu lakukan?." tanya Fugaku heran melihat Mikoto yang ingin memukulnya.
"Hehehe... Mikoto ingin membangunkan Kakak tapi Kakak sangat sulit untuk dibangunkan." balas Mikoto cengengesan.
"Hahhhh... lainkali jangan lakukan hal berbahaya seperti ini." ucap Fugaku menegur Mikoto.
"Baiklah." balas Mikoto sedih.
Melihat Mikoto sedih Fugaku menggelengkan kepala dan tersenyum."Jangan sedih nanti Kakak belikan kue susu untukmu."
"Sungguhhh!." balas Mikoto langsung semangat.
"Iya... tapi Mikoto harus janji tidak akan lagi melakukan hal-hal berbahaya dimasa depan." kata Fugaku sambil mengelus kepala Mikoto.
"Yaaa! Mikoto berjanji!." ucap Mikoto kegirangan.
Mengangguk puas Fugaku merasa Loli didepanya sangat mudah ditaklukkan, dikasih iming-iming kecil ahasil membuatnya sangat bahagia.
__ADS_1
Setengah jam berlalu, mereka berdua selesai mandi dan berjalan kearah toko Kue Klan Uchiha. Toko ini terkanal dengan kue susu yang sangat lezat Fugaku sendiri juga mengakuinya.
"Kakak aku ingin ini!." ucap Mikoto menunjukkan bungkusan kue susu kering.
"Apa hanya satu? masih banyak disini kenapa memilih satu?." tanya Fugaku.
"Mikoto tidak mau menghabiskan uang Kakak banyak-banyak jadi satu ini saja sudah cukup." balas Mikoto tersenyum.
Yaaa... Istri masa depan nanti harus memiliki sikap seperti ini sejak dini jadi bukan hannya Fugaku saja yang merasa puas akan ada banyak orang memuji Mikoto besar dimasa depan, karena menjadi Istri Ideal bagi suaminya(Fugaku).
"Humu... Humu... baiklah kalau itu keinginanmu." kata Fugaku menyerahkan uang kepada penjual kue.
"Nahhhh... Mikoto apa kamu ingin melihat Kakakmu berlatih?." lanjut kata Fugaku setelah menyerahkan uang pembayaran.
"Mikoto mau!." balas Mikoto dengan mata berbinar-binar, siapa yang tidak ingin melihat prianya basah oleh kringat dan menunjukkan sisi jantannya? batin Mikoto.
Kalau Fugaku tau isi pikiran Mikoto pasti dirinya akan memuntahkan seteguk darah segar, pertumbuhan anak kecil didunia ini sangat-sangat mencengangkan. Sampai-sampai bisa memiliki pikiran sedewasa itu terutama kaum Wanita.
Tak mau berlama-lama lagi Fugaku membawa Mikoto ketempat dirinya biasa berlatih. Hutan dekat Klan tempat latihan Fugaku penuh dengan dedaunan yang jatuh dari pohon, merasa tidak enak setelah melihat pemandangan kotor Fugaku menggunakan Jutsu rilis api untuk membakar dedaunan itu.
"Mikoto apa kamu ingin menjadi kuat?." tanya Fugaku memandang kearah Mikoto yang sedang memakan Kue Susu kering.
"Yaaa... hanya untuk jaga-jaga saja dimasa depan, kalau kamu menjadi kuat bukanhan nya dirimu saja yang diuntungkan tapi Kakak juga mendapat keuntungan." kata Fugaku biar Mikoto bisa melindungi dirinya sendiri.
"Kalau keinginan Kakak seperti itu, Mikoto akan berlatih!." ucap Mikoto meletakkan bungkusan kue ditanah dan berdiri mendekat ke tempat Fugaku.
"Jadi apa yang harus dilakukan Mikoto?." tanya Mikoto sambil mengibas-ngibaskan kedua tangan di bokong, untuk membersihkan sisa tanah menempel di celana.
"Hemmmm... pertama Kakak ingin Mikoto berlari mengelilingi tempat ini selama 5 putaran tidak lebih." balas Fugaku menunjuk batas-batas area tempat berlarinya Mikoto nanti.
Bidang tanah tampat berlatihan Fugaku adalah 300 Meter persegi, bisa dibilang tempat ini sangat luas sama dengan pelatihan ke3 di dekat hutan kematian yang luasnya 500 Meter persegi, beda jauh sih.
"Ok." ucap Mikoto segera berlari kecil, untungnya saat ini Mikoto memakai pakaian bebas bukan Kimono.
"Nahhhh... sekarang mari membuat apa yang kuinginkan tadi malam." ucap Fugaku memfukoskan Chakra petir ditangan.
Yaaa... Fugaku ingin membuat Ninjutsu dari Element Petirnya, tadi malam ide besar muncul dibenak Fugaku yaitu meniru Ninjutsu Chidori milik Kakashi. Tapi fersi yang dibuat Fugaku sangat berbeda dengan aslinya.
Chidori Kakashi sepesialis Jutsu menyergap dan membunuh, jadi Fugaku sekarang membuat Chidori yang bisa dilempar seperti Rasengan punya Naruto dimasa depan dengan daya serang area yang besar.
Langkah-lngkah dalam membuat segel tangan hampir sama dengan segel Jutsu Chidori, setelah kilatan petir muncul di tangan Fugaku area sekitar seketika menyela terang-benderang akibat pelepasan Element Petir di tangan Fugaku.
__ADS_1
"Aliran Chakra Petir akan kuputar tak beraturan seperti Rasengan setelah itu aku akan mencoba membuat dorongan Chakra untuk melempar Jutsu ini." ucap Fugaku memfokuskan Aliran Chakranya ke tangan.
Percobaan pertama Fugaku gagal setelah menerapkan metode aliran Chakra Jutsu Rasengan, tampa menunda-nunda percobaan kedua dilakukan dan gagal lagi.
Meskipun Cadangan Chakra Fugaku besar melakukan pengeluaran Chakra secara terus menerus menghabiskan Energi Spiritual Fugaku, karena otak Fugaku harus terus berfikir keras untuk memecahkan masalah dalam pembuatan Ninjutsu yang sedang dia kerjakan.
Setengah jam berlalu Mikoto selesai dalam pelatihan berlari, nafasnya memburu. Melihat Kakaknya membuat sesuatu yang menarik Mikoto perlahan-lahan mendekat kearah Fugaku berdiri.
"Kakak apa itu? kenapa ada petir ditanganmu?." tanya Mikoto.
"Owhhh... Mikoto jangan mendekat kesini, Kakak sedang melakukan hal berbahaya jadi menjauhlah sejauh mungkin dari Kakak biar tidak terkena dampak Ekperimen Kakak." balas Fugaku memberi peringatan kepada Mikoto.
"Baiklah Kakak." balas Mikoto terburu-buru dan berlari kecil agak menjauh dari posisi Fugaku.
Setelah Mikoto menjauh pikiran Fugaku kembali lagi ke aliran Chakranya, dalam setengah jam terakhir percobaan ini membuahkan Hasil. Aliran Chakra bisa diputar tak beraturan oleh Fugaku dan membuat Petir ditangannya membentuk bola seperti Rasengan dengan efek sambaran petir disekelilingnya.
Cahaya biru berkedip-kedip didalam bola seukuran bola sepak itu, Fugaku berusaha memasukkan lebih banyak Chakra didalam bola petir sehingga dampak serangan akan semakin kuat.
"Baiklah waktunya meendorong Jutsu ini sekuat mungkin." ucap Fugaku berkuda-kuda kaki kiri didepan dan kakaki kanan dibelakang sedangkan kedua tangan pusturnya juga sama dengan kedua Kaki.
SFX: Ctar Ctar Ctar
Elemet Petir disekitar bola petir menyambar-nyambar kearea sekitar Fugaku, mendorong tangan kanan kedepan dengan kuat Bola Petir itu melesat sangat kencang menuju batu berukuran besar berjarak 20 meter dari posisi berdiri Fugaku.
Lintasan Bola Petir merusak tanah dibawahnya karena sambaran petir disekitar bola sangat kuat.
SFX: Booommmmmmm!!!
Ledakan besar terjadi angin kencang menyertai setalah ledakan itu, pepohonan dalam radius 100 meter melengkung hebat seakan-akan ingin rubuh kapan saja.
Dengan sigap Fugaku melesat kearah Mikoto yang dibelakangnya dan mebawa tubuh kecil Mikoto pergi menjauh dari tempat ledakan terjadi, Fugaku muncul dari jarak 500 meter jauhnya.
Hembusan angin masih terasa kencang di jarak sejauhini, bahkan Fugaku tercengan dengan dampak yang disebabkan Jutsunya bisa dibilang Jutsu ini melebihi Rank S .
"Kakak apa yang terjadi?!." kata Mikoto ketakutan.
"Tenang, Mikoto sekarang berada didekat Kakak jadi Mikoto aman." balas Fugaku memeluk Mikoto sambil melihat kearah depan.
"Reaksi Anbu Hiruzen sangat cepat, padahal Jutsu itu kulepaskan beberapa detik tadi." guman Fugaku melesat pergi dari tempat berdirinya.
Author: yooo... saya sangat berterimaksih bagi para pembaca yang suka cerita saya, dengan dukungan para pembaca sekalian saya merasa sangat senang meskipun hanya bisa Low Update. Dimasa depan mungkin saya akan bisa Update 2 kali sehari jadi ditunggu saja sampai saya bisa mencapai kemajuan tersebut😄😅
__ADS_1