Naruto World

Naruto World
Damai Dalam Setengah Tahun Sebebelum Gejolak Besar Terjadi Lagi


__ADS_3

Mundurnya desa Iwa dari perbatasan desa konoha menandakan peperangan antaran kedua desa besar berakhir dan pemenang perang sudah sangat jelas, desa Konoha.


Serangan sekala tinggi desa Iwa membawakan berita besar keseluruh dunia, dan kekalahan desa Iwa tentunya mereka semua mengetahui hal itu.


Sementara desa Iwa masih menanggung rasa malu atas kekalahan mereka.


Onoki saat ini terdiam cukup lama dimejanya dengan sebuah gulungan diatas meja yang baru saja dia buka.


Setelah menerima pesan dari Han dia juga menenirma informasi baru kalau serangan kedesa Konoha telah gagal total dan membawa reputasi buruk kepada desa Iwa, Onoki yang sudah tua saat ini semakin lebih tua karena memikirkan kekalahan perang besar tadi.


Dia pikir serangan ini bisa membuat kekacauan diperbatasan desa musuh dan membuat musuh mundur sementara waktu sebelum bala bantuan musuh datang, tapi setelah menerima informasi kekalahan desanya langsung saja membuat kepala Onoki pusing.


"Huffft... kelah dua kali berturut-turut... kenapa desa Konoha sialan itu selalu memenangkan pertempuran sejak masa lalu? bahkan ada monster kecil yang terlahir disana." kata Onoki sambil memijat keningnya.


Onoki merenung sebentar, mengesampingkan masalah kekalahan tiba-tiba saja pikiran jahat memenuhi otak Onoki.


"Hiruzen! desamu memang penghasil Ninja terkuat, tapi bagaimana kau bisa melindungi Jenius kecilmu itu dimasa depan? hehehe... kubiarkan kau melihat bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang sangat besar nanti, tunggu saja hari itu akan terjadi!." kata Onoki menyeringai.


Setelahnya Onoki membuka gulungan segel kosong dan menuliskan beberapa kata di kertas gulungan, dia menyerahkan gulungan itu kepada Ninja Elit saat tinta tulisan itu sudah kering.


"Serahkan ini kepada Han, jangan lupa bawa pasukan lagi untuk bala bantuan disana." kata Onoki.


"Baik Tsuchikage-sama!." balas Ninja Elit membungkuk sebentar dan langsung menghilang.


Onoki kembali menghela nafas, memandang keluar jendela dia berkata."Uchiha Fugaku yaaa... hmmm... sayang sekali kau lahir diera kekacauan ini."


Perbatasan Desa Konoha.


"Lapor Tuan Sakumo! musuh masih belum membuat pergerakan setelah mundur dari medan perang!." kata seseorang dari luar tenda Sakumo.


Beberapa saat kemudian, Sakumo keluar dari tendanya dan mengatakan."Lanjutkan pengintaian disekitar kemah musuh. Sebelum kalian mendapat informasi penting jangan melapor dulu, setelah ada informasi penting segera lapor kepadaku atau Orocimaru."


"Baik Tuan Sakumo!." balas Ninja ini pergi dari situ.


Malam pun tiba, karena kemengan besar desa Konoha Sakumo berinisiatif membuat pesta kecil-kecilan.


Api unggun besar bersinar ditengah-tengah perkemahan, Ninja Konoha menari kesana-sini, menyanyi ringa gembira seakan-akan mereka semua melupakan kengerian peperangan yang terjadi pagi hari tadi.


Meskipun banyak korban dipihak Konoha, tetap saja saat ini semua orang menikmati pesta kecil ini.


Fugaku, bintang bersinar dari peperangan siang hari tadi masih berada didalam kemahnya, memandang kelangit-langit Fugaku merasa kalau sendirian itu lebih terasa nyaman.


Mengingat bagaimana dirinya bisa berada disini dan mengikuti perang sedangkan dia dulu adalah orang biasa, meskipun ingatan kehidupannya dulu hilang, Fugaku akan selalu merasa kalau dia yang dulu adalah orang biasa-biasa saja.


Pertama kali melihat mayat bergeletakan berdarah ditanah, dan dia sendiri pertama kali menebas orang hidup menggunakan kunia, entah kenapa semua itu terasa biasa saja bagi dirinya.


Seakan-akan kehidupan orang lain itu tidak penting.

__ADS_1


[Efek kekuatan besar Tuan memberikan dampak rasa percaya diri yang sangat besar, merasa superior, selalu diatas dari yang atas, nomor satu, tak terkalahkan dll itulah sebabnya Taun merasa acuh tak acuh kepada yang lebih rendah dari Tuan.]


Fugaku tidak memyangkal perkataan Sistem, memang dirinya merasa seperti itu, atau bahkan lebih.


"Yahhh... bagaimanapun juga, aku masih ingin menikmati masa mudaku. Kalau aku selalu begini terus bukankah masa mudaku sudah hilang?." kata Fugaku masih menatap langit-langit tenda.


[Sistem punya cara untuk memecahkan masalah Tuan.]


Mendengar Sistem mempunyai solusi segera Fugaku duduk dari rebahannya.


"Cepat katakan!." ucap Fugaku agak tidak sabar.


[Dinggg!!! misi dipicu, tetaplah rendah hati selama 1 bulan.


Hadiah: Kerendah Hatian.]


[Deskripsi: Kerendah Hatian, bagaimanapun situasinya orang yang memiliki Kerendah Hatian akan selalu merasa dirinya rendah serendah mungkin.]


Pesan singkat yang diberikan Sistem, serta misi itu... Fugaku sangat senang, dan dia memikrikan sesuatu, bagaimanapun juga misi ini sangat penting baginya untuk menyetabilkan sifatnya dimasa depan.


"Benar juga, rendah hati!." kata Fugaku tersenyum senang.


Waktupun berlalu begitu cepat, sudah satu bulan ini, belum ada pergerakan dari musuh. Hari-hari damai berlalu begitu cepat, semua orang yang mengikuti peperangan dalam mod baik.


Tidak ada peperangan akan semakin baik, jika perang terus terjadi bukan hanya mereka lelah secara fisik, mereka juga akan lelah secara mental ataupun mati dalam peperangan tersebut.


Dalam perang pun Ninja kalangan bawah juga memiliki keuntungan besar, saat mereka berhasil membunuh musuh, kepala dari orang yang mereka bunuh bisa ditukarkan dengan uang.


Bukan kepala sebenarnya melainkan ikat kepala mereka, saat membunuh musuh beberapa orang akan melepas ikat kepla musuh dan memberikan ikat kepala itu kepada kapten mereka.


Setelah memberikan ikat kepala, meraka mendapat uang yang cukup untuk ditabung dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari setelah perang ini usai.


Secara garis besar, perang kelima desa besar ini juga menguntungkan, meskipun resiko bahayanya sangat tinggi.


Lima bulan kemudian, dikemp desa Konoha.


"Sakumo-san, ada pergerakan dari desa Kumo menuju ke garis depan perbatasan timur desa kita, dan ini perintah dari Hokage." kata Orochimaru menyerahkan gulungan.


Sakumo menerima gulungan itu dan membukanya, dalam sekejab gulungan ditutup kembali serta Sakumo berdiri dari duduknya berjalan menuju luar tenda.


Sebelum Sakumo membuka seluruh kain pintu tenda dia berkata."Orochi-san, kuserahkan kamp utara kepadamu. Aku ada urusan diperbatasan timur, mungkin kita akan jarang bertemu."


Orochimaru tersenyum sambil menjilat bibir dengan lidar ularnya."Jangan kawatir Sakumo-san, bukan hanya aku yang bisa menjaga kamp ini."


Sakumo mengangguk."Benar, anak Uchiha itu sangat kuat, mungkin dalam dua tahun kedepan dia bisa melampui Ninja tua seperti kita."


"Baiklah aku pergi dulu." lanjut Sakumo melanjutkan jalannya keluar tenda, sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


"Yahhh... hati-hati." balas Orochimaru pelan.


Saat ini Orochimaru masih belum seperti didalam cerita aslinya, dia sekarang murni Ninja yang berada di bawah bimbingan sang guru dan juga Ninja baik pada umumnya dan belum teropsesi tentang keabadian.


Meskipun Orochimaru belum memulai eksperimennya, dia sudah memikirkan bagaimana cara menjadi muda selama-lamanya.


Sudah ada beberapa catatan yang dibuat Orochimaru.


Dengan gelar Jenius Konoha, dia memulai penelitiannya itu setelah perang ke3 ini selesai dan menjadi manusia ular sadis.


Fugaku mengetahui apa jadinya Orochimaru nanti, sebenarnya Fugaku ingin menghentikan tindakan Orochimaru meneliti tentang keabadian, tapi dia sendiri memiliki rencana yang lebih besar lagi.


Rencana ini bisa dilakukan dengan dukungan Orochimaru, yaitu tentang Gaya Kayu.


Dicerita Asli orang yang bisa menggunakan Gaya Kayu adalah Tenzo/Yamato, itupun harus melewati eksperimen gila Orochimaru yang akhirnya Yamato bisa menggunakan Jutsu Kayu.


Danzo sebagai pelopor ekperimen juga sangat penting dalam rencana Fugaku, kalau bukan Danzo meminta Orochimaru untuk bereksperiman dengan sel Hashirama, Jutsu Kayu mungkin akan punah.


Fugaku membiarkan Danzo hidup karena rencana besarnya ini bisa diselesaikan dengan sempurna nanti. Apalagi Sistem jarang memberi misi yang memuaskan jadi Fugaku membuat rencana ini untuk meningkatkan kekuatannya.


Dia mengincar Sel Hashirama, tidak lebih. Setelah Fugaku nanti mendapat Sel Hashirama mungkin hari-hari kedepannya akan sangat santai.


Rencana selanjutnya adalah mendapatkan sempel dari patung Juubi, ini lah bahan terpenting dari rencana Fugaku dimasa depan nanti.


Kalau tidak ada sempel Juubi rencana besar Fugaku tidak akan terjadi.


Untung saja sekarang Juubi berada di naungan Madara Uchiha, Madara sendiri masih hidup dan tinggal ditempat tersembunyi desa Kirigakure.


Menjadikan Mizukage sebagai bonekanya, dia mengemdalikan desa Kiri selama perang ke3 ini selesai dan begitulah selanjutnya.


Setelah Madara menanamkan mata itu kepada Nagato perlahan-lahan kehidupanya terkikis, jadi untuk rencana besar Madara yaitu Mugen Tsukoyomi, dilanjutkan oleh Obito Uchiha.


Karena Madara sendiri sudah hampir mati.


Dan rencana terakhir Fugaku, dirinya akan menyegel sebagian Chakra Biju yang dimana tahap ini bisa menghasilkan sebuah Biju baru.


Benar... Fugaku ingin membuat binatang berekor sendiri, dan menjadi Jinchuriki binatang berekor yang dia buat, sampai menuju jalan keabadian yang sebenarnya.


Kekkai Genkai Fugaku bukan menahan umur untuk menjadi Abadi, melainkan tubuh Fugaku saja yang abadi bukan umurnya.


Kalau rencana ini berhasil dan selesai dengan semuprna mungkin, umur sudah menjadi angka belaka bagi Fugaku.


Biarlah Orochimaru, Danzo dan Madara hidup dalam waktu dekat ini, kalau Fugaku sudah mendapat apa yang dia inginkan, bunuh saja mereka semua, tohhh... efek dari membunuh mereka tidak berguna bagi Fugaku.


Karena sekarang Fugaku adalah Protagonis dimasa ini, kalau Protagonis asli nanti lahir, biarkan dirinya merawat mereka sampai batas tertentu.


Bagaimana dirinya tidak merawat mereka? sedangkan Protagonisnya sendiri juga salah satu anaknya nanti, siapa lagi kalau bukan Sasuke.

__ADS_1


Note: pemberitahuan... mungkin yaaaa... ini masih mungkin, di bulan puasa besok mungkin Author akan Update dua kali sehari eittsss... aku berkata ini masih mungkin jadi jangan berharap berlebihan yaaaa:v


__ADS_2