Naruto World

Naruto World
Time Skip


__ADS_3

Dua tahun berlalu begitu cepat, dunia Shinobi berjalan semestinya semua warga desa dari kelima desa masih berbahagia dengan keluarga, kekasih dan orangtua mereka.


Beberapa Ninja mulai berpatroli disekitar desa masing-masing, karena perang dunia ke3 benar-benar akan meletus. Tampa sepengetahuan orang awam semua pemimpin desa mendiskusikan tentang mulainya perang ini.


Tentu saja para pemimpin desa mempertimbangkan kerugian dan keuntungan dari perang yang akan terjadi, semua setrategi didiskusikan. Ingin mendapat keuntungan harus melewati kerugian besar dan mendapat kerugian besar harus mengorbankan sejumblah besar keuntungan.


Masa depan setelah Perang akan mengubah nasib kelima desa besar, mangkanya mereka semua harus memikirkan cara supaya mereka mendapat keuntungan besar dari perang ini, segala cara akan mereka lakukan demi keuntungan semata.


Sementara desa kecil yang hanya memiliki kekuatan tingkat rendah dan menengah, mereka harus memperjuangakan desa mereka dari kelima desa besar. Salah satu cara biar bisa hidup mereka harus bergabung dengan salah satu dari kelima desa besar itu.


Perang memang membawa kesengsaraan bagi orang yang tidak terlibat, sementara orang-orang yang mengikuti peperangan juga sengsara tentunya tapi mereka lebih mendapat keuntungan dari pada orang yang tidak terlibat.


Selama dua tahun ini perbatasan kelima desa besar semakin banyak Ninja menghuni Kamp masing-masing desa, tak terkecuali desa Konoha.


Desa Konoha mempercayakan perbatasas desa kepada Hatake Sakumo serta Orochimaru, belum ada pergerakan besar dari desa Konoha. Karena beberapa Ninja tingkat Kage masih mempersiapkan kemungkinan besar yang akan terjadi di medan perang nanti.


Hatake Sakumo biasa dipanggil White Feng atau Sitaring putih dari Konoha ini memiliki kekuatan yang sama kuatnya dengan Sannin legendaris. Mempercayakan garis depan kepada Sakumo memang pilihan yang tepat.


Apalagi Orochimaru sang Jenius tiada tanding dari Konoha, memiliki pengetahuan luas Orochimaru menjadi kunci kemenangan peperangan yang akan terjadi nantinya. Dengan otak super cerdasnya yang hampir sama seperti orang-orang dari Klan Nara Orochimaru bisa membuat strategi perang dan memudahkan Ninja Konoha melawan Ninja desa lainnya.


Ada sekitar seribu Ninja lebih di Kamp Konoha, sementara desa lain meletakkan Ninja mereka lebih banyak dari pada Ninja Konoha.


"Orochi San, semua Ninja kita sudah sampai di Kamp apa langkah kita selanjutnya?." tanya Sakumo kepada Orochimaru didepannya.


"Sakumo San, kita tunggu perintah tuan Hokage, setelahnya kita akan berjalan mengikuti perintah dari Tuan Hokage." balas Orochimaru sambil menjilat bibirnya sendiri.


"Baiklah, aku akan kembali ke tenda ku dulu, kalau ada hal yang ingin Orochi San katakan jangan segan-segan untuk datang kepadaku." ucap Sakumu pergi dari tenda Orochimaru.


"Tentu dan juga berhati-hatilah." balas Orochimaru.


Setelah Sakumo pergi Orochimaru berbalik dan mengambil buku di atas meja, membuka buku tersebut Orochimaru mulai memfokuskan diri kepada buku ditanganya.


Sementara Sakumo yang sudah tiba ditenda miliknya, segera dirinya dudul dikursi dan mengambil pedang pendek, mengelus bilah pedang tiba-tiba aura putih menutupi pedang pendek tersebut.


"Perang akan segera terjadi, aku memiliki firasat buruk tentang itu sekarang." guman Sakumo.

__ADS_1


Dalam perang Shinobi ke3 Sakumo akan mati setelah menerima Misi Khusus, saat menjalankan misi tersebut teman-teman Sakumo dijebak oleh desa musuh dan Sakumo harus memilih pilihan, menyelesaikan misi atau menyelamatkan temanya.


Pada akhirnya Sakumo menyelamatkan teman-temanya dan membawa kerugian besar bagi Konoha, karena ini Sakumo disalahkan oleh desa tercintanya dan harus menerima tekanan dari sana-sani, tak kuat menerima tekanan besar tersebut akhirnya Sakumo memilih bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya.


Firasat yang dirasakan Sakumo akan segera terjadi tapi masih agak lama, karena misi Khusus belum di terima Sakumo.


Sementara itu di desa Konoha.


Fugaku menghadap ketua Klan atau Ayahnya sendiri, mereka berdua membahas Akademi sedangkan Fugaku yang menerima tawaran sekali lagi untuk masuk kedalam Akademi, mau tidak mau dirinya harus menerima tawaran dari Ayahnya.


"Baiklah Ayah, aku akan masuk Akademi tahun ini." ucap Fugaku tampa daya, sebenarnya Fugaku tidak ingin masuk Akademi tapi Uchiha yang melambangkan kesombongan dan keangkuhan harus memiliki generasi Jenius untuk memamerkan kepada Orang-orang diluarsana.


"Bagus Fugaku! aku sudah menyerahkan beberapa dokumen tentang dirimu kepada Tuan Hokage, dengan kekuatan mu sekarang pasti Tuan Hikage akan menempatkanmu di Kelas Elit!." kata Katachi tersenyum lebar, akhirnya Klan Uchihanya memiliki Jenius super seperti Fugaku ini.


Meskipun masih ada Jenius lainya di Klan Uchiha hanya saja Kejeniusan Fugaku lebih besar dari mereka, jadi sebagai Orangtua Fugaku Katachi sangat senang memiliki penerus seperti Fugaku.


Hanya saja Katachi salah sangka dengan kekuatan yang dimiliki Fugaku, sedangkan Fugaku sendiri sudah sangat kuat setera Hashirama Senju, sudah pasti masa depan Klan Uchiha akan tumbuh semakin besar nan mulia.


"Fugaku ingatlah perkataanku, selama di Akademi nanti kamu harus membuat nama Klan kita bersinar terang!." ucap Katachi berwajah serius.


"Hahaha! bagus masa depan Uchiha akan sangat baik berada di kepemimpinanmu!." Katachi tertawa bahagia.


Setelah mengucapkan salam kepada Katachi Fugaku pergi kearah kamarnya, disana sudah ada yang menunggu.


"Mikoto dimana kamu? ayo ikut Kakak ke Rumah Minato." ucap Fugaku agak keras ketika membuka pintu.


"Kakak!." Loli kecil tiba-tiba muncul dari ruang dapur dan segera memeluk Fugaku.


"Kenapa kita pergi kerambut kulit pisang lagi?." tanya Mikoto mengembungkan pipinya.


"Kakak ada urusan denganya, jadi Mikoto ikut apa tidak?." kata Fugaku ingin menegur Mikoto setelah mengolok-ngolok Minato tapi setelah melihat tingkah lucu Mikoto Fugaku tidak jadi menegurnya.


"Baiklah Mikoto akan Ikut Kakak!." balas Mikoto menggandeng tangan Fugaku.


Beberapa saat kemudian mereka berdua telah keluar dari Komplek Klan, dan berjalan menuju Rumah Minato berada. Sepanjang jalan banyak gadis-gadis seusia Fugaku atau lebih memandang kearah dirinya, muka mereka memerah setelah melihat Fugaku.

__ADS_1


Mikoto juga memandang kearah gadis yang memandang Kakaknya dengan bangga dia mengendus dan memeluk Fugaku sambil menunjukkan Ekpresi "Kakak hanya Miliku" sementara gadis-gadis yang melihat Mikoto mereka menjadi geram dan mendecihkan lidah tak berdaya.


Fugaku menggelengkan kepala, dan berkata."Kalau Mikoto ingin membeli sesuatu dulu Kakak akan menemami Mikoto tapi jangan membeli barang-barang aneh seperti bulan lalu."


"Ehehehe... Mikoto janji tidak akan membalinya lagi." balas Mikoto tertawa cangggung.


Bulan kemarin tak sengaja atau disengaja Mikoto membeli beberapa alat Dewasa di toko orang dewasa. Setelah melihat Mikoto memilik alat-alat seperti itu Fugaku langsung menghancurkannya dan membakar alat tersebut.


Mikoto tidak bisa lepas dari kemarahan Fugaku dan dirinya berjanji tidak akan membeli barang-barang aneh lagi. Mikoto juga memberi tahu Fugaku kalau saran untuk membeli barang dewasa suruhan dari guru Mikoto, dan guru itu memang dikususkan untuk mengajari Istri masa depan Pemimpin Klan.


Mendengarnya Fugaku langsung meminta Ayahnya untuk tidak mengajari hal-hal berbau dewasa kepada Mikoto, apalah daya Katachi setelah mendengar Anaknya berbicara seperti itu jadi dirinya menuruti perktaan Fugaku.


"Aku ingin membeli beberapa Surikan dan Kunai saja Kakak." ucap Mikoto.


"Bagus... sering-seringlah berlatih karena itu bagus untukmu." ucap Fugaku membelai pucuk kepala Mikoto.


Sementara perjalanan menuju rumah Minato tertunda, sedangkan Minato sendiri berhadapan dengan Jiraiya.


"Minato, aku tidak menyangka kalau dirimu bisa tubuh begitu cepat." kata Jiraiya memandang Minato dari atas kebawah, perkembangan Minato dari segi tubuh memang berbeda dari anak lainya, apa lagi wajah tampan Minato menambah kesan dewasa bagi orang yang melihatnya.


"Ini semua karena Sensei merawatku dengan baik." balas Minato tersenyum.


"Hahaha... jangan merendah diri seperti itu, baiklah aku mengatakan langsung apa tujuan ku datang kesini." ucap Jiraiya merubah sikap ceria menjadi serius.


"Minato, aku akan menyerahkan satu Ninjutsu yang dibuat Hokage ke2, jaga baik-baik Jutsu ini karena nilianya sangat berharga." lanjut Jiraiya menyerahkan gulungan Jutsu kepada Minato.


"Apa ini Sensei?." secara naluriah Minato bertanya.


"Nama Jutsu ini adalah Hiraishin! Jutsu yang bisa menteleportasikan pengguna dan orang tertentu, kamu sangat cocok dengan Jutsu ini karena dirimu memiliki Kekkai Genkai Ruang dan waktu. Aku harus memberi ceramah kepada Guruku untuk menyerahkan Ninjutsu ini kepadaku." jelas Jiraiya panjang lebar kepada Minato.


"Apa tidak masalah Sensei aku mempelajarinya?." tanya Minato Ragu-ragu setelah mendengar kalau Ninjutsu ditanganya sangat kuat.


"Hahahaha jangan kawatir Minato, kalau aku sudah memeberikan itu kepadamu dan tugasmu selanjutnya adalah pelajari Jutsu itu sampai tingakat penuh, jangan kecewakan gurumu ini Minato." balas Jiraiya kembali ke muka Cerianya.


"Baik Sensei!." ucap Minato Bersemangat, mendapat Jutsu yang sangat hebat adalah sesuatu hal membahagiankan bagi dirinya.

__ADS_1


Author: maaf kawan kemarin saya tidak ada ide untuk mengupdate Novel, setelah bertapa akhirnya saya mendapatkan ide😅


__ADS_2